CEO IS LOOKING FOR TRUE LOVE

CEO IS LOOKING FOR TRUE LOVE
Bab 17



πŸ“ŒπŸ“ŒπŸ“ŒπŸ“ŒπŸ“Œ


Kringgg kringgg.


Alarm pun berbunyi jam menunjukkan pukul 6 pagi Edrik yang mendengar alarmnya berbunyi pun bangun dari tidurnya. Edrik bergegas bangun dan menuju kamar mandi.


Edrik mandi dengan cepat lalu turun menuju meja makan yang sudah ada keluarganya menunggunya disana.


" Pagi mah, pah , Frey " sapa Edrik terhadap keluarganya tidak lupa mencium pipi ibunya.


" Mengapa kamu selalu mencium pipi istriku" ucap Austin tak terima dengan perilaku putranya.


" Ada apa pah, kenapa papa sekarang jadi sewot. Biasanya papa tak pernah mempermasalahkannya tapi kenapa sekarang berbalik arah sih pah" Edrik membalas perkataan Austin , ia tak terima dengan ucapan Austin.


"Yah karena dia itu istriku lagian kamu juga sudah besar sudah memiliki kekasih namun kenapa masih begitu dekat dengan mama" ucap Austin tak terima dengan tingkah putranya.


" Pah jangan lupa dia itu mamahku, jadi wajar saja jika aku mencium pipi mamah pah" ucap Edrik membalas perkataan Austin


" Mengapa kalian bertengkar . Papah juga lebay banget sih sama anak juga berlebihan " balas Willona yang pusing mendengar pertengkaran suami dan putranya


" Papah sama abang seperti anak kecil saja " ucap Freya yang kesal dengan perdebatan papah dan abangnya .


"Sudah cukup bertengkarnya jika kalian masih bertengkar . Kalian berdua tak usah makan" marah Willona menatap tajam kearah suami dan putranya. Mereka yang di tatap menelan salivanya dengan susah susah payah.


" Tidak mah kami akan makan dengan tenang " ucap Edrik yang di anggukin Austin mereka takut jika Willona benar-benar tidak memprbolehkan mereka sarapan.


" Drik , gimana dengan perusahaan papah dengar perusahaan mengalami masalah" tanya Austin di sela makannya.


" Sudah beres pah, emang kemarin sempat mengalami penurunan cuman dengan kepintaran Edrik kita memiliki anak cabang baru" balas Edrik yang masih dalam mengunyah makannya.


" Tapi bener kan sudah selesai "tanya Austin kembali sebenarnya dia sudah mengetahuinya namun Edrik tak mengatakannya secara langsung .


" Papah tenang saja kita tak mungkin bangkrut." jawab Edrik singkat.


" Iyah papah tau kamu bisa menyelesaikannya. Tapi jik kamu mengalami kesusahan jangan di pendam sendiri oke. Meski papah sudah pensiun tapi papa masih bisa membantumu" ucap Austin menatap putra satu-satunya.


Saat mereka sedang berbicara seputaran bisnis tiba-tiba Freya menghentikan pembicaraan mereka.


" Bang hari ini Frey gak masuk kantor yah" ucap Freya menatap Edrik.


" Ada apa frey mengapa kau tak masuk kerja" tanya Edrik bingung biasanya adiknya tak berbicara seperti itu.


" Karena sore nanti aku harus kembali ke amerika liburanku sudah selesai kak. Dan aku harus mengurus beberapa hal tentang kuliahku sebelum aku masuk kulia" jawab Freya


" Apa tidak bisa minggu depan yah Frey kamu kembalinya. Mamah masih kangen tahu , kamu kembali kesini bukannya menghabiskan waktu bersama mama tapi malah sibuk dengan urusan kantor" ucap Willina sedih menatap anak gadisnya yang akan pergi lagi.


" Yah, ini semua karena anak laki-laki mamah pulang-pulang Frey di suruh ngurusin kantor. Padahal iming-iming Frey itu bisa jalan-jalan bersama mama, shoping bareng, nyalon bareng kayak teman-temanku pada umumnya yang di lakukan ketika bersama mama mereka" ucap Freya yang menyindir kakak laki-lakinya


" Kalo kamu mau melakukan seperti teman-trmanmu kenapa kamu tidak pindah saja disini gampang kan " ucap Edrik membalas perkataan adiknya.


" Tidak bisa aku sudah memulai kullia disana tidak bisa pindah, lagian tidak segampang itu bang" ucap Freya


" Kalo kamu mau pindah aku bisa mengurusnya bahkan tak perlu memerlukan waktu lama 2 jam saja sudah cukup menyelesaikan itu" jawab Edrik


"iyah tuan muda aku tau kekuasaanmu begitu luas tapi aku tak ingin pindah aku ingin menyelesaikannya disana" jawab Freya


"Baiklah terserah padamu " ucap Edrik yang malas berdebat dengan adiknya.


" Bang jangan lupa dengan janjimu yah . Mobil yang aku inginkan harus tiba disana dalam waktu 2 hari." ucap Freya mengingatkan perjanjian mereka saat Freya yang di paksa masuk kantor dengan di janjikaan Freya akan membeli apapun yang di inginkan apapun itu. Dan Freya meminta mobil sport edisi terbatas yang hanya ada 4 unit mobil yang keluar dengan mdel dan warna yang berbeda.


" Apa kamu mau merampokku Frey. Apa kamu tau harga mobil itu berapa 20 triliun Frey itu sangat mahal" ucap Edrik yang tak percaya dengan harga mobil yang di inginkan adik satu-satunya itu.


" Ayolah bang, gak usah lebay abang pernah memesan mobil abang sendiri dengan desain yang sesuai abanng inginkan bahkan harganya 3 kali lipat dari mobil yang aku inginkan. Lagian kita tak miskin-miskin amat ditambah dengan anak cabang yang abang dapatkan membuat perusahaan kita tambah berkembang . Dalam 1 menit saja sudah mendapatkan 100 juta apalagi 1 jam 1 hari 1 minggu sudah bisa membeli mobil yang aku inginkan jadi jangan mengingkari janji bang" ucap Freya membalas perkataan Edrik.


" Kita lihat nanti yah Frey" kata Edrik meninggalkan meja makan dan menghampiri Kelvin yang baru saja ingin bergabung bersama mereka


" Ish, awas yah bang mengingkari janji" teriak Freya yang masih di dengar oleh Edrik.


Edrik berjalan menuju Kelvin yang baru saja ingin bergabung di ruang makan.


"Ayo kita berangkat" ucap Edrik keluar rumah yang di ikuti Kelvin dari belakang.


" Tidak bisa yah setelah sarapan kita berangkat" gumam Kelvin yang masih di dengar Edrik.


" Tidak, kita berangkat sekarang nanti kamu bisa memesan makanan apapun masalah pembayaran aku yang bayar. Tinggal kamu masukkan di pembayaran perusahaan kamu masih ingatkan " ucap Edrik sebelum masuk ke dalam mobil.


" Nah gitu kan enak sering-seringlah boss" jawab Kelvin yang sudah mulai mengemudikan mobilnya.


" Apa kamu sudah melakukan apa yang ku suruh " tanya Edrik


"Sudah boss semua sudah beres" jawab Kelvin


" Bagus, nanti aku akan memberimu bonus yang besar" ucap Edrik keluar dari mobil


" Terima kasih pak" ucap Edrik tersenyum kepada satpam yang telah membuka pintu mobil untuk Edrik.


♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣


Di sepanjang jalan tak hentinya para karyawan menyapa Edrik . Edrik yang di sapa hanya membalasnya dengan tersenyum dan berlalu menuju ruangannya di ikuti oleh Kelvin. Saat sampai di ruangannya Edrik pun duduk di kursinya dan mulai memeriksa dokumen yang sudah mulai menumpuk.


" Aku harus cepat menyelesaikannya agar aku bisa makan siang bersama Nauren" gumam Edrik pada dirinya sendiri.


" Iya, pesankan sarapan untuk Nauren dan kopi untukku " ucap Edrik yang masih sibuk dengan dokumennya.


" Apa ada yang lain dan saya akan memesankan nona Nauren makanan seperti yang boss makan" ucap Kelvin lagi.


" Yah, terserah kamu asal makanannya bisa dimakan dan tentu enak rasanya" jawab Edrik yang tak menatap Kelvin.


Kelvin yang mendengar jawaban Edrik merasa geram.


" Yah namanya makanan tentu saja bisa dimakan , mana ada makanan yang gak bisa dimakan. Yang gak bisa dimakan mah batu boss , gak ada tuh orang yang mau makan batu. Aku mah ogah di suruh makan batu" gumam Kelvin pelan menggelengkan kepala menatap Edrik yang masih serius dengan kertas-kertas yang ada di tangannya.


" Aku mendengarnya , jangan hanya bergumam di belakang orangnya. Langsung saja di depannya kenapa harus bisik-bisik sih" ucap Edrik yang menatap tajam ke arah Kelvin . Kelvin yang di tatap hanya bisa menundukkan kepala.


" Yah, maaf boss saya akan pesankan makanan buat calon nyonya boss kita" ucap Kelvin pergi menuju ruangnnya.


Melihat Kelvin yang sudah pergi Edrik mulai mengeluarkan ponselnya dan mulai melakukan panggilan vidio.


πŸ“± Hallo sayangku " sapa Edrik saat panggilannya tersambung.


πŸ“² Yah ada apa menelponku sepagi ini" tanya Nauren di sebrang sana.


πŸ“± Aku sangat merindukanmu . Apa semalam kamu tidur dengan nyenyak , apa semalam kamu memimpikanku" tanya Edrik menatap Nauren dengan penuh pengharapan.


πŸ“² Semalam aku sangat sangat nyenyak dan tidurku juga sangat indah aku memimpikan bertemu dengan suami yang sangat tampan" jawab Nauren begitu antusiasnya membuat Edrik tersenyum lebar.


πŸ“±Sungguh , kenapa kamu baru sadar jika aku sangat tampan " ucap Edrik lagi menatap layar ponselnya.


πŸ“² Aku tau kamu tampan tapi maksudku bukan kamu" jawab Nauren dengan tersenyum.


πŸ“±Apa kamu selingkuh di belakangku, pria mana yang kamu dekati akan aku pastikan hidupnya tak akan baik-baik saja" ucap Edrik dengan nada yang sedikit tinggi. Ia melihat Nauren tak percaya dengan pendengarannya jika Nauren berhianat di belakangnya.


πŸ“² Ohh, astaga sayang kamu belajar dari mana soal dalam hal mengancam ha. Aku tak pernah mendengar kamu berkata seperti itu" ucap Nauren tak percaya jika Edrik berubah menjadi posesif seperti itu.


πŸ“± Aku bisa berubah apa saja soal kamu dan aku bisa kehilangan apa saja asal bukan kehilangan kamu. Apa kamu tau sangat susah mendapatkan mu jadi aku ingin mempertahankan hubungan ini sampai kehidupan selanjutnya. Aku sangat serius dalam perkataanku dan aku sudah memberi tahu soal kamu di kedua orang tuaku" ucap Edrik bersungguh-sungguh membuat Nauren terdiam mendengar kejujuran Edrik .


πŸ“² Apa kamu sungguh sudah memberitahu orang tuamu. " tanya Nauren tak percaya


πŸ“± Yah aku sudah memberitahu mereka dan mereka tak masalah soal itu . Asal aku suka mereka senang-senang saja " jawab Edrik serius.


πŸ“² Nanti saja kita bahas lagi, aku mau berangkat ke kantor takut telat . By by" ucap Nauren memutuskan hubungan sepihak.


Setelah Nauren memutuskan panggilan vidio Edrik Nauren mulai bergegas berangkat ke kantor tanpa sarapan karena waktu sudah tak cukup jika dia harus sarapan terlebih dahulu.


Dua puluh menit telah berlalu Nauren pun sampai di kantor dan mulai memarkirkan motornya di parkiran kantor dan setelah itu ia menuju ke ruangannya.


" Pagi 'sapa Nauren kepada teman-teman satu ruangannya.


" Pagi juga cantik " sapa teman-teman ruangannya.


" Ren tuh ada kiriman makanan " ucap Yani yang menunjuk kotak makanan yang begitu banyak macamnya.


" Siapa yang kirim makanan sebanyak ini . Astaga ini dari restoran pasti makanan ini harganya sangat mahal " ucap Nauren melihat label makanan tersebut.


" Ciee, pasti yang kirimkan makanan ini bukan orang sembarangan. Setahuku yah ini restoran bintang tiga satu porsi makanan ini bisa sampai dua puluh juta . Minuman yang paling murah saja harganya sepuluh juta itupun air mineral." ucap Yani menjelaskan membuat Nauren terpengarah mendengar harga makanan yang sangat mahal baginya. Apalagi ada banyak jenis makanan dan masing-masing terdapat dua porsi.


" Siapa yang mengirimkan makanan sebanyak ini" ucap Nauren bingung dan melihat ponselnya .


" Astaga , apa dia yang mengirimkan makanan mahal sebanyak ini . Kenapa dia begitu boros hingga mengeluarkan uang sebanyak ini, apa jangan-jangan dia berhutang kepada bossnya demi memberikanku makanan yang begitu mewah" gumam Nauren saat melihat pesan Edrik.


πŸ“ž Hallo , sapa Edrik di sebrang sana


πŸ“ž Apa kamu yang membelikanku makanan sebanyak ini" tanya Nauren saat panggilannya tersambung.


πŸ“ž Iyah, aku tak tau apa yang kamu suka jadi aku memberikanmu saja semuanya." jawab Edrik singkat


πŸ“ž Mengapa kamu begitu boros , sangat susah mencari uang jadi jangan menghamburkan uang" ucap Nauren memarahi Edrik begitu gampangnya mengeluarkan begitu banyak uang.


πŸ“ž Tenang , itu pemberian boss untukku . Karena aku sudah sarapan jadi aku memberikannya kepadamu , aku tahu kamu pasti belum sarapan kan jadi aku mengirinkannya padamu" ucap Edrik berbohong


πŸ“ž Baiklah, sampaikan terima kasihku pada pak Kelvin . Makasih atas makanannya dan makasih juga telah menemukan ibuku" ucap Nauren begitu sungguh-sungguh.


πŸ“ž Baik akan aku sampaikan" ucap Edrik kesal bukannya mengucapkan padanya malah pada Kelvin.


Setelah Nauren memutuskan sambungan telponnya dia mulai membagikan makanan kepada rekan-rekannya. Mereka pun menerima makanan pemberian dari Nauren dan mengucapkan terima kasih. Siapa yang mau menolak makanan mahal dan termasuk restoran terkenal enaknya yang harganya begitu mahal. Jika mereka ingin makan di restoran mereka harus menabung dua bulan tanpa di sentuh sepeserpun dan habis dalam memesan makanan seporsi tanpa minuman.


\*\*\*\*\* Bersambung \*\*\*\*\*


Jangan lupa tinggalkan :


Like πŸ‘


Komentar πŸ’¬


Subcribed ❣️


&


Jangan lupa tinggal penilaiannya 😊😊😘