![Bee [Who Should I Choose?]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/bee--who-should-i-choose--.webp)
Aku mempersiapkan semuanya yang harus aku bawa ke asrama, mulai dari pakaian, buku-buku, alat tulis, dll. Buku diaryku yang sudah lama tidak aku buka aku biarkan di rumah dan aku gembok. Aku tidak ingin ada yang melihatnya nanti jika aku bawa tapi aku membawa satu buku diary baruku. Di buku diary itu akan aku tulis keseharianku selama kuliah.
"Nak kau butuh sesuatu lagi?" (ayah bee)
"tidak ayah, ini sudah cukup" (bee)
"bawa foto keluarga ini, jika kau merindukan ayah kau bisa melihat foto ini" (ayah bee)
"ayah, aku pasti akan selalu merindukanmu nanti" (aku sedih)
"jangan menangis sayang" (ayah bee)
"ayah jaga diri ayah baik-baik dan ayah jangan khawatir tentang aku, aku juga akan menjaga diriku baik-baik" (bee)
"ya nak, seandainya ibumu masih hidup pasti dia bahagia melihatmu telah tumbuh dewasa" (ayah bee)
"ayah ibu sudah bahagia disana" (bee)
"bagaimana kau tahu?" (ayah bee)
"dulu saat camping, ibu datang dalam mimpiku, ibu bilang dia bahagia, dia ingin aku menjaga diri ayah dan diriku baik-baik, pelukannya terasa sangat nyata, tapi itu hanyalah mimpi" (bee)
"ibumu pasti sangat cantik" (ayah bee)
"ya ayah, wajah ibu bersinar, dia sangat cantik" (bee)
"sudah, sudah sekarang ayo ayah antar" (ayah bee)
"ya ayah" (bee)
Aku tidak bisa membendung air mataku. Lalu aku memeluk erat ayah dan menangis. Selama ini dia sudah seperti ayah dan ibu dalam satu tubuh.
"ayah, aku tidak akan mengecewakan ayah, aku janji aku akan menjadi dokter yang baik seperti ibu" (bee)
"ya nak, ayah selalu mendukungmu" (ayah bee)
"terima kasih ayah" (bee)
"sebaiknya kamu berangkat bersama Boo saja, ayah takut tidak bisa merelakanmu nanti" (ayah bee)
"ayah...." (bee)
"jangan sedih lagi, wajahmu sudah merah, ayo ayah antar keluar rumah" (ayah bee)
"ya ayah" (bee)
"Pak Richard, saya mau titip Beetariss berangkat bersamamu" (ayah bee)
"oh baiklah" (ayah boo)
"dah ayah" (bee)
"dah baik-baik sayang" (ayah bee)
Mobil pun berjalan.
"Bee, jangan sedih, jalan ini menuju impianmu" (boo)
"ya nak, ayahmu selalu bercerita padaku, dia ingin kamu bisa hidup bahagia suatu hari nanti, dan semua impianmu bisa terwujud" (ayah boo)
"benarkah om?" (bee)
"iya" (ayah boo)
"semangat Bee, kau pasti bisa" (boo)
"terima kasih" (aku tersenyum)
Benar kata Boo aku harus semangat untuk mewujudkan impianku agar kelak ayah akan bahagia melihatku.
"ayah, ibu, kakak aku berjanji aku akan penuhi impianku, aku tak akan patah semangat, aku akan terus mencoba sampai akhirnya aku berhasil" (aku berkata dalam hati)
"Kakak..." (bee)
"ha, kakak?" (boo)
"Tidak, tidak kok" (bee)
"kau masih sedih ya, setelah kehilangannya?" (boo)
"seandainya jasad kakakku bisa ditemukan, mungkin aku tidak akan sesedih ini" (bee)
"dia pasti sudah bahagia disana, jangan sedih lagi" (boo)
"iya terima kasih Boo" (bee)
"ambillah ini, pasti setelah membukanya kau akan senang" (boo memberiku kotak)
"apa ini Boo?" (bee)
"bukalah, kau tidak akan menolaknya nanti" (boo)
"hah! cokelat, kau manis sekali" (bee)
"manis?!" (boo)
"maksudku cokelatnya pasti rasanya manis" (bee)
"ayah senang Boo, kau sudah bisa dekat dengan temanmu, setelah kamu memutuskan menutup dirimu ayah sudah menyerah, tapi melihatmu yang sekarang, ayah sungguh lega" (ayah boo)
"semua ini berkat Bee, ayah" (boo)
"aku?" (bee)
"ya kau kan telah merubah diriku setelah kita bersahabat, aku tidak merasa kehilangan seorang teman lagi, Devan juga sudah bahagia disana, aku tidak perlu sedih lagi karena ada dirimu, terima kasih Bee" (boo)
"terima kasih nak, atas apa yang kau lakukan pada Boo" (ayah boo)
"tidak om, aku hanya melakukan apa yang harus dilakukan seorang teman saja" (bee)
"semoga kalian tetap dekat seperti ini" (ayah boo)
"maaf om, aku mau tanya, ibunya Boo memangnya tidak pernah berkunjung kesini lagi?" (bee)
"jangan bicarakan itu, dia bukanlah orang yang baik" (ayah boo)
"ayah kau selalu bilang ibu bukanlah orang baik, tapi kenapa?" (boo)
"dia menghianati kita" (ayah boo)
"maksud ayah?" (boo)
"dia memiliki hubungan gelap bersama pria lain, ayah melihatnya sendiri" (ayah boo)
"itu tidak mungkin ayah, ibu adalah orang baik, dia selalu perhatian padaku" (boo)
Ayah Boo tiba-tiba mengerem mobilnya. Dia tampak marah. Aku jadi merasa bersalah, ini semua salahku. Seharusnya aku tidak menanyakan itu. Boo juga terlihat sedih.
"sudah ayah bilang, jangan bicara lagi tentangnya" (ayah boo)
"tapi ayah" (boo)
"kau mau kuliah disini atau di Amerika?" (ayah boo)
"aku ingin tetap disini ayah" (boo)
"kalau begitu, jangan bicara tentangnya lagi" (ayah boo)
Mobil kembali berjalan.
"iya ayah, aku janji" (boo)
"maaf om, Boo, ini semua salahku" (bee)
"kau tidak salah Bee" (boo)
"kalau saja aku tidak menanyakannya tadi, kalian tidak akan berselisih seperti ini, aku merasa bersalah" (bee)
"nak kau tidak salah, maaf kau juga harus melihat pertengkaran kami" (ayah boo)
"tidak om, tetap saja ini semua salahku" (bee)
"ayah benar Bee, kau tidak salah, rasa ingin tahumu itu tidak salah" (boo)
"tapi aku telah mencampuri urusan keluargamu" (bee)
"tidak, bukankah kamu juga sering menceritakan tentang ibumu padaku" (boo)
"itu berbeda, aku bercerita tapi ini..." (bee)
"syuuut! jangan katakan lagi demi sahabatmu ini" (boo menutup mulutku)
"iya, kau sahabatku" (bee)
"sudah sampai, kalian turunlah" (ayah boo)
"terima kasih om, Boo" (bee)
"aku turunkan ya kopermu" (boo)
"terima kasih Boo" (bee)
"ayah jaga diri ayah baik-baik, maaf yang tadi" (boo)
"kau juga jaga dirimu baik-baik, ayah hanya tidak suka membicarakan tentang ibumu, sudah sekarang kalian masuklah" (ayah boo)
"dah ayah" (boo)
"ayo" (boo)
"ayo" (bee)
Aku dan Boo berjalan memasuki gerbang kampus.
"Boo ayo berfoto bersama disini" (bee)
"hmm, ayo" (boo)
"kau sangat tampan" (bee)
"kau juga cantik, imut" (boo)
"ah...." (aku tersipu malu)
"kirim ke aku ya" (boo)
"oke" (aku mengirimkan foto)
"kau juga memakai kalung itu?" (boo)
"eh, iya Boo" (bee)
"ternyata cocok juga" (boo)
"tapi kau membelinya untukku?" (bee)
"tidak, kalung itu sebenarnya ibuku yang memberikannya dulu, dia ingin aku memberikan padamu" (boo)
"benarkah?" (bee)
"iya" (boo)
"dia sangat baik, tapi..." (bee)
"aku juga merasa begitu tapi entahlah aku masih kecil saat itu, aku masih tidak memahami apapun" (boo)
"jangan sedih, kita bernasib sama, kita hanya bisa merasakan kasih sayangnya pada waktu kecil, tapi ingatlah kau lebih beruntung Boo" (bee)
"iya aku ingat kok, diluar sana ada yang tidak bisa melihat orang tua mereka sejak lahir" (boo)
"sudah jam 10.00 ayo ke asrama masing-masing" (bee)
"jam 10.00?!" (boo)
"iya, memangnya kenapa?" (bee)
"tunggu sebentar ya, kita tunggu Maureen, aku sudah janji tadi untuk ketemuan di gerbang" (boo)
"oh, baiklah" (bee)
Aku dan Boo duduk di bangku dekat gerbang untuk menunggu Maureen. Sebenarnya aku juga cemburu, tapi aku tidak ingin menunjukkan kecemburuanku ini. Aku tetap berusaha tersenyum. Tak lama kemudian Maureen pun datang. Dia tampak fashionable dengan pakaian dan kacamata cokelatnya.
"Kau sudah datang" (boo)
"ya, maaf terlambat" (maureen)
"kamu sangat cantik Maureen" (bee)
"terima kasih, kau juga" (maureen tersenyum)
"eh, kau adalah model itu ya, bolehkah berfoto bersama?"
"iya aku juga ingin"
"aku juga"
"kami juga mau"
"baiklah kita berfoto bersama, Boownie, Beetariss ikutlah" (maureen)
"kau sangat beruntung Maureen" (bee)
"sebegitu sibukkah?" (bee)
"ya, Boownie juga tahu" (maureen)
"kau juga tahu Boo?" (bee)
"aku pernah photoshoot bersamanya dulu saat smp" (maureen)
"oh" (bee)
"kau diantar papamu tadi?" (boo)
"tidak, papa sibuk di kantor, mama pun sibuk ada casting, aku diantar supir" (maureen)
"oh" (boo tersenyum pada maureen)
"ayo ke asrama" (maureen)
"ayo"
"Bye" (boo)
"bye"
Boo berpisah denganku dan Maureen karena asrama untuk laki-laki lebih dekat. Aku dan Maureen berjalan menuju asrama. Saat berjalan aku sempat menoleh ke belakang. Aku melihat Boo berjalan dengan gagahnya, walau tampak dari belakang saja. Dia sudah tampan bahkan saat terlihat dari belakang. Aku menoleh ke depan lagi.
"kau terlihat sangat dekat dengan Boownie?" (maureen)
"tidak, kami hanya bersahabat saja" (bee)
"oh" (maureen)
"kalian pasangan yang sangat erasi" (bee)
"eh..." (maureen)
"pasti akan banyak yang iri dengan hubungan kaliam" (bee)
"ehm ..." (maureen tersenyum)
"di kamar yang manakah aku akan tinggal ya?" (aku melihat gedung asrama yang bertingkat)
"kita satu kamar saja ya" (maureen)
"ah, tapi bukankah sudah diatur" (bee)
"aku belum mendapat kamar, aku akan mengajukan satu kamar sama kamu" (maureen)
"baiklah" (bee)
Aku mengikuti Maureen, karena dia harus mendapat kamarnya. Dia berbincang-bincang sebentar dengan senior yang mengatur kamar disini. Kemudian dia kembali.
"sudah, ayo" (maureen)
"ayo" (bee)
Aku dan Maureen memasuki kamar. Satu kamar terdiri atas 4 ranjang bertingkat. Mungkin 2 orang lagi masih ada diluar. Aku meletakkan koperku
"beruntung sekali aku bisa satu kamar dengan model cantik sepertimu" (bee)
"ah, jangan katakan itu, kamu juga cantik, kamu tidak memanjangkan rambutmu?" (maureen)
"ehm, sebenarnya dulu aku sangat tomboy, bahkan rambutku dulu lebih pendek dari ini" (bee)
"kalau kau memanjangkan rambutmu, pasti kau akan sangat cantik" (maureen)
"benarkah?" (bee)
"iya" (maureen)
"mungkin aku akan mencoba memanjangkan rambutku suatu hari nanti" (bee)
"Bee, kulitmu sangat bagus, putih bersih" (maureen)
"ehm, aku mendapatkannya dari ibuku" (bee)
"ibumu?" (maureen)
"ya, nenekku masih memiliki garis keturunan korea" (bee)
"itu artinya kita sama, sama-sama memiliki darah korea, aku senang bisa berteman denganmu" (maureen)
"aku juga" (bee)
"ibumu pasti sama cantiknya denganmu" (maureen)
"ah, dia memang cantik tapi dia sudah tiada" (bee)
"oh maaf Bee, aku tidak tahu, Boownie tidak pernah menceritakan itu padaku" (maureen)
"tidak masalah" (bee)
"hai! namaku Chany Fransisca" (Chany)
"hai" (aku dan Maureen)
"wah, satu kamar nih sama model cantik" (Chany)
"bisa saja kamu, ini teman baruku Beetariss" (maureen)
"senang berkenalan denganmu Beetariss" (Chany)
"senang berkenalan denganmu juga Chany" (bee)
"kami satu kelas dulu saat SD, Beetariss" (Maureen)
"benarkah?" (bee)
"ya, Maureen sudah jadi primadona sejak saat itu" (Chany)
"kau bicara apa sih" (maureen)
"siapa satu lagi mahasiswa yang akan menempati kamar ini?" (bee)
"aku dengar dia juga populer seperti Maureen" (Chany)
"siapa dia?" (bee)
"Hello, guys! Aku disini ya, namaku Jessica Fufu, Jessica Fumeyra Fussia" (jessi)
"hai"
"kau Maureen Fredelina Lucya kan?" (jessi)
"iya, senang bertemu denganmu" (maureen)
"oke, dan kalian?" (jessi)
"namaku Chany Fransisca" (Chany)
"namaku Beetarissa Salma" (bee)
"senang bertemu dengan kalian juga" (jessi)
"sepertinya kau sangat populer Jessica" (bee)
"ups, cukup panggil Jessi, dan mungkin begitu" (jessi)
"waw, kamar ini dipenuhi gadis-gadis cantik" (chany)
"hahaha"
"maaf semua, aku harus pergi" (jessi)
"kemana?" (bee)
"ah, bertemu dengan kekasihku" (jessi)
"wow, siapa dia?" (chany)
"senior di sini, Deandra Belvano" (jessi)
"ah, kalian sama-sama populer" (maureen)
"kau juga bersama Boownie bukan?" (jessi pergi meninggalkan asrama)
"ah tidak" (maureen tersenyum)
"kau tidak pernah menceritakannya padaku" (chany)
ah sudahlah, Beetariss juga dekat dengan Boownie" (maureen)
"sungguh?" (chany)
"kamu tahu Boownie?" (maureen)
"iya, aku pernah kepoin instagramnya dia, tapi benarkah itu Beetariss?" (chany)
"kami bersahabat" (bee)
"eh nanti malam ada api unggun ya?" (maureen)
"ya, aku dengar sih begitu" (chany)
"ah, aku tidak tahu apapun" (bee)
"kamu belum tergabung di grup angkatan ukn '54 ya?" (maureen)
"belum" (bee)
"baiklah aku tambahkan kamu ke grup dulu" (maureen)
"terima kasih" (bee)
"jadi acara pembukaan ya mungkin?" (chany)
"bisa jadi dan setelah api unggun juga masih ada acara lain" (maureen)
"wah, aku tidak sabar, aku mandi dulu ya" (chany)
"oke"
"eh, Kenapa nama Luhan juga disini?" (bee)
"Dia kan juga asisten dosen jadi dia tergabung dalam grub untuk memberi informasi-informasi penting, tapi kau mengenal Luhan?" (maureen)
"iya, aku baru mengenalnya saat pendaftaran, aku juga tahu kau adalah adik kelas Luhan saat SMA" (bee)
"bagaimana kau bisa tahu?" (maureen)
"Luhan yang menceritakan padaku" (bee)
"kalian baru kenal udah dekat aja, tapi hati-hati ada seseorang yang sangat menyukai Luhan sejak dulu" (maureen)
"kenapa hati-hati?" (bee)
"dulu dia tergabung dalam genk yang suka membully" (maureen)
"ah, siapa dia?" (bee)
"Lavanda Hillary, nama panggilannya adalah Vanda" (maureen)
"apa dia masih sering seperti itu?" (bee)
"aku tidak tahu, berhati-hati saja, dia tidak akan membiarkan lolos seseorang yang menyukai Luhan" (maureen)
"dia jahat sekali, tapi aku tidak takut padanya" (bee)
"kamu tidak takut?!" (maureen)
"kenapa harus takut, tenang saja aku bisa bela diri kok" (bee)
"tapi dia sangat licik, aku takut jika dia tahu kamu dan luhan dekat, dia akan mencelakaimu" (maureen)
"aku dan Luhan tidak dekat, baru kenalan juga" (bee)
"baiklah" (maureen)
"aku sudah selesai, sekarang siapa yang akan mandi?" (chany)
"aku!" (maureen)
"ah, aku terakhir" (bee)
TBC
Bagaimana ceritanya?
Kira-kira akan bagaimana kisah mereka? ๐
Semakin rumit nih ceritanya
Ikuti terus ya:)
Jangan lupa like, rate, vote dan comment๐
Supaya author lebih semangat nulis ceritanya dan untuk penyempurnaan cerita tentunya:v
๐๐๐