
Episode 7
Hatinya tak tahu harus bagaimana dan mesti berbuat apa. Hatinya semakin bertambah sedih dan merana, namun dia tidak tahu harus bagaimana dan mesti berbuat apa. Karena dia tidak tahu dimana Arizona berada. Andai saja dia tahu ingin rasanya alesha pergi ke Jakarta menemui Arizona dan menumpahkan segenap rasa rindu dendam yang ada padanya.
.
.
Alesha yang baru sampai dirumah bermaksud langsung ke kamar tidurnya, ketika terdengar suara ibunya memanggil. Mau tidak mau, akhirnya alesha pun menghentikan langkahnya.
“dari mana kamu, alesha? Jam segini kok baru pulang?” tegur ibunya, begitu alesha sampai dirumah, karena jam sudah menunjuukkan pukul 19.30 malam.
Ibunya sempat melihat sella temannya yang pulang kerja sore tadi pukul 16.00 wib. Sehingga membuat kecurigaan ketika alesha pulang lewat batas.
“main kerumah teman, bu.” Jawab alesha agak acuh
“ke rumah teman?” Tanya ibunya menekan pembicaraan
Alesha pun mengangguk.
“teman yang mana?” Tanya ibunya meyakinkan
“ya, teman kerja bu” ucap alesha
“ibu tidak percaya!” ucap ibunya lekat menatap mata alesha
“terserah ibu…..” ucap alesha sembari berjalan meunju ke kamarnya.
“Huh …. ! kamu pasti ke km5, ke rumah keluarganya Arizona, iya kan?” tuduh ibunya.
“kalau ya, kenapa memangnya, bu?” sahut alesha membiarkan ibunya kesal
“mau apa kamu kesana, eh?” ucap ibunya menyenderkan alesha ke dinding
“main” ucap alesha dengan mata melihat ke arah lain tanpa memandang wajah ibunya
“huh…. Memalukan!” ucap ibunya dengan bibir disunggingkan terlihat sinis menatap alesha
“memalukan kenapa bu? Orang bersilaturahmi itu kan baik, bu. Kenapa ibu mengatakan memalukan?” ucap alesha mulai melihat ke arah mata ibunya seakan alesha ingin melawan ibunya saat itu juga.
“ala….. apa kamu pikir ibu tidak tahu maksudmu ke sana? Kamu pasti menanyakan Arizona, kan? Ucap ibunya lebih melotot kan matanya ke alesha
“Ya….” Sahut alesha dengan tegasnya
“buat apa?! Dia sendiri tidak perduli lagi padamu. Kenapa kamu masih kegatelan sih?!” dengus sang ibu. “memalukan
kayak gadis tidak laku saja. Dengar ya, ini kali terakhir ibu peringatkan kamu kalau sampai ibu dengar kamu ke km5 lagi, maka jangan salahkan kalau ibu akan melabrak keluarganya Arizona!” ucap sang ibu mengingatkan hal yang dilarang oleh ibunya
Terbelalak kedua mata alesha mendengarkan ancaman ibunya.
“kenapa ibu menyalahkan mereka? Kalau ibu au menyalahkan maka salahkanlah alesha. Karena alesha sendiri yang ingin kesana!” tegas alesha
“eh … jadi kamu lebih memilih membela mereka ketimbang ibumu sendiri, eh!” ucap ibunya
“karena mereka tak bersalah, bu” ucap alesha
“sudah…. Sudah…. ! pokoknya ibu tidak mau tahu apapun alasannya, yang jelas ibu tidak suka kamu ke km5 menemui keluarga Arizona!” tegas ibunya mengingatkan alesha
“kenapa memangnya, bu?” Tanya alesha
“pokoknya ibu tidak suka, titik!” ucap sang ibu dengan muka sangarnya
Alesha hanya menghela napas panjang kemudian dia kembali meneruskan langkahnya menuju ke kamar
tidurnya. Begitu sampai di dalam kamar, alesha langsung menghempaskan tubuhnya
di ranjang dan menangis sambil memeluk guling hatiny yang sudah sedih, semakin
bertambah pilu dengan sikap ibunya yang egois dan mau menang sendiri, tidak mau
tahu bagaimana perasaannya.
Alesha duduk dan mengambil gitar yang ia simpan di bawah kasurnya, alesha mulai memetik senar gitarnya dan mulai bernyanyi dengan air mata tak terbendung lagi untuk keluar, air matanya mengalir begitu deras, di tatap nya lekat wajah lelaki yang di cintainya dalam ingatannya tanpa sadar ia bernyanyi begitu pilu dan sedih…
***
seharian aku tak tenang
seperti orang kebingungan
pikiranku tak karuan
khawatirkan kamu di sana
tak tahu apa gerangan
atau malah sebaliknya
telah lama kita tidak bertemu
tak pernah ku dengar berita tentangmu
apa kabar kamu sayang, apa kabar kamu sayang
seharian aku tak tenang
khawatirkan kamu di sana
tak tahu apa gerangan
atau malah sebaliknya
telah lama kita tidak bertemu
tak pernah ku dengar berita tentangmu
apa kabar kamu sayang, apa kabar kamu sayang
aku kan terus mendoakanmu
walau tak ku dengar berita tentangmu
apa kabar kamu sayang, apa kabar kamu sayang di sana
atau malah sebaliknya
telah lama kita tidak bertemu
tak pernah ku dengar berita tentangmu
apa kabar kamu sayang, apa kabar kamu sayang
aku kan terus mendoakanmu
walau tak ku dengar berita tentangmu
apa kabar kamu sayang, apa kabar kamu sayang di sana
apa kabar kamu sayang, apa kabar kamu sayang
aku kan terus mendoakanmu
walau tak ku dengar berita tentangmu
apa kabar kamu sayang, apa kabar kamu sayang di sana
apa kabar kamu sayang di sana
***
Alesha menatap langit langit kamarnya, membayangi saat-saat dirinya bersama dengan Arizona dulu semasa pacara, ia tersenyum kecil mengingat kejadian-kejadian dulu waktu dirinya sangat dimanjakan oleh Arizona, Arizona yang selalu menjadikannya
sebagai tuan putrid memperlakukan nya dengan lemah lembut sehingga membuat
alesha semakin tersenyum mengingat kejadian dulu, lalu di tarik nya lagi senar
gitarnya, mulailah alesha menyanyikan satu lagu lagi yang sedang menggambarkan
tentang dirinya saat ini……
***
di ujung jalan ini
aku menunggumu, aku menantimu
di tengah terik matahari
aku menyanyikan kisah tentang kita
alunan denting suara hati
mengulas kembali jejak yang telah lalu
untaian makna yang tercipta
aku abadikan di tempat terindah
Tuhan kembalikan segalanya
tentang dia seperti sedia kala
izinkan aku tuk memeluknya
mungkin tuk terakhir kali
agar aku dapat merasakan cinta ini selamanya
ketika malam telah tiba
aku menyadari kau takkan kembali
Tuhan kembalikan segalanya
tentang dia seperti sedia kala
izinkan aku tuk memeluknya
mungkin tuk terakhir kali
agar aku dapat merasakan cinta ini selamanya
(Tuhan kembalikan segalanya tentang dia
izinkan aku memeluknya)
ketika malam telah tiba
aku menyadari kau takkan kembali
***
Dihentikannya senar gitarnya, karna waktu sudah larut malam di kembalikannya gitarnya ke bawah kasurnya lagi, lalu ia menyeka kedua ujung matanya. Jika sudah berada di dalam kamar, maka alesha pun tak akan keluar-keluar lagi. Dia hanya keluar dari
rumah, jika keperluan yang penting saja. Jika tidak, maka waktunya akan lebih banyak dipergunakan untuk berdiam diri di rumah, membaca-baca novel-novel, mendengar radio yang kadang menyiarkan penyanyi-penyanyi pendatang baru, kadang alesha seakan yakin kalau suara yang lagi bernyanyi di radio itu suara Arizona, tapi sang penyanyi memakai nama panggung yang jelas bukan nama Arizona. Setidaknya alesha yakin bahwa Arizona masih ada sekaligus itu menjadi pertanda bahwa Arizona masih berkarya mengisi-ngisi suara dalam bakatnya bernyanyi. Tapi kenapa sampai sekian lama Arizona tak juga memberi kabar berita kepadanya? Bahkan juga kepada keluarganya di km5? Apa mungkin Arizona di Jakarta sudah punya pengganti dirinya? Sehingga dia tidak lagi perduli apalagi ingat kepadanya?
Tidak! Itu tidak mungkin. Kalau pun benar di Jakarta Arizona sudah punya pengganti. Tidak semestinya Arizona tidak mengabari keluarganya. Dia memang orang lain, yang tidak punya hak apa-apa pada Arizona. Tetapi keluarganya? Kalau di Jakarta Arizona sudah
kenapa-kenapa, pastilah keluarganya akan diberitahu. Lalu kenaoa Arizona tidak
memberitahu keluarganya? Alesha tidak tahu.
*bersambung*
.
.
>>>next 😊