![Bee [Who Should I Choose?]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/bee--who-should-i-choose--.webp)
"Ayah aku senang sekali, Boo tidak jadi ke Amerika" (bee)
"ya ayah tahu" (ayah bee)
"bagaimana ayah bisa tahu?" (bee)
"dengan sedikit sentuhan, ayah Boo pun luluh" (ayah bee)
"jadi itu semua karena ayah?" (bee)
"mungkin" (ayah bee)
"terima kasih ayah" (aku memeluk ayahku kemudian berangkat)
"dah ayah," (bee)
"baik-baik ya di sekolah" (ayah bee)
"ya ayah" (bee)
Aku berjalan dengan riang gembira. Ternyata ayah juga berperan dalam hal ini. Dia sangat mendukungku.
"Bee!!!" (boo)
"Oh boo, kamu tidak pakai mobil?" (bee)
"tidak, aku ingin naik bus aja" (boo)
"kenapa?" (bee)
"hanya ingin saja" (boo)
Aku dan Boo menunggu bus di halte. Aku duduk sedikit jauh dengan Boo. Aku takut, aku akan menjadi gugup di dekatnya. Bus pun datang. Aku dan Boo memasuki bus. Ternyata Nico juga ada di bus yang sama dan busnya penuh.
"Hai!!!" (Nico)
"hai" (bee)
"kalian berangkat bareng?" (Nico)
"kebetulan aja Boo tidak pakai mobil" (bee)
"oh" (Nico)
"Boo kamu tidak menyapa Nico?" (aku menyenggol tangan Boo)
"Hai..." (sapa Boo dengan wajah rata)
"santai bro, aku minta maaf soal perkelahian itu, aku tahu kamu tidak salah, sebenarnya saat itu aku cemburu dengan kedekatan kalian berdua jadi aku ingin membuat pelandangan Beetariss padamu berubah, tapi ternyata aku salah, Beetariss tetap kuat percaya padamu" (Nico)
"baiklah" (boo)
"nah kalau begitu kan lebih baik, sekarang berjabat tanganlah" (bee)
"kamu suka pada Bee ya?" (boo)
"itu sudah lama, sekarang aku sudah bersama Naya" (Nico)
"kamu jadian sama Naya, kapan?" (boo)
"pada saat kalian berdua tersesat, aku menembak Naya dan dia menerimaku" (Nico)
"Naya sudah suka padamu sejak dulu lho" (bee)
"benarkah?" (Nico)
"ya aku tahu itu kok" (bee)
"dan aku mau minta maaf sama kalian, aku tidak waktu untuk minta maaf pada kalian, bahwa sebenarnya aku yang membuat kalian tersesat di hutan" (Nico)
"aku sudah tahu kok" (bee)
"kenapa kamu melakukannya?" (boo)
"aku dan Naya hanya iseng aja" (Nico menyenggol tanganku)
Aku tahu dia mengkode aku. Dia tahu Naya sudah menceritakan semuanya pada Nico.
"aku berterima kasih padamu Nico" (boo)
"kenapa berterima kasih?" (Nico)
"malam itu kami menemukan sebuah tempat yang sangat indah, aku juga bisa melihat Devan di mimpiku pada saat itu" (boo)
"benarkah?" (Nico)
"ya, aku melihat dia yang remaja, dia sangat tampan" (boo)
"semoga saja dia bahagia disana, aku ingin minta maaf padanya, aku menggunakan dia untuk kepentinganku" (Nico)
"dia pasti memaafkanmu" (boo)
"jadi pada malam itu bukan hanya aku saja yang bermimpi indah?" (bee)
"ya, aku juga" (boo)
"semoga tempat itu tetap terjaga keindahannya" (bee)
"aku juga berharap begitu" (boo)
"andai saja aku juga bisa melihat tempat itu, pasti indah sekali" (Nico)
"ah ayo kita sudah sampai" (boo)
Kami bertiga berjalan bersama menuju kelas. Aku senang Boo dan Nico sudah baikan. Kami pun duduk di tempat masing-masing. Sampai bel istirahat pun berbunyi. Aku, Naya, Celin, Boo dan Nico pergi ke kantin bersama dan duduk di bangku yang sama. Posisi kami saling berhadapan. Aku juga berhadapan dengan Boo. Aku melihat keceriaan dimata mereka semua. Kami saling bercanda ria. Ini pertama kalinya kami bisa berkumpul seperti ini.
"Hari ini, aku yang bakal traktir kalian semua" (boo)
"benarkah? (Nico)
"ya, aku senang kita bisa berkumpul seperti ini" (boo)
"kami juga senang, terima kasih Boo" (Nico, Naya dan Celin)
Pandangan mereka sekarang ke arahku. Aku hanya melototkan mataku. Bagaimana bisa mereka memanggilnya dengan nama itu. Aku tahu pasti mereka telah merencanakan semua ini. Tapi aku sangat bahagia, aku tidak masalah mereka memanggilnya dengan nama itu. Boo pun menatapku setelah mendengar itu. Aku tersipu malu, aku menutup wajahku dengan kedua tanganku.
"aku pergi dulu ya, ada yang menungguku, dah..." (Celin)
"pergilah" (bee)
"mau kemana dia?" (Nico)
"bersama pacarnya lah" (bee)
"siapa?" (Naya, Nico dan Boo)
"anak kelas sebelah, namanya Reza" (bee)
"oh anak baru itu?" (Nico)
"ya" (bee)
"wah sekarang sudah berpasang-pasangan, bagaimana dengan kalian berdua, Beetariss, Boownie" (Naya)
Aku yang sedang memakan makananku, aku pun tersedak mendengar perkataan Naya.
UHUKK!!! UHUKK!!!
"tolong air minum" (bee)
"ini, kau tidak papa?" (boo menyodorkan minum)
"huh, aku tidak papa, kenapa kamu bertanya seperti itu mentang-mentang udah punya punya pacar saja" (bee)
"ayo kita pergi berdua" (Nico)
"ayo, kami pergi dulu ya" (Naya)
"pergilah, nikmati kencanmu sebelum ujian datang" (bee)
"oh, Boo maaf itu tadi minuman mu?" (bee)
"tidak papa" (boo)
"aku akan membelikan minum untukmu dulu" (aku beranjak dari tempatku, Boo menahan tanganku)
"sudahlah kau duduk saja, itu masalah kecil kok, gampang nanti" (boo masih memegang tanganku)
Sekarang semua pandangan yang ada di sana mengarah padaku dan Boo. Bahkan ada yang bersiul. Boo sontak melepaskan pegangannya. Aku pun duduk kembali. Aku jadi merasa gugup dan tidak nyaman.
"kenapa wajahmu merah?" (boo)
"ha?" (aku menutup kedua pipiku dengan tanganku)
"jangan ditutuplah" (boo menurunkan tanganku yang memegangi wajahku)
"wajahmu juga merah Boo" (bee)
"tidak ah" (boo mengalihkan pandangannya dariku)
Aku senang saja melakukan itu. Boo tampak tidak nyaman juga. Ku rasa itu karena Boo tidak pernah dekat dengan perempuan, apalagi di depan banyak orang.
"Ayo kembali ke kelas" (boo)
"hmm.. ayo" (bee)
Aku berjalan di samping Boo. Aku masih senyum-senyum karena kejadian tadi. Aku belum pernah pacaran, karena itu aku selalu gugup di depan orang yang ku sukai. Bahkan hal kecil yang kulakukan bersamanya membuatku senang tak terkira. Tanganku dan Boo tiba-tiba bersentuhan, seperti sedang bergandengan tangan. Aku diam aku memperhatikan Boo. Boo juga menatapku. Tiba-tiba ada yang memanggilku.
"Beetariss! Boownie!" (Naya)
"na-na-na Naya" (bee)
"ka-kau disini?" (boo)
"kenapa kalian gugup seperti itu, dan apa ini, kalian bergandengan tangan?" (Naya)
"tidak-tidak" (jawabku dan Boo)
"apa kalian...." (Naya)
"tidak, aku menggenggam tangan Bee karena aku tidak ingin dia pergi, dia seperti adikku sendiri" (boo)
"wah, hubungan yang bagus" (Naya menepuk bahuku dan Boo lalu pergi)
"Boo kau tidak ingin aku pergi?" (bee)
"kau selalu membuatku bahagia, dulu aku ingin sekali memiliki adik perempuan, mungkin kau sebagai gantinya" (boo)
"oh begitu ya" (bee)
"kau tahu kan aku selalu baik padamu, aku selalu mengalah untukmu, itu karena aku menganggapmu adikku" (boo)
"terima kasih Boo" (bee)
Aku senang setidaknya Boo menganggapku seperti itu. Itu berarti Boo memang tidak memiliki perasaan untukku. Apa benar Boo menyukai gadis di foto itu? Sebanarnya siapa dia?
"Boo, aku senang kamu dan Nico akhirnya berbaikan, aku harap selalu begitu, rasanya sangat indah ketika kita semua bisa berkumpul bersama, ku harap tetap berlanjut walau setelah kita berpisah" (bee)
"aku juga senang, aku harap juga begitu" (boo)
"Bee, terima kasih" (boo)
"terima kasih untuk apa?" (bee)
"atas semua yang kau lakukan untukku, kau membuat hidupku lebih berwarna, aku sudah tidak takut untuk berteman lagi itu semua karnamu" (boo)
"aku senang jika kau pun senang, jika kamu punya masalah jangan sungkan untuk menceritakan kepadaku, aku siap jadi pendengar yang baik" (bee)
"tentu Bee" (boo)
"aku ingin tanya satu hal padamu" (bee)
"apa?" (boo)
"apa aku sudah mulai berubah?" (bee)
"maksudmu?" (boo)
"liburan kemarin, aku berkomitmen aku akan berubah, aku ingin lebih giat belajar, aku ingin merubah sikapku, aku ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik" (bee)
"kau sudah berubah, kau sudah melaksanakan janjimu dengan baik" (boo)
"benarkah?" (bee)
"ya" (boo)
"kira-kira bagaimana ya kehidupan setelah kita lulus nanti, apa kita masih punya waktu untuk berkumpul lagi," (bee)
"entahlah, semoga kita masih bisa berkumpul bersama, menghabiskan waktu bersama dan bercanda ria bersama" (boo)
"semoga saja" (bee)
_____________________________________________
Dear friends
Teman, kita itu seperti planet
Berjalan sesuai waktu dan takdir
Entah kapan akan berhenti berputar
Mereka saling berhubungan erat satu sama lain
Bintang hadir menjadi sebuah pelengkap
Bulan juga menjadi bagian di dalamnya
Asteroid yang ada tidak menjadi penghalang
persahabatan mereka
Aku harap persahabatan kita seperti tata surya yang akan bertahan lama
Sampai akhir waktu
_____________________________________________
TBC
Bagaimana ceritanya?
Kira-kira apa bulan dan bintang akan bersatu?
Apa yang dirasakan Boo?
Ikuti terus ya:)
Jangan lupa like, rate, vote dan comment๐
Supaya author lebih semangat nulis ceritanya dan untuk penyempurnaan cerita tentunya:v
๐๐๐