Black in Black

Black in Black
Prologue



Kriiiiii..... Krii.. Kri... Kriiii....


Suara tonggeret berderi memenuhi pendengaran disekeliling lahan kosong sepi didepan ujung lorong sekolah itu.


Gadis berseragamkan baju putih dan rok abu-abu disana itu tengah duduk diam di salah satu meja rusak yang tersusun asal disamping tembok bangunan. Dia bersantai di tempat sepi semacam itu sendirian dan begitu menikmatinya.


Udara bebas. Dia tidak akan mendaparkan tempat lain yang seperti ini.


Begitu tenang. Ada banyak semak-semak dan pohon-pohon yang tertanam secara asal disepenjuru penglihatan. Tatanan ini memang tidak rapi. Semak belukar, tanaman merambatnya. Begitulah.


"Indahnya..." Gumam gadis itu dengan suara kecil sambil menghirup udara sepenuh paru-parunya. Kemudian dihembuskanya secara perlahan.


Sekarang, didunia ini mungkin tidak banyak wilayah yang bebas dari pengaruh buruk parsit.


Parasit?


Banyak dari orang didunia ini berusaha mengabaikan hal itu, ambang dari akhir dunia yang perlahan menggerogoti seluruh benua yang ada. Kemudian, semua orang berlindung di balik benteng besar yang dibuat sedemikian rupa untuk menghalangi parasit tersebut masuk ke dalam yang tentu saja ditugaskan untuk memusnahkan umat manusia dalam satu malam.


Tuhan murka? Bukan. Manusia sendirilah yang menciptakan parasit tersebut dan harus menangaggung sagala risikonya.


Dunia luar tembok berbahaya, jangan keluar! Jika tidak, mereka akan memakanmu. Begitlah ungkapan orang tua kepada anak-anaknya dizamam sekarang.


Parasit Extherotopia sudah hampir memenuhi setiap celah di penjuru dunia. Parasit ini adalah parasit jenis tanaman yang mulai berkembang dengan cara menyebarkan virus, merusak udara dimuka bumi disetiap kali putik yang suda cukup usianya terlepas dari bunga dan menyatu dengan oksigen yang ada didekatnya.


Ini adalah tanaman tunggal yang hanya bisa tumbuh sebagai bunga dengan satu batang. Bunganya berukuran raksasa yang sering. disebut sebagai 'Bunga Bencana'.


Setiap kali ada makhkuk yang menghirup udaranya, bunga ini diumpamakan sebagai ratu dalam suatu koloni. Dia akan memerintah, dan semua akan mengikuti perintahanya.


Mahkluk hidup yang sudah terinveksi dan menjadi budak sang ratu akan memakan inti sari dari kehidupan makhluk hidup lainya yang tidak terinveksi. Seperti buah, mereka akan tumbuh membesar. Untuk makhluk yang memang ditugaskan menjadi makanan sang ratu, mereka harus kembali kepada ratu ketika sudah menjadi buah yang matang.


Siklus ini disebut sebagai 'Penjatuhan Buah Quldi'. Ratu yang sudah menerima banyak buah akan bertunas beberapa Kilo Meter ke arah wilayah baru dari tempatnya berada. Sedangkan beberapa akan berevolusi untuk menjaga sang ratu dari ancaman yang bisa merusak tubuh ratu.


Dari itu, sebelum hal terjadi dan tunas baru memasuki daerah dalam tembok yang masih belum tercemar, seluruh angkatan militer harus memusnahkan sang ratu sesegera mungkin. Jika tidak, umat manusia dalam suatu wilayah akan dimusnahkan.


°°°