CEO IS LOOKING FOR TRUE LOVE

CEO IS LOOKING FOR TRUE LOVE
Bab 24



" Apa sudah ada hasil" tanya Edrik kepada Kelvin asistennya.


" Belum boss, saya lagi berusaha mencarinya" jawab Kelvin . Ia terus menggerakkan anak buahnya mencari keberadaan Nauren.


" Hans , apa kamu tau dimana tempat yang biasanya Nauren kunjungi di saat dia sedih" tanya Edrik yang beralih ke arah Hans.


" Tidak, aku tidak tau. Kami bertemu saat dia datang ke warnetku saja tidak lebih dari itu" jawab Hans yang merasa khawatir. Belum tahu dimana Nauren berada.


Flash back on


Setelah rapat berakhir, Nauren melangkah keluar dengan tergesa-gesa. Edrik yang mengerti mengapa Nauren begitu cepat meninggalkan ruang rapat mulai mengejar Nauren. Dia tidak perduli dengan tatapan semua orang yang menatapnya , yang utama sekarang menenangkan dan menjelaskan alasan mengapa dia membohongi Nauren.


" Nauren Nauren Nauren tunggu, " panggil Edrik menarik tangan Nauren .


" Ada apa " tanya Nauren menatap Edrik dengan perasaan yang kecewa.


"Aku ingin menjelaskan , ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Maafkan aku telah membohongimu, aku benar-benar minta maaf . Aku....." Edrik yang ingin menjelaskan tiba-tiba di potong oleh Nauren.


"Iyah, ini memang tidak seperti apa yang aku pikirkan. Apa kamu tau apa yang aku pikirkan? Apa kamu tau apa yang ada di pikiranku . Ku rasa kamu tahu semua apa yang ada di pikiranku , bahkan aku sendiri saja tidak tahu" ucap Nauren yang menahan tangis.


" Maaf , akan aku jelaskan mengapa aku melakukan ini." ucap Edrik , namun di hentikan oleh Nauren


" Kamu tidak perlu menjelaskannya. Apa kamu tahu aku menganggap aku mengerti semua tentangmu. Namun aku salah, aku tak tahu apa-apa tentangmu. Apa kamu pikir di bohongin itu enak, tidak? di bohongin itu tidak enak sama sekali. Lelaki yang aku banggakan yang pekerja keras dan jujur, tapi itu semua salah.. Kamu sama sekali tidak pernah jujur kepadaku. Apa kamu tahu apa yang aku rasakan, aku sangat sangat kecewa terhadapmu" ucap Nauren yang marah kepada Edrik. Edrik yang menyesal mencoba menahan Nauren , namun tangan Edrik di tepis oleh Nauren.


Nauren yang merasa sangat kecewa, meninggalkan perusahaan Edrik dengan motor kesayangannya.


Flash back off


" Kamu dimana sih sayang, aku sangat rindu padamu? Apa kamu tak ingin mendengar penjelasanku dulu. Apa kamu sudah tak sayang padaku lagi. Aku tahu aku salah telah membohongimu , tapi satu yang harus kamu tahu perasaanku tidak pernah bohong. Cintaku tulus padamu dan tak ada kebohongan, ini benar-benar tulus" ucap Edrik yang terus menatap foto Nauren di ponselnya. Edrik yang yang masih larut dalam lamunannya tersadar dengan ketukan pintu ruangannya.


Tokk tokk tokk.. Suara ketukan pintu dari luar.


" Masuk ' ucap Edrik dari dalam


"Apa sudah ada kabar" tanya Edrik yang kini menatap Kelvin tajam


" Belum boss" jawab Kelvin menunduk. Dia kasihan melihat Edrik yang terlihat sangat kacau. Akibat kepergian Nauren membawa pengaruh besar di diri Edrik .


" Cari terus, aku mau mendengar kabar baik bukan kabar buruk."ucap Edrik meninggalkan Kelvin di ruangan Edrik.


°


°


Disisi lain Nauren yang berdiri menatap hamparan laut. Ombak yang keras hingga percikan airnya mengenai wajah dan sedikit membasahi pakaian Nauren.


" Mengapa kamu membohongiku, apa aku sebegitu tak berartinya hingga kamu membodohiku" ucap Nauren dengan air mata yang mulai menetes.


" Hey, mengapa kamu sendirian di sini" tanya seorang pria berdiri tepat di samping Nauren.


" Nauren yang merasa mengenal suaranya menoleh kearah pria itu, betapa senangnya Nauren saat melihat orang yang sangat di kenalnya berada di depannya sekarang. " Kapan kamu datang, apa kamu tahu aku sangat merindukanmu " ucap Nauren yang memeluk pria tersebut.


" Ayolah, peri cantik jangan menangis. Oke, sekarang aku sudah ada di depanmu jadi jangan menangis." ucap pria tersebut menepuk pelan pundak Nauren mencoba menenangkannya hingga Nauren terdiam kembali.


" Aku sangat merindukanmu, mengapa kamu baru kembali sekarang. Apa kamu tahu, tidak ada kamu rasanya sungguh sangat membosankan" ucap Nauren yang tersenyum menatap pria itu. Namun ia tahu di balik senyum manis Nauren ada kesedihan yang tercetak jelas di matanya.


" Dan sekarang aku sudah kembali. Peri cantik apa yang terjadi padamu? kenapa kamu menangis" tanya pria itu


" Tidak ,aku tak menangis. Mengapa aku harus menangis, aku senang kamu berada disini dan menemaniku sekarang" ujar Nauren yang sedikit berbohong.


" Aku mengenalmu dengan sangat baik, jadi tak perlu berbohong padaku .oke apa kamu mau menyembunyikannya hum. Aku sangat senang jika kamu mau terbuka denganku, mungkin aku bisa membantumu" ucap Natan lagi


♣♣♣♣ **Bersambung ♣♣♣♣


Jangan lupa: Vote, Like, Komen & Subcribed 🤗🤗**