![Bee [Who Should I Choose?]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/bee--who-should-i-choose--.webp)
"Om, Bee ada?" (boo)
"oh, Bee masih di atas, ke atas saja sana" (ayah bee)
"terima kasih om" (boo)
"ya" (ayah bee)
"Bee..." (boo mengetuk pintu kamarku)
"siapa?" (bee)
"ini aku Boo" (boo)
Aku masih tiduran di kasurku. Ketika mendengar Boo aku kaget sekali. Aku langsung beranjak dari tempat tidurku. Aku lihat Boo sudah berpakaian rapi dan dia mengganti gaya rambutnya. Dia terlihat lebih tampan dari sebelumnya. Dia tersenyum manis padaku, ditambah lagi lesung pipi yang dia punya.
"ada apa Boo, pagi-pagi sekali" (bee)
"ayo ke tempat mana saja, aku bosen sendirian di rumah" (boo)
"ke mana?" (bee)
"ya kemana saja lah" (boo)
"oke, kamu turun dulu, aku mau bersiap-siap" (bee)
"oke siap" (boo)
Aku menutup pintu kamar kemudian aku merapikan tempat tidurku. Aku heran sama Boo. Tidak biasa-biasanya dia mengajakku pergi pada hari libur, apalagi sampai datang ke rumahku. Padahal aku masih ingin merasakan hangat dan empuknya kasurku. Tapi karena Boo yang datang, aku harus merelakannya. Aku pun bersiap-siap. Aku bingung mau memakai baju apa. Aku mengeluarkan semua baju-bajuku dan mencocokkannya. Aku berganti-ganti pakaian. Rasanya tidak ada yang cocok.
"Hmmm, ini kan bukan kencan, aku pakai yang ini saja lah" (bee)
Setelah selesai aku turun dan menemui Boo. Tak lupa aku berpamitan pada ayah.
"mau kemana ya?" (boo)
"terserah kamulah, kamu yang ngajak" (bee)
"bagaimana kalau ke kafe yang baru saja ya" (boo)
"oke itu ide yang bagus, aku juga penasaran sama kafenya" (bee)
Aku berjalan keluar rumah. Aku hampir saja jatuh dari tangga depan rumahku karena aku tak memperhatikan jalan. Beruntung sekali Boo langsung menarik tanganku.
"kamu kebiasaan banget ya" (boo)
"maaf Boo" (bee)
"lain kali hati-hati" (boo)
"iya Boo, kau bawa mobil sendiri?" (aku kaget melihat sebuah mobil terparkir di depan rumahku)
"iya" (boo)
"kamu beneran udah punya sim?" (bee)
"iya, udah deh sekarang masuk" (boo)
"kamu marah ya?" (bee)
"nggak kok" (boo)
Hari ini dia terlihat aneh sekali. Aku terheran-heran dengan sikapnya.
"aneh sekali" (aku berbicara sendiri)
"apa yang kamu bicarakan?" (ucap boo sambil menyetir mobil)
"ehm, tidak kok" (bee)
"jadi kan ke kafe baru?" (boo)
"iya" (bee)
"oh, ternyata tutup kafenya" (boo)
"yah" (aku cemberut kecewa)
"ya sudah, kita ke tempat lain saja" (boo)
"kemana?" (bee)
"rahasia, kamu akan tahu nanti" (boo)
"kok rahasia sih, mau kemana, aku penasaran" (bee)
"nanti kamu akan tahu juga" (boo)
Dia terlihat misterius sekali. Ada apa dengannya hari ini? Aku melihat dia fokus menyetir mobilnya. Aku terus memandangi wajahnya. Dia terlihat berbeda. Model rambutnya yang sekarang membuatnya tampak lebih tampan dan keren. Tapi aku tidak mau Boo tahu kalau aku suka sama dia. Aku pun mengalihakan pandanganku. Aku memposisikan menyamping ke jendela mobil untuk melihat-melihat sekitar. Aku melihat seseorang yang sepertinya tidak asing bagiku. Dia juga tampak melihatku. Entah ada apa, rasanya aku seperti mengenalnya. Tapi siapa? Aku masih terus melihatnya walaupun jarak sudah cukup jauh. Aku merasa sedih tanpa sebab.
"kenapa?" (boo)
"tidak papa kok" (bee)
"kelihatannya kamu sedih" (boo)
"tidak kok, aku tidak sedih" (aku menunjukkan senyumku)
"baiklah" (boo)
"eh, ini kemana, aku belum pernah kesini?" (bee)
"beneran belum pernah?" (boo)
"iya" (bee)
"coba ingat-ingat lagi" (boo)
"hah, emang pernah ya" (bee)
"kau sangat pelupa ya, ini jalan menuju smp kita yang dulu" (boo)
"tapi terlihat sangat berbeda" (bee)
"ya memang berbeda karena beberapa tempat telah direnovasi" (boo)
"oh begitu, eh iya aku-aku pernah ke toko itu" (bee)
"toko itu?" (boo)
"iya, Boo bisakah berhenti dulu" (bee)
"baiklah" (boo memarkirkan mobil)
"kamu tunggu saja disini, aku cuma sebentar kok" (bee)
"oke, hati-hati" (boo)
"iya" (bee)
Aku berjalan menuju sebuah toko. Toko ini merupakan toko parfum. Dulu aku sering kesini untuk membeli parfum kesukaanku.
"selamat datang di toko kami"
"ah iya, adakah parfum jeruk" (bee)
"ini adalah parfum jeruk terbaik disini"
"ya saya akan membelinya" (bee)
"baik, saya akan mengemasnya"
Sambil menunggu, aku melihat-lihat parfum yang berjajar rapi disebuah almari kaca. Pandanganku tertuju pada sebuah parfum yang menurutku bentuknya sangat bagus. Sepertinya aku juga akan membelinya jika harum aromanya. Aku ingin membeli parfum untuk Boo.
"ini adalah produk keluaran terbaru kami"
"benarkah?" (bee)
"cocok untuk pria maupun wanita, aromanya juga sangat harum"
"coba saya lihat" (bee)
"waw, ini sangat harum, saya juga membeli ini" (aku memberikan uang)
"baik, ini kembaliannya dan ini barang yang dibeli, terima kasih atas kunjungan anda"
"ya" (bee)
"Dari mana?" (boo)
"ke toko yang tadi" (bee)
"buat apa?" (boo)
"ini buat kamu" (bee)
"buat aku, kenapa?" (boo)
"aku kan sangat berterima kasih padamu" (bee)
"tapi tidak perlu seperti itu juga" (boo)
"kumohon jangan tolak pemberianku ini" (bee)
"baiklah, terima kasih Bee" (boo)
"sama-sama" (bee)
"masih ada yang mau dibeli lagi tidak?" (boo)
"oke" (boo)
"ah sekolah kita sekarang jauh lebih indah, banyak bunga-bunga bermekaran" (bee)
"iya" (boo)
"Boo, memangnya mau kemana sih?" (bee)
"tempat yang indah" (boo)
"kesel ah kenapa tidak langsung bicara saja" (bee)
"jangan ngambek, sebentar lagi sampai" (boo)
"hhhh...." (aku mempoutkan bibirku)
"sudah sampai, jangan ngambek lagi" (boo)
"hah, indah sekali kafenya" (bee)
"ku harap kamu suka tempat pilihanku" (boo)
"aku suka sekali, banyak sekali bunga-bunga hiasannya" (bee)
"ayo masuk" (boo)
"ayo" (bee)
"ke lantai 3 ya" (boo)
"iya" (bee)
Sungguh setelah melihat tempat ini aku merasa sangat senang. Tempatnya sungguh romantis. Ramai juga. Aku dan Boo memasuki lift. Kebetulan hanya kami berdua saja di dalam lift. Tiba-tiba saja lift mengalami gangguan.
"Akh... kenapa ini?!" (bee)
"semoga saja hanya gangguan sementara" (boo)
"boo, aku takut gelap sekali disini" (bee)
"jangan takut, sebentar lagi pasti kembali" (boo)
"Boo bagaimana kalau nanti liftnya jatuh" (bee)
"pegang tanganku, tutup saja matamu, nanti kalau sudah berjalan kembali aku bilang ke kamu" (boo)
Aku memegang erat tangan Boo dan aku menutup mataku. Aku takut sekali. Aku merasa lebih baik dengan menutup mataku.
"sudah, bukalah matamu" (boo)
"aku masih takut" (bee)
"ayo bukalah, sudah sampai di lantai 3" (boo)
"ah iya" (bee)
"ayo ke meja kita" (boo)
"Boo, kenapa lebih sepi disini?" (bee)
"memang iya" (boo)
"ini semua makanan yang mahal" (bee)
"pesan saja, aku yang traktir kamu" (boo)
"bagaimana bisa?" (bee)
"aku kan yang ajak kamu, anggap saja sebagai ucapan terima kasihku atas pemberianmu tadi" (boo)
"tapi itu tak sebanding" (bee)
"yang penting kita menikmati" (boo)
"terima kasih Boo" (bee)
Aku memakan makananku. Ini seperti kencan bagiku, ditambah lagi alunan musik yang sangat romantis. Pemandangannya juga sangat indah. Aku berdiri dan melihat-lihat pemandangan sekitar. Rasanya sejuk sekali seperti sedang di puncak gunung. Aku bisa melihat banyak tempat dari sini.
"Boo, kau sangat pintar memilih tempat" (bee)
"....."
"Boo kau dimana? Boo?!" (aku mencari-cari Boo)
Aku mencari ke seluruh tempat tetapi dia tidak ada. Kemana dia sebenarnya?
"Happy birthday to you Bee, semoga panjang umur, sehat selalu dan harapanmu akan terkabul dan ini juga hadiah untukmu" (boo datang membawa kue ulang tahun dan sebuah kotak hadiah)
"hah, Boo ku kira kamu meninggalkanku" (aku memukuli Boo)
"aku menyiapkan ini untukmu, sebenarnya aku tahu kafe baru itu tutup, aku cuma pengen kamu mau menurutiku kesini" (boo)
"terima kasih Boo, aku saja lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunku, tapi kau tahu tanggal ulang tahunku" (bee)
"ya aku tahu" (boo)
"terima kasih Boo" (aku menangis)
"hei, jangan menangis" (boo)
"aku hanya terharu, kau melakukannya untukku" (bee)
"sekarang berdoalah kemudian tiup lilinnya" (boo)
"kau yang terbaik Boo" (bee)
"kau juga" (boo mengoleskan krim ke wajahku)
"ah apa yang kau lakukan, kau merusak wajahku dengan krim" (aku mengejar Boo)
"kau seperti kue sekarang" (boo)
"Boo kau jahat!" (aku mengambil krim dan mengejar Boo)
"ini rasakan, kau juga seperti kue sekarang" (bee)
Aku dan Boo berlarian kejar-kejaran. Aku tidak peduli sekitarku. Entahlah pasti kami jadi pusat perhatian disini. Tapi aku bahagia sekali.
"Bee, aku melakukan ini semua agar kamu senang" (boo)
"tapi kenapa kau bisa melakukan ini untukku?" (bee)
"kau adalah yang terbaik, aku...." (boo)
"Boownie?! kau disini aku mencarimu kemana-mana"
"kau disini?" (boo)
"siapa dia Boo?" (bee)
"dia temanku yang kuceritakan" (boo)
"eh, bukankah kita pernah bertemu"
"kalian pernah bertemu?" (boo)
"dimana ya?" (bee)
"di bus, saat bukumu jatuh aku yang mengambilkannya"
"jadi itu kamu" (bee)
"iya"
"terima kasih banyak ya" (bee)
"bolehkah aku mengajak Boo sekarang, aku ingin dia menemaniku berbelanja, aku kan masih baru disini"
"ah iya tidak papa" (bee)
"nanti malam kan bisa" (boo)
"kumohon tuan Boownie Arkhananta Faustin"
"baiklah, tapi Bee kamu bagaimana?" (boo)
"aku akan pulang sendiri naik taxi, kamu pergilah" (bee)
"beneran tidak papa?" (boo)
"iya tidak papa kok" (bee)
Aku melihat mereka pergi. Mereka terlihat sangat akrab dan mesra. Mereka juga saling bergandengan tangan. Apa mereka benar-benar berpacaran?
TBC
Bagaimana ceritanya?
Kira-kira apakah boo dan gadis itu berpacaran?
Ikuti terus ya:)
Jangan lupa like, rate, vote dan comment๐
Supaya author lebih semangat nulis ceritanya dan untuk penyempurnaan cerita tentunya:v
๐๐๐