![Bee [Who Should I Choose?]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/bee--who-should-i-choose--.webp)
Hari ini adalah hari Minggu, jadi aku libur sekolah. Pagi harinya aku bersiap-siap untuk lari pagi. Sudah lama aku tidak pernah olahraga pagi. Aku mulai lari mengelilingi kampung halamanku. Entah berapa kilometer jaraknya, aku tetap semangat. Aku sudah berlatih sejak kecil, jadi aku sudah terbiasa seberapa pun jauhnya aku berlari. Aku merasa ada yang memanggilku, jadi aku berbalik.
"Beetariss, cepat sekali sih larinya" (Nico)
"Mau apa emangnya?" (bee)
"aku mau tanya, kalo perempuan itu biasanya suka apa ya?" (Nico)
"maksudnya?" (bee)
"kan besok hari ulang tahunnya Naya, aku pikir aku akan beri dia hadiah, jadi apa yang harus aku bawain?" (Nico)
"kue ulang tahun mungkin?" (bee)
"ya itu pasti, maksudku untuk hadiahnya" (Nico)
"oh, coba berikan dia tas mungkin?" (bee)
"dia suka ya?" (Nico)
"biasanya sih cewek suka sama kaya begituan, termasuk aku" (bee)
"oke makasih Beetariss, aku pergi dulu ya" (Nico berbalik)
"ya awas lho jangan langsung berbalik maju" (bee)
"AH...." (Nico kesakitan karena menabrak tiang listrik)
"sudah kubilang bukan, jangan berbalik maju" (aku tertawa sambil membantunya)
"makasih udah bantu, dah" (Nico)
"dah" (bee)
Benar-benar lucu sekali itu anak. Masa dia tanya ke aku, kenapa tidak tanya langsung coba? Aku melanjutkan lari. Keringat mulai mengucur dari tubuhku. Beberapa kali aku mengusap keringat yang hampir menetes ke mataku. Aku pun berhenti di salah satu minimarket untuk membeli minuman. Tak disangka Boo juga sedang disana. Aku melihat dia membopong satu kantong plastik penuh jajanan.
"Boo kau akan makan semua itu?" (aku tertawa)
"ya lah" (boo)
"perutmu kuat juga ya" (bee)
"ya tidak hari ini semua, aku akan jadikan ini cemilan sambil aku belajar untuk ujian" (boo)
"oh" (bee)
"kau sendiri dari mana?" (boo)
"habis lari tadi, aku ingin beli minum" (bee)
"Bu minuman ini berapa?" (bee)
"hitung bersama belanjaan saya saja Bu, saya akan membayarnya" (boo)
"apa yang kau lakukan?" (bee)
"mentraktirmu" (boo)
"ini Bu uangnya" (boo)
"makasih ya Boo, kau sungguh baik" (aku meminum sebotol air mineral)
"oke, ayo pulang bersama, kebetulan aku bawa sepeda" (boo)
"ya ayo" (bee)
"kau bawakan belanjaan ku ya" (boo)
"oke" (bee)
Aku pun duduk di belakang boo dengan memangku belanjaan Boo. Entah apa yang dia beli ini. Tapi aku senang.
"Boo bagaimana teknik belajar kamu?" (bee)
"apa yang kau katakan, aku hanya belajar seperti yang lain, seperti kamu juga" (boo)
"tapi bagaimana bisa kau jadi langganan juara kelas?" (bee)
"kau datanglah ke perpustakaan kota nanti siang" (boo)
"untuk apa?" (bee)
"kau datang saja nanti" (bee)
"oke" (bee)
Aku pun turun dari sepeda Boo.
"Hei tunggu dulu" (boo)
"ada apa?" (bee)
"barangku?" (boo)
"ah iya maaf lupa" (aku memberikan belanjaannya)
"Beetariss mampirlah dulu nak" (ayah Boo)
"terima kasih om, aku langsung pulang saja" (bee)
"tidak mau masuk dulu beneran Bee?" (boo)
"tidak, aku pulang dulu Boo, sampai ketemu nanti, dan om saya pamit pulang dulu" (bee)
"oke sampai ketemu nanti juga" (boo)
"mau kemana?" (ayah boo)
"mau belajar bersama ayah" (boo)
"baguslah kalau begitu, ayo masuk" (ayah boo)
"ya ayah" (boo)
Aku sempat mendengar pembicaraan Boo dan ayahnya. Tumben sekali ayahnya Boo dirumah. Ah iya ini kan hari libur, tentu saja di rumah, ayahku saja dirumah, huh pelupa banget sih aku.
"Ayah aku pulang" (bee)
"sudah larinya?" (ayah bee)
"sudah ayah" (bee)
"ya sudah, ayo sarapan dulu, ayah sudah buat nasi goreng spesial buat kamu" (ayah bee)
"terima kasih ayah" (bee)
"kamu belajar yang giat ya" (ayah bee)
"iya yah, nanti aku mau ke perpustakaan kota bersama Boo" (bee)
"tapi belajar ya" (ayah bee)
"iya ayah" (bee)
Setelah sarapan aku pun bersiap-siap untuk berangkat ke perpustakaan kota. Perpustakaan kota letaknya tidak terlalu jauh dari rumahku. Aku perlu berjalan beberapa ratus meter saja. Aku sengaja memakai kardigan karena cuaca yang sedikit dingin dan mendung. Aku bergegas kesana sebelum hujan datang. Aku melihat Boo sudah di depan pintu gerbang.
"Boo" (bee)
"kau sudah datang, ayo masuk" (boo)
"ayo" (bee)
Aku tidak pernah pergi ke perpustakaan kota sebelumnya. Aku kagum saja banyak sekali buku-buku disini.
"wah banyak sekali buku-bukunya" (bee)
"tentu saja ini kan perpustakaan, apa kau tidak pernah kesini?" (boo)
"aku memang belum pernah kesini" (bee)
"kita duduk di bangku pojok sana saja, kebetulan kosong" (boo)
"oke" (bee)
"kau selalu belajar disini?" (bee)
"jika aku bosan belajar dirumah, aku pergi kesini, sekalian cari buku-buku referensi" (boo)
"oh" (bee)
"sekarang kamu cari buku yang mau kamu baca" (boo)
"buku apa ya?" (bee)
"pelajaran apa yang kamu rasa sulit?" (boo)
"fisika" (boo)
"kalo begitu cari saja buku fisika, di sana" (boo menunjukkan tempatnya)
Aku mencari buku-buku yang kuperlukan. Aku melihat ada sebuah buku tebal di bagian atas. Aku tidak sampai untuk mengambilnya karena letaknya di bagian atas. Aku pun mengambil kursi. Aku naik ke kursi dan mengambil buku itu. Kakiku masih saja tidak sampai, aku menjinjit dan mengambilnya. Tiba-tiba saja kursinya bergoyang, aku kehilangan keseimbangan ku dan bukunya juga jatuh. Hampir saja aku terjatuh. Ternyata Boo juga sedang di belakangku, dia sedang mencari buku juga. Jadi tubuhku yang hampir terjatuh tertahan oleh punggungnya.
"ah maaf Boo" (bee)
"kamu tidak papa kan?" (boo)
"tidak, aku tidak papa, makasih Boo kau menolongku lagi" (bee)
"itu hanya sebuah kebetulan" (boo)
"walaupun begitu sama saja kau telah menolongku, terima kasih Boo" (bee)
"ah dimana ya, tadi terjatuh" (bee)
"ini ya?" (boo)
"ah iya makasih Boo, kau sudah jumpa buku yang kau cari?" (bee)
"belum" (boo)
"memangnya buku apa?" (bee)
"buku berwarna biru dengan sampul bergambar tabung reaksi" (boo)
"ah aku melihatnya di samping buku yang ku cari tadi" (bee)
"dimana?" (boo)
"diatas sana" (bee)
"baiklah, akan kuambil terima kasih Bee" (boo)
Dengan mudahnya Boo mengambil buku itu. Itu karena postur tubuhnya yang benar-benar tinggi. Kemudian ada seorang gadis datang ke arah Boo.
"kau tampan sekali, siapa namamu, berapa no teleponmu?"
"maaf saya tidak bisa" (boo)
"oh, dingin sekali dirimu" (dia pergi)
"ayo" (boo)
"kau mengabaikannya?" (bee)
"ya, aku tidak mengenalnya, setiap kali aku disini itu biasa terjadi kok" (boo)
"kau menjadi idaman banyak gadis disini mungkin?" (bee)
"Yak?! kita datang buat belajar ya ingat" (boo)
"iya aku ingat kok, aku cuma bercanda hehehe" (bee)
Aku kembali ke tempat dudukku. Aku mulai membuka buku. Aku membacanya.
"makanlah ini sambil belajar" (boo)
"memangnya boleh?" (bee)
"sebenarnya tidak boleh, tapi diam-diam saja, aku sering melakukannya kok" (boo)
"ternyata di belakang kau seperti itu ya" (bee)
"sudahlah, lanjutkan belajarmu, kalau ada yang tidak bisa kau pelajark tanyakan saja padaku" (boo)
"siap boss" (bee)
Awalnya mudah-mudah saja, tetapi semakin ke belakang soalnya semakin sulit untuk dipelajari. Aku melihat Boo sedang fokus belajar. Aku tidak enak untuk meminta bantuannya.
"kau butuh bantuan?" (boo)
"kau mau bantu aku" (bee)
"sudah kubilang bukan tadi" (boo)
"ehm, bisakah kau mengajariku bagian ini?" (bee)
"oke aku bantu" (boo)
"....."
Boo menjelaskan materinya dengan baik. Aku pun mudah memahami penjelasan nya. Dia mengajariku cara mengerjakan soalnya juga.
"sekarang coba kerjakan soal ini" (boo)
"baiklah" (aku mengerjakannya)
"bagaimana jawabanku?" (bee)
"๐ถ" (boo hanya berekspresi datar)
"salah ya?" (bee)
"tidak ini benar kok, kalau kamu rajin latihan soal kamu pasti bisa" (boo)
"baiklah boo" (bee)
Aku melanjutkan belajarku, Boo pun melanjutkan mencatat materi. Satu per satu buku selesai di baca. Kali ini satu meja penuh dengan buku. Aku mau membaca buku pun sudah susah.
"eh... kembalikan dulu yuk bukunya" (bee)
"oke" (boo)
Aku membopong bukunya menjadi sebuah tumpukan yang tinggi sampai-sampai wajahku pun tidak kelihatan. Aku mulai berjalan untuk mengembalikan buku. Tak sengaja aku menabrak Boo dan satu buku terjatuh. Aku yang dalam posisi itu tidak bisa mengambilnya. Boo pun membantuku mengambilnya.
"thanks boo" (bee)
"ok hati-hati, lihat jalan" (boo)
"oke" (bee)
"sudah malam, ayo kita pulang" (boo)
"tapi diluar sedang hujan" (bee)
"kita tidak mungkin kan menunggu hujan, sekali-kali lah kita hujan-hujanan" (boo)
"beneran akan hujan-hujanan?" (bee)
"ya" (boo berlari)
Aku pun lari mengejar Boo. Aku dan Boo menikmati hujan-hujanan di bawah gelapnya malam. Aku tahu sejak dulu Boo tidak diperbolehkan hujan-hujanan oleh ibunya. Mungkin kini dia senang karena dia bisa bebas hujan-hujanan.
"bye" (bee)
"bye juga" (boo)
Aku masuk ke rumah, Boo pun juga masuk ke rumahnya.
"kau kehujanan? cepatlah mandi ganti baju, nanti kau sakit" (ayah bee)
"iya ayah" (bee)
_____________________________________________
Dear Boo
di bawah rintikan dan derai air hujan
Aku sangat bahagia melihatmu juga bahagia
Tawamu adalah tawaku juga
Kau selalu ada saat aku membutuhkanmu
Kalau saja kau tidak ada tadi, aku pasti sudah jatuh
Hujan malam
Penuh arti
Penuh makna
walau bulan dan bintang tidak ada
kita telah menjadi bulan dan bintangnya
kita tersenyum bersama
seperti mereka yang bersama saat cuaca cerah di malam hari
Apa kita masih bisa melakukan hal itu lagi setelah kuliah nanti Boo?
Aku tidak peduli kau menganggap ku apa, yang terpenting adalah kebahagianmu
terima kasih untuk hari ini Boo
ILY
ย
Bee
ย
_____________________________________________
TBC
Bagaimana ceritanya?
Kira-kira kenapa Boo selalu baik pada Bee?
Bagaimana nasib cinta 11 tahun Bee?
Ikuti terus ya:)
Jangan lupa like, rate, vote dan comment๐
Supaya author lebih semangat nulis ceritanya dan untuk penyempurnaan cerita tentunya:v
๐๐๐