Black in Black

Black in Black
Pohon 15



Alat pelacak terkalung disetiap leher peserta. Seluruh anggota di Pelatihan Kota M turun. Kuat tidak kuat semua akan bertarung. Beberapa tentara akan mengiringi mereka untuk berjaga-jaga. Namun, sebagai anggota yang terlatih, seluruh Divisi Kelas 1 Kota K ditempatkan di garis depan. Ini adalah projek pertama anggota militer termuda yang ada di negara ini.


Beberapa orang tidak nenanyakan kenapa bisa begitu. Itu karena seluruh tubuh yang ada di sini sudah terinveksi. Jadi, debu putik 'Bunga Bencana' tidak mungkin mempengaruhi pikiran mereka.


Masih belum ada yang bisa menjelaskan kenapa tubuh orang dewasa tidak bisa menerima anti-toksin Extherotopia. Dari itu, mereka tidak bisa menempatkan orang dewasa di garis depan yang akan menghirup putik dan akan memakan banyak jiwa.


Setelah pencarian buronan 'Rabbits' dan 'Owl' meggunakan alat medis pendeteksi virus Extherotopia ciptaan Doc. Lucy, mereka menemukan banyak sekali lab ilegal yang mengembanghan virus Extherotopia untuk manusia. Pengurus lab dan orang yang menjadi percobaanya ditahan dan dikarantina, tapi mendengarkan beberapa kesaksian para dokter pengurus lab, ada beberapa keuntungan yang bisa diambil dari hasil kerja lab mereka.


Mereka dapat membuat kloningan jaringan Extherotopia yang dapat dimasukan ke dalam tubuh manusia dengan aman. Keunggulanya adalah manusia yang sudah ditanami jaringan Extherotopia akan bisa bertahan hidup di dalam debu putik, memiliki kemampuan yang lebih hebat dari manusia biasa dalam hal beregenersi dan berevoluai, serta mendapatkan kemampuan mendeteksi suara, bentuk, ataupun aura.


Dibuatlah rapat besar mengenai hal ini dimana masalah utamanya masih berada pada 'Rabbits' dan 'Owl'. Ada yang berspekulasi 'Rabbits' dan 'Owl' adalah mutasi spesial yang memiliki kemampuan yang jauh lebih hebat daripada manusia hasil mutasi lab yang sudah ditemukan.


Bersamaan dengan penangkapan mereka, dibuatlah pelatihan militer dimana para anggotanya adalah anak SMA/SMU. Remaja yang berumur 15 tahun ke atas, usia yang diperkirakan usia yang sama dengan 'Rabbits' dan 'Owl' jika diprediksi dari postur tubuh mereka yang berhasil tertangkap kamera.


Dalam usia itu juga merupakan usia yang tepat dalam penanaman jaringan Extherotopia.


Penempatan dua kelas seperti Pelatihan Pemegang Pedang dan Penembak diambil dari keevisienan kerjasama antara pasangan buronan Pemegang Pedang, 'Rabbits' dan Penembak Jitu, 'Owl'.


Para petinggi mengira menangkap mereka akan mudah. Ternyata tidak. Dua mutan itu juga pasti bisa meloloskan diri dalam hal ini. Dari itu, mereka memasukan anjing pelacak yang berasal dari lab ilegal Doc. Stoma, orang-orang yang bisa melacak pergerakan energi Extherotopia yang aktif, jauh lebih tajam daripada alat ciptaan Doc. Lusy.


Mereka berpikir bisa menemukan 'Rabbits' dan 'Owl' di hari pertama sebelum ditanamkanya jaringan Ectherotopia. Pasangan buronan itu ternyata bisa menghindari pemeriksaan medis, bahkan fisik juga, serta pelacakan menggunakan pengguna Extherotopia lain, mereka hebat dalam pengendalian pengaktifan energi.


Untuk saat ini masalah itu dilupakan dulu di Kota K dan di Kota M. Kerja sama ini sudah membuat geger para petinggi negara. Terlebih, soal Mikaela.


Wakil utusan yang sudah memastikan beberapa hal mengenai projek pertama ini dan memastikan bagaimana kemampuan lulusan terbaik yang membuat seluruh pelatihan geger sudah melihat semuanya sendiri. Banyak yang menyangka lulusan terbaik itu adalah 'Rabbits'. Sayangnya ada beberapa fakta yang tidak mungkin tuduhan tersebut mengarah kepadanya. Namun, pemuda wakil negara itu masih belum percaya.


Gadis itu bukan berasal dari orang yang biasa.


Sudah pasti.


***


Tembok tidak pernah dibuatkan pintu. Jadi semua akan turun melalui seutas tali.


Semua berhenti sebelum itu.


Naik tangga saja sudah sangat menakutkan bagi mereka, apalagi turun dengan tali. Terlebih, bagaimana mereka akan pulang nanti? Mereka merasa seakan jika turun dari atas tembok ini mereka tidak akan kembali lagi. Tentu saja. Menuruninya saja mereka tidak tahu, apalagi naik menggunakan ini.


"Edgar, kita maju duluan," ujar Mikaela langsung menuruni tembok dengan mulus, tentu saja menggunakan tali.


Hanya beberapa detik saja, dia sudah sampai ke bawah.


Hebat!


Orang yang berbakat itu pasti selalu keren. Edgar terkesima melihat aksi Mikaela dalam diam. Dia pun mengikutinya.


Seluruh peserta baru menyadari bahwa mereka juga menggunakan kaos tangan yang sama seperti Mikaela, lalu apa yang harus mereka takutkan? Beberapa orang akhirnya menyusul. Kemudian, beramai-ramai.


Mikaela terus jalam tanpa memperdulikan. Edhar sempat berhentu, tapunmelihat Mikaela meninggalakanya, sudah pasti dia memilih mengikuti Mikaela.


"Senior, apa kita tidak perlu menunggu yang lainya?" Tanya Edgar.


Tanpa menoleh, Mikaela terus berjalan, "Tidak. Kita akan mengambil rute yang berbeda."


"Heh? Kenapa?"


Terlalu banyak bertanya. Mikaela tidak akan menjawab.


Dia sudah jengkel dengan orang-orang sok tahu yang ada di rapat tadi malam. Sudah berkali-kali dia menjelaskan bahwa sebaiknya mereka memakai rute yang tidak masuk akal sebab 'Bunga Bencana' adalah makhluk yang memiliki otak. Dia pasti tahu manusia menganggapnya bodoh. Makanya dia tidak akan segan-segan menempatkan banyak pion dalam rute yang mudah sekali ditebak oleh otak manusia.


Apa mereka harus menunggu banyak orang mati dulu baru mau mendengarkan Mikaela? Ya, sepertinya begitu.


Mikaela sadar dirinya merasa bodoh kenapa juga dia harus peduli. Biarlah orang-orang mati. Dia tidak akan menangis karena itu memang bukan kewajibanya. Lagipula tidak ada satupun orang yang perlu dia lindungi disana. Termasuk Sisi sekalipun. Katanya gadis itu tidak mudah mati, kan. Dia akan melihat fakta itu setelah masalah ini selesai.


Berkerjasama mungkin akan lebih baik. Dua pasangan anak laki-laki itu tampak jengkel melihat mereka.


Apa mereka tidak bisa membantu? Dengan begitu dua pasangan yang merasa jengkel itu akan senang melihatnya walaupun anak-anak gadis itu berteriak tidak karuan.


Harimaunya belum menyerang, loh. Suara mereka buat panik saja.


"Monster di ujian lebih menyeramkan, sih. Tidak aku sangka yang bukan revolusi bisa semenakutkan ini,"


"Tentu saja. Di ruang ujian, terkena serangan tidak akan menyakitkan. Ini real-life. Disini kita bisa mati."


Sring!


Sebuah kilatan memotong sebagian tubuh harimau itu. Itu berasal dari tebasan pedang tajam Anggelo. Dirinya langsung mendapatkan tanda darah usahanya dikujut tubuhnya yang sudah basah. Oleh darah.


"Apa Senior Mikaela lewat sini?" Tanyanya langsung, tidak peduli dengan tatapan ngeri orang-orang melihat aksinya barusan.


Agak gemetar, seseorang menjawabnya, "T-tidak."


Tanpa pamit, Anggelo langsung pergi ke arah lain.


Kemana lagi dia harus mencarinya? Mikaela tidak ada disatupun arah yang sama dengan anak-anak lainya.


Kemana? Dia harus menemukan orang yang dikaguminya itu untuk membuatnya terkesan. Sebab dia sudah membunuh 3 parasit. Mikaela pasti akan bangga denganya.


"Anggelo! Berhenti!"


Pasanganya yang dengan sangat begitu jengkel mengikutinya, Tama.


"Dasar bodoh! Kau disini untuk mencari 'Bunga Bencana'! Bukan Mikaela. Sekali lagi kau pergi kesana-sini aku akan benar-benar menghajarmu!" Omelnya.


Anggelo seakan tidak peduli, bahkan tidak dengar apa yang dikatan Tama. Dia fokus mencari arah yang dilewati si jenius, Mikaela. Dimana? Dia harus cepat.


"Astaga, orang ini. Sesegitunya kau terobsesi dengan Mikaela. Biar aku beritahu, jika kau ingin membuatnya terkesan, buatlah dirimu berguna dengan menemukan 'Bunga Bencana' lebih cepat darinya. Dengan begitu, dia pasti akan menyukaimu."


Anggelo tampak tersentak, "Benar juga. Bagaimana aku tidak memikirkan itu sebelumnya?"


"Itu karena kau terlalu sibuk mencarinya, bodoh! Dengan kecepatanmu, pasti kau bisa menemukanya lebih cepat."


Saran yang berguna.


Tapi, sesungguhnya anjing pelacak jauh lebih hebat lagi dalam hal menemukan energi besar itu.


'Bunga Bencana'.


"Energi yang mengerikan!" ujar Edgar menggidik.


Dibalik gunung itulah, mata Mikaela bisa melihatnya. Edgar hanya bisa merasakanya, energi yang terlalu kuat bisa membuatnya pucat.


Mikaela sudah tahu orang disampingnya itu adalah salah satu anjing pelacak kiriman dari petinggi negara untuk mencari 'Rabbits' dan 'Owl'.


Sebenarnya Edgar cukup berbaya untuknya, tapi dia akan membutuhkanya nanti.


Sebagai pion pertama.


Ya, hanya perlu merenggut nyawanya sekali, dia akan bersumpah setia hingga sepanjang hidupnya, pikir Mikaela.


Sayangnya akan ada seseorang yang merusak acaranya tidak lama lagi.


°°°