
πππππ
"Gimana apa kamu sudah membuat perusahaan Edrik hancur?" tanya Karin
"Kamu tenang saja tidak lama lagi kamu akan mendengar kebangkrutannya. " Ucap pria itu.
Saat mereka sedang merayakan kemenangannya tiba-tiba sang asistennya masuk dengan tergesa-gesa
"Boss gawat boss" ucap asistennya yang masuk dengan wajah yang nampak begitu panik
"Ada apa, hingga kamu begitu panik. " tanya Hendra menyingkirkan wanita di sampingnya.
" Pergilah" ucap Hendra kepada perempuan sewaannya.
" Boss perusahaan Edrik tidak jadi bangkrut justru perusahaan kita yang mengalami masalah. " ucap sang asisten membuat Hendra kaget
" Apa, itu tidak mungkin. Bagaimana mungkin keadannya berbalik , ini tidak bisa aku biarkan . Cepat, panggil semua pemegang saham kita umtuk rapat " ucap Hendra melangkah keluar pintu namun terhenti karena kehadiran Edrik.
"Jangan terlalu terburu-buru, perusahaanmu sudah tidak bisa di selamatkan dan bangunan ini sudah menjadi anak perusahaanku" ucap Edrik yang langsung duduk di kursi direktur.
Hendra yang melihat kedatangan Edrik merasa marah dan hampir menghajar Edrik namun di hentikan oleh suara ponselnya.
Driingg driingg .... suara telpon Hendra berbunyi.
πDasar anak kurang ajar apa yang kamu lakukan hingga membuat perusahaan bangkrut . Baru sebulan kamu menjabat menjadi Ceo namun apa yang kamu lakukan hingga perusahaan susah untuk bangun bahkan para pemegang saham telah menjual saham mereka" ucap ayah Hendara yang tak membiarkan Hendra menjawab pertanyaannya.
Mendengar ucapan ayahnya membuatnya terduduk lemas dilantai.
" Edrik, eh Tuan aku mohon maafkan aku. Semua ini karena Karin yang menyuruhku melawanmu" Hendra yang berlutut di depan Edrik dengan menundukkan kepalanya.
" Kenapa kamu malah menyalahkanku" ucap Karin tak terima di salahkan.
"Ini semua karena kamu yang tak becus dalam menyelesaikan tugas." ucap Karin menatap Hendra dengan tatapan setajam belati
" Sudah, mengapa kalian bertengkar sih. Aku datang di sini bukan untuk melihat pertengkaran kalian . Tapi aku kesini melihat gimana dengan perusahaan baruku dan setelah dari sini aku akan ke Crop Company " mendengar ucapan Edrik membuat Karen merasa geram.
"Apa yang ingin kamu lakukan di perusahaan keluargaku. ucap karin marah.
"Mengapa aku harus memberitahumu. " ujar Edrik menatap sinis ke arah Karin
"Karena itu perusahaan keluargaku" jawab Karin
"Itu. dulu, sekarang sudah menjadi milikkku" ucap Edrik singkat
" Tidak , tidak mungkin kamu pasti bohong " ucap Karin yang tak percaya.
"Jika kamu tak percaya kamu bisa menghubungi ayahmu" ucap Edrik tak menatap Karin
Mendengar ucapan Edrik, Karin bergegas menelpon ayahnya .
π Ayah, " belum sempat Karin melanjutkan kata-katanya
π Mengapa kamu begitu bodoh melawan seseorang yang seharusnya dihormati. Aku menyuruhmu mendekati Edrik bukan untuk membuatnya bangkrut . Bukannya menjadi seorang istri pengusaha besar tapi kita sekarang sudah tak memiliki apapun. Pulanglah dan jangan lupa untuk meminta maaf kepada tuan Edrik." ucap ayah Karin
π Baik ayah
Karin menatap Edrik dan menghampiri Edrik di tempat duduknya.
" Tuan Edrik, tolong maafkan aku. Aku benar-benar menyesal telah melawanmu apa kamu bisa memberiku kesampatan sekali lagi. Aku rela menjadi simpananmu asal kamu mengembalikan perusahaan ayahku" ucap Karin yang tampak begitu menyesal.
" Karin apa kamu pikir aku lelaki pedofil yang suka main perempuan sembarangan dan satu hal lagi aku telah memiliki kekasih . Jadi, aku tak berniat untuk menduakannya." ucap Edrik membalas Karin
" Aku bukan perempuan sembarangan, aku masih suci . Jika kamu tak percaya akan aku tunjukkan." ucap Karin membuka kancing kemejanya namun di hentikan oleh suara Edrik.
"Wah boss, dapat ikan besar malah di tolak. Jika laki-laki lain mah langsung tancap gas boss" gumam Kelvin dalam hati.
"Karin stop, sekalipun kamu telanjang di hadapanku aku tetap tak akan menyentuhmu. Ingat yah aku sudah memiliki kekasih jadi jangan terlalu berharap. " ucap Edrik menatap sinis Karin.
" Kamu salah memilih target Karin . Jika itu orang lain kemungkinan bisa kamu dapatkan . Namun kamu mencobanya di diriku kamu salah besar. Aku tak suka dengan perempuan yang suka melemparkan tubuhnya ke pria lain" ucap Edrik di telinga Karin dan pergi meninggalkannya di ikuti oleh Kelvin.
Mendengar ucapan Edrik yang begitu menyayat hati membuat Karin marah namun Karin tak bisa berbuat apa-apa ia hanya bisa menangis dan pergi meninggalkan kantor Jansen.
Di parkiran.
Kelvin yang membukakan pintu penumpang untuk Edrik.
"Boss apa kita lagsung ke Crop company " tanya Kelvin
"Tidak perlu sudah cukup kita memberi mereka pelajaran . Kembali saja kekantor." jawab Edrik yang memperhatikan ponselnya
"Bilang saja boss, ingin menemui perempuan itu kan" ucap Kelvin
"Nah , itu kamu tau. Tumben kamu pinter biasanya juga lalot." jawab Edrik
"Boss, saya itu pinter dalam soal sekolah dan bisnis." ucap Kelvin membalas perkataan Edrik
"Tapi kemarin kamu kesusahan dan kamu juga bodoh dalam hal perempuan." ucap Edrik yang membuat Kelvin kesal
"Saya kurang koneksi boss. Dan semua urusan kantor pusat cabang dan lain-lain semua saya yang kerjakan boss . Menemui mitra kerja juga saya sedangkan boss hanya sibuk mengejar perempuan " ucap Kelvin panjang lebar membuat Edrik melototkan matanya.
"Jadi kamu menyalahkanku yah. " tanya Edrik
"Tidak,tapi itu kenyataannya boss.
β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦
Di sisi lain Nauren yang baru saja sampai di kantor menatap takjub melihat bangunan yang begitu mewah. Gedung yang mencapai 30 lantai dengan cat serba putih dan abu menambah kesan keindahannya .
" Wah, besar sekali gedungnya" ucap Nauren matanya berbinar menatap gedung di depannya.
"Mimpi apa aku semalam hingga di kasih nikmat yang begitu besar mendapat pekerjaan di salah satu perusahaan terbaik. Dan tentunya tidak mungkin gajinya kecil" gumam Nauren memasuki kantor tersebut.
"Permisi nona apa ada yang bisa saya bantu" tanya perempuan di bagian informasi.
" Saya Nauren Felix karyawan baru . Saya ingin bertanya dimana letak kantornya Hrd " tanya Nauren sopan.
"Oh, anda nona Nauren. Anda telah di tunggu oleh Hrd di ruangannya mari saya antar kesana" ucap perempuan itu begitu sopan menyambut Nauren.
Tok tok tok. suara ketukan pintu
"Masuk, jawab suara dari dalam
" Silahkan duduk nona." ucap Hrd mempersilahkan Nauren duduk.
"Terima kasih pak" ucap Nauren tersenyum.
" Nona sesuai dengan ijazah anda . Nona akan bergabung di bagian keuangan . Mari nona saya akan mengantarkan anda di dapartemen keuangan" ucap Hrd itu berdiri membawa Nauren menuju ke dapartemen keuangan.
" Nona Nauren ini pak Budi ketua dapartemen keuangan yang akan menjadi atasanmu di sini selamat bergabung Nona" ucap Hrd itu tersenyum.
"Jangan nona pak , Nauren saja
"Pak Budi saya serahkan Nauren di pak Budi. " ucap Hrd sebelum meninggalkan dapartemen keuangan.
" Mohon perhatiannya semua" ucap pak Budi menghentikan pekerjaan lain untuk memperhatikannya.
" Nauren silahkan perkenalkan dirimu" ucap Budi kepada Nauren
"Hai, teman-teman nama saya Nauren Felix saya baru saja bergabung hari ini mohon kerja samanya" ucap Nauren dan disorakin tepuk tangan yang menggema.
"Hufft, akhirnya selesai juga perkenalannya" gumam Nauren dalam hati.
"Nauren kamu bisa duduk di sebelah Yani." ucap Budi menunjuk kursi kosong yang ada di samping Yani.
"Hai, namaku Nauren " ucap Nauren mengulurkan tangannya.
"Aku yani , semoga kita bisa menjadi teman baik" ucap yani membalas uluran tangannya Nauren
Di dalam mobil.
"Kelvin apa kamu tidak bisa nyetir begitu cepat. Mengapa kamu begitu lambat" geram Edrik menatap Kelvin yang menurutnya begitu lambat.
" Boss, jalanan ini macet dan mobil kita tidak bisa terbang. "ucap Kelvin menghela nafas melihat Edrik yang begitu gelisah
" Tidak bisa yah kamu menerbangkannya. " tanya Edrik mulai ngelantur.
"Boss kamu kira aku penyihir apa , yang bisa hilang dan terbang sesuka hati" jawab Kelvin tak percaya dengan pertanyaan Edrik yang begitu koyolnya.
" Mungkin saja kamu menyembunyikan diri. " jawab Edrik
" Boss, jangan terlalu nonton film yang tak masuk akal. Jadi gini kan akibatnya sarafnya sedikit terganggu hingga memikirkan yang tidak ada di luar nalar manusia." geram Kelvin
" Apa kamu pikir aku menyukai filem yang gak masuk akal begitu. Senetron saja aku tak pernah nonton apa lagi yang begituan" kesal Edrik menatap Kelvin
" Ohhh, atau jangan-jangan ini semua karena cinta . Astaga boss sejak kapan kamu menjadi penganut cinta seperti ini Edrik. hahaha" Kelvin yang tertawa membuat wajah Edrik memerah akibat kesal dengan perkataannya Kelvin
" Aku bossmu , gak sopan banget sih" ucap Edrik kesal membuat Kelvin tertawa terbahak-bahak.
" Hahahah, tidak ada orang lain disini Edrik hanya kita berdua saja" ucap Kelvin menahan tawanya namun tak bisa di tahan membuat Edrik semakin kesal
"Sudah puas ketawanya, jika belum puas silahkan puas-puasin saja tertawanya. " ucap Edrik membuat Kelvin menghentikan tawanya.
" Ayolah Edrik wajahnya jangan di tekuk seperti itu dong . Jika wajahmu seperti itu apa kata Nauren nanti" ucap Kelvin yang berusaha menahan tawanya.
"Kenapa di tahan keluarkan saja" kesal Edrik membuka pintu mobil lalu masuk ke perusahaannya.
" Melihat Edrik telah keluar dari mobil Kelvin tak bisa.membendung tawanya yang dari tadi di tahannya.
"Astaga Edrik mengapa kamu sekarang jadi bucin sih. Dimana Edrik yang dulu yang tak mau di pusingkan oleh urusan wanita . Bahkan saat adiknya yang sering menempel padanya membuatnya pusing, tapi sekarang berbanding terbalik" gumam Kelvin dalam hati merubah mimiknya menjadi seperti biasa.
Edrik yang baru saja masuk kantor menuju ke ruangnnya.
β Masuk ke ruanganku sekarang " ucap Edrik saat telpon sekertarisnya terhubung
Tok tok tok ...
" Masuk , jawab Edrik dari dalam
"Ada apa pak, bapak memanggil saya " tanya sang sekertaris
"Kamu saya pecat" kata Edrik singkat.
"Kenapa pak, mengapa saya tiba-tiba di pecat apa salah saya pak" ucap sang sekertaris yang mulai meneteskan air mata.
"Aku rasa kamu tau apa penyebab pemecatanmu. Kamu tetap saya beri pesangong walau kamu telah menghianati saya tapi saya tidak akan membiarkanmu keluar tanpa pesongan . Ini uang pesangonmu silahkan keluar dari kantor saya. Dan yah, saya tidak memasukkan kamu dalam bloclist jadi kamu masih bisa melamar pekerjaan di perusahaan lain . Tapi untuk perusahaan saya namamu sudah masuk daftar hitam jadi percuma saja jika kamu ingin melamar kembali" ucap Edrik membuat sekertaris itu menangis dengan penyesalan . Sudah mendapat boss yang baik hati namun lepas dalam genggaman.
" Terima kasih pak, dan maaf sudah menghianati bapak" ucap sekertaris itu merasa bersalah dan pergi meninggalkan ruangan Edrik.
"Satu masalah sudah selesai, tinggal masalah lainnya yang belum selesai." ucap Edrik menghela nafas berat.
"Apa dia sudah berada di ruangannya" gumam Edrik dalam hati.
"Kelvin " panggil Edrik saat Kelvin baru saja masuk kantor Edrik
"Apa kamu bisa menghendel di bagian sekertaris" tanya Edrik yang membuat Kelvin tak percaya
"Boss, tangan saya dua kaki saya juga dua. Saya tidak bisa melangkah kesana sini dengan kedua kaki saya. Boss kira saya robot yah" ucap Kelvin tak percaya Edrik ingin menambah pekerjaan lagi untuknya.
"Aku cuman bertanya tidak perlu responmu seperti itu.
" Bos gimana kalo kita suruh Nauren saja yang menjadi sekertaris sementara sebelum kita mendapat sekertaris baru" usul Kelvin mendapat pukulan di kepalanya.
" Dasar bodoh, aku sedang sandiwara tapi kamu malah ingin mengekpos kebohonganku. Apa kamu kira Nauren akan memaafkanku jika dia tahu aku membohonginya. " ucap. Edrik kesal mendengar usulan Kelvin
"Terus gimana boss, aku tak memiliki ide. " bingung Kelvin
" Bos gimana jika kita menyuruh Freya saja yang jadi sekertaris sementara . Nanti dia akan di bantu oleh Hans kebetulan kemarin aku juga mengajarkan sedikit di Hans aku rasa dia pasti bisa jika kemampuannya sedikit di asah lagi. " ucap Kelvin mengusulkan dan di setujui oleh Edrik
" Aku rasa kali ini kamu bener Freya kandidat yang sangat cocok selain dia pintar dia juga adikku dan tidak mungkin dia menjual perusahannya sendiri ke orang lain" ucap Edrik di benarkan Kelvin
**** Bersambung *****
Jangan lupa
Like π
komen π¬
Subcribed π