
SWITZERLAND, 2018.
Hari ini salah satu impiannya akan segera terwujud. Malam nanti, sebelum tidur ia akan mencoret salah satu bucket list-nya dengan wajah penuh kebahagiaan.
Sekarang saja dadanya serasa ingin meledak sangking senangnya, ia berusaha untuk tidak melompat-lompat di tempat seperti bocah. Tapi wajahnya tidak bisa menyembunyikan betapa bahagianya ia sekarang. Senyumnya tidak berhenti merekah sejak lima belas menit yang lalu.
Mamanya menatap Shabina lalu tersenyum, mereka sedang bersiap-siap untuk check-out penginapan. Ia tahu, mengunjungi Switzerland adalah impian Shabina dari dulu. Karena itu juga putrinya itu tidak pernah absen menabung dari lima tahun yang lalu untuk bisa mengunjungi negara impiannya ini bersama dengan mama, nenek dan adiknya. Mamanya hanya menambah sedikit saja.
Dari hari pertama sampai hari kedelapan liburan mereka, Shabina lah yang merencanakannya detail, dengan sedikit bantuan Shelby -booking tiket pesawat pulang pergi, selebihnya Shabina, sedang mama dan nenek memilih untuk mempercayakan semuanya pada Shabina.
Jadilah ia memasukkan semua tempat yang ingin ia kunjungi dalam rencana mereka, Lucerne, Zurich, Zermatt, dan Berne.
Berne, Shabina tidak sabar ingin mengunjungi kota itu, juga desa yang ada di sana, Lauterbrunnen dan Grindelwald.
Karena liburan ini juga ikut serta neneknya, Shabina sangat ekstra dalam memilah milih kegiatan yang akan mereka lakukan. Lupakan hiking, skiing dan climbing. Apalagi paragliding.
Sebenarnya Shabina ingin sekali mencoba olahraga paralayang itu, tapi sepertinya ia akan menyimpannya nanti, untuk kunjungan selanjutnya. Ya, ia berencana kembali. Switzerland benar-benar membuatnya jatuh cinta.
Ini hari kedua mereka di Switzerland, dan rencananya mereka akan naik kereta menuju St.Moritz dari Zermatt. Ini bukan sembarang kereta, tapi salah satu Swiss Panoramic Train, yaitu Glacier Express, yang akan membawa mereka selama delapan jam perjalanan melewati pemandangan pegunungan Alpen Swiss.
Mereka tiba di stasiun tiga puluh menit lebih awal dari waktu keberangkatan.
Shabina mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut stasiun, lalu matanya menangkap restoran halal tidak jauh dari tempat mereka menunggu.
“Ma, Na beli makan sebentar ya, disana ada restoran halal … mungkin ada kebab” ucap Shabina sambil menunjuk ke arah yang ia maksud.
Mamanya mengangguk, “kalau porsinya besar, beli dua aja … nanti bagi-bagi makannya”
“Iya Ma. El, kamu tunggu di sini bareng mama dan nenek ya”
Shelby mengangguk lalu kembali menatap layar ponselnya, sibuk mengetik caption untuk postingan barunya di instagram.
Shabina berlari kecil ke arah restoran khas timur tengah itu. Sesampainya di dalam, ia langsung mengantri, sambil mengamati papan menu besar yang ada dibelakang kasir. Saat itu ada tiga orang lagi yang mengantri di depannya.
“Ah, sorry, sorry” ucap lelaki itu tidak enak.
Shabina melirik wajah lelaki itu sekilas, kemudian mengangguk kecil.
Laki-laki itu masih berdiri menghadap Shabina. Apa-apaan? Kenapa dia masih menghadap ke arah sini?
Shabina mendongakkan kepalanya untuk melihat lelaki itu, karena memang ia cukup tinggi, mungkin sekitar 180-an sentimeter.
Shabina menatap heran lelaki di depannya, lalu sedetik kemudian otaknya memproses sesuatu.
Sepertinya dia orang Asia, pikir Shabina. Wajahnya, hmm, bisa dibilang wajah itu tipe Shabina.
Lelaki itu sedang menatap keluar restoran, lalu sedetik kemudian ia mengacungkan tangannya, membentuk huruf ‘v’, sambil mengangguk ke arah pandangannya tadi.
Shabina menoleh ke arah pandangan laki-laki itu. Oh, ternyata ia sedang berbicara dengan temannya yang sedang menunggu di luar restoran, sepertinya ia sedang memastikan ulang pesanan.
Setelah menerima pesanannya, lelaki itu membalikkan badan, lalu sebelum melangkah keluar restoran ia sempat mengangguk sekilas ke arah Shabina, mungkin ia merasa tidak enak karena membuat Shabina terkejut tadi. Shabina balas mengangguk.
Setelah mendapatkan dua kebab, sesuai dengan pesanannya tadi, Shabina langsung keluar restoran dengan langkah cepat. Keretanya akan berangkat lima menit lagi.
🌵🌵🌵🌵🌵
Beberapa chapter selanjutnya akan berlatar belakang Switzerland. Untuk memuaskan mata pembaca, Author akan melampirkan beberapa gambar alam Switzrland yang memukau mata ❤😍