
Di kantor
Vin , jelaskan gimana situasi perusaahann sekarang. " ucap Edrik bertanya di Kelvin
"Situasinya parah boss, nilai saham semakin turun" ujar Kelvin membuat Edrik geram memgetahui kondisi perusahaanya.
Saat mereka masih membicarakan gimana cara mengatasi masalah tiba-tiba sekertaris Edrik masuk dengan tergesa-gesa.
"Pak gawat, saham perusahaan semakin turun dan para pemegang saham meminta rapat darurat." ucap sekertaris itu kepada Edrik
Edrik yang marah mengeratkan genggamannya hingga terlihat urat-urat tangannya.
"Aku tak akan membiarkan kalian senang , lihat saja pembalasanku perusahaan kalian dapat ku pastikan tidak akan bisa bertahan lagi" marah Edrik membuat Kelvin dan sekertarisnya bergidik ngeri mendengar ucapan Edrik
" Ikuti kata pemegang saham kita akan rapat darurat 5 menit lagi." ucap Edrik kepada sekertarisnya
Lima menit telah berlalu, didalam ruang rapat tampak hening hingga pemengang saham 1 mengangkat suaranya.
"Pak Edrik gimana caranya anda mengatasi masalah ini" tanya pemegang saham 1
"Yah, nilai saham sudah jatuh jika kita menjual saham kita juga nilainya tak seberapa" tanya pemegang saham no 2 meminta penjelasan.
"Iyah, perusahaan sudah semakin jatuh. Apa kita harus menjual saham kita agar kita tidak terlalu mngalami kerugian" ucap pemegang saham no 3
Edrik yang tadi hanya diam mendengarkan mereka bicara mulai mengeluarkan suaranya.
" Aku akan memgatasi masalah ini, namun jika di antara kalian ada yang ingin menjual saham aku akan membelinya dan satu lagi jika aku menemukan diantara kalian ada yang melakukan kecurangan atau menghianatiku di belakang dapat ku pastikan hidup kalian tidak akan bisa merasakan hidup yang nyaman" Edrik yang mengancam pemilik saham membuat mereka terdiam dan tak bisa berkutik
"Baik pak Edrik kami akan menantikan kabar baiknya" ucap pemegang saham 1 .
"Rapat di bubarkan" ucap Edrik keluar dari ruang rapat menuju ke ruangannya di ikuti oleh Kelvin
"Boss apa yang harus kita lakukan, apa kita harus menggunakan rencana ke dua" tanya Kelvin menatap Edrik
"Tidak perlu kita bisa menyelesaikannya . Apa kamu sudah mencari tahu siapa penghianat di perusahaan kita . " ucap Edrik bertanya ke Kelvin.
"Iyah, saya sudah mengetahuinya siapa yang telah membocorkan rahasia proyek kita " ucap Kelvin memberikan hasil laporannya pada Edrik.
"Kerja bagus Kelvin . Oh iya, suruh Hans ke kantor sekarang juga. Kelvin yang mendapat perintah segera menghubungi Hans.
π Hallo sayang, jam berapa kamu ke kantor" ucap Edrik ketika panggilannya tersambung.
π Ckk, desis Nauren. Sejak kapan aku menjadi kekasihmu" jawab Nauren ketus namun wajahnya bersemu merah.
π Sejak kemarin sekarang dan seterusnya" ucap Edrik seenaknya.
π Dasar, pria aneh. Belum mengatakan perasaannya namun sudah memaksa menjadi pemiliknya. " balas Nauren
πAyolah, Nauren kita bukan anak abg yang harus mengatakan aku suka kamu ayo kita pacaran atau apa kamu ingin menjadi kekasihku. Kita sudah cukup dewasa jadi tidak perlu melakukan hal kekanankan seperti itu. " ucap Edrik yang membuat Nauren tambah kesal.
π Yah terserah kamu saja . " jawab Nauren langsung mematikan telponnya
"Apa yang salah dengannya mengapa telponnya dimatikan begitu saja" ucap Edrik yang bingung denga jalan pikirannya Nauren.
Kelvin yang mendengar pembicaraan Edrik hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Perusahaan lagi bermasalah tapi dia sempat-sempatnya berpacaran. Heran aku dengan pikirannya boss "gumamn Kelvin dalam hati
"Boss, ayo kita berangkat" ucap kelvin yang menyadarkan Edrik dari lamunannya.
"Iyah, "jawab Edrik melangkah keluar
Di kantor jansen.
Edrik yang tiba-tiba masuk membuat jansen kaget.
"Hahahahahahaha, Jansen kodok itu melompat bukan terbang
" Bisa gak sih, kamu kalo mau masuk itu ketuk pintu . Jangan asal main masuk saja " kesal Jansen menatap Edrik
"Sudah biasa aku main masuk. Lagian aku juga gak pernah ketuk pintu saat ke kantormu begitu juga kamu." ucap Edrik membalas ucapannya Jansen
"Ishh, ada apa kamu ke sini? " tanya Jansen dengan ketusnya
"Biasa , aku butuh bantuan . Jangan pura-pura bodoh Jansen kamu pasti sudah tau gimana ke adaan perusahaanku. "ucap Edrik yang langsung duduk .
"Gak sopan banget sih, sudah butuh bantuan tapi tidak tau diri " ucap Jansen kesal menatap Edrik.
Mendengar ucapan Jansen membuat Edrik terkekeh.
" Kamu yang lebih tidak tahu diri . Setidaknya aku masih tahu batasan" jawab Edrik membalas ucapan Jansen
"Apa kalian akan terus bertengkar," tanya Kelvin menengahi sahabatnya.
" Sudahlah berdebatnya jangan sekarang kita tunda dulu oke. Kita selaikan masalah perusahaan Edrik dulu. jika kalian masih bertengkar perusahaan gwinith akan bangkrut" ucap Kelvin menatap keduanya.
"Oke, nanti kita lanjutkan masalah kita. Perusahaan ku lebih penting" ucap Edrik menatap Jansen
"Mengapa aku yang harus repot itu kan masalahmu bukan masalahku" ucap Jansen santai
"Oh, begitu yah. Oke aku tak akan membantumu lagi" balas Edrik singkat membuat Jansen panik
"Tidak Edrik , aku hanya bercanda saja. Berapa dana yang kamu butuhkan. " tanya Jansen kepada Edrik
"20 triliun sudah cukup tapi jika kamu ingin menambah juga tak masalah " ucap Edrik santai
" Apa kamu ingin memerasku" ucap Jansen tak percaya dengan ucapan Edrik
"Tidak, itu sepadan dengan hasil yang akan kamu dapatkan. Kamu juga tak akan bangkrut setelah mengeluarkan uang segitu. " ucap Edrik santai
"Kamu , egh" geram Jansen
" Baiklah, aku akan menuliskan ceknya. Tapi ingat janjimu." ucap Jansen mengingatkan
"Baiklah, aku mengingatnya . Tidak usah juga kamu mengingatkan aku akan mengingatnya. " ucap Edrik kesal dengan perkataan Jansen yang selalu di ulang-ulangnya.
" Tenang saja jansen aku akan mengingatkannya. Jadi kamu jangan khawatir dia juga memiliki utang denganku dan sekarang kamu". jawab Kelvin membuat Jansen bingung seorang Edrik yang punya banyak uang bagaimana mungkin memiliki hutang di asistennya.
"Dia berhutang denganmu, sungguh Kelvin " tanya Jansen tak percaya
"Iyah, apa kamu kira aku berbohong . Kamu sendiri kan tahu aku lebih jujur daripada Edrik" jawab Kelvin melirik Edrik.
Edrik yang di tatap seperti itu merasa risih.
" Kenap kamu melihatku seperti itu. Apa matamu mau di congkel. " ucap Edrik kepada Kelvin.
" Cih, siapa yang menatapmu " ucap Kelvin memutar bola matanya malas.
" Kenapa malah jadi kalian yang bertengkar, kembali ke topik utama" ucap Jansen menengahi temannya.
**** Bersambung ****
Jangan lupa ,
like π
Komen π¬
Subcribed π·