Bee [Who Should I Choose?]

Bee [Who Should I Choose?]
Camping termanis



Aku berangkat pagi-pagi hari ini dengan diantar oleh ayah. Sebelum berangkat aku sempat melihat ke rumah Boo. Aku melihat Boo melambaikan tangannya padaku dari atap. Aku hanya tersenyum dan melambaikan tanganku padanya.


"Semoga saja kau akan datang malam nanti" (bee)


"siapa yang datang?" (ayah bee)


"tidak ayah, maksudku semoga ibu akan datang malam nanti, di antara berjuta-juta bintang" (bee)


"kau masih ingat kata-kata ibumu?" (ayah bee)


"tentu saja ayah, aku tak akan pernah melupakan itu" (bee)


"ayo berangkat, nanti terlambat" (ayah bee)


Aku membawa koperku dan berangkat ke sekolah. Sepanjang jalan aku terus tersenyum mengingat malam kemarin. Aku harap malam ini atau besok aku juga akan mengukir kenangan indah bersama Boo. Aku yakin Boo akan menepati janjinya entah kapan.


"Hai Beetariss, bersemangat sekali kau hari ini" (naya)


"ya aku sudah tidak sabar" (bee)


"tumben sekali" (naya)


"ckckck... ada apa ini kau bahagia sekali Beetariss?" (nico)


"tentu saja, aku berharap hari cepat malam" (aku berjalan menjauhi mereka menuju bus)


"hei kau meninggalkanku!" (naya)


"kenapa dia sebahagia itu, padahal Boo tidak datang hari ini?" (nico)


Aku masih bisa mendengar perkataan Nico. Aku tahu Nico masih kecewa padaku karena aku menolak cintanya. Semoga saja dia bisa melupakanku dan melanjutkan hidupnya.


"Naya kau bawa apa saja, penuh sekali kopermu?" (bee)


"ya aku membawa snack banyak sekali untuk malam nanti" (naya)


"wah enak tuh, berbagi ya, aku tidak sempat membeli makanan apapun" (bee)


"tenang saja" (naya)


"naya, berapa malam kah kita camping?" (bee)


"3 malam, kau tidak mendengarkan kemarin?" (naya)


"ah aku terlalu bahagia kemarin jadi aku tidak mendengar" (bee)


"kenapa kau tidak sabar menunggu malam tiba?" (naya)


"aku ingin melihat bintang menampakkan sinarnya pada Bulan" (bee)


"apa maksudnya?" (naya)


"aku suka pemandangan angkasa ketika malam hari apalagi saat jauh dari kota" (bee)


"ya aku juga suka, tapi kau seperti tidak biasanya?" (naya)


"ah tidak aku biasa aja" (aku tersenyum lebar)


Bus pun mulai berjalan. Jarak tempat tujuan kira-kira 80 km. Aku menyandarkan kepalaku ke bangku dudukku. Semuanya juga sangat senang. Kami semua bernyanyi-nyanyi sepanjang perjalanan. Aku memvideo perjalanan ini lalu aku kirimkan pada Boo. Aku harap dia senang melihatnya.


[09.01] Bee: video


[09.02] Boo: semoga perjalananmu menyenangkan


[09.02] Bee: semoga kau juga senang disana


[09.02] Bee: kau sedang apa sekarang?


[09.03] Boo: aku bersama temanku


[09.03] Bee: ah, aku harap kau tidak melupakan janjimu, entah malam kapan, aku akan menunggumu sampai kau datang


[09.03] Boo: pasti aku akan datang


[09.05] Boo: foto


Aku bahagia jika Boo juga bahagia. Senyumku merekah melihat fotonya yang super tampan, dia juga tersenyum.


"kau kenapa tersenyum?" (naya)


"bukan apa-apa" (bee)


"kau habis chat sama siapa hayo?" (naya)


"bukan siapa-siapa" (bee)


"Naya bagaimana perasaanmu ketika kau sedang jatuh cinta?" (bee)


"kenapa bertanya padaku aku kan tidak berpengalaman" (naya)


"ayolah, aku tahu kamu suka pada seseorang" (bee)


"siapa?" (naya)


"nico kan?" (bee)


"tidak, tidak" (naya mengelak)


"sudahlah aku tahu, melihat cara memandangmu ke dia tampak sangat berbeda," (bee)


"tapi dia dekatnya dengan dirimu" (naya)


"aku hanya menganggapnya teman saja, kau jangan berpikir aku pacaran sama dia" (bee)


"jadi kamu tidak pacaran dengan nico?" (naya)


"iya lah masa aku bohong" (bee)


"terima kasih kau memang sahabat terbaikku, berarti aku masih punya harapan" (naya)


"ya" (bee)


Mendadak aku jadi teringat akan foto gadis itu. Foto gadis cantik yang disimpan oleh Boo. Siapakah dia? Bagaikan petir yang menyambar. Hatiku kembali sakit.


"Bee kenapa kamu jadi sedih?" (naya)


"aku tidak papa, aku rasa harapanku mungkin terlalu tinggi" (bee)


"yakinlah kalau kau yakin kau pasti bisa mendapatkannya" (naya)


"makasih naya" (bee)


Aku menyalakan ponselku, aku mencari lagu-lagu yang indah untuk didengarkan. Lalu aku pasang earphone di telingaku. Aku merasa nyaman setelah mendengarkan lagu ini. Hatiku seperti tergugah kembali, aku menjadi semangat kembali. Lagu ini bisa menenangkan diriku ketika hatiku kacau. Lalu kupasangkan satu earphoneku pada Naya.


"coba dengarkan lagu ini" (bee)


"wah lagunya sangat indah, kau pintar mencari lagu" (naya)


"ah tidak, lagu ini selalu membuatku tenang disaat suasana hatiku sedang tidak baik" (bee)


"memangnya kenapa?" (naya)


"lagu ini adalah lagu yang selalu kudengarkan sejak kecil, dulu ibuku juga suka lagu ini" (bee)


"ibumu?" (naya)


"ya, tapi ibuku sudah tiada sekarang" (bee)


"tetap kuat ya, dia akan slalu di hatimu" (naya)


"terima kasih naya, kau sahabat terbaikku" (aku memeluk naya)


Setelah berjam-jam perjalanan akhirnya sampai ke tempat tujuan. Tempatnya sangat luas dan indah, dipenuhi pepohonan yang rindang karena dekat dengan hutan. Kemudian kami semua turun dari bus.


"Beetariss, aku dan seluruh gengku ingin minta maaf sama kamu, aku selalu berbuat jahat padamu" (celin)


"lupakan saja, yang lalu biarlah berlalu, lanjutkan saja hidup kita yang sekarang, aku sudah memaafkanmu kok" (bee)


"benarkah?" (celin)


"ya" (bee)


"aku telah membubarkan gengku" (celin)


"kenapa?" (bee)


"aku merasa tidak baik, lagipula Boownie adalah temanku, benar perkataannya kalau aku tidak boleh egois" (celin)


"aku senang, kau telah menyadarinya" (bee)


"kau mau menjadi temanku?" (celin)


"tentu saja" (bee)


"naya aku juga mau minta maaf padamu, aku pernah membully mu dulu" (celin)


"sudahlah aku juga sudah memaafkanmu" (naya)


"terimakasih semua, kita berteman baik mulai sekarang" (celin)


Aku senang sekali disini. Disini aku bisa sepuasnya memandang langit ketika malam. Semoga saja cuacanya cerah, aku ingin melihat ibuku di atas sana.


Aku dan teman-teman mulai mendirikan tenda. Aku satu tenda bersama Naya, dan Celin. Nico membantu mendirikan tenda kami. Akhirnya tenda sudah jadi, kami mulai masuk ke dalamnya dan meletakkan tas disana. Aku senang sekarang aku sudah berteman baik dengan Celin. Aku harap Nico bisa move on dari ku dan mulai mencintai Naya. Naya telah mencintai Nico sejak lama. Lalu guru memberi pengumuman untuk segera berkumpul.


"siang hari ini, akan kita adakan kegiatan pramuka dan malam harinya akan ada api unggun dan penjelajahan, kalian bisa persiapkan diri kalian masing-masing" (guru)


Aku bersenang-senang bersama semuanya. Kami melakukan kegiatan yang biasa dilakukan ketika pramuka seperti pbb, morse, bendera semapur dan lain-lain. Reguku mendapat poin tertinggi. Aku senang sekali.


Setelah selesai kegiatan pramuka, kami semua dipersilahkan untuk beristirahat dan bersiap-siap untuk acara nanti malam. Aku sudah tidak sabar menanti malam ini. Semoga Boo akan jadi datang malam ini.


Api unggun mulai dinyalakan. Aku dan yang lain menyanyikan lagu permintaan api unggun. Terlihat senyuman di bibir mereka semua. Canda ria juga terlihat. Semuanya sangat menikmati hari ini. Andai saja Boo ada disini, dia pasti akan sangat bahagia. Mungkin ini adalah terakhir kalinya bersenang-senang sebelum akhirnya berpisah. Guru meminta masing-masing untuk menceritakan cita-cita masa depan. Aku hanya ingin terua bersama Boo. Tapi sepertinya itu tidak mungkin. Aku terinspirasi dari Boo yang saat itu mengobati kakiku dengan tulus, aku jadi ingin masuk kedokderan. Sepertinya akan menyenangkan bisa membantu orang lain yang terluka.


"Cita-cita saya ingin menjadi seorang guru yang baik dan pengertian terhadap murid-murid" (naya)


"saya ingin bekerja di luar negeri menjadi seorang designer" (celin)


"saya ingin menjadi seorang atlet basket yang berbakat" (nico)


Dan sekarang adalah giliranku


"saya ingin menjadi seorang dokter atau perawat yang sigap menolong pasiennya, dan mengobatinya dengan tulus" (bee)


"....."


"Ya kalian sudah selesai hanya tinggal Boownie yang belum mengutarakan cita-citanya. Tapi dia tidak bisa datang mungkin lain kali dia akan mengutarakannya, baiklah sekarang waktunya....." (guru)


"tunggu bu, saya ada disini, saya akan mengutarakan cita-cita saya sekarang dan saya akan mengikuti penjelajahan nanti" (boo berlari)


"baiklah, silahkan" (guru)


"cita-cita saya adalah menjadi seorang dokter yang akan menyelamatkan nyawa banyak orang" (boo)


Aku terkejut melihat Boo akhirnya datang. Aku sangat bahagia. Aku lebih dikejutkan lagi dengan apa yang dikatakan Boo. Dia ingin menjadi dokter juga. Aku menjadi lebih ingin bersamanya. Aku ingin bisa satu perguruan tinggi dengannya. Aku ingin bisa belajar bersama lagi dengannya. Satu tetes air mata berlinang di pipiku. Aku langsung mengusapnya, aku tidak mau ada yang melihatnya.


"Baiklah kalau begitu kita lanjutkan dengan acara selanjutnya yaitu penjelajahan hutan, penjelajahan ini akan dilakukan secara berpasangan antara no undian yang sama, kalian bisa mengambil no undiannya sekarang" (guru)


Aku mengambil no undiannya, dan aku mendapatkan no 17. Aku senang mendapatkan no itu karena no itu merupakan no keberuntunganku. Semoga aku bisa berpasangan dengan Boo.


"Beetariss, kau mendapat no berapa?" (naya)


"17 kalau kau?" (ucapku)


"16" (naya)


"kau no 16, berarti kita berpasangan" (nico)


"wow, kalian benar-benar pasangan serasi" (bee)


"apaan sih Beetariss" (naya tersenyum)


"kau no berapa?" (boo)


"ehmm... 17 itu nomorku" (bee)


"lihatlah aku juga mendapat no yang sama" (boo)


"ha benarkah itu, aku senang kita bisa berpasangan dalam penjelajahan ini" (bee)


"aku juga senang" (boo)


"kalian juga tampak serasi" (naya)


"kau?!" (bee)


Naya hanya tertawa aku juga merasa malu. Aku dan Boo mendapat giliran berangkat penjelajahan. Aku berjalan di samping Boo.


"Boo aku kira kau tidak akan datang?" (bee)


"sudah kubilang bukan kalau aku akan datang" (boo)


"terima kasih Boo, malam ini menjadi malam indah. jika kau tidak ada malam ini akan terasa kurang lengkap" (bee)


"tadi aku pikir aku akan terlambat datang, aku terus dilarang oleh ayahku, tapi aku ingin sekali datang, aku pun diam-diam ambil kunci mobil dan berangkat sendiri" (boo)


"kau diam-diam?" (bee)


"syutt... jangan bilang ke siapa-siapa termasuk guru" (boo menutup mulutku)


"iya aku tidak akan bilang kok" (bee)


"kenapa Nico dan Naya pergi ke arah yang berbeda dengan arah panah?" (boo)


"ah iya, sebenarnya mana yang benar?" (bee)


"kita ikuti arah panah saja ya" (boo)


"tapi kalau ternyata salah" (bee)


"tenang saja kan ada GPS" (boo)


"oh oke" (bee)


Aku merasa hawa dingin merasuki tubuhku. Aku merasa kedinginan. Ditambah lagi aku merinding mendengar suara-suara di hutan ini.


"Bee kamu takut?" (boo)


"tidak kok" (aku sambil sambil memegangi kedua tanganku karena kedinginan)


"pakai ini kau pasti kedinginan" (boo)


"ah makasih Boo" (bee)


Boo memberikan jaket yang dikenakannya padaku. Ah sungguh romantis seperti difilm-film saja, ketika wanitanya kedinginan kekasihnya memberikan jaketnya untuk wanita itu. Ah berdebar sekali jantungku.


"Boo kenapa semakin gelap ya?" (bee)


"iya ya, apa kita tersesat?" (boo)


"apa tersesat?!" (bee)


"aku buka hpku dulu, aku akan gunakan GPS" (boo)


"bagaimana?" (bee)


"ah sial, tidak ada sinyal disini" (boo)


"lalu bagaimana? aku takut" (bee)


"aku ada disini tidak usah takut, ayo pegang erat tanganku" (boo)


"ehm iya" (aku berpengan tangan dengan Boo)


"coba kita ikuti alur jalan ini" (boo)


"apakah tidak berbahaya?" (bee)


"tenang saja aku akan melindungimu" (boo)


Tiba-tiba terdengar suara binatang mengaum. Suara itu membuatku ketakutan. Sampai tak sengaja memeluk Boo. Aku dan Boo benar-benar dekat. Aku bisa mendengar detak jantung Boo.


"ma-maaf Boo, a-aku sungguh ketakutan" (aku melepaskan pelukanku)


"i-iya tidak masalah" (boo)


"wah indah sekali tempat ini" (bee)


"ya kunang-kunangnya sangat indah" (boo)


"tidak sia-sia kita tersesat Boo, kita bisa menemukan tempat secantik ini" (bee)


"ya sudah kita disini aja dulu, mungkin tempat ini aman" (boo)


Tempat itu adalah sebuah sungai dangkal dengan air yang jernih, kunang-kunang banyak beterbangan dan ditambah lagi dengan harum bunga yang bermekaran disini. Aku senang sekali melihat kunang-kunang beterbangan. Rasanya aku sedang dekat dengan bintang, karena cahayanya yang mirip bintang. Aku merasa dekat dengan ibuku. Aku mencoba menangkap kunang-kunangnya tapi tidak bisa, aku malah terpeleset dan jatuh ke tepi sungai. Boo yang ingin membantuku berdiri malah ikutan terjatuh. Aku tertawa melihatnya ikutan terjatuh. Lalu Boo menangkap sebuah kunang-kunang.


"ini yang kau inginkan" (boo)


"hah terima kasih," (bee)


"sini tanganmu, coba lihatlah" (boo)


"ha... itu sangat cantik, aku merasa aku menjadi seperti dekat dengan ibuku"


"coba pakai bunga ini" (boo memasangkan bunga)


"bunga apa?" (bee)


"kau sangat cantik" (boo)


"benarkah?" (bee)


"tidak, aku berbohong" (boo)


"yak kau jahat sekali" (aku mengejarnya)


TBC


Bagaimana ceritanya?


Kira-kira bagaimana kelanjutan ceritanya?


Apa mereka akan bermalam disana?


Ikuti terus ya:)


Jangan lupa like, rate, vote dan comment๐Ÿ‘


Supaya author lebih semangat nulis ceritanya dan untuk penyempurnaan cerita tentunya:v


๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™