
__________
"Mari putus!" kata saraa enteng sembari menghirup harum kopi cappucino dari cangkir putihnya.
Levian yang dari tadi asik memainkan ponselnya berhenti sebentar dan meletakan ponselnya dimeja.
"Kenapa?" Tanya Levian dengan malas.
"Tidak ada, aku hanya bosan denganmu." jawab Saraa.
Levian mengangguk.
"Okey!"
Lalu berdiri dan meninggalkan Saraa.
Saraa memandang langit gelap yang dipenuhi bintang diluar jendela, Hubungan yang sudah ia bangun selama ini akhirnya berakhir dengan beberapa kata. Ia tidak begitu menyesalinya, karena waktu yang ia habiskan bersama levian sudah lebih dari cukup. Sekarang ia harus memikirkan masa depan yang akan datang dan skenario cinta yang akan ia buat ulang kembali.
----------Flashback
7 TAHUN YANG LALU
Dibawah sinar mentari yang redup, daun-daun kering berguguran akibat angin yang menerpanya. terlihat dua anak dengan memakai seragam beriringan dengan sepedanya.
"Saraa, aku sudah lama menyukaimu. bagaimana? kamu mau tidak jadi kekasihku?" teriak Levian agak kencang.
Saraa tersenyum manis, "apa kamu sedang mengajakku untuk berpacaran?" jawab Saraa tanpa memberhentikan sepedanya.
"sepertinya, kamu tidak mau?"
"Kejar aku, kalau bisa aku akan mengatakan Ya!" Saraa menggotel pedal sepeda lebih cepat meninggalkan levian jauh dibelakang.
"Saraa, tunggu aku!!"
senyum manis mengembang dikedua pipi mereka, kisah percintaan mereka akan dimulai dari sini. Ya, jauh sebelumnya mereka teman semasa kecil, tumbuh dan besar bersama disatu komplek. orang tua mereka adalah rekan bisnis dan tetangga, pertemanan mereka seperti pertemanan anak kecil lainnya. dibumbui dengan kisah-kisah manis nan lucu.
~
"Hari ini kita sudahi dulu, kita akan bertemu minggu depan. Jangan lupa pelajari kembali yang sudah ibu ajarkan." ucap guru les menutup pelajaran hari ini.
"Baik bu!"
Satu persatu murid meninggalkan ruangan menyisakan saraa yang sedang memandang langit yang dipenuhi tetesan air.
Saraa menghela nafas,mengapa hari ini hujan sedangkan dia tidak membawa payung.
"Saraa!" Teriak seseorang dengan payung kuning sambil melambaikan tangannya. senyumnya merekah di bibir pucatnya. Wajahnya yang pucat menandakan bahwa tubuhnya dalam keadaan tidak baik.
Saraa tersenyum lebar, ia tidak menyangka bahwa pria itu akan menjemputnya.
"apa yang kamu lakukan disini?! apa demammu sudah turun?" tanya saraa khawatir sambil memegang kening Levian.
"Tidak perlu khawatir, aku sudah mulai membaik." Jawab Levian sambil mengelus pipi halus Saraa.
"kalau mama kamu tahu, aku bisa dimarahi nanti,"
"aku kabur!"
"Kabur? kamu gila, ya?! bagaimana jika dijalan kamu kenapa-kenapa atau pingsan atau ... "
Levian tertawa kecil, yang paling ia sukai dari wanita didepannya ini adalah saat Saraa mengkhawatirkan dirinya.
Saraa memandang aneh Levian "Ayo, sepertinya kamu perlu kerumah sakit!"
Levian menarik tangan Saraa,
"Hujan." ucap Levian sambil menunjuk keatas.
Levian membuka payung lalu merangkul Saraa untuk berjalan beriringan.
"Aku mencintaimu." Bisik levian ke telinga Saraa.
Lagi dan lagi saraa terseyum lebar dengan perkataan Levian.
"Mari kita akhiri ini,"
Saraa menarik kerah baju milik Levian lalu dengan secepat mungkin mencium pipinya.
Levian membeku ditempat, pipinya memerah sesaat.
"Kau curang!" Levian mengacak-acak pucuk rambut saraa.
"Ayo pulang!"
Tidak seperti langit yang menghitam, hati mereka tampak membiru bagai langit disiang hari. Senyuman mereka merekah dibawah payung kuning yang diguyur oleh air hujan yang tampaknya tidak ingin berhenti.
________________________________________________