Black in Black

Black in Black
Pohon 12



Seluruh peserta pelatihan di Kota M dikumpulkan dalam lapangan super luas untuk menyambut 59 peserta unggulan yang berasal dari Kota K dan satu orang yang akan menjadi pemimpin dalam pergerakan ini.


Mikaela Edgee. Sudah banyak orang yang mendengar rumor orang terkuat yang ada di Kota K itu.


Sekarang dia muncul sebagai penguasa sesungguhnya dihadapan ratusan peserta yang ada di Kota M.


"Aku dengar Mikaela membawa seluruh Divisi Kelas 1 ke Kota M."


"Apa mereka benar-benar akan keluar gerbang untuk menyerang 'Bunga Bencana'?"


Eliza diam membisu mendengar isu nyata itu. Entah bagaimna dia harus menanggapinya, Mikaela seakan sudah berjalan terlalu jauh sehingga dia tidak bisa menggapai sedikitpun bagian kecil temanya itu.


Disisi lainya, "Dimana 'Rabbits'?"


"Dia sedang menyelesaikan misinya di Kota M. Dia melarangku untuk terlibat denganya,"


"Why? Aren't you guys that are in a closer lovers?"


"Aku tidak tahu. Dia ingin menyelesaikanya sendirian," 'Owl' sesaat terdiam, "Dia sudah kehilangan kendali."


Terdengar kesedihan juga menyelimuti.


***


Para Petinggi Negara mengirimkan seorang utusan untuk membawa senjata terbaru dan alasan kenapa bom atom tidak di jatuhkan di pusat Exherotopia di Kota M.


"Seperti yang sudah terjadi beberapa kali, Extherotopia kadang membuat tipuan sinyal tiruan membuat bom atom yang kami kirim salah dijatuhkan di antara kabut tebal. Dari itu, kami harus mengeluarkan angkatan militer terlebih dahulu untuk memastikan lokasi sesungguhnya 'Bunga Bencana' tersebut. Dari itu banyak dari mereka yang menghilang, bahkan sudah terinveksi lalu menginvekaikan teman mereka yang masih hidup, dan juga ada yang sudah dimangsa. Sehingga kadang ketika 'Penjatuhan Buah Quldi', barulah kami tahu lokasi sesungguhnya dari Pohon Extherotopia jika dilihat dari sinyal yang masih ada dipkaian para tentara kami," jelas pemuda itu agak canggung.


Dia merasa sedikit aneh ada orang yang lebih muda darinya yang ikut dalam rapat. Anak muda yang memakai seragam layaknya penjabat-penjabat lainya. Tudak. Dianmakahbkelihatan paling mencolok disini.


Jangan salahkam dia, bukan dia yang menginginkan seragam bagus itu untuk menjadi seeagam resminya disini.


Beberapa para petinggi melirik ke arah anak muda itu seakan meminta pendapatnya tentang hal ini. Aneh, pikir pemuda itu.


Siapa bocah itu? Kenapa dia bisa selancang ini?


Tentu saja mengherankan.


"Karena itu, kalian mengatasi masalah ini dengan cara menanamkan DNA Extherotopia dalam tubuh setiap peserta agar mampu bertahan dalam debu Extherotopia, ya?" Ungkap Mikaela.


Seluruh orang yang ada disitu serangan jantung mendengarnya. Hal itu adalah rahasia negara, bahkan dilarang membahasnya dirapat semacam apapun. Terlebih diketahui oleh para peserta pelatihan. Sekarang Mikaela lah yang menjadi bencananya. Bagaimna dia bisa tahu itu?


Mikaela pun meneruskan kalimatnya yang belum selesai.


"Tentu saja ini melanggar Hak Asasi Manusia. Tidak semua peserta setuju akan hal ini. Bukankah ini namanya pengorbanan generasi muda untuk abad ini? Pengorbananya menyedihkan sekali. Saya penasaran bagaimana nasib kehidupan saya selanjutnya sebagai makhkuk yang terinveksi."


Seluruh orang yang berada disitu berkeringat dingin. Anak ini benar-benar mengerikan. Darimana dia bisa tahu rahasia besar ini? Apa ada orang yang juga tahu akan hal ini?


"Maaf, siapa nama Anda?" Tanya pemuda itu seperti memiliki kuasa untuk mengeluarkan bocah itu keluar dari rapat ini.


Dia bukan salah satu petinggi disini, dia adalah orang yang paling penting!


Anak lulusan terbaik? Ternyata dia?


Tidak ada satupun petinggi yang berani melihatnya, beranggapan Mikaela akan membaca pikiran mereka hanya dengan melihat pada mata mereka. Hanya pemuda disana itu saja yang berani melihat mata Mikaela dengan raut terheran-heran.


"Sepertinya Anda terlalu banyak berpikir. Tentu saja saya tidak akan membocorkan hal penting ini kepada mereka selama yang tertanam itu bukan sesuatu yang merugikan. Ya, hanya beberapa orang pengecualian," jelas Mikaela.


Pasti tidak ada yang paham maksud kalimat terakhirnya itu.


"Apa Anda 'Rabbits'?" Tanya pemuda itu terus terang, memcurigai.


'Rabbits', buronan yang yang akhir-akhir ini dikabarkan menghilang bersama 'Owl'.


Mendengarnya. Mikaela tertawa garing di tengah-tengah audien. Beberapa pasang mata langsung melihat sinis kepada pemuda itu. Buman karena sesuatu yang khusus sih, hanya saja merupakan salah besar jika dia tidak tahu siapa sebenarnya Mikaela.


Kenapa melihatku begitu?


"Setahu saya 'Rabbits' adalah ahli pedang. Bagaimana Anda bisa menuduh saya yang penembak?"


Fakta itu, bisa saja ditangkis bukan? Pemuda itu tahu orang yang diajak bicaranya ini sangatlah cerdik. Lihat, dia juga sudah dengar betapa hebatnya Mikaela bisa berada di tempat ini dengan mudahnya. Pemuda itu mengernyit. Entah karena apa dia tidak begitu mempercayainya.


"Mikaela Edgee adalah seorang wanita. Sudah pasti dia bukan 'Rabbits'," sahut salah satu petinggi terpakasa.


Ya, fakta yang mengejutkan memang. Bocah tampan disana adalah seorang anak perempuan. Menyebutnya sebagai wanita hanya sebagai penghormatan semata agar gadis itu tidak tersinggung. Ya, setelah dicurigai lebih tepatnya.


Mengenakan pakaian laki-laki, potongan rambutnya juga. Dia bahkam dikabarkan merupakan lulusan terbaik dari asrama putra. Apa ini semacam penipuan?


Pemuda itu sebaiknya berhenti mencurigai Mikaela. Jika dilanjutkan, gadis itu pasti akan menghabisinya karena terlalu banyak membicarakan hal yang tidak penting dalam rapat.


***


"Hei, hei. Jamie... Bukankah orang ini mirip kakakmu? Namanya juga sama, loh. Jangan-jangan ini beneran kakakmu, ya."


Sebuah artikel populer. Lulusan pertama, Penembak Peringkat Pertama, Mikaela Edgee. Dia dikabarkan memimpin seluruh angkaran Divisi Kelas 1 dari pelatihanya untuk membantu dalam projek pertama penyerangan Extherotopia di Kota M.


Nama dan fotonya, seperti kakaknya. Mirip. Malah sudah pasti.


Pemilik rambut gelap maskulin itu hanya mendelik sinis.


"Aku tidak pernah kenal siapa orang itu. Jangan pernah tunjukan kepadaku lagi kalau masih sayang ponselmu."


Dia adalah adiknya Mikaela, Jamie Edgee. Dia adalah adik kandung, salah satu orang berharga milik Mikaela.


Sekaligus orang yang sangat berharga karena memiliki DNA yang sama dengan Mikaela. Sayangnya Mikaela melarang keras siapapun yang berani menyentuh adiknya itu.


°°°