Bee [Who Should I Choose?]

Bee [Who Should I Choose?]
Bintang akan meninggalkan bulan



Tiga hari berlalu sejak perkemahan. Kami semua kembali ke rumah masing-masing. Hari ini semua berangkat ke sekolah. Aku melihat bangku Boo yang kosong. Apa Boo tidak masuk hari ini? Guru pun datang.


"Anak-anak bagaimana perasaan kalian setelah kemarin" (guru)


"senang bu"


"masih capek tapi bu"


"perkemahan kemarin menjadi hari bersenang-senang kalian sebelum ujian akhir, setelah itu kita semua akan berpisah" (guru)


"ah... bu"


"kalian belajar yang giat, saya tidak ingin ada yang tidak lulus" (guru)


"baik bu"


"Bu kenapa Boownie tidak masuk?" (aku memberanikan bertanya)


"oh Boownie, saya tidak tahu pasti, ayahnya hanya berkata Boownie tidak akan masuk hari ini" (guru)


"oh begitu ya" (bee)


"ya sudah, kita mulai belajar kembali, mulai sekarang kalian hanya harus fokus pada ujian kalian" (guru)


"ya bu"


Aku menyalin semua catatan yang diberikan guru. Aku juga memperhatikan dengan seksama. Aku menjadikan Boo sebagai motivasiku dalam belajar. Aku ingin menjadi seperti dia. Kalau aku bisa satu kampus dengannya, itu akan sangat baik untukku. Aku masih bisa melihatnya lagi. Aku harus bisa satu kampus dengan Boo.


"Beetariss, kenapa kamu bertanya pada guru bukankah kau tetanggaan sama Boownie?" (naya)


"aku sama sekali tidak tahu" (bee)


"beneran kau tidak tahu?" (celin)


"ya kemarin aku sempat mendengar kalau ayahnya Boo sangat marah pada Boo" (bee)


"marah, kenapa?" (naya)


"sebenarnya saat malam pertama kemah kemarin, Boo itu diam-diam pergi pakai mobilnya kesini karena dia terus dilarang oleh ayahnya" (bee)


"benarkah itu?" (celin)


"sudaalah Beetariss kamu jangan sedih" (naya)


"aku sedih bukan karna Boo hari ini tidak datang" (bee)


"lalu?" (celin)


"sepertinya ini semua salahku, Boo memaksa datang karna aku. Dia telah berjanji padaku untuk datang ke perkemahan pada saat malamnya" (bee)


"coba nanti kamu chat atau kamu ke rumahnya" (naya)


"aku akan melakukannya nanti" (bee)


"jangan sedih lagi kita ada kok buat kamu" (celin)


"makasih semua" (bee)


"hei naya, ke kantin yuk" (nico)


"ah ayo" (naya)


"mereka semakin dekat saja ya?" (celin)


"iya tuh, mereka benar-benar serasi" (bee)


"bukankah Nico sering mendekatimu dulu?" (celin)


"ya memang benar, tapi aku menolaknya" (bee)


"jadi nico sudah menembakmu, dimana, kapan?" (celin)


"pada saat terjadi perkelahian Boo dan Nico, Nico menembakku di uks" (bee)


"tapi gampang banget ya dia move on dari kamu?" (celin)


"ya mungkin, aku malah tidak bisa move on malah semakin bertambah" (bee)


"ah kamu bikin aku iri deh" (celin)


"Celin?"


"ah siapa?" (celin)


"kenalin aku Reza dari kelas sebelah, aku mingin mengajakmu makan bareng"


"ha benarkah?" (celin)


"ya ayo"


"beetariss kamu nggak papa sendirian?" (celin)


"aku tidak papa sana pergi, kamu masih punya harapan" (bee)


"ah ya sudah aku pergi ya" (celin)


"oke" (bee)


Sungguh sepi ketika Boo tidak ada. Aku pun pergi ke lantai atas, tempat dimana aku sering bersama Boo. Aku menaiki tangga. Aku ingat Boo menolongku saat aku hampir terjatuh dari tangga ini. Itu momen yang sangat indah.


Aku melihat seorang laki-laki perawakannya mirip dengan Boo. Aku senang dia datang. Aku mencoba memanggilnya tetapi dia tidak menoleh. Lalu ku menepuk pundaknya. Ternyata bukanlah Boo, dia orang lain. Aku kembali bersedih. Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa Boo tidak masuk sekolah? Ku harap dia baik-baik saja.


Dirumah aku terus memikirkannya. Aku tetap tidak bisa fokus belajar. Aku naik menuju atap. Aku melihat Boo ada disana. Aku menghampirinya.


"Boo, kenapa kau tidak masuk tadi?" (bee)


"ah, kau disini" (boo)


"kenapa boo?" (bee)


"aku hanya tidak enak badan saja" (boo)


"aku tahu bukan itu alasan sebenarnya, ceritakanlah padaku kalau memang ada masalah" (bee)


"ayahku akan memasukkanku kuliah ke Amerika" (boo)


"apa?!" (bee)


"aku tidak ingin pergi, ayah memaksaku, ayah tidak ingin aku terus bermasalah disini" (boo)


"Boo maafkan aku, itu semua salahku" (bee)


"tidak, kau tidak salah aku yang salah," (boo)


"apa kau tetap akan pergi?" (bee)


"ya" (boo)


Aku merasa bagaikan awan yang mendung secara tiba-tiba. Hatiku merasa kecewa. Aku sedih, bintang akan meninggalkan bulan. Apakah bulan sanggup menghadapinya. Aku menatap langit yang sekarang sedikit mendung. Hanya ada bulan diatas sana. Apa bintang benar-benar akan meninggalkan bulan?


"kau merindukan ibumu lagi?" (boo)


"tidak, aku rasa bintang sedang menjauh dari bulan" (bee)


"maksudmu?" (boo)


"lihatlah langit, bukankah hanya ada bulan sendirian" (bee)


"aku ingin bulan terus bersinar seperti itu" (boo)


"tapi ada kalanya bulan tidak bersinar" (bee)


"walaupun begitu bintang akan selalu ada, walaupun jauh dari bulan, tetapi bintang akan selalu ada untuk bulan" (boo)


"masuklah, aku juga akan masuk" (boo)


"boo, aku masih ingin....." (bee)


Ucapanku terpotong, Boo sudah masuk ke dalam rumah. Aku menengadahkan kepalaku. Aku kecewa Boo akan pergi meninggalkanku. Kini aku melihat bulan semakin hilang tertutup awan hitam. Sepertinya bulan benar-benar sedih sampai-sampai tidak ingin memperlihatkan wajahnya. Sebentar lagi pasti akan menangis. Aku masuk ke kamarku kembali. Aku duduk berselimut dan mengambil bonekaku.


"Boo, kau jahat, apa kau benar akan meninggalkan bulan sendirian?" (aku menangis)


"apa kau tidak peduli padaku?"


"apakah kau akan membiarkan bulan padam?"


"apa kau tidak akan menghibur bulan yang menangis?"


"kau jahat Boo"


Aku memukuli bonekaku, BooBoo. Aku meluapkan emosiku padanya. Tiba-tiba saja suara guntur menggelegar, beserta dengan cahaya kilat. Aku sontak memeluk bonekaku.


"Lihatlah bulan marah!"


"bulan menangis!"


"apa kau benar-benar tidak peduli?"


Aku mengambil posisi telungkup dengan tertutup selimut. Aku menangis. Rasanya ini lebih sakit daripada patah hati. Setelah semua yang kita ukir bersama, apa kau akan meninggalkan semuanya? Aku tidak peduli perasaanmu padaku, tapi aku tidak ingin kau pergi meninggalkanku. Sekarang Naya sudah bersama Nico, Celin bersama anak sebelah, bagaimana denganku? Hanya kau saja yang bisa membuatku bahagia.


"kau jahat!!!" (bee)


"siapa yang jahat?" (ayah bee)


"ayah kau disini?" (bee)


"kenapa kamu menangis sayang?" (ayah bee)


"ayah apa bulan akan sendirian, apa bintang akan meninggalkan bulan?" (bee)


"apa maksudmu nak?" (ayah bee)


"aku tidak ingin dia pergi, aku ingin selalu bersamanya" (bee)


"siapa?" (ayah bee)


"Boo akan pergi, dia akan meninggalkanku" (bee)


"di akan pergi kemana?" (ayah bee)


"dia akan ke Amerika" (bee)


"ayah Boo pasti punya alasan tersendiri" (ayah bee)


"jadi sebenarnya ayah sudah tahu?" (bee)


"ya, ayahnya Boo cerita pada ayah tadi" (ayah bee)


"kenapa dia harus pergi ke Amerika? kenapa tidak dekat sini saja" (bee)


"dia ingin Boo kembali bersama ibunya, mungkin setelah itu Boo akan tenang" (ayah bee)


"jadi ibunya Boo ada di Amerika?" (bee)


"ya" (ayah bee)


"tapi bukankah itu akan membuatnya tertutup kembali?" (bee)


"ayah tidak tahu, kenapa kamu sangat tidak ingin Boo pergi?" (ayah bee)


"aku tidak ingin berpisah dengannya, aku ingin selalu bersamanya" (bee)


"apa kamu menyukai Boo" (ayah bee)


"ya ayah, sejak kecil aku menyukainya, aku memendam rasa sukaku selama 11 tahun sampai sekarang" (bee)


"kejarlah dia, dengan kau giat belajar kau pasti bisa mengejarnya" (ayah mengelus kepalaku kemudian keluar dari kamarku)


"apa maksud ayah?" (bee)


"kau akan paham nanti" (ayah bee)


Apa maksud ayah? aku tidak paham apa perkataan ayah itu. Aku mengambil buku diary ku.


_____________________________________________


Dear Boo


Dear bintangku


Bintang apa kau akan meninggalkan bulan untuk selamanya?


Apa kau akan membiarkan sinar bulan padam?


Apa kau akan membiarkan bulan terus menangis?


apa kau tidak akan hadir di samping bulan lagi?


bulan tanpa bintang rasanya hampa


Langit akan terlihat indah ketika bulan dan bintang bersama


Apa kau akan membiarkan semua ini terjadi?


Apa langit akan selalu kosong? tanpa bulan maupun bintang lagi


Bulan selalu berusaha dekat dengan bintang walau jarak memisahkan mereka


Apa sekarang bintang akan menjauh dari bulan?


Dan membiarkan bulan terus berharap pada bintang?


Kalau kau benar meninggalkan bulan, bulan akan membenci bintang


Bulan tidak akan pernah mau kenal lagi dengan bintang


Ku harap bintang akan kembali bersinar bersama bulan


ย 


Bee


ย 


_____________________________________________


TBC


Bagaimana ceritanya?


Kira-kira apa Boo akan pergi meninggalkan Bee?


Akan bagaimanakah nasib Bee?


Apakah kisah bulan dan bintang akan terus berlanjut?


Ikuti terus ya:)


Jangan lupa like, rate, vote dan comment๐Ÿ‘


Supaya author lebih semangat nulis ceritanya dan untuk penyempurnaan cerita tentunya:v


๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™