
*********Mentemen semua, jangan lupa like-vote-comment ya.. tinggalin kritik, saran, perasaan kalian setelah baca At The Memories sampai episode ini.
Mohon dukungannya mentemen
❤️❤️❤️***
.
.
.
~ Episode ini masih akan ada revisi karna author up kurang dari 1000 kata. Alasannya ada di bagian paling bawah ya****.
Pandanganku teralih melihat Farel yang berjalan santai mendekat ke arah Lian. Aku dan Farel saling menatap lalu mengangguk. Kufikir dia tau maksudku begitupun aku. Ini memang bukan sekali Lian seperti ini. Saat di SMP bahkan lebih parah, aku masih cukup tenang yaa walau takut juga jika Lian kelewatan di depan banyak orang yang notabene kakak kelas.
Tangan Lian memerah akibat cengkeraman dan cakaran Maya. Terdapat banyak garis cakaran disana-sini. Kulihat Farel mengangguk namun pandangannya bukan ke arahku. Lian. Itu ke Lian. Tak lama Lian mulai melangkah menyeret Maya dengan masih menyekiknya berjalan keluar dari kantin. Lian sempat mengedipkan sebelah matanya saat melewatiku dan hal itu malah membuatku mematung.
"Sial! Bisa-bisanya dia menggodaku saat situasinya begini", batinku.
Situasi mulai ramai namun di redam oleh Farel. Aku? Aku hanya mengikuti Lian dari belakang namun sebelum itu sempat mengeluarkan 2 lembar uang seratusan di meja kantin tempat kami makan. Setelahnya aku sedikit agak berlari mengejar Lian yang sudah jauh di depan.
AUTHOR POV
Masih dengan mencekik Maya, Lian berjalan menuju depan gerbang sekolah diikuti Lashon di belakang Lian sambil berlari. Maya semakin memberontak saat tau dirinya dibawa keluar dari sekolah. Keramaian selasar menuju lobby sekolah sampai di gerbang, sebenarnya agak membuat Lian mengeluh karna telah menjadi pusat perhatian sejenak. Ya walaupun hal itu sudah biasa baginya bahkan saat masih SMP.
Lian menyetop 1 taksi dan menaikinya dengan Maya. Sedangkan Lashon, dengan buru-buru dia membuka pintu mobil sebelah supir taksi tanpa meminta izin ke Lian. Lashon masuk dengan nafas sedikit terengah-engah, berbeda dengan kondisi di jok belakang. Jok penumpang. Lian masih saja mencengkeram leher Maya dengan kuat dan dia himpitkan lehernya sampai kepala Maya menekan ke pintu mobil. Maya tak berhenti memberontak dan meminta tolong.
"Neng, ini kenapa sih kok kelahi?", tanya supir itu mendengar permintaan tokoh Maya juga melihat kondisi Maya yang berpeluh dan tangan Lian yang memerah berdarah karna cakaran.
"T-tolo-ng P-pak", pinta Maya dengan nafas tercekat.
"Biasa Pak anak muda, Pak ke mall Zeus ya", kata Lian.
"I-iya neng, tapi itu ngga dilepasin dulu?", tanyanya lagi.
"Iya"
Taksi bergerak menuju mall Zeus milik papa Lian. Lian turun di gerbang depan dengan tangannya saat ini menggandeng tangan kiri Maya. Maya sempat terantuk cup mobil saat dikeluarkan paksa oleh Lian membuatnya sedikit pasrah. Lashon? Dia juga keluar dan berjalan disamping Maya menjaga agar dia tak kabur. Lashon berjalan santai disamping agak belakang dengan satu tangan ia masukkan ke dalam celana.
Maya tak memberontak saat ini, cukup memalukan jika dia memberontak dan main trik menarik di mall. Dia lebih mengedepankan imagenya dibandingkan dengan keselamatannya. Walau agak menarik tangannya, Lian bisa mengimbangi tarikan itu dengan cengkeraman tangannya yang semakin mengetat secara otomatis. Sedikit ancaman keluar dari mulut Lian tapi tak diindahkan oleh Maya. Mimik wajah Lian juga dibuat biasa dan santai agar tak mengundang perhatian orang yang berlalu-lalang. Dengan sedikit paksaan Lian sampai di tempat yang ia inginkan.
"Masuk! Kalok lo kabur jangan salahin gue jika besok pagi muka lo kepampang di semua media sosial bahkan chanel tv", ancam Lian.
"Anj*ng lo!", bentak Maya dibalas senyuman tipis oleh Lian.
"Nona..-", sapa seseorang.
"Cukup! Tolong ambilkan saja Iplone 8+", kata Lian. (Jadi dijaman Lian yang ini Iplone keluaran terbaru masih yang 8+ ya gaes)
"Baik nona Q-ah saya ambilkan sekarang", ucap penjaga counter Ibux Iplone itu.
Sementara disisi itu Maya hanya terpaku diam dengan tatapan gelisah melihat kesana-kemari dengan tangan Lian merangkulnya. Disisi Lain Lashon berada di belakang keduanya menjaga Lian takut-takut dia akan melebihi batas dan tak terkendali. Peduli seituon dia dengan Maya, melihat ke arah Maya saja dia enggan.
Lalu...
"Nona-"
.
.
.
~ ******huhuuuuu sorry banget ya gaes pembaca setia At The Moment karna kalian kudu sangat bersabar menanti updatenya. Sejujurnya gaes, gue lagi proses adaptasi nih karna tbtb punya bayi. Kaget weh tbtb ngurusin bayi pagi siang sore malem dan ini udah berjalan 1 bulan tapi gue masih belum bisa bagi waktu. Jadi mohon bersabar, ini ujian. Padahal gue berencana buat ngajuin jadi penulis kontrak dan naskah cerita yang ini juga dikontrak. Eh rencana Tuhan ada aja ya. Anyways, dibalik itu gue seneng karna bisa nolongin orang lain yang masih belum mampu buat ngurusin anaknya. Apalagi mengingat gue yang masih lajang bah, mana umur masih 22 thn eh ngurus bayi tanpa Asi sendiri nggak ada partner (curhat). Ya, doain aja ya gaes..minta doanya semoga Allah mempercepat gue ketemu jodoh gue. Kalik aja tahun depan gue udah married kan? Hehe. Gue ngga pengen nikah pas udah berumur, bukan gimana-gimana cuman emang dari dulu pengen nikah muda eh belum kesampean. Makannya. doain ya gaes. Thanks yang udah baca curhatanku ini, secara ngga langsung kalian udah jadi temen curhat gue. Dah lah dah. Anak gue nangis nih, biasa kebangun mulu kalok malem.
Oiya, karna gue ada ketertarikan dibidang psikologi dan hal semacam itu..gue bakalan buat Podcast di Ytbe menampung segala cerita curhatan buat temen-temen yang pengen curhat tapi ngga tau ke siapa atau yang pengen berkeluh kesah dan omongannya pengen di dengar orang lain. Gitu deh. Channelnya bakalan gue kasih tau di next Episode. See You in the Next Episode! Paypayyy****