![Bee [Who Should I Choose?]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/bee--who-should-i-choose--.webp)
Setelah beberapa hari di rumah sakit, aku udah boleh pulang. Besok aku udah bisa ke sekolah lagi. Aku mempersiapkan buku-buku pelajaran. Mata aku tertuju pada satu buku yang tidak asing menurutku. Ya buku itu adalah buku bersampul warna pink dengan tulisan Boobee♡. Aku abaikan buku itu soalnya udah waktunya berangkat ke sekolah. Ayah yang nganterin aku ke sekolah. Ayah juga menjelaskan semua yang terjadi padaku kepada guru-guru. Kepala dan tanganku juga masih diperban.
“ya sudah ayah tinggal dulu, kamu baik-baik ya, nanti ayah jemput” (ayah bee)
“baik ayah, dahhh...”
(bee)
Aku dianterin ke kelas sama wali kelasku, Bu Shaffa yang kebetulan jadwalnya beliau. Semua pandangan mengarah ke aku saat aku masuk kelas.
“Silahkan duduk Beetariss, sekarang kita mulai pelajarannya” (guru)
“Hai Beetariss” (naya)
“hai” (bee)
Padahal aku masih belum bisa inget siapa-siapa tapi aku tetap menyapa dia.
“kamu beneran amnesia?” (naya)
“iya” (bee)
“ya udah namaku Naya” (naya)
“makasih Naya” (bee)
"kok mksih sih?" (Naya)
"kamu udah mau ngertiin posisi aku yang sekarang" (bee)
"tenang aja, aku akan terus ada buat kamu kok" (Naya)
Pandanganku tertuju pada laki-laki yang duduk di depanku. Lalu kepalaku jadi pusing. Aku ngeliat bayangan-banyangan. Tapi aku nggak memahaminya.
“Beetariss, kamu kenapa?” (naya)
“kepala aku pusing banget” (bee)
“Bu, Beetariss kesakitan kepalanya” (naya)
“kamu sakit? Ya udah Naya anterin Beetariss ke UKS ya, biarkan istirahat di sana” (guru)
“Baik bu, ayo Beetariss” (naya)
Setelah aku dianterin ke UKS sama Naya. Aku tiduran di kasur UKS. Tak lupa aku ngucapin terima kasih pada Naya. Aku diberi obat sama petugas UKS.
Aku masih mikirin apa yang aku liat tadi. Aku seperti berada di sebuah taman dan ngeliat anak laki-laki yang ngenalin diri dan namanya Boo. Tapi siapa Boo?
Jam istirahat pun tiba. Aku pengen keluar buat ke kantin. Baru aja aku mau buka pintu, ada yang buka pintu dari luar. Hasilnya aku terdorong dan jatuh di lantai. Lalu orang itu nolongin aku.
"Kamu nggak papa kan, Bee? maaf aku nggak tahu kalo kamu mau keluar” (Boo)
“Aku nggak papa kok, makasih” (aku menjauh)
“tunggu, aku mau minta maaf sama kamu” (boo)
“minta maaf?” (bee)
“ya, sebelum kecelakaan kamu ngehindar dari aku, mungkin aku ada salah sama kamu jadi aku mau minta maaf” (boo)
“sudahlah lagipula aku nggak inget apa pun kok” (aku nundukkin kepalaku)
Sebuah tangan menyapa di depanku.
“Namaku Boownie” (boo)
“Kamu Boownie?” (bee)
“Kamu kok kaget dengar namaku?” (boo)
“Aku mau terima kasih sama kamu, kamu kan yang udah bawa aku ke rumah sakit saat kecelakaan, kalo kamu butuh bantuan aku, aku siap, aku berhutang budi padamu” (bee)
“iya sama-sama Bee dan aku nggak mengharapkan imbalan kok” (boo)
“kamu mau ngapain ke sini?” (bee)
“aku mau cari sesuatu” (boo)
“apa?” (bee)
“emm... beberapa hari yang lalu saat kamu pingsan, aku ninggalin buku disini, di buku itu ada sesuatu tapi tidak ada saat aku cek kemarin, mungkin jatuh disini” (boo)
“ya udah aku bantuin, emangnya apa yang jatuh?” (bee)
“ehmm.. sebuah foto” (boo)
Aku sama Boo cari-cari foto itu. Aku juga nggak tahu foto apa yang dimaksud. Mungkin karna aku amnesia aku jadi nggak tahu. Aku rendahin tubuhku, aku liat ada sebuah kertas. Aku mau mengambilnya. Tapi kepalaku tiba-tiba terbentur. Aku merasa sedikit sakit. Kepalaku sama Boo tabrakan. Tangan ku sama tangan Boo bersentuhan. Saat ini pandanganku sama Boo juga deket banget. Aku gugup, jantungku kaya mau copot. Aku mengalihkan pandanganku. Aku ngejauh dari Boo sambil memegangi kepalaku dan Boo mengambil kertas itu.
"Bee kamu nggak papa?" (boo)
"Aku nggak papa kok" (bee)
"beneran, aku minta maaf lagi ya" (boo menundukkan kepalanya)
"ah jangan-jangan, aku tidak apa-apa kok, tidak perlu menunduk seperti itu" (bee)
"aku hanya mau benerin tali sepatu kamu yang lepas aja kok" (boo)
“Sudah ketemu fotonya, makasih ya” (boo)
“i-iya” (jawab aku gugup)
“kamu udah nggak papa, kamu mau ke kelas nggak?” (boo)
“aku nggak pa pa, aku mau ke kelas” (bee)
“ya udah bareng aja” (boo)
Aku Cuma senyum denger omongannya. Aku masih deg-degan banget. Aku nggak tahu kenapa aku kaya gini. Apalagi aku salah mengira kalo dia mau nunduk minta maaf ternyata malah mau benerin tali sepatuku yang lepas. Aku sama Boo diem aja, nggak ada pembicaraan apapun. Aku niatnya mau tanya-tanya biar suasananya nggak sunyi. Malah Boo barengan juga mau tanya sama aku.
“Bee?” (boo)
“Boo?” (bee)
“kamu aja dulu” (boo)
“kamu aja” (bee)
“ya, aku mau kok” (bee)
“kamu mau tanya apa?” (boo)
“Boo, apa dulu kita deket ya?” (bee)
“kita dulu ......”
(boo)
Ucapan Boo terpotong karna Nico datang.
“Kalian kok barengan?” (nico)
“Tadi Boo juga baru dari UKS” (bee)
“oh” (nico)
“kamu udah nggak sakit kan?” (nico sambil melihat-lihat tubuhku)
“ya aku nggak papa” (bee)
“aku ke kelas dulu” (Boo)
“tu-tu-tuuu..” (bee)
Tadinya aku mau bilang tunggu. Aku kan belum dapet jawaban yang tadi. Aku masih penasaran kenapa aku kaya deket banget sama Boo. Padahal aku ke Nico nggak sebegitunya.
“Nico, apa aku sama Boo itu dulu deket?” (bee)
“lumayan, karna udah dari TK kita bertiga bersama” (nico)
“oh” (bee)
“emangnya kenapa?” (nico)
“aku kaya ngrasa deket sama Boo” (bee)
“nanti kamu juga inget, tenang aja” (nico)
Nanti kamu juga inget, maksudnya apa ya? Aku bingung sama apa yang dikatakan Nico. Aku juga nggak paham. Aku kesel banget apa sebegininya ya mengalami amnesia itu. Apa ingatan gue bakal kembali?
“Anak-anak minggu depan adalah ujian praktek, kalian persiapkan baik-baik” (guru)
“Baik Bu”
Aku bahagia hari ini. Walaupun ingatanku masih belum kembali tetapi setidaknya banyak yang peduli padaku. Saat di rumah aku teringat buku Boobee♡ yang tadi. Aku penasaran buku apa itu. Lalu aku ambil dan mulai membukanya. Baru aku liat foto di halaman pertama, ayah manggil aku buat makan malam. Aku tutup buku itu lalu pergi menemui ayah dan membantu menyiapkan makan malam.
“Bagaimana hari mu nak?” (ayah bee)
“hari ini aku merasa seperti baru pertama kali masuk sekolah, rasanya masih aneh, yah” (bee)
“kamu akan terbiasa nanti” (ayah bee)
“ayah bagaimana sih rasanya kalo lagi jatuh cinta?” (bee)
“lho kok nanya kaya gitu, anak ayah lagi jatuh cinta sama siapa hayo?” (ayah bee)
“bukan begitu yah, aku Cuma pengen tahu aja rasanya” (bee)
“jatuh cinta ya, dulu saat ayah muda, ayah merasa gugup kalo berada di dekat ibumu. Karena ibumu pendiam, ayah yang harus sering-sering bertanya sama ibumu. Tapi kalo ada waktu ayah sering melirik, curi-curi pandang gitu” (ayah bee)
“oh gitu ya, jadi ibu pendiam yah?” (bee)
“iya tapi ibumu itu idaman banyak orang, dia sangat cantik, ayah beruntung bisa menikah dengan ibumu, walaupun sekarang sudah tidak ada lagi” (ayah bee)
“ayah, ibu meninggal kenapa?” (bee)
“ibumu mengalami kecelakaan bersamamu dan kakakmu, tapi kamu bisa diselamatkan” (ayah bee)
“Kakak? Jadi aku punya kakak?” (Bee)
“ya, saat itu kau mengalami amnesia, jadi mungkin kau tidak mengingatnya” (ayah bee)
“Jadi dulu aku juga pernah amnesia?” (bee)
“ya, karna kecelakaan itu kau jadi lebih sering pelupa, maka dari itu ayah selalu khawatir padamu nak” (ayah bee)
“lalu dimana dia, apa dia juga sudah tiada?” (bee)
“jasad kakakmu tidak bisa ditemukan tapi kemungkinan besar sudah tiada” (ayah bee)
“hhh... maafin aku yah, ayah jadi sedih karna pertanyaanku” (bee)
“tidak nak, kau berhak tahu, agar kamu tahu bagaimana sosok ibu dan kakakmu” (ayah bee)
“tapi berapa seliaih umurku dengan kakak?” (bee)
“umur kalian selisih dua tahun” (ayah bee)
“andai saja kakak masih hidup” (bee)
“sudah, cepat selesaikan makanmu, kau harus belajar kan” (ayah bee)
“iya yah” (bee)
Aku balik ke kamar, aku ambil buku pelajaranku. Aku mulai buka satu per satu halamannya. Aku belajar sambil tiduran sampai tak terasa aku ketiduran dalam posisi buku terbuka menutup wajahku.
TBC
Bagaimana ceritanya?
Kira-kira kakaknya Boo masih hidup atau sudah meninggal?
Apa Bee akan ingat setelah membaca buku diary itu?
Ikuti terus ya:)
Jangan lupa like, rate, vote dan comment👍
Supaya author lebih semangat nulis ceritanya dan untuk penyempurnaan cerita tentunya:v
🙏🙏🙏