![Bee [Who Should I Choose?]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/bee--who-should-i-choose--.webp)
Hari ini adalah hari libur setelah ujian berakhir, hanya tinggal menunggu pengumuman hasil ujian. Aku merasa bebas sekarang. Aku bisa melakukan hal apapun yang tidak bisa aku lakukan kemarin. Aku harap Boo dirumah, aku ingin pergi ke rumahnya. Aku mau masak sesuatu dan aku berikan untuknya sebagai rasa terima kasihku. Aku tahu itu saja tidak akan cukup untuk membalas jasa Boo padaku, tapi setidaknya aku membalas budinya. Aku keluarkan alat-alat memasak dan bahan-bahan yang diperlukan. Aku ingin membuat ayam panggang untuknya. Boo sangat suka dengan ayam panggang.
"Nak, apa yang kau lakukan?" (ayah bee)
"aku mau buat sesuatu untuk Boo" (bee)
"ya terserah lah, sekarang sudah bebas kau bisa melakukan apa yang ingin kau lakukan, nah sekarang ayah bantu kamu" (ayah bee)
"ya ayah terima kasih" (bee)
Aku mulai mencampur bumbu-bumbu yang akan digunakan dan ayah memotong ayam. Setelah selesai aku akan membantu ayah memotong ayam dan memanggangnya. Aku begitu terkejut melihat ayah sedang memotong ayam.
"HAKKHHH!!!" (bee)
"kenapa?" (ayah bee)
"da-darah" (jawabku ketakutan)
"apa kamu masih takut dengan darah?" (ayah bee)
"aku tidak tahu yah" (bee)
"ya sudah, ayah saja yang potong ayam, kamu persiapkan saja yang lain" (ayah bee)
"baik ayah" (bee)
Ketika aku melihat darah mengalir dari tubuh ayam, aku merasakan sedikit mual dan pusing. Aku selalu terbayang-bayang akan kecelakaanku. Aku kira setelah ingatanku kembali, phobia darahku hilang, ternyata sama saja. Lalu bagaimana aku akan melanjutkan kuliah di UKN, sedangkan itu merupakan universitas kedokteran, yang mana berhubungan dengan darah. Aku juga tidak ingin berpisah dengan Boo. Aku sudah berjanji akan kuliah bersamanya disana. Apa phobiaku ini akan terus berlanjut? Aku terus memikirkan hal itu sampai aku tidak menyadari tanganku teriris pisau.
"Beetariss, apa yang kau lakukan?!" (ayah bee)
"apa maksud ayah?" (bee)
"kau tidak sadar tanganmu berdarah" (ayah bee)
"da-darah?" (bee)
"kau tetap disitu ayah akan ambil obat" (ayah bee)
Aku tidak berani menoleh ke arah tanganku. Aku menjauhkan pandanganku dari tangan. Aku mulai merasakan sakit.
"Sini tanganmu nak" (ayah membalut perban untukku)
"ayah maafkan aku" (bee)
"tidak nak, kau tidak salah" (ayah bee)
"tapi aku selalu merepotkan ayah dan ibu, bahkan sekarang pun juga" (aku menangis)
"jangan menangis, ibumu juga akan sedih kalau melihatmu seperti ini, kau tidak merepotkan ayah nak" (ayah bee)
"tetap saja" (bee)
"itu semua ayah lakukan untuk menggantikan ibumu, ayah ingin selalu peduli padamu seperti dia yang sangat peduli padamu" (ayah bee)
"ayah kau lebih dari segalanya, kau adalah yang terbaik" (aku memeluk ayah dan menangis)
"sudah jangan menangis, lukamu sudah ayah perban" (ayah bee)
"terima kasih ayah" (bee)
"jangan sedih lagi, phobia mu pasti akan hilang" (ayah bee)
"tapi ayah aku ingin masuk kedokteran" (bee)
"apa?!" (ayah bee)
"iya ayah, aku ingin menjadi dokter" (bee)
"apa kau tidak mau ke UO?" (ayah bee)
"tidak ayah, aku ingin terus bersama Boo" (bee)
"sebenarnya ayah mengharapkan kamu bisa di UO, karena itu keinginan ayah dulu yang belum terwujud tapi jika kamu sudah memilih, tidak apa" (ayah bee)
"ayah aku ingin seperti ibu yang menjadi dokter yang sangat baik" (bee)
"ya nak, tapi bagaimana dengan phobiamu?" (ayah bee)
"aku yakin phobia ini pasti akan hilang dengan sendirinya" (bee)
"apa kamu yakin?" (ayah bee)
"ya ayah, ayah akan selalu mendukungku kan?" (bee)
"selalu sayang" (ayah bee)
Aku melanjutkan mempersiapkan masakannya. Aku memasukkannya di sebuah kotak makan. Aku juga menghias tampilannya. Aku harap Boo akan suka dengan apa yang aku bawa. Aku keluar rumah untuk menuju rumah Boo. Tapi aku melihat seorang gadis bertubuh tinggi dengan rambut lurus baru keluar dari rumah Boo. Tubuh nya seperti seorang model, dia memakai masker juga. Setelah mobil gadis itu jalan, baru aku pergi ke rumah Boo.
"Hai Boo" (bee)
"Bee, kau?" (boo)
"ya, aku bawakan sesuatu untukmu" (bee)
"untuk apa?" (boo)
"kau sudah sering menolongku, aku juga ingin membalas budimu" (bee)
"ya sudah ayo masuk dulu" (boo)
"ya baiklah" (bee)
Aku masuk ke rumah Boo. Lalu aku duduk di ruang tamu. Sepertinya ayah Boo sedang tidak ada di rumah karena suasananya sangat sepi.
"makasih ya" (boo)
"makasih juga atas segalanya Boo" (bee)
"Wah ayam panggang" (boo)
"iya" (bee)
"ini makanan kesukaanku, sudah lama aku tidak memakannya" (wajah boo berubah jadi sedih)
"jangan sedih, cobalah cicipi" (bee)
"enak sekali" (boo)
"benarkah?" (bee)
"ehm... iya enak" (aku gugup)
"apa ada yang ingin kau katakan?" (boo)
"hmmm.... siapa gadis yang tadi dari rumahmu?" (bee)
"oh, dia yang kutemui kemarin" (boo)
"wah, dia cantik sekali ya" (bee)
"itu karena dia pernah menjadi model" (boo)
"benarkah?" (bee)
"iya, karena cantik, sejak kecil dia sudah menjadi model fashion" (boo)
"kau tahu banyak tentang dia" (bee)
"tidak kok" (boo)
"Boo, ayahmu tidak dirumah?" (bee)
"tidak, ayahku mengantarnya pulang" (boo)
"pulang ke rumah yang kemarin ya?" (bee)
"tidak" (boo)
"lalu kemana?" (bee)
"dia itu bukan dari sini, dia akan pulang ke luar kota" (boo)
"oh" (bee)
Aku terkejut Boo tahu segalanya tentang gadis itu. Apa benar dia pacar nya Boo? Mereka terlihat serasi karena sama-sama menawan. Aku merasa cemburu padanya. Dia benar-benar perempuan ideal.
"kau sepertinya memikirkan sesuatu" (boo)
"tidak kok, aku cuma kepikiran bagaimana kehidupan nanti saat kuliah" (aku berbohong)
"aku juga selalu kepikiran soal itu, aku takut kita tidak akan punya waktu berkumpul lagi" (boo)
"aku harap kita masih bisa bercanda ria bersama nanti" (bee)
"aku juga berharap begitu" (boo)
"kalau begitu, aku pulang dulu ya" (bee)
"baiklah, terima kasih" (Boo)
"iya, sama-sama, bye" (bee)
"bye" (boo)
Sebenarnya siapa gadis itu? Boo tahu segalanya tentang dia. Apa dia benar-benar pacarnya Boo? Dia sungguh cantik, tidak seperti ku. Hatiku rasanya hancur, aku merasa cemburu. Aku kembali hilang harapan. Boo ku harap dia hanya sekedar temanmu saja, tidak lebih.
_____________________________________________
Dear Boo
Siapa dia?
Apa dia Venus yang akan bersinar bersama bintang paling terang?
Apa mereka akan bersinar bersama?
Apa Venus akan menjadi penghalang antara bulan dan bintang?
Ku harap dia bukanlah Venus
Jika dia adalah Venus
Bagaimana dengan bulan?
Apa bintang akan meninggalkan bulan untuk venus?
Bulan akan berusaha bersama bintang
Aku tahu....
Walaupun phobia ini akan menimbulkan masalah nanti
Ku harap masalah ini akan hilang dengan segera
Dan aku tidak ingin kau meninggalkanku
Ku mohon katakan dia hanya temanmu, tidak lebih
Aku akan menunggumu, seberapa pun lamanya
Walaupun mungkin aku akan tersakiti
ย
Bee
_____________________________________________
TBC
Bagaimana ceritanya?
Kira-kira sedekat apakah Boo dan gadis itu?
Apa Boo menyukai gadis itu?
Ikuti terus ya:)
Jangan lupa like, rate, vote dan comment๐
Supaya author lebih semangat nulis ceritanya dan untuk penyempurnaan cerita tentunya:v
๐๐๐