![Bee [Who Should I Choose?]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/bee--who-should-i-choose--.webp)
Aku pergi ninggalin Boo. Aku jalan kaki untuk pulang sekolah. Lalu aku pergi ke taman sekolah TK. Taman itu sangat berkesan untukku. Disanalah pertama kalinya aku mengenal Boo. Sebernya itu bukan pertama kali aku melihatnya karena aku pernah melihatnya bersama ibunya saat berbelanja. Saat aku melihatnya untuk pertama kali, aku merasa dia anak yang baik. Dia selalu menurut pada ibunya. Hubungan mereka terlihat sangat harmonis. Bahkan aku bisa mengenalnya dan sekarang sahabatan sama dia. Sungguh itu perjuangan yang tidak mudah bagiku. Tapi sekarang, aku sudah tidak punya harapan lagi.
"Nak, bukankah kau Beetariss ya?" (guru TK)
"Bu Leny?" (Bee)
"kenapa kamu disini dan kenapa menangis?" (guru TK)
"Saya rindu masa-masa TK saya Bu " (Bee)
"Apa kamu masih satu kelas dengan Nico dan Boownie?" (guru TK)
"iya Bu" (Bee)
"Saya merasa pada saat masih ada kalian rasanya sangat menyenangkan, kamu yang hadir membawa keceriaan bagi yang lain saat itu" (guru TK)
"Terima kasih bu" (bee)
"Dan Boownie apa masih tetap sama, setelah Devan tiada dia menjadi sangat pendiam" (guru TK)
"Ya Bu, tetapi sekarang dia sudah mulai bisa tersenyum lagi" (bee)
"Syukurlah jika keadaannya mulai membaik, saya takut kalau gangguan psikis yang dialaminya akan terus memburuk" (guru TK)
"Saya tahu kejadian itu pasti membuatnya terpukul, tapi pasti saya akan membuat dia tidak kesepian lagi, saya akan bersahabat dengannya nanti"
"Semoga saja itu akan membuatnya pulih, kasihan dia" (guru TK)
"Ya sudah Bu, saya mau pulang dulu, terima kasih Bu" (bee)
Aku kembali berjalan kaki. Akan aku keluarkan semua emosiku sambil jalan kaki. Bahkan aku tendang batu kerikil yang ada didepanku. Aku terus berjalan sambil meratapi nasibku. Sebuah batu kecil ngalangin jalan ku. Aku tendang batu kerikil itu sampai tak sengaja kena seseorang. Ternyata batu yang aku tendang kena makanan orang. Orang itu berbadan kekar, mengerikan, seperti preman. Aku ketakutan, aku tahu aku bisa bela diri, tapi ngeliat dia yang berotot, dan kekar kaya gitu aku sudah takut. Aku kan perempuan kecil jika dibandingkan dengannya. Aku rasa tubuhnya 3 kali lebih besar dariku. Aku pun lari dari dia. Aku nggak mau dia nangkep aku. Bisa-bisa nanti aku bakal diapa-apain lagi. Aku niatnya mau nyebrang, ngehindar dari orang itu. Malah aku tertabrak mobil. Aku merasakan benturan yang sangat keras. Aku merasakan sakit di tubuh dan kepalaku, aku melihat banyak cairan darah di sekitarku, mataku juga udah mulai sedikit kabur. Aku ngeliat orang-orang pada ngerumunin aku. Apa ini akhir hidupku? Setelah itu mataku bener-bener tertutup....
“Dimana aku?” (bee)
“Sudah sadar ya, ini di rumah sakit” (suster)
“Apa yang terjadi suster?” (bee)
“Kau mengalami kecelakaan dan mengalami amnesia” (suster)
“Amnesia?” (bee)
“Baiklah saya akan panggil dokter untuk cek kondisimu?” (suster)
“Dok, kapan saya mengalami kecelakaan?” (bee)
“sekitar satu minggu yang lalu ada seorang pria yang membawa kamu dalam keadaan pendarahan kepala” (dokter)
“Siapa yang membawa saya?” (bee)
“Saya tidak tahu siapa dia, dia hanya memberitahu namamu Bee” (dokter)
“Bee?” (bee)
“kamu mungkin membutuhkan penyesuaian terhadap sekitarmu, karna amnesiamu amnesia sementara jadi kemungkinan kamu masih bisa mengingat segalanya” (dokter)
“Lalu apa keluarga saya ada disini?” (bee)
“Ya, ayah kamu sedang ada di ruang administrasi, baiklah keadaanmu sudah membaik” (dokter)
“Terimakasih dok” (bee)
“Anakku kau sudah sadar?” (ayah bee)
“apa kau ayahku?” (bee)
“Ya nak ini ayahmu” (ayah bee)
“Lalu ibu?” (bee)
“ibumu sudah meninggal saat kamu masih kecil, ah sudahlah apa kamu sudah baik-baik saja sekarang sayang” (ayah bee)
“Ya ayah hanya sedikit sakit kepalaku” (bee)
“Untung saja Boownie langsung membawamu ke rumah sakit” (ayah bee)
“Siapa boownie?” (bee)
“Dia teman sekelas kamu dan tetangga kita” (ayah bee)
“Oh begitu” (bee)
“ayah akan menjagamu mulai sekarang, ayah tidak mau menyesal lagi” (ayah bee)
“Menyesal?” (bee)
“Ah bukan apa-apa nak, kau istirahat yang baik ya, ayah akan membeli makanan di luar” (ayah bee)
“baik ayah” (bee)
Siapa Boownie? Aku sama sekali tidak mengingatnya. Aku merasakan keanehan. Aku tidak bisa mengingat apapun. Aku terus mencoba tetapi tetap saja, malah kepalaku menjadi semakin sakit.
“Ayo nak makan dulu” (ayah bee)
“Ayah apa aku dan Boownie sebelumnya dekat?” (bee)
“Kenapa kau tanya hal itu?” (ayah bee)
“Aku merasa tidak asing dengan namanya” (bee)
“Ya kalian sudah 11 tahun bersama, sejak TK kalian satu kelas” (ayah bee)
“Hmmm...” (bee)
“Sudahlah lama-kelamaan kamu pasti akan mengingatnya, sekarang makan dulu supaya keadaan kamu pulih” (ayah bee)
“baik ayah” (bee)
“Kau sudah tidak sabar ya, tunggu hingga kamu sehat” (ayah bee)
“Aku sudah tidak apa-apa ayah” (bee)
“Kau belum pulih nak tunggu informasi dari dokter” (ayah bee)
“Tapi aku tidak suka di sini rasanya tidak bebas dan aku takut” (bee)
“baiklah ayah akan ajak kamu jalan-jalan keluar pakai kursi roda” (ayah bee)
“terima kasih ayah” (bee)
“Ayah rumah sakitnya luas ya?” (bee)
“Iya” (ayah bee)
“Beetariss kamu nggak papa kan? Aku cari kamu kemana-mana tadi” (nico)
“Siapa kamu?”(bee)
“Aku temen kamu Nico, masa kamu nggak ingget sama aku” (nico)
Aku hanya menoleh ke ayah memberi kode bertanya siapa dia.
“Ya nak dia teman sekelas kamu Nico” (ayah bee)
“Nico?” (bee)
“Ya ini aku, kamu kenapa?” (nico)
“Beetariss mengalami amnesia sementara” (ayah bee)
“Apa amnesia? Bagaimana bisa? ” (nico)
“Biarkan dulu, jangan buat anakkku tertekan dengan semua pertanyaanmu” (ayah bee)
“baiklah om” (nico)
“Ayah namaku Beetariss ya?” (bee)
“Iya nak nama panjangmu Beetarissa Salma” (ayah bee)
“oh begitu ya” (bee)
“andai aja aku milih pulang sama kamu pasti ini nggak bakalan terjadi” (nico)
“sudahlah, kita bersabar saja” (ayah bee)
“Oh sebentar ada panggilan masuk” (nico)
“....”
“Baiklah om, Beetariss saya harus pulang dulu, semoga cepat sembuh ya” (nico)
“makasih nico” (bee)
“Aku balik dulu ya” (nico)
“hati-hati pulangnya” (ayah bee)
“ya om, permisi” (nico)
“Ya sudah ayo kembali ke ruangmu lagi, biar bisa istirahat” (ayah bee)
“Tidur sayang ayah akan ada di sisimu” (ayah bee)
“Ayah memang yang terbaik” (aku meluk ayah)
“Kamu juga anak ayah yang terbaik” (ayah bee)
"Ayah namaku indah ya?" (bee)
"ya nak, nama itu pemberian dari ibumu" (ayah bee)
"Siapa nama ibu?" (bee)
"Salma Morra Ae-ri, ibumu memiliki sedikit darah korea" (ayah bee)
"benarkah itu ayah?" (bee)
"ya, dia cantik sepertimu" (ayah bee)
"ah... ayah" (bee)
TBC
Bagaimana ceritanya?
Kira-kira bagaimana nasib Bee dan Boo?
Apa Bee bakal ingat pada Boo?
Ikuti terus ya:)
Jangan lupa like, rate, vote dan comment👍
Supaya author lebih semangat nulis ceritanya dan untuk penyempurnaan cerita tentunya:v
🙏🙏🙏