CEO IS LOOKING FOR TRUE LOVE

CEO IS LOOKING FOR TRUE LOVE
Bab 14



πŸš—πŸš—πŸš—


Mobil melaju dengan cepat dan tepat berhenti di Villa pinggiran kota.


"Mengapa kamu membawaku ke sini?? rumah siapa ini?? " tanya Nauren menatap Edrik dengan bingung


" Rumah teman " jawab Edrik singkat


" Mengapa kamu membawaku kesini?" tanya Nauren yang kedua kalinya.


" Untuk berbicara denganmu. Mengapa kamu tak mengangkat telponku dan mengapa pesanku tak di balas" tanya Edrik dengan pertanyaan bertubi-tubi


"Aku sibuk dan semalam aku kelelahan hingga ketiduran" jawab Nauren bohong.


" Apa kamu masih kesal dengan omonganku kemarin " tanya Edrik


" Tidak, untuk apa marah" jawab Nauren menatap Edrik


" Ayolah Nauren kita sudah sama-sama dewasa tidak perlu bertindak seperti anak kecil" ucap Edrik menghela nafas menatap Nauren yang dari tak menatapnya


"Ayo kita kembali ke kantor" ajak Nauren tak membalas ucapannya Edrik


Di kantor🏒


Kelvin yang baru saja memasuki ruangan Edrik tak melihat sang empunya berada dalam ruangan.


" Isshh,, kemana lagi sih dia ini . Selalu saja menghilang kaya hantu saja yang wujudnya tak kelihatan tapi nanti tiba-tiba muncul." lirih Kelvin menatap ruangan Edrik seperti tak tersentuh sama sekali.


" Frey, dimana kakakmu? " tanya Kelvin


" Tidak tau kak, kak Edrik belum ke ruangannya . Jika dia masuk aku pasti tau tapi dari tadi dia gak nongol bahkan batang hidungnya saja tak kelihatan" jawab Freya yang masih sibuk dengan pekerjaannya di bantu oleh Hans


" Gimana , apa kalian mengalami kesusahan " tanya Kelvin menatap Hans dan Freya yang tengah sibuk dengan leptopnya.


" Sedikit kak, tapi untung ada Hans yang membantu kak. Jadi tidak terlalu susah. Oh iya, kapan kalian akan mendapatkan sekertaris baru sangat membosankan jika harus bekerja di kantor seperti ini" ucap Freya yang mengeluh betapa melelahkannya bekerja.


" Frey, kamu baru sehari kerja saja sudah ngeluh . Apa kabar kakak yang sudah kerja dengan kakakmu selama 7 tahun Frey. Apalagi akhir-akhir ini kakakmu selalu bolos kerja , otomatis aku yang menghandle pekerjaan kakakmu. " curhat Kelvin ke Freya


" Sadis amat yah, nasib kakak . Sabar kak ini ujian dari tuhan" ucap Freya membalas ucapan Kelvin dengan sedikit mengejek


" Tapi kak, kenapa kak Edrik bolos kerja emang apa yang di lakukannya hingga tak masuk kerja. Aku juga melihat akhir-akhir ini banyak perubahan yang terjadi pada kak Edrik" tanya Freya menatap Kelvin


"Gimana gak berubah jika dia sedang berusaha mendekati calon kakak iparmu Frey" jawab Kelvin dengan ambigunya pergi meninggalkan Freya yang baru saja mengerti namun sudah di tinggal oleh Kelvin.


"Calon kakak ipar? ,perempuan mana yang sudah berhasil merebut hati kakak" gumam pelan Freya yang masih terdengar jelas di telinga Hans . Hans yang mendengarnya pun hanya menggelengkan kepalanya saja.


Kembali ke villa


" Ayo, ikut aku sebentar "ucap Edrik yang menarik tangan Nauren untuk masuk kedalam villa tersebut.


"Kau tidak akan macam-macam padaku kan" tanya Nauren dengan tatapan menyelidik dengan tangan menyilang di depan dadanya.


" Tenanglah aku tidak akan melakukan apapun terhadapmu" ucap Edrik yang berusaha meyakinkan Nauren


Nauren pun menurut dengan perkataan Edrik. Edrik pun menuntun Nauren masuk kedalam villa hingga sampai lah pada halaman belakang yang di sulap seindah mungkin oleh Edrik. Melihat pemandangan yang begitu romantis membuat mata Nauren berbinar.


"Wahhh, indah sekali tumben kamu romantis. Bukankah kamu bilang ini merupakan hal yang kekanakan , lalu mengapa kamu melakukan hal yang kekanakan seperti ini " ucap Nauren yang tak percaya jika ini ide Edrik sendiri.


" Benarkah , tanya Nauren tak percaya


"Yah, Nauren Felix apa kamu ingin menjadi pacarku satu-satunya dan akan menjadi satu-satunya yang pantas mendampingiku." ucap Edrik yang menyatakan cinta sama seperti lelaki pada umumnya. Dengan berlutut dan memegang bunga dan cincin tentunya.


" Aneh sih , tapi jika dia menginginkannya yah apa boleh buat hanya bisa mengikuti arus" gumam Edrik dalam hati


Melihat Edrik yang begitu romantis membuat Nauren begitu senangnya. Dengan malu-malu Nauren menganggukkan kepala dan mengambil bunganya pertanda jika dia setuju.


Edrik yang melihat respon Nauren yang menerimanya sangat senang . Dia pun berdiri lalu menyematkan cincin berlian limitid edetion yang polanya sangat sederhana . Sehingga bagi yang tak kenal dengan berlian kualitas tinggi akan mengira itu hanya cincin besi putih biasa.


" Terima kasih " Nauren memeluk Edrik dan disambut hangat oleh Edrik.


" Berarti kita sudah resmi jadian yah" ucap Edrik dan dianggukin oleh Nauren dengan malu-malu membuat Edrik tak tahan dengan tingkah gemasnya .


Edrik mulai mendekatkan bibirnya pada Nauren hingga nafas Edrik dapat Nauren rasakan hingga membuatnya menutup matanya dan menunggu apa yang akan dilakukan Edrik selanjutnya.


Melihat Nauren yang sudah menutup matanya dengan rapat dengan cepat Edrik meninggalkannya dan mulai berjalan di pesisir pantai.


Nauren yang sadar di kerjai oleh Edrik membuka matanya dan melotot apa Edrik.


" Ckk, dasar menyebalkan " gumam Nauren kesal tak menanggapi panvgilan Edrik.


Edrik yang merasa di abaikan berjalan mendekati Nauren " Sayang kamu kenapa tak mendatangiku saat aku memanggilmu??


" Apa harus yah aku mendatangimu" ucap Nauren dengan ketusnya.


Melihat Nauren yang memajukan bibirnya membuatnya gemas. Pelan namun pasti Edrik mulai mengikis jarak antara dia dan Nauren . Nauren masih kesal sengan tindakan Edrik membuang mukanya kesisi lain , Nauren tak ingin di kerjai lagi oleh Edrik. Saat Nauren memalingkan wajahnya dengan cepat Edrik memegang dagunya menahan agar tetap pada posisinya dan mulai membungkam bibirnya dengan bibir Nauren.


Nauren yang merasakan sentuhan bibir Edrik bingung harus melakukan apa tapi dia teringat dengan filem drama korea yang sering di tontonnya dan mengaikan tangannya di leher Edrik.


Edrik yang senang disambut dengan Nauren membuatnya semakin menuntut Nauren untuk membuka mulutnya. Nauren yang paham mulai membuka mulutnya dan dengan cepat lidahnya Edrik masuk mengapsen semua yang ada dimulut Nauren. Nauren yang mulai kehabisan oksigen memukul dada Edrik hingga melepaskan ciuman mereka. sSaat sudah terlepas Nauren mulai menghirup oksigen sebanyak-banyaknya


" Apa kamu ingin membunuhku" tanya Nauren dengan wajah yang bersemu merah


" Tidak, aku hanya mencium kekasihku" balas Edrik singkat


" Terima kasih telah menerimaku ren " ucap Edrik dengan senyuman yang terus mengembang di wajahnya.


" Ayo kita kembali ke kantor , aku sungguh tak enak jika harus membolos kerja" ucap Nauren menatap Edrik dengan memohon


" Ayolah, itu perusahaan temanku jadi santai saja" jawab Edrik santai


" Justru itu aku semakin tak enak jika harus membolos kerja, kita bisa jalan-jalan di hari minggu" ucap Nauren yang tak ingin ada penolakan dari Edrik


" Baiklah kita kembali sekarang. " pasrah Edrik.


\*\*\*\* Bersambung \*\*\*\*


Jangan lupa tinggalkan :


komen πŸ’¬ ,


like πŸ‘


Subcribed ❀❀