
ππππππ
Di ruangan Edrik.
" Kenapa kamu yang malah mendapat pujian padahal aku yang berusaha keras" ucap Edrik menatap tajam ke arah Kelvin.
" Boss, saya yang berusaha . Dan boss hanya tau beresnya saja" guma. Kelvin dalam hati.
" Kenapa , apa kamu tak terima dengan ucapanku" ucap Edrik yang seakan tahu apa yang ada dipikiran Kelvin.
" Tidak boss, semua ucapan boss benar. Apa saya harus menjelaskannya pada nona boss" tanya Kelvin kepada Edrik
" Tidak perlu. Apa kamu ingin membuatku bertengkar dengan Nauren" tanya Edrik melotot tajam ke arah Kelvin.
" Saya tidak berani boss" ucap Kelvin menundukkan kepalanya.
Beberapa jam telah berlalu waktu menunjukkan pukul dua siang. Edrik yang masih sibuk dengan berkas-berkasnya di hentikan oleh suara getaran dari ponselnya.
Drtt drtt drttt , suara ponsel Edrik bergetar.
π Hallo Frey ada apa? " tanya Edrik yang mengangkat telpon dari adiknya.
π Bang apa abang lupa jika hari ini aku berangkat ke amrik" tanya Freya di seberang sana
π Ohh, astaga aku tak ingat jika kamu berangkat hari ini " ucap Edrik menepuk kepalanya .
π Oh, astaga bang mengapa abang bisa melupakanku . Abang pacaran terus sih hingga adik satu-satunya yang cantik ini di lupakan" ucap Freya tak percaya.
π Iyah, aku masih ingat memiliki adik cuman lupa saja jika kamu berangkat hari ini" jawab Edrik santai
π Humn, percuma saja bicara sama abang. Aku hanya ingin mengingatkan jangan lupa janjinya abang itu saja dan pesawatku akan terbang jam 4 sore jika abang ada waktu silahkan antar aku" ucap Freya kesal, dia sangat berharap bisa di antar oleh abangnya. Namun Freya tak memaksa jika abangnya tak mau mengantarnya .
Setelah panggilan telpon terputus Edrik memanggil Kelvin ke ruangannya.
"Kelvin , apa jadwal ku padat hari ini" tanya Edrik
" Tidak juga boss, jam tiga ada kunjungan ke kantor cabang yang baru, jam empat dan lima kosong , jam enam ada pertemuan bisnis dengan perusahaan iziy croup sekaligus makan malam , jam delapan ada undangan pelelangan namun jika boss tak ingin pergi tak masalah karena di pelelangan itu hanya terdapat relasi bisnis kelas menengah . Jadi tidak terlalu menguntungkan buat kita boss" ucap Kelvin menjelaskan agendanya Edrik.
" Bagus jika jam empat dan lima kosong, jadi aku bisa mengantar adikku ke bandara" ucap Edrik
"Emang nona Freya mau kembali ke amrik boss" tanya Kekvin.
" Iyah, hari ini pesawatnya akan terbang jam 4. Oh , iya ubah kunjunganku di jam lima karena aku mau menjemput adikku" ucap Edrik memerintah Kelvin.
"Baik boss akan saya atur" jawab Kelvin pergi keluar ruangan Edrik namun di hentikan oleh panggilan Edrik
"Panggil Hans juga yah , sekalian aku akan memperkenalkan dia sebagai kepercayaanku. Jadi dia bisa membantumu agar pekerjaanmu jadi lebih ringan" ucap Edrik kepada Kelvin.
"Baik boss" jawab Kelvin pergi keluar ruangan Edrik mempersiapkan apa yang diminta Edrik .
β£β£β£β£β£β£β£β£β£β£β£β£
Di bandara
" Apa kamu tak bisa pindah di sini saja" tanya Edrik pada Freya
" Tidak, aku akan menyelesaikannya di sana . Tidak ada bantahan, sanggahan dan komentar" jawab Freya membuat Edrik bungkam
" Hum, terserah kamu deh. Ingat yah jika ada sesuatu yang tak beres hubungi mark. Aku tak terlalu percaya dengan pengawal siluman papah. Aku khawatir jika pengawal siluman itu tidak becus dalam hal menjagamu" ucap Edrik mengingatkan Freya
" Tenang bang, aku bisa karate dan aku punya kakak Mark di sana. Lagian anak buah kak Mark ada di mana-mana setiap aku pergi ke tempat kunjungan atau apapun aku selalu bertemu dengan anak buah Mark. Kadang aku berpikir apa aku tak bisa hidup normal seperti orang pada umumnya namun setelah ku pikir lagi itu tak bisa karena keluarga kita begitu kaya" ucap Freya yang penuh dramatis
" Dasar kamu ini, jangan lupa hubungi abang jika kamu sudah tiba di sana" ucap Edrik memperingati adik satu satunya.
" Oke bang , aku akan mengingatnya tapi kalo aku ingat sih bang" ucap Freya masuk ke ruang informasi dan menuju ke pesawat tujuan amrik
Setelah melihat adiknya yang sudah tak terlihat Edrik pun pergi melanjutkan pekerjaannya .
Di kantor cabang
Karyawan sibuk mondar-mandir mempersiapkan kedatangan boss baru mereka. Menejer mengatur kantor sedemikian rupa membersihkan dan menata hingga terlihat sangat rapi . Setelah di lihat semua beres mereka mulai merapikan diri mereka untuk menyambut kedangatangan boss mereka.
" Apa aku sudah terlihat cantik?" tanya perempuan berbaju biru
" Yah , seperti biasa kamu selalu cantik dan menarik . Bagaimana dengan penampilanku" tanya perempuan berbaju kuning
" Cantik. Ingat yah, kita harus bersaing secara sehat tidak boleh saling menjelekkan dan menjatuhkan. Siapapun yang akan di pilih pak Edrik tetap tidak boleh sombong." ucap perempuan berbaju hijau mengingatkan kedua temannya untuk tetap salinng mengingat.
" Apa yang sedang kalian bicarakan ?. Apa kalian ingin terlambat menyambut pak Edrik. Ingat yah belum tentu kalian yang di pilih pak Edrik jadi jangan halu kerja saja yang benar jika kalian tidak ingin di pecat." ucap sang menejer keluar dari toilet wanita.
" Pak jangan seperti ini , saya merasa malu jika bapak menyambut saya seperti ini. Biarkan saja orang lain yang menyambut saya pak . Bapak tidak perlu berbuat hal seperti ini" ucap Edrik mengingatkan kepada sang direktur.
" Saya merasa senang bisa menyambut pak Edrik. Siapa yang tidak senang bisa bekerja dengan pak Edrik yang terkenal dengan atitudenya yang sangat baik bahkan karyawannya saja di hargain" ucap direktur itu.
" Sebagai sesama manusia kita harus saling menghargai pak . Tidak ada manusia yang rendah di mata sang pencipta semua sama pak" ucap Edrik lagi membuat direktur terharu mendengar kata-kata Edrik.
" Mari pak kita ke dalam" ucao direktur mempersilahkan Edrik masuk
" Mohon perhatiannya semua, perkenalkan saya Edrik gwinith pemimpin baru kalian , yang berada di sebelah kiri saya namanya Hans Abigail dan di sebelah kanan saya namanya Kelvin Brammasta. Mereka orang kepercayaanku dan kalian akan bekerja di bawah mereka" ucap Edrik memperkenalkan diri.
" Mungkin itu saja yang saya sampaikan untuk masalah pembukuan keuangan silahkan serahkan di mereka . Oke , cukup sampai disini saja pertemuannya saya akhiri sampai disini" ucap Edrik membuat para wanita di perusahaan tersebut mengeluh sebab mereka sudah berdandan secantik mungkin untuk bisa mendekati boss mereka. Namun Edrik tak akan datang keperusahaan lagi hanya kaki tangannya saja yang berkunjung.
"Sekarang kita ke iziy croup" ucap Edrik saat sudah masuk ke dalam mobil.
Edrik yang duduk di belakang memainkan ponselnya . Ia mengirim pesan singkat kepada Nauren.
Ting , suara dering pesan masuk.
Nauren yang masih sibuk dengan pekerjaannya membiarkan ponselnya berbungi. Hingga banyak pesan yang masuk mengganggunya berkonsenterasi.
" Siapa sih yang menggangguku. " ucap Nauren yang kesal menatap layar ponselnya membuka pesan yang begitu mengganggunya.
Saat Nauren membaca semua pesan yang di kirim oleh Edrik membuatnya tersenyum. Lalu menaruh ponselnya tanpa membalasnya.
" Kenapa dia tak membalas pesanku sih" gumam Edrik kesal.
" Vin apa kamu banyak mengasihkan pekerjaan Nauren hingga dia tak ada waktu untuk membalas pesanku" tanya Edrik kepada Kelvin
" Tidak boss, saya sudah memperingati ketua dapartemen ke uangan untuk tak memberi pekerjaan yang banyak kepada nona Nauren ." jawab Kelvin yang masih mengemudi.
" Awas saja jika aku tahu kalian memberikan pekerjaan begitu banyak kepada Nauren" ancam Edrik menatap mereka tajam.
Mereka yang di tatap seperti itu membuat mereka bergidik ngeri.
" Apa dia seperti itu? . " tanya Hans berbisik kepada Kelvin.
" Tidak, dia begini saat mengenal Nauren." jawab Kelvin singkat
" Tapi kenapa dia bisa berubah seperti macan betina yang siap menerkam mangsanya sih" tanya Hans lagi dengan nada yang berbisik.
" Aku juga tak tahu, ku rasa Nauren membawa pengaruh buruk hingga merubah singa jantan menjadi kucing betina." jawab Kelvin yang membuat Hans tertawa namun segera di tahannya karena dapat deheman dari kursi penumpang.
" Apa yang kalian tertawakan. Apa kalian sedang menertawakanku ?, apa kalian sedang mengejekku . Awas saja jika aku tahu kalau kalian mengejekku dari belakang kalian akan tahu akibatnya" ancam Edrik menatap tajam ke arah mereka kemuadian memejamkan mata dan tertidur sejenak sebelum sampai ke tempat tujuan.
Sekitar tiga puluh menit mobil pun berhenti di parkiran restoran tempat dimana mereka janjian. Waktu berlalu begitu cepat tak terasa sudah malam banyak pembahasan tentang seputaran bisnis yang mereka bahas hingga mereka tak ingat waktu sudah menunjukkan sepuluh malam. Mereka pun berpamitan dan pulang ke rumah masing-masing.
Saat Edrik sampai di kamarnya dia yang biasanya selalu menghubungi Nauren namun kali ini ia tak menghubungi karena jadwal yang padat hingga membuatnya ketiduran dengan pakaian yang masih lengkap dengan stelan kerja dan sepatu di kakinya.
" Astaga anak ini, kasihan sekali kamu nak pasti harimu sangat melelahkan hingga kamu tak sempat mengganti baju dan membersihkan dirimu" gumam Wilona sibuk membukakan sepatu dan dasi Edrik . Takut jika dasinya masih terpasang akan menghambat pernapasan anaknya.
"Mah, panggil Austin yang di hentikan oleh istrinya agar tak ribut mengganggu tidur anak sulungnya.
" Tumben dia tidur dalam keadaan baju utuh seperti ini" tanya Austin pelan dan mendapat tatapan tajam oleh istrinya.
" Jadi maksud papa , Edrik tidur tanpa busana gitu" tanya Wilona yang tak percaya dengan pernyataan suaminya.
" Bukan gitu mah, maksud papa dia biasanya tidur dengan baju santai dan selalu mandi jika sudah pulang. Tapi ini masih lengkap pakaian kantor tapi udah molor aja" jawab Austin menjelaskan perkataannya barusan agar istrinya tak salah paham.
" Oh, begitu yah kirain . Sudahlah ayok kita keluar jangan mengganggu putraku tidur" ajak Willona menarik suaminya keluar meninggalkan kamar anaknya.
Di sisi lain , Nauren yang dari tadi menatap layar ponselnya membolak-balik menunggu pesan atau telpon dari seseorang.
" Kenapa dia tak menghubungiku, apa dia marah padaku?. Apa dia kesal karena aku tak membalas pesannya ssore tadi" gumam Nauren yang merasa gelisah. Dia sebentar bangun dan sebentar baring hingga dia kecapean dan tertidur dalam ponsel yang masih berada di tangannya.
β β β β Bersambung β β β β
Jangan lupa :
Like π
Komentar π¬
&
Subcribed β£οΈβ£οΈ