CEO IS LOOKING FOR TRUE LOVE

CEO IS LOOKING FOR TRUE LOVE
Bab 15



πŸ“ŒπŸ“ŒπŸ“ŒπŸ“ŒπŸ“Œ


Di kantor.🏒🏒


Mobil Edrik memasuki halaman parkir kantor. Tempat parkir itu terlihat sepi karena masih jam kerja. Nauren yang baru saja ingin keluar dari mobil di cegat oleh lengan Edrik.


" Ada apa ? " tanya Nauren menoleh menatap Edrik yang tak melepaskan tangannya.


" Apa kamu tidak melupakan sesuatu " tanya Edrik yang membuat Nauren mengecek tasnya barang kali ada barangnya yang tertinggal di dalam mobil.


"Tak ada yang lupa semua lengkap , ponsel, dompet, kaca lipstik semua ada dalam tasku " ucapn Nauren yang menatap bingung ke arah Edrik.


" Astaga , Nauren kita baru meresmikan hubungan kita 3 jam yang lalu . Terus apa ini, mengapa kamu begitu cepatnya melupakanku" ucap Edrik dengan wajah yang memelas.


" Astaga, Edrik ada apa dengan dirimu mengapa kamu sekarang bertingkah kekanakan" ucap Nauren geram melihat tingkah Edrik


" Kau yang menyuruhku bertindak seperti ini dan sekarang kamu mempertanyakanku" Edrik melangkah masuk dengan kesalnya meninggalkan Nauren yang masih kebingungan akan sikap Edrik


" Bukan seperti ini yang ku mau, aku hanya ingin agar kau tak bersikap seenanknya dan cuek kepadaku. Kalau ini sih sama saja aku berpacaran sama anak kecil yang berumur lima tahun" ucap Nauren mengikuti langkah Edrik yang sudah tertinggal jauh.


Kelvin yang melihat Edrik baru saja datang berjalan menghampirinya .


" Kenapa mukamu kusut begitu, seperti baju yang belum di setrika. " ucap Kelvin yang menatap wajah bossnya itu.


" Ada apa, apa rencana mu gagal? " tanya Hans yang baru saja ikut bergabung bersama mereka.


" Tidak , rencana yang kamu usulkan berjalan dengan lancar tak ada yang gagal" ucap Edrik menghela nafas kasarnya.


" Kalau lancar lantas ada apa dengan wajahmu yang kusut itu " tanya Hans dengan bingung , bukannya senang malah menanpilkan ekspresi tak senang.


" Kami baru saja jadian beberapa jam yang lalu , namun apa yang dia lakukan dia melupakanku. Tidak memberiku ciuman atau pelukan" ucap Edrik curhat kepada temannya membuat Kelvin dan Hans tertawa terbahak-bahak.


" Hahahahahahahaha , tawa Kelvin dan Hans bersamaan


" Mengapa kalian tertawa sih bukannya ngasih solusi malah di ejekin" Edrik yang tambah kesal menatap kedua temannya yang terus menertawakannya.


" Hahaha, sakit perutku boss. Kamu itu sudah dewasa mengapa bertingkah seperti anak umur tujuh tahun sih" ucap Hans yang tak bisa membendungi tawanya membuat wajah Edrik semakin di tekuk.


" Haha hah hah, tawa Kelvin. " Boss kamu itu sudah banyak berubah sejak kapan kamu berubah menjadi anak umur tujuh tahun" ucap Kelvin menertawakan Edrik.


"Kalian yah, tertawa saja terus. Aku akan memotong uang gaji kalian" ancam Edrik yang membuat mereka langsung menutup mulutnya dengan rapat.


Di sisi lain Nauren yang sudah duduk di kursinya mulai mengerjakan pekerjaan yang sempat tertunda akibat Edrik.


" Ren , siapa tadi yang memanggilmu ?" tanya Yani yang kepo


" Kamu mau tau aja apa mau tau banget?" ucap Nauren mempermainkan Yani.


" Yah dua-duanya, siapa yang memanggilmu tadi hingga kamu keluar begitu lama" tanya Yani begitu antusisnya.


" Kepo banget sih, mending kamu kerjakan saja pekerjaanmu sebelum pak Budi marah" ucap Nauren mengingatkan Yani akan pekerjaannya.


" Gak asik banget sih " kesal Yani yang sudah tak mengganggu Nauren lagi.


Waktu berlalu begitu cepat sudah waktunya bagi para karyawan pulang mengistirahatkan diri.


" Apa dia sudah pulang yah" gumam Nauren dalam hati.


Drtt ddrtt ddrtt...


πŸ“ž Hallo , jawab seseorang disana saat panggilan tersambung.


πŸ“ž Sayang , apa kamu sudah pulang?".tanya Nauren pada Edrik


πŸ“ž Belum, pekerjaan masih sangat banyak. Tumben kamu menelponku" ucap Edrik dengan nada biasa namun wajahnya tampak tersenyum cerah hingga membuat orang di sekitarnya menatapnya dengan aneh.


πŸ“ž Aku hanya ingin mengajakmu pulang bareng sekalian makan malam di rumahku" Nauren menagatakan maksud tujuan dia menelpon Edrik.


πŸ“ž Benarkah, kamu tidak mencoba mempermainkanku kan" tanya Edrik mencari kebenaran dari pertanyaan Nauren.


πŸ“ž Apa kamu mengira aku berbohong. " jawab Nauren


πŸ“ž Tentu saja tidak, kamu tidak pernah bohong sayang. Tunggu aku di parkiran aku akan segera turun" ucap Edrik menutup telponnya secara sepihak.


Edrik yang sedari tadi di tatap hanya memberi senyuman.


" Ada apa hum, mengapa kalian menatapku seperti itu" tanya Edrik kepada teman dan adiknya.


" Kita ada meeting dan makan malam , tapi boss mau berkencan . Sungguh tak etis bos" jawab Kelvin menggelengkan kepalanya.


"Kakak mau kemana" tanya Freya kepada Edrik


" Keluar " jawab Edrik singkat


" Bagaimana dengan proyek kerja samanya kak" tanya Freya lagi


"Kan ada kalian, itung-itung buat kamu belajar Frey" jawab Edrik meninggalkan mereka


" Apa dia selalu begitu kak? " tanya Freya kepada Kelvin.


" Yah, begitulah dia" ucap Kelvin pergi meninggalkan Freya


" Apa kau tahu kemana bossmu pergi" tanya Freya menatap Hans


" Aku tak tahu" jawab Hans pergi meninggalkan Freya.


🌺🌺🌺🌺🌺


Di tempar parkir Nauren yang sudah lama menunggu Edrik..


" Apa kamu sudah lama menunggu " tanya Edrik yang menghampiri Nauren


" Yah , lama sekali kamu datang. Apa sudah selesai pekerjaanmu? " tanya Nauren kembali


" Sudah selesai " jawab Edrik singkat


" Ayo kita pulang, mana kunci motormu? " tanya Edrik menjulurkan tangan menerima kunci dari Nauren.


Edrik dan Nauren pun pulang ke rumah Nauren . Selama perjalanan pulang Edrik tak henti-hentinya menggoda Nauren hingga ia mendapat cubitan dari Nauren. Perjalanan pun berlangsung selama 20 menit karena jarak rumah Nauren tak terlalu jauh dari kantornya.


Sebelum mereka pulang Nauren singgah di mini market untuk membeli bahan maakanan yang akan di masaknya. Setelah mereka selesai membeli bahan makanan mereka pun melanjutkan perjalanan pulang.


Setelah sampai di rumah Nauren mulai mengeluarkan bahan makanan dan mulai memotong bahan-bahan untuk memasak.


" Sayang apa perlu bantuanku" tanya Edrik memeluk Nauren dari belakang.


" Jangan menggangguku " jawab Nauren berusaha melepaskan pelukannya Edrik.


" Aku hanya ingin membantu, tapi kenapa kamu melarangku" kata Edrik yang pura-pura kesal.


" Jika ingin membantu jangan seperti ini , bisa saja kan kamu cuci sayur atau duduk diam di kursi itu " ucap Nauren.


" Baiklah , pasrah Edrik yang mengikuti perintah Nauren.


" Anak pintar , ucap Nauren mengusap kepala Edrik


" Sayang, kemarin aku meminta tolong kepada bossku untuk mencari ibumu" ucap Edrik yang membuat Nauren menghentikan kegiatan masaknya saat mendengar perkataan Edrik.


"Sungguh, dia ingin membantuku" ucap Nauren begitu antusiasnya


"Iyah dia berjanji akan membantuku" ucap Edrik yang membuat Nauren menangis terharu.


" Hei, kenapa menangis sayang " ucap Edrik yang berjalan mendekati Nauren lalu memeluk dan menenangkan Nauren


" Terima kasih sudah hadir, terima kasih sudah mau membantu . Terima kasih terima kasih " ucap Nauren yang mengulang kata terima kasih sambil menangis.


" Kenapa menangis hum, ini sudah menjadi tanggung jawabku sebagai pacarmu. Jangan pernah merasa sendiri oke , kamu masih ada aku. Aku akan selalu ada untukmu jadi jangan pernah merasa sendiri oke" ucap Edrik dengan tulus.


" Terima kasih Edrik, aku sangat sangat menyayangimu " ucap Nauren memeluk erat Nauren.


" Aku juga sangat menyayangimu. Jika kamu lengket seperti ini kapan kita bisa makan atau kamu ingin aku memakanmu" ucap Edrik menggoda Nauren.


" Jika kamu berani macam-macam dapat ku pastikan kamu akan menyesal" ancam Nauren menatap Edrik dengan tajam. Edrik yang ditatap membuat nyalinya menciut.


" Aku cuman bercanda, aku juga tak ingin merusakmu. Tapi jika kamu menginginkannya tidak masalah " ucap Edrik yang mendapat tatapan mematikan dari Nauren.


" Sudah liatinnya kapan masaknya, aku sudah begitu lapar " ucap Edrik mengalihkan topik.


" Baik, duduklah di situ aku akan menyiapkan makanannya " ucap Nauren yang melanjutkan masakannya.


Dua puluh menit telah berlalu masakan Nauren telah matang dan sudah tertata rapi di atas meja . Edrik yang mencium aroma masakannya Nauren begitu menggunggah selera.


" Harum sekali, sepertinya enak " ucap Edrik yang tak sabar ingin mensantap masakan Nauren.


Nauren yang mulai melayani Edrik layaknya seorang istri mulai mengisi makanan di piring Edrik. Edrik yang layani merasa sangat senang.


"Ternyata begini yah, ketika punya seorang istri apa-apa serba di layani" gumam Edrik dalam hati.


"Ada apa mengapa tak dimakan? " tanya Nauren membuyarkan khayalan Edrik.


" Ada apa?" tanya Edrik yang baru sadar dari khayalannya.


" Ayo, di makanan makannannya "ucaap Nauren lagi


Mereka makan dengan diam tak ada yang bersuara hanya terdengar suara gesekan sendok. Setelah selesai makan Nauren membereskan piring kotor mereka lalu mencucinya dengan di bantu oleh Edrik.


Setelah selesai mencuci piring Edrik pun pamit pulang karena sudah jam 10 malam. Tak enak dengan tetangga jika dia harus pulang tengah malam dan Edrik juga tau batas waktu bertamu .


\*\*\*\* Bersambung. \*\*\*\*


Jangan lupa like ,komen dan sucribed 😍😍