Bee [Who Should I Choose?]

Bee [Who Should I Choose?]
Lagu ini...



"Tenanglah Bee, jangan gugup" (boo)


"iya aku akan mencoba untuk tidak gugup" (bee)


"baiklah, kita duduk ke posisi yang tadi ya" (boo)


"oke" (bee)


"lho, dimana Maureen?" (bee)


"Bee, tadi aku sudah bilang bukan tadi, dia akan menari balet jadi dia sedang bersiap-siap lah" (boo)


"oh" (bee)


"Beetariss, kau sudah bisa senyum sekarang" (chany)


"iya" (bee)


"apa yang kamu bicarakan sama Boo, sehingga kamu sudah tidak sedih lagi?" (chany berbisik padaku)


"tidak, dia hanya menyemangatiku saja, eh Maureen sudah dari tadi ya bersiap-siapnya?" (bee)


"lumayan" (chany)


"Lihatlah, dia tadi menyebutku lebih buruk dari binatang, emangnya dia siapa bisa berkata seperti itu, tapi kita biarkan saja dia, karena dia adalah junior disini"


Aku masih bisa mendengar perkataannya karena jaraknya memang tidak terlalu jauh denganku. Aku menguatkan diriku. Setelah dia mengatakan itu, aku malah menjadi semakin semangat. Aku akan menujukkan diriku yang sebenarnya, bahwa aku tidaklah seburuk mereka.


"baiklah, kita akan melihat pertunjukan balet dari Maureen Fredelina Lucya" (panitia)


Aku melihat Maureen sangat mahir dalam hal balet. Tubuhnya terlihat sangat lincah dan sangat indah. Aku melihat Boo juga tersenyum melihat Maureen. Tapi biarlah, aku tetap akan memperjuangkan cintaku.


"sekarang adalah giliran akustik, dari Boownie Arkhananta Faustin" (panitia)


"ayo Bee" (boo)


"a-ayo" (bee)


"jangan gugup, kita lalui bersama" (boo)


"iya makasih Boo" (bee)


"panitia, aku bersama temanku Beetarissa Salma" (boo)


"oh baiklah, langsung saja kita lihat pertunjukkan mereka" (panitia)


Boo mengambil gitar dan duduk. Aku oun mengambil mikrofon.


"Boo, aku gugup sekali" (bee)


"tutuplah matamu ketika kau bernyanyi, mungkin itu akan mengurangi rasa gugupmu" (boo)


"baiklah" (bee)


Aku berdiri memposisikan diriku. Aku menutup mataku sesuai saran dari Boo. Aku kaget memdengar melodi yang dimainkan oleh Boo. Lagu itu lagu yang sering mengingatkanku pada masa kecilku. Aku membuka mataku lalu menoleh ke arah Boo yang sedang memetik gitar. Dia hanya mengedipkan matanya dan tersenyum. Aku juga tersenyum dan aku menutup mataku kembali. Aku mulai bernyanyi. Aku tidak bisa mengendalikan diriku sampai air mata mulai menetes membasahi wajahku. Aku menguras semua emosiku bersamaan dengan aku bernyanyi. Lagu ini selalu mengingatkanku saat kaluargaku masih utuh. Lagu ini sangat berarti untukku karena ibuku pernah mengajariku bermain piano dengan lagu ini saat aku masih kecil. Aku tak peduli dengan sekitarku. Entah wajahku pasti sudah penuh air mata. Aku hanya meresapi dan mengahayati lagu ini. Sampai akhirnya aku selesai menyanyikannya. Aku membuka mataku kembali. Terdengar tepukan meriah dari semua yang hadir di aula ini. Bahkan aku melihat ada beberapa yang menangis juga. Apa ini artinya aku berhasil menyanyikan lagu ini dengan sangat baik? Aku kembali meneteskan air mata. Aku tak pernah menunjukkan suaraku kepada siapapun sebelumnya, entah Boo tahu dari mana. Kini aku bisa bernyanyi di depan banyak orang, dan tepukan ini sangat membuatku terharu.


"Wow, pertunjukkan yang sangat indah, Beetariss bisa coba ceritakan, bagaimana kau bisa sangat menghayati lagu ini?" (panitia)


"Lagu ini adalah lagu yang paling bermakna dalam hidupku. Lagu ini mengingatkanku saat keluargaku masih utuh dulu, sebelum ibu dan kakakmu tiada. Ibuku pernah mengajariku bermain piano, dan melodi lagu ini yang saat itu aku mainkan. Tapi bahkan kini aku sudah tidak bisa mendengar satu patah kata pun darinya. Aku sedih karena itu. Aku tidaklah seberuntung kalian yang masih memiliki seorang ibu di sisi kalian. Walaupun aku ingat wajahnya tapi beberapa momen saat aku bersamanya aku sudah tidak ingat, karena kami mengalami sebuah kecelakaan. Kecelakaan itu membuat ibu dan kakakku tiada dan aku mengalami amnesia. Aku hanya bisa mengingat beberapa saja. Tapi aku tidak sedih lagi, aku memiliki teman-teman yang baik, yang selalu bersamaku, terima kasih" (aku menangis)


"ah, aku juga tersentuh dengan kisahmu, kita beri tepukan yang meriah satu kali lagi untuk mereka berdua" (panitia)


Ini sungguh pengalaman luar biasaku. Aku memang sering menjuarai untuk lomba bela diri. Tetapi itu tak sebahagia ini. Walaupun ini bukanlah lomba, tapi ini sangat bermakna untukku.


"Aku benar, suaramu memang sangat indah" (boo)


"terima kasih Boo" (bee)


"aku tidak pernah tahu jika kamu tidak bisa mengingat masa kecilmu" (boo)


"aku mencoba kuat, aku tidak ingin itu menjadi kelemahanku" (bee)


"wow, suaramu sangat merdu Beetariss, aku sampai menangis tadi" (maureen)


"aku juga tak menyangka kau bisa bernyanyi sebagus ini" (chany)


"mellifluous, suaramu indah dan kisahmu membuatku tesentuh, ah aku akan menjadi fansmu mulai hari ini" (jessi)


"ah apa sih, aku hanya bernyanyi biasa saja" (bee)


"kau berhasil membuktikan dirimu yang sebenarnya Bee, jadikanlah sebuah kekurangan sebagai motivasimu, jangan hanya karena perkataan orang, lalu kamu terpuruk, masih ada jalan lain" (boo)


"makasih Boo" (bee)


"kalian sepertinya benar-benar dekat ya" (maureen)


"iya, bahkan mereka berinteraksi menggunakan nama khusus" (chany)


"iya, ya, Boo dan Bee" (jessi)


"tidak, itu hanya tanda persahabatan kami saja, ya kan Boo?" (bee)


"ya" (boo)


"Cya, tarian balet mu juga sangat indah, aku melihatnya tadi, kau sangat gemulai" (boo)


"kau juga sangat keren Boownie" (maureen)


"Jessi, Chany apa kalian tidak akan menunjukkan bakat kalian?" (bee)


"tidak ah, aku tidak terlalu berbakat" (chany)


"aku juga tidak, bakatku tidak dalam hal ini" (jessi)


"oh" (bee)


"untuk pertunjukkan selanjutnya adalah pertunjukkan terakhir kita malam hari ini, pertunjukkan ini akan dibawakan oleh senior-senior disini" (panitia)


"luhan ikut juga?" (bee)


"iya, dia pintar dance" (maureen)


"oh, aku akan bertepuk tangan untuknya nanti" (bee)


"apa kau menyukainya?" (maureen)


"hah, tidak, aku hanya menganggapnya sebagai senior saja" (bee)


"baiklah" (maureen)


Aku bingung bagaimana Maureen bisa bertanya seperti itu padaku. Aku baru mengenalnya, bagaimana mungkin aku menyukainya. Sampai detik ini saja aku masih menyukai Boo. Aku masih terus berharap padanya.


"Wah, itu dance cover yang bagus" (bee)


"mereka seperti idol korea" (maureen)


"iya, kalau mereka bisa debut menjadi idol pasti keren sekali" (jessi)


"postur tubuh mereka juga bagus dan semuanya menari dengan baik" (chany)


Aku melihat Boo hanya diam melihat pertunjukkan itu. Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu. Sudahlah jangan lagi aku ikut campur dengan urusannya. Aku telah membuatnya bertengkar dengan ayahnya tadi, mungkin aku hanya akan menambah rumit masalahnya saja. Setelah pertunjukkan selesai, aku menghampiri Luhan.


"Luhan, tarianmu sangat keren" (bee)


"terima kasih, junior" (luhan)


"hah, panggil saja aku Beetariss" (bee)


"suaramu juga sangat merdu, mendengar kisahmu tadi, aku jadi merindukan ibuku" (luhan)


"benarkah?" (bee)


"ya, tapi dia juga sudah tiada, aku tidak memiliki ayah maupun ibu, ayahku meninggal saat aku masih dalam kandungan ibuku, dan ibuku meninggal karena sakit, ah maaf aku tidak seharusnya menangis di depan juniorku" (luhan)


"tidak apa, semua ini sudah menjadi takdir" (bee)


"ya, takdir telah membawa mereka semua pergi" (luhan)


"jangan bicara seperti itu, pandanglah langit penuh bintang-bintang ini" (bee)


"kenapa?" (luhan)


"ibuku pernah bilang sesorang yang sudah tiada untuk selama-lamanya akan menjadi bintang di atas sana, mereka bisa melihat apa yang kita lakukan dari atas sana" (bee)


"benarkah, lalu yang mana ibuku, dan yang mana ayahku?" (luhan)


"bintang yang paling bersinar menurutmu" (bee)


"bintang itu yang paling terang" (luhan)


"ah, itu ibuku" (bee)


"tidak, bukan yang itu, bintang yang di sebelah bintang ibumu" (luhan)


"oh, ya itu juga bersinar, jadi itu pilihanmu, bintang orang tuamu?" (bee)


"ya, kuharap mereka melihatku dari sana" (luhan)


"sayangnya bulan tidak ada, bulan sedang bulan baru" (bee)


"baiklah, besok kalau sedang bulan purnama temui aku disini" (luhan)


"untuk apa?" (bee)


"memandang langit seperti ini" (luhan)


"baiklah, sekarang aku pergi ke asramaku ya" (bee)


"oke, hati-hati" (luhan)


"siap" (bee)


Samar-samar aku melihat seseorang yang lewat. Dia seperti Boo. Tapi ketika aku panggil dia sama sekali tidak menoleh. Mungkin aku salah lihat. Aku kembali ke asramaku.


"Kau darimana saja Beetariss?" (maureen)


"aku keluar aula sebentar tadi, cari udara segar aja" (ucapku berbohong)


"cari udara segar atau cari pemandangan yang tampan" (chany)


"yak!!!" (bee)


"aku cuma bertemu senior tadi, dan aku memujinya karna penampilannya yang bagus" (bee)


"khusus sekali ya, siapa dia?!" (tanya maureen penasaran)


"iya aku juga penasaran" (chany)


"bu-bukan siapa-siapa" (bee)


"kau habis bertemu luhan ya?" (maureen)


"ah" (bee)


"aku sudah hati-hati, Lavanda tidak akan melepaskanmu begitu saja" (maureen)


"aku tidak menyukai Luhan, sungguh, aku hanya menyatakan kekagumanku padanya, apa itu salah" (bee)


"wah, berarti benar, kau bertemu Luhan" (chany)


"ehm, kalian!" (bee)


"kami telah menjadi saksi mata dari kekejaman Lavanda, dia pernah membuat siswa lain terluka dulu sampai kepalanya berdarah" (chany)


"benarkah sekejam itu?!" (bee)


"iya, beruntung Lavanda tidak melihatmu bersama Luhan" (maureen)


"Aku tidak berniat dekat dengannya, sungguh" (bee)


"baiklah aku percaya padamu" (maureen)


"eh, hp siapa yang berbunyi?" (chany)


"oh, punyaku" (bee)


"angkatlah disini, tidak papa" (maureen)


"baiklah" (bee)


Aku melihat nama Naya di hpku. Aku berniat mau video call padanya tadi, tapi dia sudah menelfonku.


"Halo, Naya" (bee)


"Beetariss, aku sangat merindukanmu" (naya)


"aku juga merindukanmu, bisakah kita video call saja" (bee)


"baiklah" (naya)


"ada siapa itu di belakangmu" (naya)


"dia teman seasramaku" (bee)


"bolehkah aku berkenalan dengan mereka" (naya)


"tentu saja" (bee)


"Ini temanku Naya, ingin berkenalan dengan kalian" (bee)


"hai Naya, namaku Maureen" (maureen)


"namaku Chany" (chany)


"ada satu lagi, tapi dia sedang keluar, namanya Jessi" (bee)


"ah senangnya, aku kesepian di kost sendirian" (naya)


"kamu kost sendiri?" (bee)


"ya" (naya)


"kenapa?" (bee)


"ya aku merasa tadinya lebih enak sendirian tetapi setelah sendirian rasanya tidaklah enak" (naya)


"kenapa tidak cari teman kost?" (bee)


"hari ink aku tidak ikut kuliah, tadi aku sedikit tidak enak badan, jadi aku belum punya teman" (naya)


"oh begitu, semoga cepat sembuh ya" (bee)


"makasih dan sebentar aku tambahkan Celin" (naya)


"hai!" (celin)


"hai Celin" (bee)


"Hari ini sangat indah bagiku, aku punya banyak teman baru" (celin)


"aku juga, hari ini sangat spesial untukku" (bee)


"spesial?" (naya)


"ya, aku menunjukkan suaraku di depan banyak orang, dan mereka bertepuk keras untukku" (bee)


"wah, aku jadi pengen denger suaramu" (celin)


"iya, nyanyi dong sekarang" (naya)


"ah tidak, tidak aku malu" (bee)


"ya tadi di depan banyak orang kau tidak malu?!" (celin)


"tadi ada sesuatu makanya aku merasa semangat untuk bernyanyi" (bee)


"sesuatu apa?" (naya)


"bukan apa-apa kok" (bee)


"maaf aku harus tutup hpnya, ada acara lagi soalnya, bye" (celin)


"ok, bye" (naya)


"naya kau masih pacaran sama Nico?" (bee)


"kami LDR, Nico tidak jadi di UO dia kuliah di Singapura karena ayahnya pindah ke sana" (naya)


"bersabarlah" (bee)


"tapi aku takut jika dia akan mencintai gadis lain disana" (naya)


"kalian kan sama-sama saling mencintai, kau harus percaya padanya" (bee)


"bagaimana denganmu dan Boownie?" (naya)


"jangan keras-keras, Boownie sudah punya pacar" (bee)


"benarkah?" (naya)


"ya dia adalah Maureen, teman seasramaku" (bee)


"kau harus tetap berjuang Bee, ya sudah aku tutup dulu ya" (naya)


"terima kasih naya, dah..." (bee)


"dah" (naya)


Aku melihat Maureen, Chany dan Jessi sudah tidur. Entah kapan Jessi kembali, mungkin saat aku video call tadi. Aku mengambil buku diary baruku. Aku akan tulis segalanya yang terjadi padaku hari ini.


_____________________________________________


Hari ini adalah hari yang luar biasa untukku


Aku mendapat banyak teman baru


Tapi entah siapa gadis itu


Bagaimana bisa dia menghinaku dan orang tuaku


Aku tidak bisa menerima itu, aku melawannya


Sampai emosiku meledak


Tapi aku bahagia


Aku bisa menunjukkan suara nyanyianku


Itu semua karena Boo


Jika saja dia tidak menyemangatiku, mungkin saja saat ini aku masih terpuruk


Dan hari ini aku juga bisa memandang langit indah bersama Luhan


Ternyata dia anak yatim piatu


Aku lebih beruntung darinya


Terima kasih untuk hari ini


ย 


@lovelybee_salma


ย 


_____________________________________________


TBC


Bagaimana ceritanya?


Semakin rumit nih ceritanya


Ikuti terus ya:)


Jangan lupa like, rate, vote dan comment๐Ÿ‘


Supaya author lebih semangat nulis ceritanya dan untuk penyempurnaan cerita tentunya:v


๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™