CEO IS LOOKING FOR TRUE LOVE

CEO IS LOOKING FOR TRUE LOVE
Bab 16



πŸ“ŒπŸ“ŒπŸ“ŒπŸ“ŒπŸ“Œ


Di kediaman Gwinith .


Austin yang sedang nonton tv melihat anaknya baru saja pulang


" Kamu habis dari mana? " tanya Austin kepada Edrik yang baru ikut bergabung.


" Kantor pah" jawab Edrik singkat


" Kantor apa kantor kak " timpal Freya yang baru saja ikut bergabung.


" Kantor, " jawab Edrik yang merampas cemilan dari tangan Freya


" Dari kantor apa dari rumah cewek kak ? " tanya Freya yang menggoda Edrik


" Kepo amat sih. Oh, iya gimana hasil kerja samanya apa berjalan dengan lancar" tanya Edrik


" Iyah, semua bisa di kendalikan . Ayolah kak aku sudah jenuh dengan urusan kantor bisakan kaka fokus pada perusahaan . Jangan hanya karena perempuan perusahaan tak kaka urus." kesal Freya menatap kakaknya.


Willona yang hanya mendengar obrolan anaknya mulai paham maksud perkataan Freya.


" Oh, jadi kamu sudah berani menjalin hubungan dengan perempuan . Ingat yah Edrik mama tak melarang kamu menjalin dengan siapa pun . Mama hanya ingin kamu mencari perempuan yang baik dan menghormati mu dan keluargamu" ucap Willona menasehati anaknya


" Iya son, papa tak melarangnya asal dia baik itu sudah cukup. Kamu harus menjadi laki-laki yang bertanggung jawab jangan pernah lari dari tanggung jawabmu" ucap Austin menasehati Edrik


Edrik yang mendengar dukungan orang tuanya dia merasa sangat senang sebab, mereka mendukung apapun keputusan Edrik.


" Tenang mah pah Edrik tak akan mengecewakan kalian


Ke esokan harinya seperti biasa Edriik selalu di jemput oleh Kelvin asistennya. Dia bertekad untuk tak lari dari tanggung jawabnya dalam hal urusan kantor ataupun Nauren kekasihnya.


" Sudah siap boss" tanya Kelvin saat melihat Edrik yang baru saja turun dari lantai atas


" Apa kamu tak bisa melihatnya", tanya Edrik melangkah melewati Kelvin


" Ckk , desis Kelvin kesal mengikuti Edrik


Di kantor


Sebelum Edrik ke ruangannya dia tak pernah lupa untuk menyapa kekasihnya.


" Sayang, sapa Edrik kepada Nauren


" Iyah , kenapa kesini . Kamu gak kerja? " tanya Nauren menatap Edrik


" Kerja , aku kesini untuk mengisi daya energiku" ucap Edrik tersenyum manis kepada Nauren.


" Ehh, apa kamu melihat pria itu" tanya karyawan perempuan satu yang melihat Edrik begitu manja pada Nauren


" Mana? " tanya karyawan perempuan dua


" Itu, pria yang pake jas hitam" tunjuk karyawan perempuan satu


" Itu maksudmu , emang sih wajahnya tampak tak asing. " jawab karyawan perempuan dua tersebut


" Apa kamu tau, itu pak Edrik. Aku pernah masuk kantornya dan melihat wajahnya " jawab karyawan perempuan satu


" Apa itu beneran pak Edrik. Lalu siapa perempuan di sebelahnya ?" tanya karyawan perempuan dua


" Entahlah aku tak tau, ku rasa dia karyawan baru".jawab karyawan perempuan satu


Nauren yang merasa di perhatikan merasa risih.


" Pergilah ke ruanganmu " usir Nauren menyuruh Edrik pergi.


" Kenapa kamu mengusirku. Kamu sudah tak menyayangiku lagi" ucap Edrik menundukkan sedih.


" Astaga, apa ini Edrik mengapa kamu menundukkan kepala " ucap Nauren mengangkat dagu Edrik


" Kamu mengusirku itu pertanda kamu sudah tak menyayangiku" ucap Edrik sedih menatap Nauren


" Astaga Edrik " Nauren menepuk jidatnya tak menyangka sifat Edrik sangat jauh dari pertemuan awal mereka.


" Mengapa kamu bertingkah seperti anak kecil . Kamu lihat mereka sedang memperhatikan kita, apa kamu tak malu menjadi pusat perhatian " ucap Nauren yang tak percaya dengan tingkah laku Edrik.


"Kamu tidak malu tapi aku yang malu" kesal Nauren malas menatap Edrik


" Mengapa kamu malu, apa kamu mencuri tidak kan . Jadi apa yang harus kamu malukan sayang" ucap Edrik santai namun Nauren semakin geram melihat tingkah laku Edrik.


" Pergilah, lain kali jangan keruanganku kalau bukan jam makan siang atau pulang kerja" ucap Nauren kesal meninggalkan Edrik yang masih berada di depan ruangannya.


" Apa lihat-lihat apa mata kalian ingin di congkel" kesal Edrik menatap dua perempuan yang sedang memperhatikannya.


Mereka yang takut dengan Edrik segera pergi takut Edrik akan bertambah marah yang akan mengakibatkan kehilangan pekerjaan mereka.


☘️☘️☘️☘️


Sebulan telah berlalu , sebulan pula Edrik dan Nauren menjalin hubungan . Mereka selalu pulang bersama dengan motor milik Nauren.


" Aku sudah mendapat petunjuk tentang keberadaan ibumu" ucap Edrik yang menatap hamparan laut lepas.


" Sungguh, " tanya Nauren dengan mata yang berbinar menatap Edrik.


" Iyah, aku sudah mendapat petunjuk dimana ibumu berada. Apa kamu ingin menemuinya" tanya Edrik menatap Nauren


" Jika kamu ingin bertemu aku akan membawamu. Tapi mereka bukan ada di negara ini." Ucap Edrik lagi


" Lalu mereka ada dimana, aku ingin menemui mereka" tanya Nauren begitu antusiasnya


" Di negara tetangga, ibumu telah menikah dengan seseorang pembisnis dan mereka menetap di Australia ? " ucap Edrik menjelaskan hasil pencariannya


" Terima kasih telah membantuku" ucap Nauren dengan mata yang berkaca-kaaca hingga meneteskan buliran kristal dari matanya.


" Hei, mengapa menangis hum. Jika kamu tak ingin bertemu dengan ibumu aku tak akan memaksamu" ucap Edrik yang panik melihat Nauren menangis


" Aku senang akhirnya keluargaku satu-satunya aku temukan . Apa kamu tahu seberapa sangat sangat inginnya aku bertemu mereka aku selalu berharap aku bisa menemukan ibuku namun sangat susah untuk menemukannya Drik hingga kamu datang membawa kabar yang selama ini aku tunggu " ucap Nauren menangis bahagia memeluk Edrik.


" Sudahlah, jangan menangis aku tak ingin melihatmu menangis" ucap Edrik menghapus air mata Naure. dan menepuk pundak belakang Nauren menenangkan Nauren yang masih terisak.


" Terima kasih, aku sangat bersyukur tuhan begitu baik padaku hingga memberikan sosok yang baik sepertimu. Terima kasih" ucap Nauren yang masih terisak.


" Sudah jangan menangis lagi nanti orang kiranya aku sedang menindasmu, apa kamu mau melihatku di gebukin orang karena membuat seorang wanita cantik menangis hum. Apa kamu senang melihat wajah tampan kekasihmu ini bonyok akibat tinjuan" ucap Edrik yang penuh dramatis membuat Nauren tersenyum mendengar ucapan Edrik


"Dasar , tapi jika wajahmu bonyok akan sangat jelek dan aku tak mau jalan dengan pria yang jelek akan sangat memalukan" balas Nauren membuat Edrik melototkan matanya geram dengan jawaban Nauren


" Jadi, selama ini kamu hanya menginginkanku karena wajah tampanku dan jika aku tak tampan kamu akan meninggalkanku. Oh astaga Nauren apa aku harus oprasi pelastik setiap hari agar kau tak meninggalkanku." ucal Edrik tak percaya dengan pemikiran Nauren


" Oh astaga Edrik apa kamu pikir aku serius hum. "tanya Nauren yang anggukin kepala oleh Edrik


" Aku tak serius kamu jangan berpikiran untuk oprasi pelastik. Aku tak suka kekasihku melakukan oprasi plastik sangat aneh bagiku jika kamu melakukannya. Itu sama saja kamu tak menghargai dirimu sendiri. " ucap Nauren menatap Edrik dengan serius.


" Aku juga tak akan melakukannya apa kamu pikir aku punya uang sebanyak itu" ucap Edrik


" Oh , iya yah kamu kan bukan boss jadi itu tak akan mungkin. Namun jika kamu memintanya kepada bossmu mungkin itu mungkin bisa terjadi


" Lalu gimana jika aku bossnnya" tanya Edrik lagi


"Maka aku akan jadi ratunya. Udalah say kerja saja yang benar aku akan mendukungmu apapun profesimu aku akan tetap berada disisimu tapi jika kamu bersyukur memiliki ku tentunya" ucap Nauren membuat Edrik tak percaya dengan ucapan kekasihnya


" Gimana jika kamu tahu kalo aku membohongimu. Apa kamu masih akan berdiri di sisiku apa kamu akan selalu tersenyum kepadaku" gumam Edrik dalam hati


" Ada apa menatapku seperti " tanya Nauren yang risih akibat tatapan Edrik


" Kamu terlalu cantik hingga aku tak bisa berpaling darimu" ucap Edrik menggoda Nauren yang terlihat malu-malu namun di tahannya.


" Kalau soal itu aku juga tahu itu" ucap Nauren tersenyum kepada Edrik.


🌲 Bersambung .....🌲


Jangan lupa like πŸ‘


Komentar. πŸ’¬


&


Subcribed ❣️❣️