![Bee [Who Should I Choose?]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/bee--who-should-i-choose--.webp)
Aku menuruni tangga. Aku melihat ayah sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja. Aku menghampirinya.
"Ayah akan berangkat bekerja?" (Bee)
"Ya nak, kamu baik-baik ya di rumah, jaga rumah di meja makan sudah ayah siapkan sarapan" (ayah bee)
"baik ayah, hati-hati dan jangan pulang terlambat" (bee)
"kenapa sayang?" (Ayah bee)
"Hari ini hasil ujiannya keluar" (bee)
"Oh iya, baiklah ayah usahakan pulang cepat" (ayah bee)
"Baik ayah, dah..." (aku melambaikan tanganku)
Aku mengambil piring untuk sarapan pagi. Rasanya sepi ketika sarapan sendirian. Setelah selesai, aku kembali ke kamarku. Aku memposisikan duduk di depan komputer untuk menunggu hasil ujiannya keluar. Walau masih lama keluarnya tetapi aku sangat antusias. Sambil menunggu aku membuka akun instagramku, @lovelybee. Sudah lama aku tidak membukanya. Aku mulai menggeser-geser yang ku ikuti. Senyumku merekah melihat satu foto profil. Ya dia adalah Boo. Dia memiliki banyak sekali followers. Satu postingannya membuatku kaget. Boo berfoto bersama gadis itu dalam postingannya dan juga menandai seseorang. Lalu ku memencet yang ditandai oleh Boo. Dia adalah gadis itu sendiri. Aku melihat foto-foto cantiknya. Dia sangat terkenal dan memiliki ribuan followers. Aku tahu Boo bilang dulu dia seorang model. Pasti dia menjadi idaman semua laki-laki. Aku melihat-lihat postingannya. Ada satu postingannya bersama Boo dengan caption '사랑해 오빠♡ (saranghae oppa)'. Aku tahu dari postingannya, dia sangat cantik karena ayahnya adalah orang korea. Hatiku menjadi sesak, nafasku tidak karuan, pikiranku entah sudah kemana-mana. Boo dan gadis itu juga saling berkomentar dalam postingan masing-masing. Sepertinya mereka benar-benar dekat. Mereka seperti pacaran. Ah aku ingat sekarang, dia adalah gadis di foto yang disimpan Boo. Walaupun terlihat sedikit berbeda tapi aku masih bisa mengenalinya.
"Sepertinya penantianku akan berakhir disini, kalian sungguh dekat, kalau saja aku tahu, aku mungkin tidak akan menunggunya selama ini, bagaimana kalau nanti aku bertemu Boo? Apa yang harus kulakukan? Walaupun aku menyukai Boo, aku tidak ingin mengancurkan hubunganmu denaan gadis itu. Mungkin aku akan bahagia melihatmu bahagia bersamanya, walau aku merasakan sakit di hatiku. Biarlah waktu yang mengatur segalanya, mungkin seiring berjalannya waktu aku bisa melupakanmu Boo" (Aku menitikkan air mata menguras emosiku)
Tiba-tiba saja satu notif muncul menutup instagramku. Aku kaget sampai meloncat dari tempat dudukku. Aku mengusap air mataku. Hasil ujiannya sudah keluar. Aku masih ragu-ragu untuk membukanya. Aku takut kalau nilaiku jelek.
"Tuhan, kumohon semoga nilaiku baik"
Aku membukanya dengan memalingkan wajahku. Aku takut kalau aku akan kecewa. Aku hanya mengintip dari sela-sela jariku. Betapa terkejutnya aku, nilaiku tidak buruk malah lebih baik dari yang kemarin. Aku hanya bisa tersenyum lebar.
"yeah!!!"
"Terima kasih ya Tuhan"
Satu panggilan video muncul. Terpampang nama Boo di layar komputerku. Aku mengangkatnya.
"Boo" (bee)
"Eh, kenapa wajahmu merah, kau seperti habis menangis?" (boo)
"aku tidak papa" (bee)
"bagaimana hasilnya?" (boo)
"aku tidak menyangka hasilnya akan lebih baik dari try out kemarin" (bee)
"sebuah usaha tidak akan menghianati" (boo)
"itu semua berkat dirimu Boo, terima kasih banyak" (bee)
"iya, ehm kamu jadi kan ke UKN?" (boo)
"iya lah, aku ingin sekali" (bee)
"besok kita daftar bersama saja ya" (boo)
"oke" (bee)
"aku juga ajak temanku, dia juga mau mendaftar disana" (boo)
"temanmu siapa?" (bee)
"yang kemarin" (boo)
"oh, eh sepertinya kau sedang tidak di rumah" (bee)
"iya, aku di rumah dia, temanku" (boo)
"dimana dia?" (bee)
"dia sedang berganti pakaian buat nanti jalan-jalan" (boo)
"wah kalian dekat sekali ya" (bee)
"ya karena sejak kecil kami sudah tumbuh bersama" (boo)
"sudah ya, aku tutup dulu, bye" (bee)
"oke baiklah" (boo)
Aku tidak ingin berbicara dengannya lama-lama karena hanya akan membuatku semakin tidak bisa merelakannya tapi sepertinya aku memang tidak bisa. Kemarin juga adalah hari yang berkesan. Mungkin rasa sukaku semakin bertambah.
"Eh, hadiah dari Boo belum aku buka" (aku membuka kotak hadiah dari Boo)
"hah, kalung dan jam tangan ini sangat indah, kau tahu seleraku Boo" (aku memasang jalung di leherku)
"woah ada suratnya juga"
isi surat:
Mungkin aku tidak bisa memberikan mu kado istimewa tapi semoga kamu akan suka hadiah kecil dariku
Tetap simpan kadoku ini
Suka duka telah kita lalui bersama
Ingatlah aku akan selalu ada untukmu
Jujur aku sangat nyaman didekatmu, terima kasih atas segalanya
Selamat ulang tahun @lovelybee_salma
☆☆☆
Aku memeluk surat dari Boo sambil merebahkan tubuhku. Boo sekali lagi kau membuatku semakin jatuh cinta padamu. Sungguh aku tersentuh. Kau terus membuatku berharap padamu.
Apa aku harus memperjuangkan cintaku? Tapi aku tidak ingin menghancurkan hubungan mereka. Aku tidak bisa maju satu langkah ataupun mundur, aku akan terus memendamnya, aku takut bicaraku hanya akan menimbulkan masalah untukmu. Lagipula tidak mungkin kita akan bersama. Apa kata orang nanti. Aku mengambil earphone dan menyambungkannya dengan ponselku. Aku memutar lagu kesukaanku untuk menenangkan ku. Aku pun ketiduran.
"Nak bagaimana hasil ujianmu?" (ayah mengetuk pintu kamarku)
"Ah, ayah kau sudah pulang" (bee)
"bagaimana bagus kan nilainya?" (ayah bee)
"ya ayah bahkan lebih baik dari try out" (bee)
"syukurlah, ayah membawakan kamu sesuatu" (ayah bee)
"apa yah?" (tanyaku bersemangat)
"ambilah ini, maaf kemarin ayah belum sempat memberikanmu hadiah ulang tahun" (ayah bee)
"terima kasih ayah, bagiku kehadiran ayah adalah hadiah terbaik" (aku memeluk ayah)
"kau jadi mendaftar di UKN?" (ayah bee)
"ya ayah, besok aku akan mendaftar" (bee)
"apa perlu ayah antar?" (ayah bee)
"tidak perlu ayah, aku sudah besar sekarang, lagipula aku tidak sendiri, aku bersama Boo" (bee)
"Nak ayah tidak melarangmu untuk berpacaran dengan siapapun, tapi kamu harus ingat cita-citamu adalah yang utama" (ayah bee)
"aku tidak pacaran kok ayah" (bee)
"bahagia selalu nak" (ayah mengecup keningku)
"Ayah seandainya kau tahu apa yang kurasakan sekarang. Aku benar-benar dalam dilema. Jika Boo terus ada didekatku aku tidak bisa berhenti menyukainya. Tapi jika aku memperjuangkannya, apa aku terlihat egois?" (aku berkata dalam hatil
"terus semangat ya nak, besok ketika ayah sudah tidak disampingmu lagi kau harus menjaga diri baik-baik" (ayah bee)
"iya ayah pasti" (bee)
"apa phobiamu mulai berkurang?" (ayah bee)
"entah ayah, semoga saja" (bee)
"pikirkan dulu baik-baik, jangan gegabah" (ayah bee)
"aku sudah memikirkannya ayah, aku akan tetap kuliah di UKN, universitas kedokteran" (bee)
"ayah selalu dukung kamu nak" (ayah bee)
"heh, itu kalung baru ya?" (ayah bee)
"ehm, ini hadiah" (bee)
"dari siapa?" (ayah bee)
"Boo" (bee)
"apa dia menyukaimu juga?" (ayah bee)
"tidak yah, dia sudah punya pacar" (bee)
"ya terus, kenapa masih terus berharap" (ayah bee)
"sulit sekali melupakannya" (bee)
"terserah kamu saja nak, kau sudah besar, kau tahu mana yang benar dan mana yang salah, sekarang ayo makan malam" (ayah bee)
"iya yah" (bee)
Ku harap bintang akan selalu menampakkan sinarnya pada bulan walaupun terhalang oleh venus sekalipun.
TBC
Bagaimana ceritanya?
Kira-kira apakah venus menghalangi bulan dan bintang tidak ya?
Ikuti terus ya:)
Jangan lupa like, rate, vote dan comment👍
Supaya author lebih semangat nulis ceritanya dan untuk penyempurnaan cerita tentunya:v
🙏🙏🙏