
" Ketemu, aku mendapatkan kartunya" Rara yang penasaran dengan isi kartu itu ingin membukanya. Namun dia tak berani. Ia mengejar Nauren dengan sedikit berlari.
" Apa kamu anak kecil. Berlarian seperti itu, ini kantor bukan taman bermain" Nauren kesal melihat sifat kekanakan teman barunya itu.
" Yah , maaf. Aku hanya ingin ngasih kamu ini" Rara memberikan kartu yang dia temukan di bunga mawar itu. Lalu dia memberikaan di Nauren.
"Apa isinya" Rara mengintip di samping Nauren. Ia ikut membaca tulisan yang ada di kartu itu. Walau hanya sedikit yang terlihat namun matanya sangat jeli . Ia membaca seluruh isi pesan yang ada di kartu itu.
" Ehemm, ciieeee. Aku mau juga dong di beri bunga dan kartu ucapan" Rara meledek Nauren. Ia tersenyum penuh arti ke arah Nauren .
" Udah yah Ra, jika kamu mau ambil saja bunganya dan nih sekalian kartunya" Nauren memberikan bunga dan kartu yang tadi sudah berikan teman barunya itu kepadanya. Setelah Nauren memberikan bunga serta kartu itu, ia meninggalkan temannya yang masih menatapnya dengan bingung.
Di ruangan, Nauren menghempaskan dirinya di kursi tempat ia akan bekerja. Nauren mengambil ponselnya yang ada di dalam tas kesayangannya.
" Hallo " sapa penelpon di seberang sana saat telponnya tersambung.
" Apa kamu kurang kerjaan. Mengapa kamu mengirim bunga ke kantorku sih" bukannya menjawab Nauren mulai memarahi penelpon disana
" Kenapa? Apa bunganya kurang banyak. Atau kamu ingin bunga yang lain. Jika seperti itu aku akan menyiapkannya untukmu. Kamu tinggal bilang saja apa yang kamu inginkan pasti akan aku penuhi
" Jika seperti itu. Kenapa kamu gak buat toko bunga aja sekalian.
" Apa itu ke inginanmu ren. Jika kamu suka akan aku siapkan
"Eeddrikk, bisa tidak kamu serius ngomongnya. Bisa tekanan aku jika kamu begitu terus" Nauren yang semakin mendengar ucapan Edrik mematikan panggilannya secara sepihak.
" Hallo ren. Astaga kenapa telponnya mati. kebiasaan deh dimatiin secara sepihak.
Kelvin yang sedari tadi mendengar percakapan Edrik di telpon menahan tawanya.
" Kenapa, jika ingin tertawa yah tertawa saja sampai puas kenapa ditahan tahan " ucap Edrik menatap kesal ke arah Kelvin
" Apa boleh boss" Kelvin membalas menatap Edrik
"Silahkan saja. Jika gajimu bulan ini aku potong 50% " mendengar ancaman Edrik membuatnya bungkam.
" Selalu saja begitu." batin Kelvin berbicara dalam hati.
" Kelvin, apa caraku salah. Kenapa Nauren marah harusnya kan dia senang dapat bunga dan kartu ucapan. Tapi kenapa dia tak suka itu.
" Entahlah boss, saya kurang tahu mungkin Nauren ingin rumah atau apa gitu. Seperti perempuan perempuan lainnya mereka menginginkan harta dan tahtah boss" usul Kelvin. Mendengar usulan Kelvin membuat dia berpikir langkah apa selanjutnya.
" Jika boss tak percaya, boss bisa bertanya di Hans. Yah kan Hans" tanyan Kelvin kepada Hans yang baru saja masuk ke dalam ruangan Edrik.
" Apa dulu nih, aku gak mau yah. Masuk jurang yang aku sendiri tak tahu." ucap Hans yang tak mengiyakan Kelvin.
" Gini Hans, menerutmu apa yang paling di sukai wanita?" tanya Kelvin ke Hans.
Mendengar pertanyaan Kelvin, Hans berpikir dengan keras. Beberapa menit telah berlalu, saat Hans mendapat jawaban dari pertanyaan Kelvin. Hans pun mengeluarkan pendapatnya
" Ahhhh,,, aku tahu" ucap Hans setelah berpikir keras.
Kelvin dan Edrik menatap Hans dengan serius menunggu kata selanjutnya yang akan di keluarkan oleh Hans.
" Kurasa anda perlu mengirimkan bunga" ucap Hans. Mendengar penuturan Hans membuat Edrik mendesik dengan kesal.
" Aku sudah mengirimkannya, bukannya bahagia. Malah dapat ceramah" ucap Edrik menghela nafas beratnya.
" Maksudku, bunga kali ini beda dengan bunga yang anda berikan. " ucap Hans lagi
" Apa kamu tak bisa menjelaskannya secara jelas. Aku tak suka berbelit belit. Jadi jangan buat aku harus memecahkan misteri teka teki yang membingung kan" ucap Edrik yang tak suka dengan jawaban Hans
" Hedeh boss, maksudku itu. Boss berikan 999 bunga di Nauren boss. Ada pepatah bilang kalo memberikan bunga sebanyak 999 maka cintanya akan abadi boss
" Begitu yah, boleh di coba nih. Thanks yah atas masukannya. Vin pesankan aku bunga mawar sebanyak 999 tidak boleh kurang harus pas yah. Ucap Edrik memerintah Kelvin.
" Nah kan. Ujung ujungnya aku juga. Nasib nasib beginilah resiko menjadi asisten. Yah gini kita harus mendengarkan perintah boss" batin Kelvin berbicara dalam hati.
♦
♦
♦
Tepat pukul 16:00, Nauren keluar dari ruangannya bersama teman barunya Rara. Sudah pukul 16:00 waktunya karyawan pulang dan mengakhiri pekerjaan hari ini dan melanjutkannya esok hari. Ada pula yang membawa pekerjaannya pulang ke rumah. Seperti yang Nauren lakukan saat ini
Nauren terus berkutak katik di leptop kesayangannya. Sudah berjam jam Nauren masih setia dengan leptopnya. Ada banyak data yang harus dia pahami kemudian membuat dalam satu ringkasan datanya. Pukul 2 malam akhirnya pekerjaan Nauren selesai, tanpa di duga Nauren ketiduran dengan melipat kedua tangannya diatas meja sebagai tumpuan kepalanya.
♣♣♣♣ To be continued. ♣♣♣♣