
Belum ada kabar apapun dari Nauren membuat Edrik semakin frustasi hingga mengakibatkan Edrik jatuh sakit.
"Dok, gimana kondisi putra saya?" tanya Willona kepada dokter keluarga Gwinith .
" Saya sudah menyuntikkan pereda panas, jika tiga jam ke depan panasnya belum turun . Langsung bawa ke rumah sakit. Ini resep obatnya. minumkan obatnya setelah dua jam. "ucap sang dokter
" Baik dok terima kasih" kata Willona berterima kasih pada dokter yang telah memeriksa Edrik
" Oh , iya untuk saat ini jangan terlalu membebankan tuan Edrik. Kondisi fisik luarnya terlihat biasa namun di dalamnya nampaknya dia sangat lelah dan kurang istrahat. Jika dia memaksakan dirinya itu tidak akan baik bagi tubuh dan kesehatannya." ucap sang dokter memperingati orang tua Edrik.
" Baik dok . Terima kasih" kata Austin mengantar dokter sampai di depan rumah.
" Tante, gimana kondisinEdrik" tanya Kelvin yang baru saja datang. Ia baru tahu saat orang tua Edrik memberitahu bahwa Edrik tak berangkat ke kantor karena sedang sakit. Kelvin yang merasa khawatir ia langsung ke rumah Edrik bersama Hans.
" Dia sedang istrahat. Tolong yah jangan membebankan pikiran Edrik. Ini semua karena Nauren hingga kondisi Edrik bisa droup seperti ini." ucap Willona yang kesal terhadap Nauren karena mencari Nauren hingga membuat Edrik jatuh sakit.
" Baik tante "jawab Kelvin singkat.
Saat mereka sedang berbincang tentang kondisi Edrik tiba-tiba ponsel Kelvin berbunyi. Kelvin mengambil ponselnya dari kantong celana dan melihat siapa yang menghubunginya.
π Hallo, " jawab Kelvin
π Pak, nona Nauren datang di kantor" kata sekertaris Edrik di sebrang telpon.
π Apa kamu tidak bohong. Tapi kenapa dia baru muncul" ucap Kelvin bingung.
π Nona Nauren mau menemui bapak. Dan sepertinya dia mau mengundurkan diri pak" ucap sang sekertaris.
π Apa Nauren mau mengundurkan diri. Tolong tahan dia, saya akan kembali ke kantor sekarang." kata Kelvin yang sudah mematikan telponnya.
Edrik yang sedari tadi memdengar obrolan Kelvin membuatnya bangun dari tidurnya. Betapa bahagianya Edrik mendengar kabar Nauren setelah beberapa minggu dia tak bisa menemuinya dan akhirnya Nauren telah kembali sendirinya
" Ayo, kita kembali ke kantor" ucap Edrik yang berusaha bangun dari tidurnya walau kepalanya masih terasa pusing. Namun ia tetap memaksakan diri untuk berdiri.
Willona yang melihat putranya bangun, mulai menyuruhnya untuk berbaring namun Edrik menolaknya. Dia berdiri dan berjalan keluar kamar dengan kindisi yang masih lemah.
" Edrik, kamu mau kemana. Istirahat dulu sayang. Masalah urusan kantor ada Kelvin dan Hans. Kamu serahkan saja di mereka" ucap Willona menasehati putranya menyuruhnya kembali beristirahat.
" Tidak mah, Nauren sekarang ada di kantor. Edrik harus menemuinya sekarang mah. Edrik takut dia pergi lagi dan tidak bisa aku temukan mah" ucap Edrik yang sudah bangun dari tempat tidurnya.
"Nauren lagi, Nauren lagi tidah bisa yah kamu lupakan dia. Kamu sakit seperti ini karena dia. Dia yang sudah membuat kamu seperti ini namun kamu masih mengharapkan dia" ucap Willona marah. Dia tak suka dengan Nauren. Karena Nauren putranya jatuh sakit.
"Tapi mah, aku sayang sama dia aku cinta mah" ucap Edrik membela diri.
" Kamu sayang sama dia. Apa dia memikirkanmu? Apa dia mau mendengarkan penjelasan mu. Dia pergi tanpa memikirkanmu dan tanpa mendengar penjelasanmu. Apa itu yang di sebut cinta" marah Willona.
" Mah , aku mohon mah jangan halangi aku. Jangan melarangku menemuinya. " ucap Edrik memohon.
" Edrik,mamah tak pernah melarang kamu menjalin hubungan dengan siapa pun. Tapi, tolong jaga harga dirimu dan keluargamu. "ucap Willona berusaha menahan Edrik.
Willona yang berusaha menahan Edrik, namun Edrik tak menuruti perkataan ibunya. Dia tetap melangkah keluar dengan langkah yang gontai ia masuk kedalam mobil Kelvin.
" Tante kami pamit dulu yah" ucap Kelvin dan Hanns .
" Hati-hati tolong jaga Edrik yah. Jika terjadi apa-apa tolong segera hubungi tante" ucap Willona memperingati mereka.
" Baik tante" kata Kelvin membaalas perkataan Willona kemudian masuk ke dalam mobil dan mulai meninggalkan perkarangan rumah keluarga Edrik menuju ke kantor Gwinith .
Edrik turun bersama Hans dan Kelvin. Mereka berjalan menuju ke ruangan Edrik. Sebelum Keruangan Kelvin memberi kunci mobilnya menyuruh pak satpam untuk memarkirkan mobilnya yang Kelvin parkir tepat di depan loby perusahaan. Saat Edrik membuka ruangannya, ia menemukan sosok perempuan yang sangat di rindukannya. Perempuan yang sudah mengambil hati Edrik.
Flash back onn.
Disaat Nauren sedang sedih dia selalu pergi ke pantai bagian barat. Namun pantai di kunjungi tidak diketahui oleh Edrik. Saat pikiran Nauren melamun tiba-tiba sosok pria yang sangat di kenalnya datang menghampirinya.
" Hai, peri cantik selamat bertemu kembali" ucap Natan sahabat Nauren saat berada di panti asuhan.
" Hai, Natan. Kamu sekarang tambah ganteng saja yah. ".ucap Nauren tersenyum. Namun Natan tahu di balik senyum yang mengembang di bibir Nauren ada kesedihan yang terpancar jelas.di matanya.
" Ada apa? Mengapa kamu sedih" tanya Natan yang tahu jika Nauren sedang sedih
" Tidak, aku tak sedih. Kapan kamu balik di indo aku kangen tau" ucap Nauren tersenyum
"Ayolah peri cantik. Apa kamu pikir aku bodoh,aku sudah kenal kamu begitu lama . Aku tahu jika kamu sedang sedih, ada apa " tanya Natan lagi
Nauren pun menceritakan apa penyebab kesedihannya, menceritakan dia yang merasa sangat di bohongi oleh Edrik. Setelah Nauren menceritakan tentang hubungannya dengan Edrik, Natan pun memberi solusi pada hubungan Nauren.
" Aku rasa kamu perlu bertanya padanya dan dengarkan penjelasannya. Mengapa dia menutupi identitasnya padamu" ucap Natan menasehati Nauren.
"tapi aku belum siap bertemu dengannya. Apa kamu bisa membawaku bersamamu. Setidaknya aku ingin menjauh darinya agar aku bisa berpikir dengan tenang." ucap Nauren memohonn pada Natan
" Baiklah, " ucap Natan . Membawa Nauren bersamanya ke mansion Natan.
Flash back off
" Sayang, kamu darimana saja? Mengapa kamu menghindariku" tanya Edrik yang berjalan mendekati Nauren kemudian memeluknya
" Maaf pak, saya kesini mau memberikan surat pengunduran sayadiri pak" ucap Nauren singkat.
" Aku minta maaf, jangan seperti ini. Aku bisa menjelaskan semuanya. Aku mohon dengarkan penjelasanku dulu" ucap Edrik yang memohon pada Nauren.
" Baiklah, beri aku penjelasan! Mengapa kamu begitu membohongiku?" ucap Nauren menatap tajam ke arah Edrik
Tajam sekali matanya, hingga membuatku takut. Aku takut jika aku salah bicara yang bisa mengakibatkan hubungan ini semakin rumit." gumam Edrik dalam hati.
" Apa kamu tidak mau bicara? Jika tak mau aku akan pergi" ucap Nauren melangkah pergi namun sebelum dia mencapai pintu tangannya di pegang oleh Edrik.
" Tunggu, aku akan bicara, aku akan bicara aku akan bicara. Beri aku waktu sebentar" ucap Edrik menahan Nauren.
Nauren yang di tahan hanya menunggu Edrik berbicara.
" Maaf maaf, aku benar-benar minta maaf" ucap Edrik meminta maaf.
Nauren tak membalas perminta maafan Edrik. Dia hanya diam dan menunggu perkataan Edrik selanjutnya.
" Emm,aku tak berniat membohongimu sungguh aku benar benar tak berniat. Aku hanya ingin mencari seseorang yang menerimaku tanpa memandang latar belakangku. Aku cukup trauma dengan mantanku. Aku pernah menjalin hubungan dengan seseorang, namun dia hanya melihat latar belakangku dan memanfaatkanku. Itu yang membuatku ingin menyamar dan mencari seseorang yang begitu menyukaiku dengan tulus tanpa melihat latar belakangku dan statusku" ucap Edrik menjelaskan.
Nauren yang mendengar penjelasan Edrik hanya bisa diam dan mencernanya. Ia tak membalas atau memotong penjelasan Edrik hingga Edrik menyelesaikan penjelasannya.
" Yah, aku ngerti dengan apa yang kamu lalui namun aku butuh waktu untuk menyesuaikannya. Dan maaf untuk saat ini aku tidak bisa menerima kenyataan ini. Aku ingin menenangkan diri maaf yah aku ingin mengundurkan diri dan aku harap kamu menyetujuinya." ucap Nauren meninggalkan Edrik
Edrik yang sedih , ia belum bisa menerima kenyataan hingga membuatnya jatuh pingsan.
β£β£β£β£ **Too be continued** β£β£β£β£