Bee [Who Should I Choose?]

Bee [Who Should I Choose?]
Apa yang harus aku lakukan?



"Bee..." (maureen)


"ah, ya maureen" (bee)


"matamu seperti bengkak" (maureen)


"tidak, tidak apa kok" (bee)


"sepertinya semalam kau menangis ya?" (maureen)


"tidak" (bee)


"sangat jelas kalau kau semalam menangis, apa yang terjadi Bee?" (maureen)


Aku berpikir akan mengatakan apa pada Maureen. Tidak mungkin kan aku mengatakan kalau aku menangis karna memikirkan hubungannya dan Boo yang semakin dekat.


"aku hanya masih memikirkan hal yang tadi" (bee)


"hal yang tadi, apa itu?" (maureen)


"kau mendengarku berteriak dan melihat aku keluar lab bukan? Itu karena aku mengingat masa terakhir ibuku menghembuskan nafasnya" (bee)


"aku tahu kamu sangat terluka, itu sangat menyakitkan, tapi jangan putus asa, kau harus berjuang, buatlah mereka yang sudah tiada bahagia, jika kau bahagia pastilah mereka juga akan bahagia melihatmu dari atas sana" (maureen)


"ya maureen, aku akan berjuang apapun yang terjadi" (bee)


"sekarang senyumlah, jangan sedih lagi" (maureen)


"ya" (bee)


"kau imut seperti lebah" (maureen)


"hah?" (bee)


"ya, kau sangat lucu seperti lebah" (maureen)


Aku jadi teringat perkataan Boo dulu.


“Aku panggil kamu Bee, juga karna aku rasa nama Bee itu indah dan cocok buat kamu yang suka teriak-teriak ga jelas di pagi hari kaya lebah aja yang suka gangguin orang waktu kecil dulu” (boo)


"Hihihi" (bee)


"kenapa kau tertawa?" (maureen)


"kata-katamu mengingatkanku pada Boo" (bee)


"aku tahu, Boownie yang menceritakannya padaku, dia banyak cerita tentangmu" (maureen)


"hah?!" (aku kaget)


"Boownie bilang kau adalah teman yang istimewa baginya" (maureen)


"istimewa?" (bee)


"ya, dia bilang sejak berteman denganmu hidupnya seperti berubah" (maureen)


"Aku hanya membalas kebaikannya saja" (bee)


"kau gadis yang baik, Beetariss" (maureen)


"Maureen sejak kapan kau pacaran sama Boo?" (bee)


"ah..." (maureen)


"maaf mulutku sangat keterlaluan" (bee)


"tidak papa Beetariss, aku dan Boo itu...." (maureen)


"eh, kalian masih disini aja, nggak mau berangkat kuliah kalian tuh?" (jessi)


"kami akan berangkat, ini baru mau berangkat" (maureen)


"ya Jessi, berangkat bareng aja yuk" (bee)


"dimana Chany?" (jessi)


"dia udah berangkat duluan tadi" (maureen)


"oke sebentar, aku akan ambil Hpku dulu" (jessi)


"ah dimana ya Hpku?" (jessi)


Aku dan Maureen membantu mencarikan Hp milik Jessi. Aku melihat sebuah benda bercahaya di bawah meja. Aku mengambilnya, ternyata benar itu Hpnya Jessi. Aku melihat lockscreen yang terpasang adalah foto Deandra dan sebuah pesan masuk dari Deandra. Aku sebenarnya tidak ingin melihat pesan itu, tapi aku merasa ingin sekali membukanya. Aku diam-diam membuka isi pesan tersebut.


[05.55] Jessi: Andra sayang, siapa gadis yang ada di foto profilmu itu? Kenapa fotonya di blur? Siapa dia???


[05.56] Deandra♡: bukan siapa2


[05.56] Jessi: aku tak akan balas pesanmu jika kau belum menjawab siapa gadis itu


[06.00] Deandra♡: sayang...


[06.09] Deandra♡: Jessi sayang keuuh♥


[06.12] Deandra♡: balas dong...


[06.18] Deandra♡: aku tunggu kamu di kafe cherry blossom, OKE SEKARANG!!!♥♥♥


[06.19] Deandra♡: ada yang perlu aku bicarain sama kamu, datang saja


Aku merasa ada keganjalan disini. Ya aku melihat sendiri foto profil yang digunakan Deandra. Deandra berfoto bersama gadis, yang difoto itu hanya tampat setengah wajah saja dan juga blur, sehingga aku tidak bisa mengenalinya. Kafe cherry blossom? Bukankah itu cukup jauh dari kampus, lalu untuk apa dia meminta Jessi pergi ke sana? Aku bingung, aku harus apa sekarang. Aku melihat Deandra bersama gadis yang menghinaku tapi dia pacaran sama Jessi. Sebenarnya apa yang terjadi?


"Beetariss, kau menemukan HPku ya?" (jessi)


"eh iya, maaf tadi kepencet" (bee)


"ouh, oke, no problem" (jessi)


Aku melihat raut wajah Jessi berubah seketika melihat Hpnya. Dia terlihat seperti marah, sedih dan kecewa sekaligus.


"Ada apa jessi?" (maureen)


"ehm, sepertinya aku tidak jadi berangkat bersama kalian, aku harus pergi ke suatu tempat" (jessi)


"kemana?" (maureen)


"rahasia, dah ya aku pergi, thanks sudah membantu mencarikan hpku" (jessi)


"ya tapi..." (maureen)


"sudahlah maureen, ayo berangkat" (bee)


"Beetariss, kau merasa ada yang aneh tidak sih pada Jessi?" (maureen)


"aneh?" (bee)


"ya, dari perubahan raut wajahnya itu sepertinya ada sesuatu yang ia sembunyikan" (maureen)


"dia akan menemui Deandra" (bee)


"kau mengintip pesan darinya ya?" (maureen)


"sedikitlah" (bee)


"ayo berangkat kuliah" (maureen)


"hmm, ayo" (bee)


"Aku senang kau dan Boownie juga dekat" (maureen)


"hah?" (bee)


"Dia menjadi lebih terbuka sejak SMA mungkin karenamu" (maureen)


"tidak ah" (bee)


"tadinya aku ingin satu SMA dengan Boownie tapi ayah melarangku" (maureen)


"kenapa?" (bee)


"dia sangat mengkhawatirkanku" (maureen)


"Aku ingin seperti Boownie" (maureen)


"aku juga, dia sangat sempurna" (bee)


"kau menyukai Boownie?" (maureen)


"ti-tidak, tidak, aku menyukainya sebagai teman, sahabat" (bee)


"oh" (maureen)


Betapa kagetnya aku ketika Maureen bertanya padaku apakah aku menyukai Boo. Aku gugup sekali. Aku tidak ingin Maureen tahu kalau aku diam-diam menyukai Boo.


"Maureen, semangat ya untuk photoshoot besok" (boo)


"ah, makasih oppa" (maureen)


"Bee semangat juga untukmu" (boo)


"terima kasih Boo" (bee)


"Bee, kau sudah sembuh?" (boo)


"iya, aku sudah baik-baik saja" (bee)


"syukurlah" (boo)


"oppa, kau akan menemaniku photoshoot tidak?" (maureen)


"maaf Cya, aku tidak bisa" (boo)


"ah oke, tak masalah" (maureen)


"kalian sudah sarapan pagi?" (boo)


"belum"


"ayo ke kafe dekat sini" (boo)


"baiklah"


"ah sial, kafenya tutup" (boo)


"kita ke kafe cherry blossom saja" (bee)


"kafe cherry blossom?" (boo)


"eh bukankah itu...." (maureen)


"ya itu kafe yang tadi" (bee)


"baiklah" (maureen)


Kami bertiga langsung menuju kafe itu. Mataku tertuju pada sebuah gang kecil di dekat kafe. Aku melihat Jessi menarik tangan seorang laki-laki tapi laki-laki itu menepisnya dan langsung pergi meninggalkan Jessi. Jessi terlihat sangat sedih tapi dia tidak membiarkan laki-laki itu pergi, dia mengikutinya. Apa laki-laki itu Deandra? Lalu kenapa dia menepis kasar tangan Jessi yang merupakan pacarnya? Apa yang harus kulakukan?


"Beetariss ada apa?" (maureen)


"sepertinya kau melihat sesuatu, tapi tidak ada apapun disana" (boo)


"ehm, tidak bukan apa-apa" (bee)


"ya udah ayo masuk keburu telat kelas pagi" (maureen)


Saat sarapan pun aku masih memikirkan kejadian tadi. Apa mereka sedang bertengkar? Ah kenapa aku peduli dengan mereka, masalahku pun belum selesai. Tapi kasihan juga Jessi. Ah mungkin aku tidak usah ikut campur ke dalam urusan mereka. Setelah selesai, kami bertiga bergegas ke kampus kembali.


"apa agenda kelas hari ini?" (bee)


"ada pembelajaran kata-kata kedokteran yang berhubungan dengan struktur tubuh" (boo)


"oh" (bee)


"Oppa apa kau benar-benar tidak punya waktu senggang besok?" (maureen)


"ada sesuatu yang harus ku lakukan besok" (boo)


"oh, baiklah kau selalu seperti itu" (maureen)


"bukannya begitu, lain kali aku akan menemanimu, aku janji" (boo)


"kau harus tepati janji itu, kalau tidak kau bukan lagi ...." (maureen)


Boo menutup mulut Maureen. Aku melihat tatapan tajam Boo ke arah Maureen dan seeprti memberikan sebuah kode dengan kedipan matanya. Apa ada rahasia diantara mereka, sehingga Boo berusaha menutup rahasia itu? Aku cemburu melihat kedekatan mereka, bahkan satu tetes air mata jatuh dari mataku. Aku langsung menghapusnya, aku tidak ingin mereka melihatku seperti itu. Boo terlihat tersenyum pada Maureen.


"aku akan menepati janjiku, maaf aku tidak bermaksud untuk...." (boo mengelus kepala Maureen)


"tidak apa, ayo ke kelas" (maureen)


Aku tidak melihat Jessi di kelas. Dia absen kuliah tanpa keterangan. Aku jadi terpikirkan hal yang tadi. Apakah kejadian tadi ada hubungannya dengan ketidakhadiran Jessi dikelas?


"Bee, kau memikirkan sesuatu?" (boo)


"tidak" (bee)


"Kau tidak bisa berbohong, dari wajahmu aku bisa tahu kamu berbohong" (boo)


"tidak, sungguh" (bee)


"terserah kamu saja" (boo)


"kau marah?" (bee)


"tidak" (boo)


"aku berusaha terbuka padamu tapi kau tidak bisa terbuka padaku" (boo)


"bukan begitu, ini masalah pribadiku" (bee)


"aku tidak akan memaksamu jika memang itu bukan masalah besar, tapi beritahu aku jika kamu punya masalah" (boo)


"iya, eh Maureen kemana?" (bee)


"dia ditelfon sama managernya, jadi dia pergi" (boo)


"Bee, kau punya waktu luang besok?" (boo)


"ah, bukankah kau sibuk?" (bee)


"aku-aku memang sibuk, ehm tapi aku pengen refreshing" (boo)


"kalau begitu seharusnya kau pergi menemani Maureen" (bee)


"aku tak ingin" (boo)


"kenapa?" (bee)


"kalau aku ikut ke lokasi photoshoot, aku pasti diminta jadi model juga, aku tidak tertarik" (boo)


"begitu ya, besok aku luang kok" (bee)


"baiklah, besok kita ketemu jam 08.00 stand by di gerbang, OKE" (boo)


"oke, bye" (bee)


"bye" (boo)


TBC


Bagaimana ceritanya?


Kira-kira akan pergi kemanakah mereka besok?


Semakin rumit nih ceritanya


Ikuti terus ya:)


Jangan lupa like, rate, vote dan comment👍


Supaya author lebih semangat nulis ceritanya dan untuk penyempurnaan cerita tentunya:v


🙏🙏🙏