At The Moment

At The Moment
13. Pembalasan



Jika kalian bertanya bagaimana Chala, dia sudah tau bagaimana hubungan tiga sekawan itu. Chala bisa memaklumi kekasihnya Lashon karena walau dia pacarnya tapi dia mengakui bahwa dia orang baru diantara mereka.


Dari awal mereka memiliki hubungan, Lashon telah mengatakan bahwa Lian sangat berharga untuknya dan Farel bahkan seperti adiknya sendiri. Sebelum Lashon menikah pun Lian akan menjadi utamanya daripada pacarnya sehingga Chala sudah bisa memahami hal itu.


Lian juga tau Chala orang yang baik, maka Lian mengizinkan Lashon untuk berpacaran dengan Chala bahkan Lian sendiri yang selalu berusaha menjaga batas wajar untuknya dan Lashon.


Sebagai perempuan Lian juga memahami perasaan Chala, daripada dia lelah menceramahi Lashon..Lian lebih baik yang menjaga batasan dengan Lashon. Dan Chala tau itu.


Chala juga mengerti mengapa Farel dan Lashon bisa sebegitu menjaga Lian, karena dibalik Lian yang biasa (wih belom tau dia kalo Lian anak orang tajir melintir masuk jajaran 50 orang terkaya di dunyah) dia memiliki hati penyayang dan menjaga yang tulus.


Balik lagi yuk gaes ke Lian, Farel, dan Lashon.


.


.


.


Sesampainya mereka di UKS.


"Tolong obati dia.", ucap Farel pada salah satu tim PMR yang lebih dekat dengannya.


"Ha-hah?", tim PMR itu tergagap merasakan aura intimidasi dari Farel. "Ba-baik!", berjalan mendekati Lian dan mengobati luka ditangannya.


"Fa-farel, a-aku gapapa kok. Aku yang salah, a-aku yang lari-lari trus nabrak kak Linch. Bu-bukan salah dia Lof, yaaa jangan ap-apa-apain kak Linch ya Lof?", bujuk Lian pada Farel yang pasti sudah melihat semua CCTV sekolah ini.


"Lalu, buat cowok yang kedua gue harus apain? Goresan ditangan lo karena karena kecerobah lo sama dia kan?!", kata Farel tegas.


"I-iya, ki-kita sa-sama-sama la-lari. Tapi aku ngga kenal dia siapa atau kelas apa. Toh aku nggak kenal dia, jadi jangan dipermasalahin ya Rel. Plisss", bujuk Lian pada Farel.


"Sean, angkatan kita anak IPA 4", kata Farel.


Lashon yang mendengar ucapan Farel tentang siapa penyebab Lian terluka langsung berlari keluar membuka pintu UKS yang tertutup secara kasar sampai berbunyi nyaring. Dia lalu berlari ke arah barisan kelasnya mencari Sean yang tadi berada dibarisan samping kelasnya.


Ya, Lashon memang tau siapa Sean karena saat upacara bendera terkadang mereka berdua berdiri bersebelahan. Setelah Lashon sampai barisan kelasnya dan melihat Sean, Lashon lalu menariknya paksa Sean ke arah selasar belakang.


Kejadian itu sangat cepat dan membuat fokus anak-anak yang berada ditempat kejadian ke arah Lashon. Beberapa anak OSIS yang bertugas mengawasi di belakang barisan dan sahabat Lashon langsung mengikuti larinya Lashon membawa Sean ke selasar belakang jauh dari tempat upacara.


Sedangkan sahabat Sean hanya menatap bingung dan saat akan beranjak sudah dihalangi anggota OSIS yang bertugas dibelakangnya untuk tetap mengikuti upacara yang sedikit terjeda karena ulah Lashon.


"ANJ*NG LO! Lo apain Lian sampe luka gitu ha?!", tanya Lashon setelah memberikan satu bogem mentah ke Sean sampai Sean ambruk dan mendudukinya.


"Bangs*t lo! Gue aja udah jaga dia mati-matian dan lo segitu mudahnya buat dia luka! Mati aja lo!", maki Lashon ke Sean tanpa memberi ampun Sean bahkan untuk membalas saja Sean tak mampu.


Sean sampai jatuh terbaring dengan Lashon yang mendudukinya masih dengan memukul wajah Sean.


Kejadian yang sangat cepat membuat Sean terkejut sampai dia tak bisa berkutik, dia hanya bisa beberapa kali menangkis beberapa pukulan dari Lashon.


"Gu-gue nggak sengaja Anj*ng!", kata Sean sambil menangkis pukulan-pukulan Lashon.


"NGGAK SENGAJA LO ITU UDAH BIKIN DIA SAKIT BANGS*T!", Lashon semakin emosi dengan alasan Sean lalu memberi satu pukulan yang tepat mengenai pelipis Sean.


"A-argh gu-gue", ucap Sean terbata karena kesakitan. Pelipis Sean mengeluarkan darah segar.


Sahabat Lashon yang sudah sampai di selasar belakang pun langsung berusaha melerai perkelahian mereka dibantu dengan 2 orang anak OSIS.


Nizar dan Gab menarik paksa Lashon berdiri sedangkan Raid menghalangi tatapan Lashon yang menghunus ke arah Sean sambil memberontak untuk dilepaskan. Dane dan 1 orang anak OSIS membantu Sean untuk berdiri dan memapahnya ke pinggir selasar.


Sean didudukkan bersandar pada anak OSIS, kenapa tidak di dinding? Karena Sean bahkan terlalu lemah untuk bisa menyangga badannya sendiri. Sedangkan 1 lagi anggota OSIS menelfon anak PMR untuk datang ke selasar belakang.


"Shon udah Shon, tenangin diri lo!", bujuk Raid ke Lashon.


"Anj*ngggg! Lepas bangs*t! Mati lo Sean!", teriak Lashon ke arah Sean.


Lashon pun semakin memberontak dan membuat Gab kewalahan sampai tangan Lashon terlepas. Nizar yang tak mampu menahan Lashon sendiri sampai terjengkang akibat hentakan tangan Lashon.


Lashon yang lepas dari cekalan langsung berlari ke arah Sean akan menonjoknya lagi. Lalu..


.


.


.


.


.


"LASHON BERHENTI!", teriak Lian lalu turun dari gendongan Farel berlari tertatih ke arah Lashon dan memeluknya dari belakang.


"UDAH SHON! Jika.. Aku gapapa, ja-jangan kayak gini..hiks..hiks.. A-aku takut", lalu menangis dibelakang tubuh Lashon sambil tetap memeluknya, membuat Lashon melunak.


"Bangssss*tttt! Lolos lo kali ini!", geram Lashon sambil menunjuk Sean tepat di depan wajahnya. Lashon pun lalu berbalik memeluk Lian yang tergugu menangis dipelukan Lashon karena ketakutan.


Farel yang melihat Lian sudah ditenangkan Lashon lalu melangkah maju mendekati Sean secara perlahan (macam slowmo aja -author) lalu memberikan satu pukulan dirahang kiri Sean. Gerakan Farel sangat tidak terprediksi oleh semua orang yang melihat pergerakan Farel saat itu.


Sean yang tak bisa menangkis pun pingsan akibat pukulan itu dan anggota OSIS yang menyangga Sean sampai terhuyung kebelakang akibat tenaga Farel yang sangat kuat.


"FAREL!!!", teriak Raid, Dane, Gab, Nizar secara bersamaan saat Farel menonjok Sean.


Lian dan Lashon yang tak melihat pun hanya bisa menengok karena teriakan itu, membuat Lian semakin menangis lalu berlari memeluk Farel.


"Farel.. hiks ..gue mohon udah..hiks.. gue juga salah.. hiks hiks .", tangis Lian kembali pecah sampai dia bergetar. Farel pun membalas pelukan Lian tanpa mengucap apapun. Farel hanya menatap lurus ke depan, impas fikirnya. (Iyalah impas! Anak orang udah lo buat pinsan anjim!", -author)


Lashon lalu mendekati Farel dan mengajak Farel berhigh five. Dan dibalas Farel dengan senyuman, lalu berkata "Bawa dia ke rumah sakit, mungkin rahangnya retak".


Lalu menggendong Lian kembali ke UKS, sedangkan Lashon memberikan kartu nama ke anggota OSIS yang berdiri terbengong melihat kejadian Farel yang memukul Sean sampai pinsan.


"Nih (memberikan kartu nama), bawa dia ke RS Affandi bilang aja ke resepsionis kalau ini suruhan Cairle Damlan Lashon-kasih kartu ini, ada namanya kalo lo nggak inget nama gue. Bilang juga tanganin dengan baik dan pindahin ke ruang VIP, thanks"ujar Lashon lalu berlalu sambil merangkul Raid yang ada disebelahnya.


"Ayok upacara!", ajak Lashon lagi ke Nizar, Dane, dan Gab.


"Ha-ha?", ucap Dane dan Gab bersamaan karena belum sepenuhnya fokus.


Raid hanya menengok terbengong ke arah Lashon dan Nizar mengikuti Lashon tanpa berkomentar apapun. Hanya berceletuk


"Orang kaya emang beda" sambil berjalan.


Sedangkan 2 orang OSIS yang ada hanya bisa mematung, sistem otaknya seperti terhenti.


Flashback


"Fa-farel..La-lashon Rel, ayok kita ikutin. Aku ngga mau terjadi apa-apa ke dia", ucap Lian gemetar menahan tangisnya. Sedangkan Farel bersandar di brankar depan Lian sambil melihat ponselnya.


"Farel! Aku mohon, ayokkk!"


"Fareeellll..hiks..hiks..", tangis Lian pecah.


"Ck! Maaf, jangan nangis.", memasukkan hpnya mengangkat Lian ala bridal style lalu berjalan keluar menuju selasar belakang.


Orang lain di UKS hanya berani melihat, tanpa berani berbuat atau membantu. Bahkan PMR yang mengobati Lian hanya bisa mematung di sebelah Lian. Bingung harus berbuat apa.


Kenapa Farel tau Lashon ada di selasar belakang? Karena dia mengawasi Lashon dari CCTV lapangan upacara dan melihat pergerakan Lashon menuju selasar belakang.


"Hiks..Farelll ayo cepettt", ucap Lian ditengah tangisnya.


"Aku ngga mau..hiks.. Lashon kena masalah..hiks", kata Lian lagi.


"Tenang, ada gue", kata Farel menenangkan.


Flashback off


Sesampainya di UKS, Lian hanya ditemani oleh Farel saja, sedangkan Lashon dan yang lain kembali meneruskan upacara seolah tidak terjadi apa-apa.


Di tempat lain, Sean dibawa ke rumah sakit dibantu oleh PMR dan anggota OSIS yang sebelumnya ada di tempat kejadian menggunakan mobil salah satu dari mereka.


Farel tetap mengawasi mereka, setelah menidurkan Lian di brankar UKS.


"Rel, dia ngga bakalan kenapa-kenapa kan?", tanya Lian.


"Udah, lo tenang aja. Lashon udah tanganin semua, ntar kita jenguk dia sepulang sekolah", jawab Farel tenang.


"Aku takut kamu sama Cair kena masalah, aku nggak mau pisah sama kalian. Kalok kalian diskors gimana? Atau kalau kalian di DO gimana? Aku harus apa Lof?", tanya Lian memberondong.


"Tenang, kalaupun gue sama Lashon diskors kita tetep akan sekolah atau antar jemput lo buat jagain lo. Kalaupun di DO kita tinggal pindah sekolah dan gue tetep akan antar atau jemput lo. Orang gue juga bakalan gue suruh pindah ke sini jagain lo.", santainya. (TABOK JUGA NIH -Author)


"ISH! Aku nggak suka ya..hiks..aku maunya sama kalian terus!", ucap Lian sambil memukul lengan tangan Farel.


Farel hanya terkekeh sambil mengelus pucuk kepala Lian dan mengecup punggung tangan Lian yang digunakannya untuk memukul.


"Gue kan udah pernah bilang, apapun yang terjadi ke depannya. Gue akan selalu ada buat lo, jagain lo karena gue udah anggep lo sebagai adek gue sendiri. Gue sayang banget sama lo"


Lian pun bangkit, duduk lalu memeluk Farel.


"Gue sayang sama lo Rel", kata Lian ditengah pelukan mereka. Tangis Lian telah terhenti tinggal ingusnya saja yang masih keluar.


"Lap tuh ingus lo..", kata Farel melepas pelukan mereka, lalu mengusap lubang hidung Lian cepat.


"Ih apaan sih! Jorok!", kesal Lian. Mereka berdua pun saling pandang lalu tertawa bersamaan.


Kegiatan mereka disakasikan oleh beberapa anak PMR yang berjaga dan perawat yang bertugas di UKS tanpa berani menyela. Otak mereka mencerna kelakuan 2 manusia lawan jenis itu.


Setelah upacara selesai, sahabat Lian, geng Dennis dan geng Lashon menemui Lian yang berada di UKS. ("Nah kan, ke UKS udah kayak mau ngajak kelahi. Rame banget, 12 orang sekaligus", - author).