![Bee [Who Should I Choose?]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/bee--who-should-i-choose--.webp)
Dua Minggu berlalu, ujian praktek telah selesai. Rasanya benar-benar bebas, tapi tidak bisa tetap saja aku harus belajar untuk ujian kelulusan. Hari ini guru memberitahu bahwa besok akan diadakan camping untuk liburan akhir sebelum ujian. Aku bahagia, aku memang suka pembelajaran outdoor apalagi tempatnya jauh dari kota.
"Hei kau ikut kan?" (Nico)
"ya lah, masa nggak ikut" (bee)
"Beetariss, camping sepertinya akan menyenangkan, aku akan bawa banyak barang besok" (Naya)
"tentu saja akan menyenangkan, aku juga akan bawa banyak barang" (bee)
"Boo kamu ikut kan?" (bee)
"aku tidak tahu" (boo)
"kenapa?" (bee)
"kau tahukan temanku masih di rumah sakit, aku harus menjaganya" (boo)
"oh begitu, tapi aku berharap kamu akan ikut" (bee)
"benarkah kau tidak akan ikut Boo?" (Celin)
"aku akan usahakan ikut" (boo)
"pliis ikutan Boo, kalau kau tidak ikut sebaiknya aku juga tidak ikut" (Celin)
"kenapa?" (bee)
"kamu masih belum paham juga ya, aku adalah ketua penggemar Boownie, jika dia tidak ikut aku juga tidak akan ikut" (Celin)
"penggemar Boo? aku baru denger hehe" (bee)
"beetariss!!!" (Celin)
"ma-maaf Celin aku kan masih belum ingat betul" (bee)
"jadi kamu memanfaatkan itu kemudian mendekati Boo ya?!" (Celin)
"tidak bukan seperti itu, aku hanya ingin Boo bisa lebih terbuka dengan yang lain, aku kasihan melihatnya terus sendirian" (bee)
"Celin, Bee jangan berantem lagi!!!" (boo)
"sebenarnya kemarin aku yang mengajak Bee belajar bersamaku, bukan Bee yang mendekatiku, dan aku menghargai kamu sebagai temanku, aku tidak peduli kau itu ketua apalah tapi kau tidak bisa egois seperti itu" (boo)
"iya boownie maafin aku ya" (Celin)
"puas kamu sekarang" (Nico)
"hah?" (boo)
"kau selalu memanfaatkan dirimu itu untuk mendapatkan hati banyak perempuan, tapi kau sama sekali tak pernah menghargainya" (Nico)
"Nico, kau!!!" (boo)
"ah kalian bisa nggak sih sekali aja nggak berantem?! kulihat akhir-akhir ini kalian selalu berselisih, apa yang terjadi sebenarnya?" (bee)"
"kamu itu seharusnya sadar bahwa dialah yang membunuh temannya sendiri!!!" (Nico)
"apa?!" (bee)
"Nico, jaga ucapanmu!!!" (boo menarik kerah seragam Nico)
"itu benar bukan, dia berniat menolongmu tapi malah dia yang tewas" (Nico)
"Nico apa yang kamu katakan?!" (bee)
"jangan sembarangan bicara Nico!" (Celin)
"Beetariss, kamu tidak tahu karena amnesia dan Celin kamu tidak tahu tahu karena kamu masih baru disini" (Nico)
"jangan sembarangan menuduh yak!!!" (celin)
"Devan tewas karnamu ingat itu Boownie!!!" (nico)
"tidak, aku tidak melakukannya, bukan aku yang membunuhnya" (boo berlari)
"Boo!!!" (bee)
Aku tidak tahu apa yang terjadi. Boo seperti ketakutan dan matanya juga berair. Bukankah Devan itu temannya, bagaimana mungkin Boo bisa membunuhnya. Aku mengikuti larinya Boo. Dia terhenti ketika ada di depan ruang musik. Dia berdiri lunglai dan menangis. Ini pertama kalinya aku melihat dia menangis, kenapa terasa menyakitkan juga bagiku. Aku menghampiri Boo.
"Boo kau tidak papa?" (bee)
"aku tidak membunuhnya" (boo menangis)
"ya aku percaya kamu tidak mungkin membunuhnya bahkan kau bilang dia teman terbaikmu bukan?" (aku mencoba menghiburnya)
"Bee apa kau benar-benar tidak menganggapku sebagai pembunuh?" (boo)
"aku tidak bisa mempercayai itu, kau tak pernah menyakiti orang lain" (bee)
"andai saja waktu bisa diulang kembali" (boo)
"tapi kenapa kau pergi ke sini?" (bee)
"aku pernah berjanji bersama Devan suatu hari nanti, aku dan dia akan main band bareng" (boo)
"Boo kalau kau terlalu larut dalam masa lalumu, kau tidak akan pernah maju, lupakan saja semua yang telah berlalu" (bee)
Tiba-tiba satu tangan menarikku dari belakang. Dia memaksaku menjauhi Boo. Ya benar itulah Nico.
"kau harus menjauhinya, jangan berteman dengan seorang pembunuh" (nico)
"aku bukan pembunuh!!!" (boo)
"nico hentikan bicaramu itu, boo bukan pembunuh" (bee)
"kau masih tidak bisa percaya, tapi itulah kenyataanya" (nico)
"aku tidak percaya" (bee)
Aku lari menjauhi mereka, aku masih tidak bisa percaya. Boo adalah orang yang baik, dia selalu baik padaku dan tidak pernah sekalipun menyakitiku. Bagaimana mungkin Boo bisa membunuh temannya sendiri. Itu tidak mungkin. Aku melihat Naya berlari.
"naya kenapa kamu berlari?" (bee)
"Boownie sama Nico berantem di halaman sekolah" (naya)
"apa?!" (bee)
"ayo ikutlah, kau mungkin bisa melerainya" (naya)
"Boo, Nico hentikan!!! ini jam pelajaran, kalau guru melihat ini pasti kalian akan dihukum!!!" (aku berteriak)
Aku melihat ujung bibir Boo terluka mungkin karena pukulan dari Nico. Nico juga mengalamu lebam di pipinya. Aku juga tidak bisa berbuat apa-apa. Aku tidak mengingat apapun. Aku tidak bisa mempercayai keduanya saat ini. Lalu guru datang.
"apa yang kalian lakukan?!" (guru)
"maaf Bu"
"ini jam pelajaran kenapa kalian semua di luar dan Nico, Boo bagaimana kalian bisa berkelahi. Boo saya tidak percaya ternyata kau tidaklah sebijak yang saya tahu" (guru)
"maaf bu"
"sekarang kalian semua lari keliling lapangan ini 10 kali" (guru)
"bahkan yang tidak ikut berkelahi Bu?"
"ya kalian tetap saja terlibat karena kalian berada di luar kelas" (guru)
"Beetariss kamu bisa bela diri, kenapa kau tidak mencoba melerai mereka?" (guru)
"saya sudah mencobanya Bu, tapi mereka tidak mau mendengarkan saya" (bee)
"kau tetap ikut hukuman Beetariss" (guru)
"ya Bu" (bee)
Semua teman sekelasku berlari keliling lapangan termasuk aku. Aku masih memikirkan segalanya, aku tidak bisa percaya. Kapan ingatanku akan kembali? Kalau saja ingatanku telah kembali, mungkin saja aku bisa tahu jawabannya. Aku berlari sekuat tenagaku. Aku berada di posisi terbelakang saat ini. Kemudian aku merasakan pusing hebat. Aku sempat berhenti berlari. Aku memegangi kepalaku yang rasanya berputar-putar. Aku tidak bisa menyeimbangkan badanku, hampir saja aku terjatuh. Aku mencoba kuat dan mencoba berlari kembali. Tapi apa yang terjadi? Aku merasa pandanganku gelap, aku tidak bisa merasakan apapun.
"Bee, bangun Bee kamu kenapa?" (boo)
"Beetariss bangunlah" (naya)
"itu semua karnamu kalau saja kau mengakuinya Beetariss tidak akan jatuh pingsan seperti ini!" (nico)
"nico, sudahlah sekarang yang terpenting adalah keadaan Beetariss" (celin)
"aku akan membawanya ke UKS" (boo)
"biar aku saja, aku tidak sudi kau membawa Beetariss" (nico)
Di UKS
"Beetariss kamu sudah sadar? " (nico)
"aku dimana?" (bee)
"kamu di uks tadi kamu pingsan" (nico)
Aku merasa keanehan pada diriku. Aku melihat keadaan sekitarku. Seperti tidak asing bagiku. Apa ingatanku sudah kembali?
"Beetariss, maafkan aku, karena aku kau jadi pingsan" (nico)
"aku tidak papa" (bee)
"mulai sekarang aku akan menjagamu, aku tidak mau kau kenapa-napa, aku juga tidak akan membiarkan Boownie mendekatimu lagi" (nico)
"ada apa denganmu Nico" (bee)
"aku menyukaimu Beetariss, aku mencintaimu" (nico)
"apa yang kau bilang Nico?" (bee)
"ya aku mencintaimu, aku selalu marah ketika kamu berdekatan dengan Boownie, aku merasa sakit hati ketika kalian bersama" (nico)
"nico, aku menyukaimu juga" (bee)
"benarkah?" (nico)
"tapi hanya sebagai sahabat, aku sudah menganggapmu seperti kakakku sendiri, maaf Nico" (bee)
"aku tahu kau mulai menyukai Boo" (nico)
"apa?" (aku berpura-pura tidak ingat padahal ingatanku telah kembali seluruhnya)
"ya kau hanya ingin dekat dengan Boownie sajakan?" (nico)
"bukankah kita juga dekat, seperti itu juga aku dengan Boo, tidak ada hubungan apapun" (bee)
"aku tidak tahu kenapa kau masih ingin dekat dengan si pembunuh itu" (nico)
"dia bukan pembunuh!" (bee)
"kau masih tidak bisa percaya juga?" (nico)
"mungkin temannya, Devan itu merelakan dirinya untuk menolong Boo" (bee)
"bagaimana kau bisa berkata seperti itu?" (nico)
"seperti Boo yang sering menolongku, dia ingin membalas jasa temannya itu" (bee)
"tetap saja dia yang membunuh" (nico)
"ah terserah dirimu, kau tidak pernah bisa, tidak mengatakan hal itu kembali, aku muak dengan semuanya, lebih baik aku pergi" (aku pergi meninggalkan uks)
"Beetariss, tunggu dulu" (nico)
TBC
Bagaimana ceritanya?
Besok bakal lebih seru lho!
Bakal romantis banget 🌃😍
Apa Boo dan Bee bakal pacaran?
Bagaimana nasib Nico yang ditolak Bee?
Ikuti saja jalan ceritanya :)
Jangan lupa rate, like, vote, dan comment👍
Agar author semakin semangat nulis ceritanya🙌
Terima kasih ^_^