CEO IS LOOKING FOR TRUE LOVE

CEO IS LOOKING FOR TRUE LOVE
Bab 35



Di kediaman Bram Dixon


Bram dan keluarganya sedang sarapan bersama. Namun, sarapan kali ini tidak ada kehadiran Prisia. Anak sambung Angel


‘’Mah, dimana kak Pris? Apa dia tak sarapan bersama kita lagi mah.’’ Tanya tino yang celingak-celinguk mencari keberadaan sang kakak. Walau dia tidak terlalu dekat dengan Prisia. Namun, Tino begitu sayang pada keluarganya.


‘’Dia sedang kerumah temannya sayang. ‘’ ucap Bram mengusap rambut Tino


‘’ Iiisshhh,, ‘’ Tino menghempaskan tangan Bram dari rambutnya yang Nampak berantakan akibat papahnya’’


‘’Papah rambut Tino rusak tau. Apa papah tau memerlukan banyak waktu untuk merapikannya lagi.’’ Ucap Tino nampak kesal. dengan wajah yang meranggut membuat Bram gemas menatap sang putra.


‘’ Maafkan papa yah,’’ ucap Bram yang tak di tanggapi oleh sang putra.


‘’ Baik sebagai permitaan maaf? Tino mau apa? Akan papah penuhi apapun yang Tino mau.? Tino mau mainan akan papah belikan. Mau es krim, mau….’’ Bram belum menyelesaikan perkataannya sudah di potong oleh sang putra.


‘’Apapun pah? Janji yah pah” ucap Tino menunggu jawaban Bam


‘’ Iyah, sayang akan papah penuhi apapun itu


‘’ Baiklah, Tino mau nanti pulang sekolah kak Nauren yang menjemput Tino. Apa boleh pah’’ ucap tino mengererjapkan matanya berulang kali. Ia berharap sang papah menuruti permintaannya.


‘’ Baiklah, kak Nauren yang akan menjemput kmu pulang sekolah.


‘’ Terima kasih pah. Tino sayang papah’’ ucap Tino memeluk Bram


‘’ Sudah pelukannya, kembali ke kursimu sayang. Lanjutkan makanmu jika kamu tak ingin terlambat” ucap Angel pada putranya.


Tanpa menjawab perkataan mamahnya, Tino kembali ke kursinya dan dengan cepat memakan sarapannya. Setelah selesai sarapan mereka mereka berangkat ke kantor dan sekolah.


‘’ Kak, ingat yah. Jangan lupa untuk menjemputku pulang. Ingat jangan sampai membuatku menunggu.’’ Ucap Tino mengingatkan Nauren


‘’ Baiklahkak, Tino berangkat dulu yah. Dadah kak Nauren’’ Tino melambaikan tangan pada Nauren dan dibalas lambaian tangan pula oleh Nauren.


...----------------...


Di kantor Gwinith Crop.


Disepanjang Edrik yang masuk kedalam kantor , para karyawan menyapa Edrik dengan senyuman. Namun, Edrik hanya mengangguk membalas sapaan mereka.


‘’Pak, jam 8:00 ada meeting dengan kantor cabang. Jam 9:00 meeting dengan CR group ,pada pukul 10:00 rapat dengan para investor , jam 11:00 ada kunjungan mall pertahun pak’’ ucap Kelvin selaku asisten dengan begitu sabarnya ia menjelaskan jadwal harian Edrik


‘’Apa tadi kamu bilang ? jam 10, 11 scheduleku apa?’’ Tanya Edrik ulang


‘’ Untung aja, kamu boss. Kalo bukan saja sudah tak pecel’’ gumam Kelvin dalam hati


‘’Apa? Kamu mengataiku lagi’’ ucap Edrik menatap tajam kearah Kelvin


‘’ Tidak boss, saya tak berani. Jam 10 ada pertemuan dengan para investor dan jam 11 ada kunjungan mall pertahun pak’’ ucap Kelvin lagi


‘’jam 10 dan seterusnya kamu saja yang menggantikanku. Aku ada urusan seharian ini. Jika ada yang menanyakanku bilang saja jika aku gak bisa di ganggu’’ ucap Edrik memberi pesan pada Kelvin.


‘’ Selalu saja begitu, emang enak yah. Jadi boss, ini itu tinggal suruh bawahan saja. Boss mah bebas’’ gumam Kelvin dalam hati.


Tepat pukul 10:00, Edrik merapikan meja kerjanya dan penampilanya. Saat di rasa penampilannya sudah oke. Ia mengambil dompet, kunci mobil dan tak lupa pula dengan ponselny. Ia keluar dari kantor menuju parkiran dimana mobilnya terparkir menuju tempat dimana dia janjian dengan seseorang


**♣♣♣♣ To be continued ♣♣♣♣**


Jangan lupa :


**Vote, like ,komen dan Subcribed🤗🤗**