Bee [Who Should I Choose?]

Bee [Who Should I Choose?]
Malam romantis Boo dan aku



Nico berusaha menarik tanganku, tetapi aku menepisnya. Bukankah Nico juga tahu kejadiannya? Tapi kenapa dia terus berkata seperti itu. Aku sudah mengingatnya sekarang. Kejadian itu hanyalah sebuah ketidaksengajaan dimana Devan berniat ingin menolong Boo yang hampir jatuh ke sungai. Devan berusaha menarik tangan Boo. Tetapi malah akhirnya Devan yang tercebur dan terbawa arus sungai yang deras pada saat itu. Setelah pencarian ternyata Devan telah tewas. Itulah kejadian yang sebenarnya. Hatiku selalu berkata bahwa Boo tidak mungkin melakukan itu dan benar saja. Tapi aku tidak ingin bertemu Boo saat ini. Aku telah ingat dia pernah membuatku patah hati. Walaupun sekarang aku mulai menyukainya lagi, aku tetap akan bungkam. Aku tidak ingin patah hati lagi.


Aku sebagai orang yang bisa bela diri. Aku juga akan berusaha tangguh apapun yang terjadi. Aku melihat Boo masuk ke dalam mobilnya dan pulang. Aku juga melihat yang menyetir adalah ayahnya Boo. Pasti sekarang ayahnya Boo tahu semuanya. Boo pasti sudah dimarah-marahi sama ayahnya. Aku melihat wajah sedihnya di balik jendela mobilnya.


Beberapa menit berlalu, ayahku datang untuk menjemputku. Di rumah aku menceritakan segala yang terjadi hari ini. Aku juga menceritakan bahwa ingatanku telah kembali. Ayahku sangat bahagia mendengarnya. Aku dan ayah berpelukan. Ayah sangat peduli padaku, dia bahkan merelakan pekerjaannya beberapa hari untuk merawat diriku.


"Nak lalu mengapa kau bisa kecelakaan saat itu?" (ayah bee)


Aku kaget mendengar pertanyaan ayah, aku melepaskan pelukan ayah.


"Sebenarnya aku tidak sengaja menendang batu kecil ke orang dan orang itu marah. Dia mengejarku sampai aku tidak sadar ada mobil yang melaju ke arahku" (bee)


"kau selalu saja berulah, ayah harap kau tidak melakukannya lagi, ayah ingin kau baik-baik saja, ayah tidak mau ayah kehilangan keluarga ayah lagi" (ayah bee)


"sudahlah yang lalu biarlah berlalu, kita jangan terlarut dalam kesedihan" (bee)


"ya nak kau benar, kau sungguh anak ayah yang terbaik" (ayah mengecup keningku ku)


"ah iya ayah aku hampir lupa, besok akan diadakan camping di luar daerah ini" (bee)


"ya sudah, ayah akan bantu kamu berberes" (ayah bee)


"ayah apa yang harus aku bawa ya?" (bee)


"kau bawa barang seperlunya saja, jangan terlalu banyak nanti kau keberatan" (ayah bee)


"siap ayah" (jawabku dengan posisi tangan sedang hormat)


"ah kau ini" (ayah mengelus kepalaku)


"ayah apa Boo akan ikut besok?" (bee)


"sepertinya tidak, melihat kemarahan ayah Boo terhadap Boo tadi, sepertinya Boo tidak akan diizinkan pergi" (ayah bee)


"begitu ya" (ucapku dengan nada kecewa)


Walaupun aku mencoba melupakan Boo, tetap saja aku tidak bisa melupakannya. Bahkan setelah aku mengalami amnesia aku tetap saja menyukainya. Aku kecewa mendengar apa yang dikatakan ayah. Padahal aku berharap Boo akan ikut dan mungkin dengan begitu Boo bisa melupakan kejadian itu. Tapi kalau memang tidak bisa ikut apalah dayaku. Aku mengambil ponselku aku mencoba kirim pesan pada Boo.


[20.23] Bee: Boo kau besok ikut tidak?


[20.25] Boo: Maaf Bee aku tidak bisa ikut, aku harus menjaga temanku di rumah sakit


[20.25] Bee: itu hanya alasanmu saja kan, kau tidak diizinkan oleh ayahmu setelah apa yang terjadi tadi


[20.25] Boo: itu memang benar aku tidak diizinkan makanya lebih baik aku menemani temanku


[20.26] Bee: memangnya siapa dia?


[20.26] Boo: sudah ku bilang bukan, dia teman kecilku


[20.27] Bee: ah iya aku lupa


[20.27] Bee: Boo kamu tidak usah memikirkan masa lalumu lagi, aku tahu kamu tidak bersalah kok


[20.27] Boo: bagaimana kau bisa tahu?


[20.27] Bee: ingatanku telah kembali seutuhnya


[20.28] Boo: benarkah itu, aku turut senang untukmu, apa kamu bisa ke atap sebentar?


[20.28] Bee: untuk apa?


[20.28] Boo: kau pergi saja


[20.28] Bee: ah iya oke


Aku menaiki tangga untuk menuju atap. Mungkin ini juga terakhir kali aku bertemu dengan Boo sebelum perkemahan. Tapi apa yang akan dilakukannya ya?


"Boo" (bee)


"mendekatlah" (boo)


"apa yang akan kita lakukan?" (bee)


"kau sudah lupa, hari ini tepat hari kematian Devan" (boo)


"ah iya aku lupa, kenapa aku pelupa sekali" (bee)


"aku akan menyalakan lentera ini, aku harap dia bahagia disana" (boo)


"aku harap juga begitu, aku pun berharap ibuku bahagia juga disana" (bee)


"ibumu telah tiada?" (boo)


"ya dan aku juga tidak tahu kakakmu masih hidup atau tidak" (bee)


"kenapa kau menatap langit dan tersenyum?" (boo)


"ibuku pernah bilang, jika orang yang kita sayang telah tiada dia akan menjadi bintang diatas sana, dia juga akan selalu ada di hati kitaa, karena itu aku selalu senang berada di tempat terbuka apa lagi saat malam hari, mungkin aku bisa melihat ibuku dari berjuta-jutan bintang yang ada" (bee)


"benarkah begitu?" (boo)


"aku tidak tahu" (bee)


"ayo tulis keinginanmu dan terbangkan lentera ini" (boo)


"ha?" (bee)


"iya, tulislah harapanmu ke depan nanti," (boo)


"baiklah" (bee)


Aku berpikir, aku bingung apa yang aku harapkan. Aku hanya berharap bisa terus bersama Boo. Tapi aku tidak mungkin menuliskan itu. Aku terpikirkan satu kalimat yang bisa mengutarakan isi hatiku. Aku menuliskan 'semoga bintang akan selalu menampakkan sinarnya pada bulan'


"kenapa kau menuliskan itu?" (boo)


"aku ingin segala keinginanku terwujud, bulan adalah aku dan bintang adalah segala keinginanku" (bee)


"itu sangat indah" (boo)


"lalu kau akan menuliskan apa?" (bee)


"aku akan tulis semoga bulan akan selalu ada untuk menemani bintang, walaupun hanya pada saat malam saja" (boo)


"apa maksudnya?" (bee)


"aku ingin semua orang yang kusayangi akan selalu ada walaupun hanya beberapa waktu saja" (boo)


"tetaplah tersenyum Boo" (bee)


"baiklah, tuliskan juga doamu untuk Devan dan orang-orang yang kamu sayangi" (boo)


"iya" (bee)


"ayo terbangkan bersama" (boo)


"Bee kamu menangis?" (boo)


"biarlah Boo, aku merindukan mereka semua,


andai saja..." (bee)


"jangan berandai-andai itu tak akan pernah terwujud, kalau kau hanya menangis, apa lagi mengharapkan orang yang sudah tiada" (boo)


"iya Boo, terima kasih kau telah membuatku bahagia Boo, sungguh ini malam terindah untukku setelah semuanya hilang" (bee)


"janganlah menangis, kau terlihat jelek ketika menangis" (boo menghiburku)


"bukankah kau pernah bilang, ketika aku menangis mataku akan menjadi berkilau dan itu sangat indah" (bee)


"ya itu memang benar, kau masih sama seperti dulu, kau tak pernah berubah" (boo mengusap air mataku)


"apa kau benar-benar tidak akan ikut?" (bee)


"maaf Bee, aku tidak bisa, aku tidak bisa menolak ayahku, tapi aku berjanji malam harinya aku akan datang, aku akan menemuimu dan melakukan hal yang indah nanti" (boo)


"apa kau berjanji" (aku menegakkan jari kelingkingku, mengambil posisi untuk berjanji)


"ya aku berjanji, ya sudah kau masuklah, nanti kau sakit" (boo)


"Boo kenapa kau selalu baik padaku" (bee)


"kau adalah sahabat terbaikku, kau sudah ku anggap seperti adikku" (boo)


"terima kasih Boo, aku masuk dulu, bye selamat malam" (bee)


"bye, selamat malam juga semoga tidurmu nyenyak" (boo)


"kau juga, semoga mimpi indah" (aku masuk ke rumah)


Setelah masuk, aku kembali melihatnya. Dia melambaikan tangan padaku. Aku pun melambaikan tanganku padanya dan setelah itu aku masuk ke rumah. Di kamar aku menyeka air mataku yang sudah tak bisa terbendung lagi. Ini pertama kalinya dalam hidupku, aku melihat hal yang sangat indah. Lentera bagiku adalah simbol kebahagiaan. Boo adalah kebahagiaanku, ketika dia bahagia aku pun bahagia. Aku jadi teringat dengan buku diaryku. Sudah lama aku tak pernah membukanya lagi. Terakhir aku membuka halaman pertama saja. Aku mulai membukanya kembali. Di halaman pertama ku lihat fotoku bersama Boo saat kecil dulu. Aku ingat saat itu keluargaku dan keluarga Boo sedang liburan bersama. Saat itu ibu dan kakak sudah tidak disampingku lagi. Aku dan Boo bermain di pantai bersama. Boo membuat istana pasir bersamaku.


Pada saat aku dan Boo masih kecil


"Bee suatu hari nanti aku akan membuat istana besar untukmu" (boo)


"benarkah itu?" (bee)


"ya aku akan menjadi rajanya nanti" (boo)


"lalu aku?" (bee)


"kau akan melayaniku" (boo)


"maksudmu aku akan jadi pelayanmu?" (bee)


"ya" (boo tertawa)


"kau sangat jahat" (aku lari mengejar boo)


Ibunya Boo memintaku dan Boo berfoto bareng. Aku dan Boo bergandengan tangan saat itu. Aku rindu masa-masa itu. Aku menangis mengingat kala itu. Aku mulai membuka lembaran baru dari buku diaryku. Aku akan mulai menulis kembali.


_____________________________________________


Dear Boo♡♡♡


Hari ini kau sungguh memenangkan hatiku kembali


Aku memang tak pernah percaya bahwa kau adalah pembunuhnya


Karena aku berusaha membuktikan bahwa kau benar akhirnya aku mendapatkan ingatanku kembali


Malam ini pula kau membuatku sangat bahagia


Aku tak pernah sebahagia ini


Itu semua berkat dirimu


Semoga lenteranya akan selalu terikat bersama


Bee: 'semoga bintang akan selalu menampakkan sinarnya pada bulan'


\=> sebenarnya itu hanya perumpamaan saja, sebenarnya aku berharap aku adalah bulan dan kau adalah bintang. Aku ingin kau terus bersamaku.


Boo: 'semoga bulan akan selalu ada untuk menemani bintang, walaupun hanya pada saat malam saja'


\=> Kau ingin semua orang yang kusayangi akan selalu ada walaupun hanya beberapa waktu saja


Aku akan selalu ada untukmu, aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi


Semoga janjimu akan kau tepati kalau tidak mungkin aku akan sedih lagi


Bagiku amnesia bukanlah hal yang buruk, amnesia malah membawa serendipity, ya aku tidak pernah membayangkan itu semua akan terjadi


Walau kau menganggapku sebagai adik aku tetap bahagia, dengan begitu kau akan menyayangiku seperti adikmu sendiri


Andai kakakku masih hidup, aku ingin bertemu dengannya walau hanya sekali saja


Thank You Boo


ILY ♡♡♡


  Bee


 


_____________________________________________


Aku sedikit kecewa Boo tidak akan ikut tapi rasa kecewaku telah terbayar dengan apa yang dilakukan Boo malam ini. Aku tidak akan pernah melupakan malam ini. Malam terindah sepanjang hidupku. Ku harap keinginan yang aku tulis di lentera itu akan menjadi kenyataan.


TBC


Bagaimana ceritanya?


Kira-kira apa Boo bakal menepati janjinya untuk menemui Bee?


Apa yang akan terjadi besok?


Apa benar Boo hanya menganggap Bee sebagai adiknya?


Ikuti terus ya:)


Jangan lupa like, rate, vote dan comment👍


Supaya author lebih semangat nulis ceritanya dan untuk penyempurnaan cerita tentunya:v


🙏🙏🙏