Bee [Who Should I Choose?]

Bee [Who Should I Choose?]
Camping termanis 2



Aku mengejar Boo dan tanpa sengaja kakiku tersandung. Aku terjatuh bersama Boo. Aku menjauhkan posisiku dengan Boo. Aku memposisikan tubuhku seperti saat tidur terlentang.


"Bee kau selalu cantik, kau tidak pernah berubah" (boo)


"benarkah?" (bee)


"aku senang kita menjadi dekat" (boo)


"aku juga boo" (bee)


Aku memandang langit yang cerah bersama Boo. Aku bisa melihat keindahan di atas sana. Berjuta-juta bintang mewarnai indahnya langit malam ditambah dengan sinar bulan purnama yang sempurna.


"Kira-kira bintang yang manakah ibuku?" (bee)


"Kau coba bayangkan wajah ibumu, hadirkan dalam pikiranmu dan rasakan dalam hatimu" (boo)


"hah?" (bee)


"ayo lakukan aku juga akan melakukannya untuk Devan" (boo)


Aku memejamkan mataku, aku hadirkan wajah ibuku dalam pikiranku. Aku menenangkan hatiku. Lalu ku buka mataku. Alangkah terkejutnya aku. Aku bisa melihat wajah ibuku tersenyum di atas langit. Dia sangat cantik, dia melambaikan tangannya padaku sambil tersenyum. Aku pun membalas senyumannya. Aku menangis melihatnya pergi menghilang entah kemana. Aku merasakan kepergiannya seperti saat ibuku meninggal dulu. Rasanya sangat menyakitkan, aku tidak bisa merelakan dia pergi. Tapi aku mencoba kuat. Aku menutup mataku, sekarang aku bisa melihat ibuku dengan jelas. Dia berbalut pakaian serba putih, dan tubuhnya bersinar. Dia perlahan-lahan mendekatiku.


"Beetariss, kau sudah besar sekarang, ibu senang kau bahagia" (ibu bee)


"ibu" (aku menangis)


"janganlah menangis sayang, kita masih bisa bertemu dan berkumpul kembali seperti dulu, sekarang hapus air matamu" (ibu bee)


"ibu" (ibu mengusap air mataku)


"jagalah ayahmu selalu dan jagalah dirimu ya nak, kita akan bertemu di keabadian nanti" (ibu bee)


"ibu dimanakah kakak?" (bee)


"kau akan tahu nanti, sekarang ibu harus pergi, maafkan ibu ya, ibu belum sempat membahagiakanmu nak" (ibu bee)


"tidak ibu, kehadiran ibu saat ini telah membuatku sangat bahagia, aku bahkan tidak bisa menunjukkan betapa bahagianya diriku ini bu" (bee)


"sekarang peluklah ibu untuk terakhir kalinya, kau masih bisa merasakan ibumu ini, ibu akan selalu ada di hatimu, kau harus merelakan ibu, ibu harus pergi" (ibu bee)


Aku memeluk tubuh ibuku. Aku merasakan belaian kasih sayang seorang ibu. Aku merasakan kehangatan seorang ibu. Tapi kemudian perlahan-lahan tubuh ibuku menghilang. Aku tetap memeluk erat tubuh ibuku. Hingga akhirnya ibuku benar-benar hilang dari pandanganku. Aku mencoba berteriak nama ibuku tetapi dia tidak datang lagi. Tubuhku tersentak ketika ada yang mencipratkan air ke wajahku. Aku sontak berteriak nama ibuku. Aku membuka mataku ternyata ibuku sudah tidak ada lagi. Yang aku lihat Boo ada didepanku dan sekarang hari sudah pagi.


"ayo ini sudah pagi" (boo)


"i-iya" (lalu aku menangis)


"kenapa menangis, aku hanya membangunkanmu tadi" (boo)


"aku melihat ibuku tadi, dia sangat cantik dengan pakaian putihnya. Dia berkata-kata yang membuatku tak bisa menahan tangisku. Aku bisa memeluk tubuh ibuku tadi" (bee)


"Bee, kau cuma bermimpi itu tidaklah nyata" (boo)


"tapi aku benar-benar melihatnya tadi" (bee)


"sudah kubilang kalau kau mencoba merasakan dalam hatimu, pasti ibumu akan hadir" (boo)


"terima kasih Boo, malam ini juga malam terindah untukku, aku bisa melihat wajah ibuku kembali setelah bertahun-tahun yang lalu" (aku memeluk Boo)


"ya sudah hapus air matamu dan ayo keluar dari hutan" (boo)


"iya" (aku melepaskan pelukanku)


Aku berjalan membuntuti Boo di belakangnya. Aku menjaga jarakku agar tetap dekat dengan Boo agar aku tidak terpisah. Boo membantuku untuk naik. Kami lalu pergi ke arah sebelum kami tersesat. Lalu beberapa petugas pun datang.


"apa kalian siswa-siswi yang hilang itu?" (petugas)


"siswa-siswi hilang?" (bee)


"tadi malam dilaporkan ada 1 siswa dan 1 siswi yang hilang di hutan ini, oh ya apa kailan bernama Boownie dan Beetariss?" (petugas)


"ya pak itu kami"


"bagaimana kalian bisa dari arah sana?" (petugas)


"kami tersesat tadi malam" (boo)


"itu adalah kawasan yang dilarang karena banyak binatang buas disana" (petugas)


"tapi disana hutan yang sangat indah pak, masih jernih pula airnya" (bee)


"benarkah ada tempat seperti itu?" (petugas)


"ya pak kami bermalam disana semalam" (boo)


"baik pak"


Aku dan Boo mengikuti langkah petugas. Ternyata arah yang benar adalah arah yang dilalui Naya dan Nico kemarin. Tapi bagaimana bisa kemarin panahnya berubah arah?


Aku pun kembali ke kelompokku dan Boo juga kembali ke kelompoknya. Sebelum itu kami melapor dahulu kepada guru.


"Bee kau darimana saja tadi malam?" (naya)


"aku dan Boo tersesat" (bee)


"tapi kalian tidak papa kan?" (celin)


"aku tidak papa, malah ada sesuatu yang indah saat kami tersesat" (bee)


"maksudmu?" (naya dan Celin)


"kami menemukan sebuah tempat yang sangat indah. Tempat yang dipenuhi dengan bunga bermekaran. Airnya juga sangat jernih. Harum bunganya menambah keindahan tersendiri di tempat itu" (bee)


"benarkah?" (celin)


"ya bahkan aku bisa melihat ibuku yang sudah tiada" (bee)


"bagaimana itu bisa terjadi?" (naya)


"aku juga tidak tahu, Boo bilang aku hanya bermimpi tapi rasanya nyata sekali" (bee)


"kau mungkin merindukannya sehingga dia bisa hadir dalam mimpimu" (celin)


"mungkin saja karena sebelum itu aku membayangkan wajah ibuku, walau begitu aku senang" (bee)


"syukurlah kalau begitu (celin)


"aku masih bingung bagaimana panahnya bisa berubah arah?" (bee)


"berubah arah?" (celin)


"maaf Beetariss, sebenarnya aku dan Nico hanya iseng aja" (naya)


"apa kau bilang?!" (bee)


"maaf, nico bilang padaku kalau kamu itu suka pada Boownie, jadi kami ingin kalian bersama" (naya)


"bagaimana kalau kami celaka, kau ini" (bee)


"iya maaf, jangan marah ya, yang terpenting kalian kan sudah kembali dan baik-baik saja" (naya)


"jadi kamu memendam rasa sukamu itu pada Boownie?" (celin)


"kumohon jangan ceritakan kepada siapapun, aku hanya tidak mau patah hati" (bee)


"kau hebat Beetariss, kau bisa menyukai dalam diam walau kau terus kusakiti saat dulu, kau lebih berhak daripada aku" (celin)


"ah, Celin..." (bee)


"apa yang kau lakukan semalam bersama Boo?" (naya)


"aku hanya memandang indahnya langit dengan kunang-kunang yang bertebaran" (bee)


"wah romantis sekali" (celin)


"ah tidak, Boo hanya menganggapku sebagai sahabat saja" (bee)


"bisa saja kan sahabat jadi cinta" (celin)


"ah..." (bee)


"sepertiku sekarang, aku sudah jadian dengan Nico tadi malam" (naya)


"benarkah itu?" (bee)


"ya Nico menyatakan cintanya padaku semalam" (naya)


"aku jadi iri sama kalian" (celin)


"hhhhmmm..." (aku memeluk naya dan celin)


"ya sudah, ayo bersiap-siap untuk kegiatan selanjutnya" (naya)


"ayo" (bee)


Aku masih terbayang-bayang akan kejadian tadi malam. Benar-benar camping termanis yang pernah ada. Ku harap akan selalu begitu. Aku masih ingin terus bersama Boo. Aku akan berusaha keras agar aku bisa satu sekolah lagi dengannya. Aku akan lakukan segalanya demi mendapatkan Boo, bahkan kalau memang aku harus korbankan diriku sendiri. Aku rela mengorbankan nyawaku demi Boo. Boo sudah banyak kali menolong nyawaku. Kalau tidak ada dia mungkin kini aku sudah tiada. Terima kasih banyak Boo. Jutaan kenangan telah kita ukir bersama sejak kecil. Kau memang yang terbaik bagiku. Aku akan menghargaimu kapanpun, dimanapun.