![Bee [Who Should I Choose?]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/bee--who-should-i-choose--.webp)
Suara kicauan burung mulai terdengar. Sinar pagi dari balik jendela memaksaku untuk membuka mataku. Perlahan aku mulai membuka mataku. Hawa dingin sangat terasa dibalik selimutku yang senada dengan warna dinding kamarku. Aku merapikan tempat tidurku kemudian bersiap-siap pergi ke sekolah. Aku berangkat pagi karena aku harus belajar untuk try out. Aku juga membawa buku-buku yang sempat aku pinjam kemarin ketika di perpustakaan. Kali ini aku benar-benar sudah siap menghadapi try out. Aku sudah belajar dengan tekun. Aku yakin aku bisa mengerjakannya. Apalagi soal-soal yang sulit sudah diajarkan oleh Boo, jadi aku mungkin tidak akan kesulitan mengerjakannya. Aku juga tidak ingin mengecewakannya, dia sudah berusaha mengajariku. Kalau aku gagal pasti dia akan kecewa padaku, karena apa yang diajarkannya sia-sia saja. Aku ingin membuka lembaran baru dalam hidupku. Aku ingin peringkatnya naik. Ya setidaknya aku bisa berada di tingkat atas.
“Hai!” (Naya)
“Oh, hai!” (bee)
“kayaknya semangat banget nih” (Naya)
“iya dong, aku sudah siap buat try out” (bee)
“beneran?” (Naya)
“iya kemarin Boo sudah ajarin aku, jadi aku pasti bisa” (bee)
“cieee... Makin dekat nih” (Naya)
“ah...., Oh iya hampir lupa aku, selamat ulang tahun ya” (bee)
“makasih Bee” (Naya)
“kamu ikutan pakai nama itu?” (bee)
“biar kamu semangat aja, makasih ya tapi” (Naya)
“Nanti kamu pasti dapat kejutan deh” (bee)
“dari siapa?” (Naya)
“Siapa lagi, pacar kamu lah” (bee)
“kok kamu tahu?” (Naya)
“kemarin dia yang tanya aku kok” (bee)
“Beneran nih?” (Naya)
“Tunggu aja nanti” (bee)
“oke, ayo kamu di ruang berapa?” (Naya)
“ruang 9, peringkat akhir lagi” (bee)
“jangan putus asa, nanti kamu pasti bisa menerobos banyak peringkat” (Naya)
“ya semoga saja” (bee)
“Semoga kamu bisa pacaran sama Boo” (Naya)
“aku nggak berharap banyak dari dia, dia menganggapku adik pun aku sudah senang” (bee)
“Apa kamu akan menyerah?” (Naya)
“entahlah, jika boo mengungkap bahwa dia sudah punya pacar, baru saat itu aku akan menyerah” (bee)
“Jangan pernah menyerah, ingatlah kata-kata yang kamu ucapkan padaku saat perkemahan” (Naya)
“iya” (bee)
“si Boownie, emang tidak peka banget ya” (Naya)
“tidak peka apa?” (boo tiba-tiba datang)
“Tidak, tidak peka kalo-kalo Naya mau bertanya sama kamu” (aku gugup)
“Kamu?!” (Naya berbisik padaku)
“Mau tanya apa?” (boo)
“soal matematika yang no 26” (Naya)
“oke aku ajarin, tapi kita duduk di sana saja ya” (boo)
“oke” (bee)
Aku bertanya-tanya dalam hati, kok bisa sih boo datang tiba-tiba seperti itu disaat aku dan Naya sedang bicara tentang dia. Bagaimana jika dia dengar. Apa yang akan terjadi? Dia memang misterius banget. Tau-tau udah di belakang aja, padahal tadinya tidak ada siapa-siapa. Matilah aku jika dia curiga padaku. Apa lagi aku jawabnya juga gagap. Bodoh sekali sih.
“ini caranya gini ya” (boo)
“oke, makasih boownie” (Naya)
“iya, bee ada yang mau kamu tanyain tidak biar sekalian?” (boo)
“ehm... tidak deh” (bee)
“Beneran? Apa sudah bisa semua?” (boo)
“tidak juga sih, tapi aku yakin aku bisa” (bee)
“baiklah” (boo)
“boo, kok kaya ada yang beda ya dari kamu” (bee)
“Apa?” (boo)
“kamu kayaknya lagi bahagia, senyum-senyum aja” (bee)
“aku, aku Cuma senang aja” (boo)
“Kenapa?” (Naya)
“ya Cuma senang” (boo)
“Tentulah kamu senang, kamu pasti bakal juara lagi kan?” (bee)
“belum tentu, buktinya kemarin saja aku gagal” (boo)
“Itu kan kau yang menggagalkannya” (bee)
“ya, aku bisa melakukannya lagi kapan saja” (boo)
“bukankah kau sudah tidak mau?” (bee)
“iya, aku tidak ingin gagal lagi, tapi tidak ada salahnya jika mencoba untuk pembangkit semangatku” (boo)
“udah, ayo masuk ruang masing-masing, udah mau masuk nih” (Naya)
“Oke, Naya” (aku dan boo)
Kami bertiga pun berpisah, dimana Boo berada di ruang 1, Naya di ruang 5 dan aku di ruang 9. Jumlah keseluruhan ruang 11. Nasib ya aku di ruang akhir-akhir. Semoga saja try out selanjutnya peringkatnya naik, semoga saja aku bisa satu ruang sama Boo. Guru masuk dan mulai membagikan soal. Aku pun mulai mengerjakan. Satu per satu soal aku kerjakan tanpa kesulitan. Aku senang soalnya mudah, kebetulan mirip dengan yang kupelajari semalam. Mungkin aku bakal lulus. Hanya beberapa soal saja yang kurang aku pahami. Bel pun berbunyi tanda waktu mengerjakan habis. Aku merapikan semua alat tulisku.Aku keluar ruangan.
“Hai Naya, bagaimana try out ya?” (bee)
“Lumayan” (Naya)
“naya, aku bakal ngejar kamu, aku janji kita akan satu ruang nanti” (Nico)
“Ah kau ini” (Naya)
“Bagaimana denganmu, Beetariss?” (Naya)
“Hai teman-teman, maaf ya baru ketemu tadi aku tidak bisa” (Celin)
“santai Celin, bagaimana try out mu?” (Bee)
“sedikit sulit sih, tapi aku bisa” (Celin)
“Kurang Boownie nih, dimana dia?” (Nico)
“aku hadir” (boo)
“bagaimana bro try out nya, sudah tentu sempurna bukan?” (Nico)
“Tidak juga kok, bagaimana dengan kalian?” (boo)
“lumayan, lumayan” (Naya, Nico, Celin)
“Bagaimana denganmu bee?” (Boo)
“Cukup mudah” (aku tersenyum)
“Jangan bahagia dulu, nanti kalau tidak bagaimana?” (boo)
“Jangan begitu yak,” (aku cemberut)
“Iya aku Cuma bercanda kok” (boo)
“Ayo ke kantin” (Nico)
“ayo” (jawab kami serentak)
Kami berkumpul dan belajar bersama di bangku kantin. Terlihat semangat di wajah mereka. Aku senang tapi aku juga sedih karena waktu semakin berjalan. Setelah ini pasti rasanya waktu cepat sekali berjalan. Kita akan berpisah nanti.
"kenapa wajahmu murung, Beetariss?" (Celin)
"aku sedih aja, pasti nanti kita akan berpisah" (bee)
"jangan berkata begitu, walaupun jarak memisahkan kita, kita masih tetap sahabat" (Naya)
"sahabat tidak mengenal kata pisah" (Nico)
"ehm... seperti karet yang elastis, walaupun ditarik seberapa panjang akan tetap kembali seperti semula" (boo)
"terima kasih, tapi bukankah karet tetap bisa putus" (aku tersenyum)
"kau semakin pintar Bee" (boo)
"ha?!" (bee)
"walau karet putus tetap saja kan masih bisa diikat kembali, seberapa pun besar masalah yang akan membuat kita saling salah paham, suatu hari pasti akan hilang dengan sendirinya dan saling berpegangan erat kembali" (boo)
"apa aku boleh gabung?" (Reza datang)
"boleh, boleh" (bee)
"kemari aku akan pindah" (Nico)
"thanks" (Reza)
"kenapa kemari?" (Celin)
"aku merindukan mu" (Reza)
"romantis sekali kalian" (naya)
"ah iya aku hampir lupa, sebentar ya aku ambil sesuatu dulu" (Nico)
"apa?" (Naya)
"tunggu saja" (Nico)
"bagaimana untuk try out selanjutnya, apa kau sudah belajar juga?" (boo)
"sudah kok" (bee)
"ini aku beri buku catatanku" (boo)
"tapi kan ini milikmu" (bee)
"kau simpan saja dan baca, aku punya yang lain" (boo)
"makasih boo" (bee)
"Naya selamat ulang tahun" (Nico)
"kau ulang tahun?" (Celin)
"iya, mksih" (Nico)
"anggap saja ini pesta ulang tahunmu yang kita rayakan bersama" (Nico)
"kau romantis sekali Nico" (Naya)
"selamat ulang tahun, ini dariku" (bee)
"maaf ya aku tidak tahu, jadi aku tidak bawa apa-apa" (Celin)
"sudahlah, bagiku kalian semua kado terbaik" (Naya)
"ayo tiup lilinnya, sebelum itu berdoa dulu apa keinginanmu" (Nico)
"kita tiup bersama-sama saja, merayakan persahabatan kita, " (Naya)
"kau juga Reza, kau bergabunglah dengan kami" (Celin)
"makasih" (Reza mengedipkan satu matanya pada Celin)
"ayo kita kembali ke ruang masing-masing, try out selanjutnya akan dimulai" (boo)
"ayo!"
Sungguh hari yang indah, disamping kita belajar untuk ujian kita masih bisa bersenang-senang menghabiskan sisa waktu yang ada. Mungkin setelah ini akan sulit untuk bertemu bahkan berkumpul lagi. Naya akan melanjutkan di UKN, Nico akan di UO, Celin dan Reza akan di luar negeri. Aku dan Boo akan tetap disini. Aku sebanarnya ingin melanjutkan ke UO, karna aku suka olahraga. Tapi aku lebih ingin kuliah bersama Boo. Aku akan mengorbankan apapun demi bisa dekat dengannya. Bagiku kaulah bintang paling terang dalam hidupku. Bahkan sinarmu mengalahkan matahari, sinarmu terus membuatku jatuh cinta padamu.
You're my star, Boo.
TBC
Bagaimana ceritanya?
Kira-kira kenapa Boo senyum-senyum?
Ikuti terus ya:)
Jangan lupa like, rate, vote dan comment👍
Supaya author lebih semangat nulis ceritanya dan untuk penyempurnaan cerita tentunya:v
🙏🙏🙏