CEO IS LOOKING FOR TRUE LOVE

CEO IS LOOKING FOR TRUE LOVE
Bab 9



Keesokan harinya Kelvin yang datang dengan stelan jas kantornya menunggu Edrik di ruang makan.


" Kamu sudah datang" ucap Edrik yang baru saja bergabung di meja makan.


" Yah boss, saya sudah datang dari 20 menit yang lalu." balas Kelvin melanjutkan sarapannya.


Gaes di sini saya ingin menjelaskan Kelvin merupakan sahabat Edrik . Mereka juga teman sekolah dan kuliah bersama. Jadi Kelvin sudah terbiasa dengan keluarga Edrik dan keluarga gwinith menganggap Kelvin seperti putranya sendiri


Kembali ke cerita


" Jika kamu sudah selesai sarapan. Ayo kita berangkat" ajak Edrik tak menatap kelvin.


" Apa kamu tidak melihat makananku belum habis setidaknya biarkan aku menghabiskan sarapanku" ucap Kelvin yang terus memakan makanannya.


"Kayaknya kamu setiap hari selalu sarapan di rumahku. Apakah kamu tak pernah memasak sehingga sarapan saja harus di rumahku" ujar Edrik menatap Kelvin


"Tidak, karena kamu selalu menyuruhku ini itu jadi aku tak punya waktu untuk masak lagian tante gak keberatan jika aku makan disini" balas Kelvin tak memandang Edrik


"Sudah sudah kenapa kalian malah bertengkar sih. " ucap Willona menengahi putranya.


" Dia yang duluan mah" ucap Edrik tak mau kalah.


" Edrik mending kamu duduk sarapan bersama kami . Jangan menjahili Kelvin biarkan dia menghabiskan sarapannya" ucap Willona yang membela Kelvin membuat Kelvin mengejek Edrik


" Makanya boss , jangan menjahiliku terus kena mental kan lo. " gumam Kelvin dalam hati


"Tidak mah, aku sarapan di luar saja. Banyak hal yang harus Edrik urus." ucap Edrik berjalan meninggalkan ruang makan. sebelum Edrik benar-benar meninggalkan ruang makan Edrik memanggil Kelvin.


"Kelvin jika kamu, tidak keluar sekarang uangmu tidak akan aku kembalikan dan bonusmu ku potong.


Mendengar ancaman Edrik membuat Kelvin kesal.


"Selalu saja pake ancam-ancamam emang gk bisa apa gak usah ngancam-ngancam segala." guman Kelvin menyusul Edrik.


"Kamu sudah mencari tahu siapa dalang di balik penyerangan itu. " ucap Edrik menatap Kelvin


"Perusahaan Amron company boss. " jawab Kelvin membuat Edrik bingung.


" Aku tidak pernah berurusan dengan mereka namun mengapa mereka berani mengusik perusahaanku.


"Aku juga tak tau . Cuman Amron company ini punya hubungan bisnis dengan group croup company. Aku rasa croup company dalang di balik ini semua."ucap Kelvin memjelaskan.


"Goup crop company yah. Tak akan aku biarkan kamu tenang dalam dunia bisnis. Aku membiarkanmu namun kamu mengusikku hebat sekali nyalimu" ucap Edrid menyerigai marah


"Aku akan memberikan kamu tugas dalam hal menyelesaikan croup company ini tapi yang utama aku ingin mengenalkan kamu dengan seseorang yang akan bergabung di bidang IT . Namun IT ini hanya bekerja di balik layar tidak ada yang boleh mengetahui identitasnya meski staff IT sekalipun. " ucap Edrik kepada Kelvinin


"Tapi kenapa harus di rahasiakan boss," bingung Kelvin menatap Edrik.


"Yang pertama dia yang memintanya dan yang kedua agar pihak musuh tidak tahu jika kita memiliki kartu lain. Aku curiga di perusahann ku pasti ada orang dalam yang berhianat." ucap Edrik menjelaskan


" Baiklah boss, silahkan masuk ke dalam mobil " ucap Kelvin membukakan pintu penumpang.


"Tidak aku akan naik motor, kamu hanya perlu mengikutiku dari belakang. "ucap Edrik yang mulai menstater motornya.


Selang beberapa saat tiba mereka di cafe tempat mereka janjian dan sudah ada Hans yang duduk di sana.


"Hay " sapa Edrik yang dibalas senyuman oleh Hans


" Perkenalkan ini Kelvin asistenku . Kamu akan bekerja di bawah dia dan kamu hanya perlu mengikuti instruksinya dan jangan khawatir kamu bisa bekerja di warnetmu untuk sementara waktu." ucap Edrik menjelaskan ke Hans tentang pekerjaan yang akan di lakukan oleh Hans


" Hay kenalkan aku Kelvin Brammasta , panggil saja kelvin" ucap kelvin mengulurkan tangan dan disambut hangat oleh Hans.


" Hans Abigail panggil saja Hans


Setelah selesai perkenalan dan sedikit berbincang-bincang tentang pekerjaan yang akan Hans lakukan. Kelvin pun undur diri karena banyaknya pekerjaan yang harus dia selesaikan.


Tinggal dua pria tampan yang masih asik mengobrol.


" Mengapa kamu rahasiakan hal sebesar ini kepada Nauren" tanya Hans kepada Edrik


" Aku hanya ingin mencari seseorang yang tak melihat dari latar belakangku" jawab Edrik


"Apa kamu tidak mempercainya. Apa kamu kira Nauren akan senang jika tahu kamu membohonginya. " ucap Hans yang menatap Edrik


"Selama aku kenal dengannya aku mulai tertarik dengannya hanya aku tidak tau apa dia menyukaiku dan apa dia mau jika mengetahui latar belakangku" ucap Edrik yang merasa bimbang.


" Kamu hanya perlu berkata jujur. Nauren gadis yang baik selama aku berteman dengannya dia tidak pernah mengeluh dengan keadaannya yang hidup tanpa orang tua. Emang dia memiliki seorang ibu dan adik namun mereka tak di ketahui keberadaannya. Aku juga sudah berusaha mencari mereka menggunakan kemampuanku tetap saja hasilnya nihil" sesal Hans yang kurangnya kemampuannya dalam mencari keluarga Nauren.


"Kamu tenang saja soal itu aku bisa membantu dalam hal finansial dan orang-orang aku bisa menyiapkannya untukmu" ucap Edrik dengan sombongnya


"Dasar boss narsis, " ucap Hans tersenyum namun dia senang di pertemukan oleh orang baik seperti Edrik..


Karena asik mengobrol hingga Edrik melupakan pekerjaan paruh waktunya di mini market.


Ddrrtt ddrrttt suara ponsel bergetar.


πŸ“ž Kamu bilang ada apa sudah pukul berapa ini kamu belum juga kesini" Ucap Nauren membuat Edrik melihat jam tangannya yang hampir pukul 12 siang.


"Astagaaa mengapa aku bisa melupakannya" Edrik yang tersadar akibat keterlambatannya.


πŸ“ž Oke , aku akan segera kesana "ucap Edrik mematikan ponselnya.


" Hans aku kerja dulu yah. Udah telat banget nih" ucap Edrik yang terburu-buru meninggalkan Hans sendiri


" Dasar orang aneh . Sudah punya perusahaan sendiri masih juga ingin kerja di tempat seperti itu" Hans menggelengkan kepala melihat kelakuan Edrik .


Di mini market.


Edrik yang terburu-buru masuk ke dalam mini market.


"Maafkan aku Nauren karna terlambat. " sesal Edrik


"Yah tak apa, lain kali jangan sampai terlambat gimana jika boss datang dan bertanya tentangmu. Apa yang akan aku katakan masa iyah aku harus bilang kamu sakit lagi" ucap Nauren


" Yah maaf, aku boleh nanya sesuatu gak" tanya Edrik yang menatap ke wajah Nauren


"Apa yang ingin kamu tanyaka "jawab Nauren yang jantungnya berdebae-debar menunggu pertanyaan Edrik


"Umm, apa kamu tidak ingin bekerja di tempat lain seperti perusahaan besar gitu dengan gaji yang lumayan besar" ucap Edrik menatap Nauren yang kini tertunduk


"Dasar bodoh mengapa aku berharap yang tak pasti sih. Tidak mungkin Edrik menyukaiku Nauren ayolah sadar itu hanya ilusimu saja" gumam Nauren dalam hati..


"Masalahnya, jika ingin bekerja di perusahaan besar kita harus memiliki orang dalam dan lulusan di luar negeri" ucap Nauren.


"Mengapa kamu berpikiran seperti itu. Apa kamu sudah pernah mencobanya" tanya Edrik lagi.


" Yah, aku sudah pernah mencobanya namun selalu di tolak . Ada beberapa perusahaan yang aku ajuin tapi tetap saja mereka hanya memilih orang mereka." ucap Nauren menjelaskan


"Apa kamu tidak ingin mencobanya sekali lagi. Aku bisa merekomendasikan kamu di temanku. Apa kamu ingin mencobanya" ucap Edrik menawarkan


"Apa kamu sungguh bisa membantuku. Tapi mengapa kamu tidak mendahulukan dirimu dulu." ucap Nauren bingung dengan jalan pikirannya Edrik.


"Tidak aku sudah bekerja dengan temanku dan pekerjaanku hanya sebagai IT dan pekerjaan itu tidak perlu ke kantor kerjakan di rumah saja bisa. Makanya aku bosan dan mencari pekerjaan lain" ucap Edrik berbohong.


" Jika bisa aku sangat ingin. Aku ingin mengumpulkan uang untuk mencari ibu dan adikku. Tapi dengan aku bekerja di mini market ini hanya bisa menghidupi kehidupanku sehari-hari" ucap Nauren sedih


"Emang ibumu ada dimana" tanya Edrik


"Jika aku tahu tidak mungkin aku mencarinya" jawab Nauren kesal dengan pertanyaan bodohnya Edrik.


"Oke besok aku akan memperkenalkan kamu dengan temanku. Jangan lupa bawa cv mu" Edrik mengingatkan sebelim menginggalkan Nauren ke gudang


Beberapa jam telah berlalu sudah waktunya mereka pulang dan mengistirahatkan tubuh mereka.


πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯


Keesokan harinya sesuai perkataan Edrik membawa Nauren menemui Kellvin di cafe dekat mini market.


" Hay boss" sapa Edrik membuat Kelvin ingin tertawa namun ditahannya sehingga wajahnya terlihat memerah


Flash back on


"Kelvin nanti aku akan memperkenalkanmu sebagai bossku di depan Nauren ." ucap Edrik yang membuat kelvin bingung


"Boss apa kamu akan memecatku. Apa salahku hingga kamu mau memecatku perasaan aku tidak melakukan kesalahan apapun . Tapi mengapa kamu ingin aku menganggur" tanya Kelvin yang tak ada henti-hentinya.


"Kelvin jika kamu tidak berhenti mengoceh aku akan memecatmu betulan. "ucap Edrik kesal membuat Kelvin diam seketika.


"Kamu hanya perlu memerankan sebagai boss. Tapi ingat ini hanya pura-pura jadi jangan terlalu dramatis"ucap Edrik menjelaskan dan hanya di balas anggukan kepala sebagai tanda mengerti


Flash back off


Kelvin yang sudah tak tahan lagi hampir saja tertawa lepas tapi di hentikan oleh injakan kakinya Edrik


" Kenapa boss, mengapa wajah anda memerah" ucap Edrik yang pura-pura khatmwatir keadaannya Kelvin.


"Tidak aku baik-baik saja" ucap Kelvin menatap tajam Edrik. Edrik yang di tatap hanya terkekeh saja.


" Kenalkan ini Nauren yang aku ceritakan kemarin. Dia ingin bergabung bersama kita" ucap Edrik menjelaskan seperti seorang bawahan kepada atasannya.


" Apa aku boleh melihat CVmu " ucap Kelvin meminta CV Nauren


Nauren mengeluarkan CVnya dan memberikan kepada Kelvin. Kelvin yang melihat hasil CVnya tercengang.


"Padahal dia pintar tapi mengapa tidak ada yang mau memerimanya." bingung Kelvin kepada orang-orang. " Meski dia hanya kuliah di unversitas indonesia tapi kampusnya merupakan kampus terbaik seindonesia. Dia juga merupakan lulusan terbaik " dasar orang-orang bodoh dapat berlian malah mempertahankan perak .


" Baik aku akan menghubungimu nannti. Aku pamit dulu banyak hal yang harus aku kerjakan. " ujar Kelvin meninggalkan Edrik dan Nauren


*** Bersambung ****