CEO IS LOOKING FOR TRUE LOVE

CEO IS LOOKING FOR TRUE LOVE
Bab 13



πŸ“ŒπŸ“ŒπŸ“ŒπŸ“ŒπŸ“Œ


Di kediaman gwinith .πŸ›πŸ›


Edrik yang baru saja ke dapur melihat Willona tengah sibuk memasak sarapan untuk keluarganya.


"Pagi mah, humm enak nih . Mama masak apa? " sapa Edrik yang mendekati Willona .


" Kamu kan bisa melihatnya sendiri mama masak apa" jawab Willona yang masih sibuk dengan masakannya.


" Hehehe, mama nih gak asik banget sih . Di tanya?? bukannya di jawab malah jawabnya begitu" ucap Edrik yang pura-pura kesal.


" Kak udah besar kali , gak usah merajuk segala" ucap Freya yang baru saja bergabung duduk di sebelah Edrik.


" Issshhh, apaan sih kamu anak kecil. Oh iya Frey, kamu ikut kaka ke kantor ya. " ucap Edrik menatap adik semata wayangnya.


" Ngapain kak? " tanya Freya gak biasanya Edrik menyuruhnya ke kantor.


" Mau nyalon Frey, yah kerjalah Frey masa iyah mau nyalon sih." kesal Edrik dengan pertanyaan adiknya.


"Yah kan , kaka tumben saja nyuruh aku ke kantor. Lagian buat apa aku ke kantor kak" tanya Freya yang masih tak mengerti.


" Kaka butuh sekertaris , jadi untuk sementara kamu jadi sekertaris kaka sekalian kamu belajar cara menangani perusahaan " jawab Edrik


" Ayolah kak, urusan perusahaan buat kaka saja . Aku malas di pusingkan dengan hal perusahaan . Aku hanya ingin hasilnya bukan pusingnya kakk" ucap Freya yang tak suka mengurus perusahaan.


" Gak bisa gitu Frey , kamu harus membantuku menjalankan perusahaan . Jika kamu tak mau aku akan memblokir kartu kreditmu" ancam Edrik yang membuat Freya kesal terhadap kakaknya.


"Oke deh, tapi ada cowok gantengnya gak kak" tanya Freya yang mendapat jitakan dari Edrik.


"Aww, ringgis Freya. " Sakit tau kak , kakak ingin membuatku amnesia yah." ucap Freya memegang pelipisnya yang sedikit memerah akibat jitakan dari sang kakak.


"Gak usah dramatis deh Frey, belum juga amnesia kamu.. Massih sehat juga" Edrik membalas ucapan Freya


"Pokoknya kakak tidak mau mendengar alasan apapun , tidak ada penolakan Frey . Tapi, jika kamu tak mengikuti perkataan kaka, maka kamu akan tau apa akibatnya?


Mulai deh jiwa-jiwa pemaksaannya" gumam Freya dalam hati menatap kakak laki-laki di sampingnya .


" Yah yah yah, baiklah sesuai perkataanmu tuan. Siap laksanakan perintah" pasrah Freya tak semangat


Di sisi lain Nauren yang terlambat bangun membuatnya terburu-buru untuk ke kantor.


" Ini hari kedua aku bekerja. Aku tak boleh terlambat sedikit pun. " ucap Nauren pada dirinya sendiri.


Setelah Nauren bersiap-siap , Nauren berangkat ke kantor lebih awal.


Nauren berangkat menggunakan motor metic kesayangannya yang selalu menemai hari-harinya.


Setelah 25 menit akhirnya Nauren tiba juga di perusahaan Gwinith. Perjalanan kali ini memerlukan waktu yang cukup lama akibat macetnya jalanan kota jakarta .


Di ke diaman gwinith.


Kelvin yang baru saja masuk di kediaman gwinith melihat keluarga Edrik sedang menikmati sarapannya dengan tenang dan nikmat.


Enak sekali mereka makan , aku iri menatap mereka sekeluarga makan bersama . Tidak sepertiku yang sudah tak memiliki siapapun" batin Kelvin lirih menatap pemandangan harmonis di depannya. Willona yang menatap kedatangan Kelvin menyuruhnya duduk untuk sarapan bersama.


" Kelvin ,ayo nak sini duduk makan bersama kami" ajak Wilona menepuk kursi di sebelahnya yang kosong.


"Baik nyonya" ucap Kelvin yang duduk di samping Wilona


" Jangan terlalu formal Kelvin , biasanya juga tante" sanggah Willona yang di balas oleh cengiran Kelvin.


" Kayaknya setiap kamu datang di rumahku kamu selalu numpang makan rumahku . Apa kamu tak memasak, setauku kamu menyewa pembantu apa dia tak memasak untukmu hingga kau selalu makan di rumahku" ucap Edrik yang tak di balas oleh Kelvin yang sibuk memasukkan makanan di dalam mulutnya.


"Apa kamu tak mendengar ucapanku" ucap Edrik kembali yang di jawab Kelvin


" Sudahlah Edrik jangan terus mengganggu Kelvin yang sedang makan. Kamu lanjutkan saja makanmu." bela Austin yang membuat Edrik kesal.


Namun Edrik hanya pura-pura kesal sebenarnya dia juga merasa kasihan terhadap sahabatnya itu yang tak memiliki siapapun . Untuk biaya kulia saja Edrik yang membayarnya dengan satu catatan ketika mereka lulus Kelvin harus bekerja di perusahaannya. Tujuan Edrik pun agar Kelvin tak pusing soal pekerjaan setelah kelulusannya nanti. Walau Edrik suka memerintah tapi dia selalu menggaji para pekerja sesuai cara kinerja mereka.


Mereka yang sudah selesai sarapan pun bergegas mulai melakukan kegiatan sehari-hari . Austin sibuk membantu istrinya di rumah dengan berkebun di belakang rumah. Sementara Edrik dan Kelvin berangkat ke kantor bersama Freya.


"Kak apa kakak akan memperkenalkanku sebagai adik kakak" tanya Freya menatap Edrik


"Jika iya apa kamu akan menolak" bukannya menjawab Edrik malah bertanya kembali.


"Jika tidak, apa kaka akan menuruti perkataanku" ucap Edrik pada adik satu-satunya itu.


" Mengapa kamu masih ingin merahasiakan keberadaanmu? " tanya Edrik


" Aku hanya tak ingin di ganggu oleh para fans fanatik kakak. Jika mereka tahu aku adik kakak mereka akan coba menjilatku agar bisa mendekati kakak, betapa sungguh melelahkannya itu" ucap Freya menghela nafas panjang mengingat saat masa sekolah dimana banyak yang menyukai kakaknya dan berusaha mendekati Freya saat mereka tahu jika Freya adik satu-satunya Edrik


" Baiklah, terserah padamu . Tapi, cepat atau lambat itu pasti akan ketahuan " ucap Edrik lalu turun dari mobil meninggalkan adiknya yang masih di mobil.


" Isshhh , kebiasaan banget sih main tinggal-tinggal" kesal Freya menyusul kakaknya .


Freya yang kesal menghentak-hentakkan kakinya menundukkan pandangannya hingga tak menyadari Edrik yang berhenti. Mengakibatkan kepalanya terbentur di punggung Edrik.


" Isshh,, sakit tau " ringgis Freya memegang jidatnya akibat benturan keras di keningnya.


" Apa sih Frey" desis Edrik menatap adiknya tajam akibat cubitan sang adik di pinggangnya.


"Makanya kalo mau berhenti itu bilang-bilang kak" ucap Freya kesal.


Edrik yang menatap adiknya kesal membiarkannya saja. Edrik memberikan isyarak kepada Kelvin untuk memperkenalkan Freya pada para staff kantor


" Permisi semuanya, harap dengarkan saya" ucap Kelvin membuat para karyawan menghentikan kegiatannya dan mulai menatap Kelvin


"Kenalkan ini Freya dan saat ini dia akan menjadi sekertaris boss . Jika kalian ingin mengantar dokumen yang memerlukan tanda tangan boss kalian bisa menyerahknnya di Freya jangan menyerahkannya padaku lagi mengerti." tanya Kelvin pada semua orang yang hanya di annggukin kepala tanda bahwa mereka telah mengerti.


Setelah perkenalan Edrik langsung menuju ke ruangan Nauren.


" Pagi pak, " sapa pak Budi yang merupakan Ketua dapartemen keuangan.


" Ya" balas Edrik.


" Ada apa bapaak ke dapaertemen keuangan apa bapak ingin melihat hasil keuangan bulan ini" tanya pak Budi yang tak di hiraukan oleh Edrik yang sibuk mencari keberadaan Nauren.


" Dimana Nauren pak" tanya Edrik tak menatap pak Budi


" Ada di dalam ruangan pak , dimeja nomor 8 tidak akan terlihat jika melihat dari luar ruangan pak" ucap Budi yang bingung dengan gerak- gerik bossnya yang satu ini.


" Bisa anda panggilkan dia, tapi jangan pernah bilang jika aku boss disini" ucap Edrik mengingatkan Budi yang sudah masuk ke dalam memanggil Nauren.


" Nauren ada seseorang yang memanggilmu." ucap Budi kepada Nauren


" Siapa yang memanggilmu., ciiee baru juga dua hari masuk sudah ada yang taksir" Yani yang terus menggodanya membuat Nauren merasa kesal.


" Siapa sih yang memanggilku di saat jam kerja seperti ini. " kesal Nauren keluar mencari siapa yang memanggilnya.


Melihat Edrik yang berdiri tak jauh dari pintu membuat Nauren kesal.


"Mengapa memanggilku di jam kerja" tanya Nauren dengan nada ketusnya


" Kita perlu bicara " ucap Edrik menarik tangan Nauren keluar dari kantor.


" Tidak bisakah kita bicara saat istirahat saja" ucap Nauren mencoba melepaskan tangannya dari tangan Edrik . Namun genggaman Edrik semakin kuat hingga membuat Nauren meringgis akibat sakit di tangannya.


" Masuklah , " ucap Edrik menyuruh Nauren masuk kedalam mobil. Mobil pun melaju dengan kencang meninggalkan halaman kantor.


" Tidak bisakah kamu menunggu sampai pulang kerja. Apa yang akan di pikirkan teman kantor jika aku meninggalkan pekerjaanku begitu saja." Nauren yang merasa keberatan dengan tindakan Edrik namun dia tak bisa berbuat apapun hanya bisa diam dan mengikuti Edrik.


\*\*\*\* Bersambung. \*\*\*\*\*


Jangan lupa like, komen & Subcribed yah 😊😊



Visual. Nauren Felix