
πππππ
Di bandara australia.
Nauren yang baru pertama kali menginjakkan diri ke australia merasa senang. Sebab ini pertama kali dalam hidupnya berpergian ke luar negeri. Melihat Nauren yang begitu senang membuat garis senyum tak pernah hilang di wajah Edrik.
"Apa kamu senang ? " tanya Edrik
" Sangat, aku sangat senang. Ini lertama kalinya aku keluat negeri. " jawab Nauren begitu antusiasnya.
" Jika kamu senang, lain kali kita akan bepergian ke negara lain lagi" kata Edrik membuat Nauren terpengarah mendengarnya.
" Aku sih senang kamu memgajakkku bepergian lagi, tapi aku tak akan menghabiskan uangmu hanya untuk jalan-jalan. Apa kamu sekaya itu hingga gampang sekali mengeluarkan uang " ucap Nauren.
" Yah, aku sangat kaya hingga bisa memenuhi semua ke inginanmu. Hanya saja bagaimana caraku memberi tahu mu tentang kebenarannya." ucap Edrik dalam hati.
" Ada apa menatapku seperti itu" tanya Nauren menyadarkan Edrik dari pikirannya.
" Tidak , ayo kita kembali ke apartemen. Aku sangat lelah hari ini " NauNren yang melihat Edrik kelelahan merasa kasihan. Sebab karenanyalah membuat Edrik lelah dan harus mengeluarkan banyak uang.
Apartemen yang minimalis tidak kecil ataupun besar , desain dan lingkungannya juga masih tergolong aman ,hingga bagi siapa saja yang menempatinya merasa nyaman dan sangat aman. Dilengakapi peralatan yang canggih dan keamanan yang sangat ketat.
Lumayan bagus " gumam Edrik dalam hati.
"Istirahaylah , kita akan mencari ibumu " ucap Edrik menyuruh Nauren untuk istrahat.
" Baiklah, selamat malam "jawab Nauren sebelum masuk ke kamarnya.
Setelah melihat Nauren masuk kamar Edrik pun masuk ke dalam kamarnya.
Mentari pagi mulai menunjukkan sinarnya Nauren yang merasa terganggu akibat sinar matahari yang masuk ke dalam kamarnya membuatnya terbangun dari tidurnya.
" Selamat pagi " sapa Nauren melihat Edrik sedang sibuk memnuaykan sarapan untuknya.
" Pagi juga, gimana tidurmu apakah kamu tidur dengan nyenyak semalam" tanya Edrik yang masih sibuk membuat omelet untuk sarapan mereka.
" Iya, apa perlu aku bantu " tanya Nauren?
"Kamu hanya perlu menyiapkan piring dan gelas saja" ucap Edrik yang mulai meletakkan hasil buatannya ke dalam piring. Edrik memang terlahir dari keluarga kaya hanya dia bisa memasak untuk dirinya saat dia berkuliah dan jauh dari orang tuanya.
Setelah Edrik menata masakannya ke dalam piring mereka mulai makan dalam diam. Kali ini tidak ada drama seperti biasanya saat mereka makan bersama, mereka makan dengan tenang. Setelah selesai makan Nauren mulai membersihkan peralatan makan dan mulai mencucinya.
Setelah selai dengan urusan dapur mereka masuk ke kamar masing-masing mulai bersiap-siap sebelum pergi ke tempat tujuan wal mereka ke negara tersebut.
Di kediaman ibu Naurenπ«π«
" Pak , apa ada bu Angel di dalam ? " tanya Edrik kepada penjaga rumah milik ayah tiri Nauren.
" Maaf yah, masnya siapa yah dan ada keperluan apa nencari majikan saya " tanya penjaga rumah itu melihat Edrik dari atas hingga ke bawah , mengingat apa Edrik pernah menjadi tamu majikannya . Nanun penjaga keamannan itu tak pernah melihat Edrik sebelumnya
" Bilanng saja ada seorang anak perempuan yang namanya Nauren Felix sedang mencari bu Angel. " ucap Edrik membuat bapak itu bingung namun penjaga keamanan itu tetap menyampaikan apa yang di katakan Edrik tanpa kurang atau di lebihkan.
Setelah mendapat jawaban dari pemilik rumah penjaga keamanan itu membukakan pintu pagar dan memperbolehkan mobil Edrik masuk ke dalam mansion ayah tirinya Nauren.
" Wah, rumahnya besar sekali. Jadi selama ini ibu dan adikku hidup dengan baik . Namun aku dan ayah harus terluntang lantung, bahkan kehidupanku saja sangat sulit." gumam Nauren dengan tatapan sendunya, ia yang harus kehilangan ayahnya saat berumur sepuluh tahun dan mulai tinggal di panti asuhan setelah ayahnya meninggal.
Edrik yang tahu gimana kehidupan Nauren membuatnya merasa sedih , dia berjanji akan selalu membahagiakan Nauren . Tidak ada ada lagi kesedihan yang hanya akan ada kebahagiaan yang berlimpah. Edrik menggenggam tangan Nauren memberi kekuatan agar Nauren tak merasa sedih. Nauren yang merasa tangannya di genggam menengok ke arah Edrik memberikan senyuman terbaikknya memjawab dengan senyuman bahwa dia baik-baik saja.
Setelah merasa Nauren terlihat baik Edrik turun dari mobil dan melangkah ke pintu sebelah pengemudi . Edrik membukakan pintu mobil untuk Nauren. Nauren Merasa senang karena Edrik selalu memperlakukannya dengan sangat baik. Ia beruntung di pertemukan oleh sesosok pria yang begitu penyayang dan selalu ada di saat Nauren butuh , yah walau kadang-kadang sifat juteknya masih melekat pada dirinya. Tapi tidak mengurangi rasa sayangnya pada Edrik.
" Apa kamu siap sayang, jika kamu masih belum siap kita bisa kemari saat malam tiba" ucap Edrik menatap Nauren yang terlihat ragu .
" Sedikit tapi kita sudah sampai. Akan lebih baik jika kita masuk saja kedalam lagian kita sudah sampai disini , jadi kenapa harus mundur" Nauren membalas perkataan Edrik memghilangkan rasa khawatirnya ia takut jika ibunya tak mau menerimanya.
Edrik yang melihat ketekatan Nauren, ia menggenggam tangan Nauren mengajaknya masuk hingga bertemu sang tuan rumah yang sudah menunggu mereka di ruang tamu.
" Assalamualaikum " ucap Nauren memberi salam kepada tuan rumah. Tuan rumah hanya memperhatikan Nauren dan mulai menjawab salamnya.
" Iyah, ini saya bu. Apa ibu sudah tak mengenaliku ? Anakyang umur sembilan tahun ibu tinggalkan " ucap Nauren dengan mata yang berkaca-kaca. Memdengar ucapan Nauren membuat ibu Nauren menatap dan memperhatikan Nauren . Ia melihat dari cara berpakaian dan tubuh kurus anaknya membuktikan bahwa anaknya tak hidup dengan baik.
" Maafkan ibu nak, ibu sudah berusaha mencarimu namun ibu tak menemukanmu " ucap ibu Nauren yang mulai menghampiri putrinya dan memeluk putri sulungnya.
" Apa ibu tau, setelah kepergian ibu. Ayah jatuh sakit lalu meninggal. Aku mencari ibu kemana-mana namun aku tak menemukan ibu" ucap Nauren dengan air mata yang terus mengalir dari matanya. Ibu Nauren yang mendengar penuturan anaknya merasa sedih karena ia tak bisa menemukan putrinya dari awal. Kalau saja dia menemukan dari awal mungkin kehidupan putrinya tidak akan susah seperti itu.
" Maafkan ibu nak, sekarang kamu tinggallah bersama ibu dan kedua adikmu. Mereka akan senang jika mengetahui mereka masih memilik kakak " ucap ibu Nauren
" Dua adik " bingung Nauren setaunya Nauren hanya mempunyai satu adik perempuan .
" Iyah, satunya dari hasil pernikahan ibu yang kedua dan ada satu putri dari istri pertama suami ibu nak" ucap ibu Nauren.
" Berarti Nauren punya tiga adik bu" tanya Nauren dan di jawab gelengan dari ibunya.
" Tidak , putri dari suami ibu umurnya sama dengan kamu sayang dia yang lebih tua satu bulan dari kamu" jawab ibu Nauren
" Tadi ibu sudah memanggil mereka dan sebentar lagi mereka akan turun . Ibu akan memperkenalkan kamu dengan ke tiga saudaramu" ucap ibu Nauren
Edrik yang dari tadi duduk di sebelah kekasihnya hanya memperhatikan interaksi kekasih dan calon ibu mertuanya yang sedang asik cerita tanpa menoleh ke arahnya . Ibu Nauren yang sadar dengan Edrik mulai bertanya siapa Edrik.
" Bu kenalkan ini Edrik pacar aku. Dia juga yang sudah membantuku menemukan ibu " ucap Nauren memperkenalkan Edrik
" Saya Edrik tante " Edrik mulai mencium tangan ibu Nauren menunjukkan kesopan anak terhadap orang tua. Ibu Nauren yang melihat kesopanan Edrik merasa senang putrinya mendapatkan kekasih yang penyayang dan sopan kepada orang tua.
Mereka mulai berbincang-bincang bertanya seputar pekerjaan Edrik dan Nauren terhenti karena dua adik Nauren dan saudara tiri serta ayah tirinya menghanpiri mereka dan duduk bergabung bersama mereka.
" Siapa dia mah, " tanya Bram ayah tiri Nauren menunjuk ke arah Nauren dan Edrik.
" Nauren pah, aku sudah pernah cerita bahwa aku memiliki dua putri dan ini putri sulungku pah" jawab ibu Nauren kepada suaminya dan menjawab rasa penasaran ketiga anaknya.
" Oh, jadi kamu Nauren. Saya Bram suami mamah kamu" ucap Baram mengulurkan tangan di balas dengan hangat oleh Nauren
" Oh, iya itu Naura tentu kamu masih ingat dengan adikmu kan, dan itu Prisia anak sambung ibu dan cowok yang kecil itu adikmu namanya Vino " ucap ibu Nauren memperkenalkan saudara Nauren kepadanya.
" Aku harap kali ini mendapat kakak yang baik" ucap Vino. Baginya Naura kakak yang baik hanya Naura selalu membantu ibunya mengerjakan tugas rumah dan prnya ,ia juga membantu pr adiknya tapi tak ada waktu untuk menemani adiknya bermain. Sedangkan prisia selalu keluar bersama teman-temannya hingga tak bisa membantu adik dalam mengerjakan prnya karena dia selalu pulang tengah malam .
" Mengapa berkata begitu " tanya Nauren menatap adik bungsunya walau beda ayah namun Nauren tetap menyayangi ke tiga saudaranya.
" Tidak ada yang mau menemaniku bermain . Mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing ." ucap Vino dengan nada sedihnya
" Vino umurnya berapa tahun?" tanya Nauren mulai mendekati adiknya.
" Sepuluh tahun lebih kak tapi sudah mau sebelas kak " jawab Vino
" Adik kakak sudah besar yah, Vino kenalin ini kak Edrik nanti dia bisa temani kamu bermain dan ada kakak juga tentunya. Jadi jangan merasa sedih lagi oke " ucap Nauren mengusap kepala adik beda ayah itu. Ibu Naurem yang melihat unteraksi antara adik dan kakak itu merasa terharu sebab Nauren menerima keluarga barunya dengan baik.
" Apa kalian sudah sarapan ? " tanya Angel
" Sudah bu, " jawab Nauren singkat
" Oh, iyah kalian tinggal dimana ? " tanya Bram
" Di apartement temannya Edrik pak. Tapi apartementnya memiliki dua kamar jadi kami tidur di kamar masing-masing " ucap Nauren menjelaskan ia tak ingin di anggap sebagai perempuan yang tak baik di mata ibu dan keluarga barunya itu.
" Iyah, ibu tau kamu tak melakukan hal seperti itu. Tapi gimana kalo selama kalian masih di ausi kalian tinggal di rumah ini saja. Di sini juga masih memiliki banyak kamar jadi tidak perlu khawatir. " ucap Angel memberi perintah kepada Nauren ia tak mau di bantah atau di sanggah.
" Baiklah tante "kali ini yang menjawab Edrik bukan Nauren. " Tapi tante mungkin kami akan sering keluar untuk jalan-jalan atau masalah pekerjaan . Apa sungguh tak apa tante" tanya Edrik lagi.
" Tak masalah, asal jangan pulang terlalu malam saja " jawab Angel "aku akan menyuruh bi darni menyiapkan kamar untuk kalian . " ucap ibu Nauren.
Setalah selesai berbincang-bincang Edrik dan Nauren pun pamit kembali ke apartement untuk mengemas pakaiannya dan kembali ke mansion ibu Nauren.
β£β£β£β£ Bersambung β£β£β£β£