![Bee [Who Should I Choose?]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/bee--who-should-i-choose--.webp)
Hari ini kuliah libur. Aku bersiap-siap untuk menemui Boo. Rambutku kini mulai memanjang. Aku mencoba mencepol sebagian rambutku dan yang lain aku biarkan terurai.
"Boo!" (bee)
"ah, datang juga kau" (boo)
"kau sudah menunggu dari tadi?" (bee)
"ehm, tidak kok" (boo)
"mau kemana?" (bee)
"ke tempat terbuka, dimana bisa melihat bintang bertaburan di langit malam" (boo)
"pantai?!" (bee)
"ya, kau benar" (boo)
"kenapa ke sana?" (bee)
"mungkin bisa dibilang aku merasa masa kecil kurang bahagia" (boo)
"apa maksudmu?" (aku tertawa)
"sampai hari ini, aku hanya pernah satu kali bermain wahana permainan" (boo)
"benarkah?" (bee)
"ya, itupun saat kita masih kecil dulu" (boo)
"Boo, aku hanya ingat saat kita di pantai saja, aku tidak ingat wahana yang kau bicarakan" (bee)
"baiklah, ayo ke sana" (boo menarik tanganku)
"ah, sakit!" (bee)
"maaf bee" (boo)
Saat Boo menggandeng tanganku, aku melihat serpihan-serpihan ingatan dengan kejadian yang sama pula.
"wah, wahananya besar sekali" (bee muda)
"ayo ke sana" (boo muda menarik tangan bee muda)
"ah sakit tau" (bee muda)
"maaf bee, ayo ke sana" (boo muda)
"Boo aku melihat penggalan ingatan" (bee)
"apa yang kau lihat?" (boo)
"aku melihat saat kau menarik tanganku dan aku kesakitan pada saat kita kecil, persis seperti tadi" (bee)
"aku berhasil" (boo)
"berhasil apa?" (bee)
"tidak, bukan apa-apa, ayo ke wahana itu, wahananya sangat indah" (boo)
"benarkah?" (bee)
"ya, ku rasa bukan hanya aku yang merasa masa kecil kurang bahagia" (boo)
"aku selalu ingin mengulang masa kecilku, masa-masa itu saagat indah dan berharga. Ingin sekali aku bisa mengulang kenangan agar kenangan yang telah hilang dari ingatanku bisa hadir kembali" (bee)
"ayo kita masa kecil kita, kita ukir kembali kenangan itu" (boo)
"itu tidak mungkin" (bee)
"mungkin saja, aku yang akan membuatnya menjadi nyata" (boo)
Aku dan Boo naik taxi menuju pantai. Di tengah perjalanan taxi yang kami tumpangi mogok. Hasilnya kami harus berjalan kaki karena jalanan sepi dan tidak ada sinyal untuk memesan taxi online.
"Bee, hari ini kau sangat berbeda" (boo)
"berbeda?" (bee)
"kau menguncir rambutmu seperti dulu, kau sangat manis" (boo)
"walaupun aku manis, ada yang lebih manis dariku, sebuah cokelat" (bee)
"kau ingat itu?" (boo)
"aku ingat" (bee)
"bee, bagaimana rasanya amnesia?" (boo)
"rasanya sangat hampa, tak ada yang dapat aku jelaskan, semua terasa tidak asing seperti serpihan-serpihan kertas yang menyatu tapi tak dapat terbaca apa yang tertulis didalamnya" (bee)
"ingatanmu pasti kembali, aku yakin" (boo)
"semoga saja" (bee)
"kita menyewa sepeda saja ya, daripada jalan kaki jauh" (boo)
"adakah sewa sepeda disini?" (bee)
"itu di seberang jalan ada penyewaan sepeda untuk menuju pantai" (boo)
"itu ide yang bagus" (bee)
Boo mengambil sepeda sewaan dan memboncengku sampai pantai.
"kau ingat, tepat disini kita pernah membangun istana pasir?" (boo)
"aku ingat" (bee)
"ayo lakukan sekali lagi" (boo)
"iya" (bee)
"Suatu hari nanti aku akan membangun istana besar dan aku akan menjadi rajanya" (boo)
"lalu aku?" (bee)
"kau akan melayaniku" (boo)
"maksudmu aku akan menjadi pelayanmu?!" (bee)
"ya" (boo lari)
"kau jahat, Boo!" (aku mengejar boo sampai jatuh terbaring di pasir)
"sangat menyenangkan bukan?" (boo)
"ya, sayangnya keluarga kita tidak hadir disini" (bee)
"aku yakin, suati hari nanti keluarga kita akan melakukan hal yang sama, kita semua akan piknik bersama seperti saat keluarga kita masih utuh" (boo)
"ku harap Tuhan akan mengabulkannya" (bee)
"ayo berfoto disana dengan pose yang sama seperti dulu" (boo)
"siapa yang akan mengambil gambarnya?" (bee)
"adalah, tunggu saja disini" (boo)
Aku dan Boo bergandengan tangan dan orang yang disuruh Boo mengambil gambar kita berdua.
"Foto-foto yang bagus" (bee)
"hari sudah mulai sore, ayo kita naik wahana itu" (boo)
"bianglala!" (bee)
"ya" (boo)
"tunggu boo" (bee)
Aku memegangi kepalaku karena aku merasa pusing hebat. Aku melihat dan mendengar banyak hal. Sampai akhirnya keadaanku pulih kembali.
"Terima kasih Boo" (bee)
"kenapa?" (boo)
"sepertinya ingatanku telah kembali sepenuhnya" (bee)
"benarkah" (boo)
"Boo, you are my angel" (aku memeluk bee)
"kakek lihatlah mereka berdua, mereka pasangan yang serasi seperti kita waktu muda"
"ya nek, andai saja kita masih muda"
"maaf kakek, nenek, kami tidak berpacaran" (bee)
"kami hanya bersahabat" (boo)
"semoga kalian terus bersama dan bisa menjalin hubungan"
"kami permisi ***, semoga Tuhan mempersatukan kalian berdua"
Aku kaget mendengar apa yang dikatakan oleh nenek dan kakek itu. Aku melihat kakek dan nenek itu bergabung bersama keluarga besarnya. Sungguh aku menginginkan keluarga yang utuh.
"Bee, jangan sedih, ayo jadikan naik wahana bianglala?" (boo)
"ya jadi dong, tapi sebaiknya kita makan dulu, dari tadi kita belum makan siang" (bee)
"oh iya, aku lupa" (boo)
Aku dan Boo menuju resto dekat pantai. Restonya terlihat sangat sederhana dengan balutan suasana khas pedesaan.
"Resto ini seperti resto di pedesaan" (bee)
"desa?" (boo)
"kau mungkin tidak tahu suasana pedesaan, tapi tidak denganku, aku pernah pergi ke desa nenekku" (bee)
"Suasana desa itu enak ya?" (boo)
"Oh, sangat menyenangkan, semua orang saling menghormati, saling tegur sapa walau tidak saling mengenal, sedangkan di kota, semua sibuk dengan urusan masing-masing dan lupa berkomunikasi dengan sekitar" (bee)
"Aku tidak tahu bagaimana suasana desa, karena sebelum aku pindah rumah aku pun dikota, kota yang sama dengan Maureen" (boo)
"Oh itu sebabnya kalian saling mengenal sejak kecil" (bee)
"ya" (boo)
Aku jadi teringat yang kemarin. Apa yang terjadi dengan Jessi dan Deandra?
"Boo, apakah Deandra itu laki-laki yang baik?" (bee)
"kenapa kau bertanya seperti itu? Dia kan senior kita" (boo)
"aku hanya ingin tahu saja" (bee)
"ku rasa dia orang yang baik" (boo)
"begitu ya?" (bee)
"ada apa tiba-tiba kau bertanya tentangnya ?" (boo)
"tidak, bukan apa-apa sih" (bee)
"apa?" (boo)
"siapa gadis yang menghinaku?" (bee)
"dia adalah Lavanda Hillary" (boo)
"hah?!" (aku kaget)
"kenapa kaget?" (boo)
"jadi dia itu Vanda, ternyata dia lebih buruk dari yang ku tahu" (bee)
"Maureen yang menceritakan pada mu ya?" (boo)
"ya, apakah Vanda dan Deandra itu dekat?" (bee)
"aku tidak tahu, sepertinya kau penasaran sekali dengan mereka?" (boo)
"Tidak" (bee)
Aku tak menduga gadis penghina itu adalah Lavanda Hillary. Gadis kejam dan sadis yang diceritakan Maureen. Aku hanya berusaha menghindari sesuatu yang tidak diinginkan. Aku tidak ingin berprasangka buruk tentang Jessi dan Deandra. Tapi aku juga khawatir. Sepertinya aku akan memperhatikan mereka saja. Dengan begitu mungkin aku bisa memperoleh informasi.
"ya sudah, ayo naik bianglala" (boo)
"ayo, aku sudah tidak sabar" (bee)
Aku dan Boo naik bianglala dengan satu tempat. Hari sudah gelap sehingga banyak lampu berkelap kelip di sekitar sini. Tiba-tiba saja bianglala berhenti berjalan. Tepat sekali tempat yang aku dan Boo tempati berada di paling atas.
"Boo, aku takut ketinggian" (bee)
"kau jangan takut, semua akan baik-baik saja" (boo)
"tapi ini sangat tinggi" (aku menoleh ke bawah)
"jangan lihat bawah, sekarang pandang mataku, aku akan memegangi tanganmu, tenangkanlah pikiranmu, jangan berpikir negatif" (boo)
"tapi aku takut" (bee)
"semua akan baik-baik saja, sebentar lagi pasti berjalan kembali" (boo)
"kenapa harus berhenti di saat aku di paling atas seperti ini sih?" (bee)
"kau bisa mengalahkan ketakutanmu, percayalah pada dirimu, anggap saja keberanian adalah tujuanmu dan kau harus berusaha mengalahkan ketakutan yang kau miliki" (boo)
"ah" (bee)
"tatap mataku" (boo)
"aku tidak bisa, aku akan menutup mataku saja" (bee)
"kenapa?" (boo)
Tiba-tiba saja bianglala berjalan seperti semula.
"ah, akhirnya kembali" (bee)
"bee jawab aku kenapa kau tidak bisa menatapku?" (boo)
"karena-karena aku takut, jadi lebih baik aku menutup mataku" (bee)
"begitu ya" (boo)
Aku dan Boo turun dari bianglala.
"langit sangat indah, malam yang sangat cerah" (bee)
"ya, bintang berkelap-kelip dan bulan purnama juga bersinar sangat terang" (boo)
"bulan purnama?!" (bee)
"ada apa?" (boo)
"aku berjanji pada seseorang kalau aku akan menemuinya pada saat bulan purnama" (bee)
"siapa?" (boo)
"luhan" (bee)
"dia yang memintamu begitu?" (boo)
"apa yang harus kulakukan sekarang?" (bee)
"kau kirim peaan saja ke dia" (boo)
"ya, aku tidak terpikirkan hal itu" (bee)
_____________________________________________
[20.32] Bee: Luhan, maaf aku tidak bisa datang, aku tidak berada di kampus sekarang, aku sedang bersama temanku, sekali lagi aku minta maaf
[20.33] Luhan: ah tidak masalah, aku juga sedang di rumah nenekku
[20.33] Luhan: semoga kau bersenang-senang
[20.33] Bee: terima kasih Luhan
_____________________________________________
"sudah boo" (bee)
"kalian sepertinya semakin dekat?" (boo)
"ah tidak" (bee)
"bee, apa benar kau phobia darah?" (boo)
"ha?" (bee)
"jawab aku" (boo)
"ya" (bee)
"lalu kenapa kau tetap masuk jurusan kedokteran?" (boo)
"karena janji kita" (bee)
"kenapa kau lebih memperdulikan itu, mengapa kau tak pedulikan dirimu sendiri?" (boo)
"aku adalah orang yang suka menepati janji, aku tak akan melanggar janji yang telah kita buat" (bee)
"apa kamu bisa berjanji untukku?" (boo)
"apa?" (bee)
"3 janji" (boo)
"apa saja?" (bee)
"besok sajalah, sekarang ayo pulang" (boo)
"aku masih ingin berbaring disini, kumohon" (bee)
"baiklah, besok masih hari libur jadi kita cari hotel dekat sini saja" (boo)
"tapi boo..." (bee)
"aku sudah tidak punya uang lagi" (bee)
"aku juga mungkin uangku hanya bisa digunakan untuk satu kamar" (boo)
"tidak mungkin kita satu kamar" (bee)
"bagaimana ya, aku juga tidak membawa kartu atmku" (boo)
"kalau kita pulang, taxi mungkin juga sudah tidak ada" (bee)
"ikut aku" (boo)
"kemana?" (bee)
"hotel" (boo)
"bagaimana membayarnya?" (bee)
"aku akan mengurusnya" (boo)
"saya memesan satu kamar untuk dua orang" (boo)
"apa kalian pasangan kekasih?"
"ya" (boo)
"boo..." (bee)
"syuuut diam, kalau tidak begini kita mungkin akan tidur jalanan, apa kamu mau tidur di jalanan?" (boo)
"tapi boo" (bee)
"diam aja" (boo)
"baiklah, ini kunci kamarnya, semoga menikmati layanan kami"
"terima kasih" (boo)
"Boo kenapa kau mengatakan kalau kita pasangan kekasih?" (bee)
"kalau kita jujur, pasti tidak akan bisa menginap disini, lagipula uangnya juga hanya cukup untuk satu kamar saja" (boo)
"lebih baik kau saja yang menginap disini, aku akan pulang" (bee)
"jangan bee, ini sudah larut malam, bagaimana jika ada apa-apa?" (boo)
"kita tidak mungkin satu kamar boo" (bee)
"aku akan tidur di sofa dan kau yang tidur di kasur" (boo)
"aku...." (bee)
"aku bukanlah orang jahat, aku bukan orang mesum, aku adalah sahabatmu, jangan berpikir negatif tentangku" (boo)
"aku tidak berpikir seperti itu" (bee)
"sudah-sudah, kau tidurlah aku juga akan tidur, besok kita akan pulang" (boo)
"ya boo" (bee)
Aku merasa tidak nyaman pada Boo. Aku akan tidur satu ruang dengan Boo. Rasa bahagia dan cemas bercampur aduk menjadi satu. Bagaimana mungkin aku bisa tidur satu ruang dengan Boo? Boo sudah memiliki pacar. Memang benar kata Boo, kalau aku pulang malam-malam seperti ini pasti aku akan tidur di jalanan, atau mungkin aku bisa dijahati oleh orang jahat. Aku tak punya pilihan selain ini.
TBC
Bagaimana ceritanya?
Semakin rumit nih ceritanya
Ikuti terus ya:)
Jangan lupa like, rate, vote dan comment๐
Supaya author lebih semangat nulis ceritanya dan untuk penyempurnaan cerita tentunya:v
๐๐๐