
Bel berbunyi, menandakan bahwa para siswa dan siswi dapat beristirahat sejenak dari penatnya mata pelajaran. Mereka pun berhamburan keluar dari kelas masing masing menuju kantin, ada pula yang langsung menuju ke lapangan untuk hanya sekedar bermain bola.
Alesha kini tengah duduk di bangkunya, tak berniat melangkah keluar dari kelas. Alesha meregangkan tubuhnya yang terasa sedikit pegal. Ia menghela nafas sebentar lalu mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang mungkin tengah ia tunggu.
Tapi, sosok yang Alesha tunggu tunggu tak juga tertangkap matanya. Ia pun menggelengkan kepalanya, mana mungkin lelaki itu akan menghampirinya, lagi pula hubungan Alesha dan juga Gean tidak seharusnya terus berlanjut.
Memikirkan hal itu Alesha menjadi sedikit sedih, mengingat kini di dalam perutnya terdapat sesosok malaikat kecil yang akan tumbuh dan membuatnya menjadi seorang 'Ibu'.
Ada sedikit rasa kecewa, namun jika dipikir pikir Alesha mulai menyayangi dan menerima bayi yang di kandungnya. Tak ada rasa ingin menghilangkan nyawa bayi dalam perutnya itu, melainkan rasa untuk melindunginya apapun yang terjadi kelak.
Namun, Alesha mungkin harus kehilangan banyak hal, termasuk Gean. Lelaki yang mulai mengambil hatinya itu, Alesha harus melupakannya kini. Dirinya harus sedikit demi sedikit menjauhi Gean, sudah banyak hal yang Gean lakukan untuknya, tapi kini Alesha harus berhenti bersandar kepada Gean yang sama sekali tak seharusnya ikut dalam permasalahannya.
Ketika tengah melamun, Alesha tak sadar jika Gean kini tengah berada di sampingnya dengan sekantung keresek hitam. Gean tersenyum manis ketika melihat Alesha yang masih tak sadar akan kehadirannya.
Gean terus tersenyum tanpa berniat menyadarkan Alesha dari lamunannya. Ketika Gean terus menatap wajah Alesha, ada rasa yang begitu terasa dalam benaknya. Rasa yang membuatnya ingin selalu menjaga gadis itu, gadis yang telah mencairkan hatinya yang sudah lama beku.
Gean tak mengerti mengapa dirinya bisa begitu cepat jatuh kepada Alesha yang sama sekali belum terlalu lama kenal dengan dirinya. Namun, perasaanya seakan tak bisa dia hentikan, dirinya tak bisa menolak rasa yang datang begitu saja. Dengan alasan yang tak jelas namun pasti, bahwa dirinya menyukai Alesha.
Alesha pun menoleh ke sampingnya dan dirinya terkejut ketika melihat Gean yang sudah berada di sampingnya dan tengah menatapnya dengan senyuman.
"Gean!" teriak Alesha.
Gean terkekeh kecil melihat Alesha yang terkejut. Gean pun dengan cepat duduk di samping Alesha dan menyimpang kantong kereseknya di atas meja.
"Ih, Lo dari kapan ada disitu?" tanya Alesha.
Gean bukannya menjawab malah mengangkat bahunya seakan enggan membalas pertanyaan Alesha dan sibuk mengeluarkan isi yang ada di dalam kantong keresek.
"Ish, dasar!" kesal Alesha.
Alesha melihat Gean yang masih sibuk mengeluarkan beberapa cemilan dari kantong keresek. Ia sedikit tersenyum mengetahui Gean yang begitu perhatian kepada dirinya. Alesha seakan melupakan hal menyedihkan baginya tadi untuk menjauhi Gean.
Gean terus mengeluarkan banyak cemilan sampai akhirnya sebuah botol ia genggam dan langsung saja ia berikan pada Alesha.
Alesha terdiam melihat Gean yang menyodorkan sebuah botol berisi air berwarna putih di dalamnya. Ia mengerutkan keningnya, bertanya tanya apa yang Gean berikan.
"Ambil, ini bukan Lo tapi buat anak gue." Ucap Gean, Alesha yang mendengar penuturan Gean terbelakak ia menoleh ke kiri dan ke kanan takut jika ada orang yang mendengar kata kata Gean.
Alesha pun menatap Gean dengan tatapan tajamnya.
"Ish, pelan dikit kenapa ngomongnya! Kalo kedengeran orang kan gimana!" kesal Alesha, lalu ia mengambil botol yang Gean berikan.
Gean pun hanya mengangguk kecil tanpa membalas. Lalu ia membuka sebuah kotak bekal yang sudah tersedia di atas meja.
Alesha begitu terkejut dengan apa yang Gean bawa, Gean membawa sekotak bekal yang berisi buah buahan. Apakah Gean menyiapkan ini semua, bahkan Gean tak lupa membawa susu ibu hamil untuknya.
Alesha begitu terharu dengan apa yang Gean lakukan untuknya, padahal jika di pikir, anak dalam kandungannya bukanlah anak Gean, tapi Gean melakukan ini semua untuknya.
Kurang baik apa Gean, tapi Alesha harus sadar dirinya tak boleh terus menerus membawa Gean seperti ini, bagaimanapun Ayah dari anaknya masih hidup, dan entah kapan tapi suatu hari nanti Alesha harus memberitahukan keberadaan anak ini kepada Alvin.
"Woy, jangan ngelamun mulu kenapa, cepetan minum tuh!" ucap Gean.
Alesha pun menatap Gean kesal lalu meminum susu yang Gean berikan dengan cepat. Gean yang melihat Alesha meminum susu dengan baik walau masih membuat Alesha mengerutkan dahinya karena tak terlalu suka susu membuat Gean tersenyum kecil.
Gean pun langsung menyuapkan satu potong apel ke mulut Alesha yang baru saja selesai meminum susu. Gean terkekeh ketika melihat mulut Alesha yang sedikit belepotan, Gean pun membawa tangannya ke kedua pipi Alesha.
Gean semakin membuat Alesha terpaku dibuatnya ketika dirinya memajukan wajahnya sedikit demi sedikit sampai jarak antara mereka hanya tinggal beberapa jengkal. Namun, Gean langsung memperlihatkan deretan giginya, dirinya membawa satu tangan lalu mengelap bibir Alesha, lalu membawa wajahnya maju ke samping wajah Alesha sampai ke telinganya.
"Lo pengen gue cium yah," goda Gean, membisikkan kata kata yang membuat Alesha tersadar lalu dengan cepat memukul kecil bahu Gean.
Gean pun tertawa melihat Alesha yang memerah. Alesha pun terlihat kesal dengan tingkah Gean yang membuatnya tersipu Malu.
"Apaan sih Lo!" ucap Alesha kesal.
Gean masih tertawa melihat Alesha yang Semerah tomat, ia pun mencoba menghentikan tawanya sembari kembali menyuapkan sepotong apel yang langsung Alesha terima.
"Cie yang merona tapi laper..." Goda Gean lagi, membuat Alesha melemparkan tatapan tajamnya sembari mengunyah apek yang ada di dalam mulutnya.
"Lo pengen gue cium kan, Ampe diem gitu gue deketin, nanti yah kalo udah gue halal Lin, gue cium dah tiap hari, gak deh tiap detik gue cium, hhahahaha..." ucap Gean.
Alesha yang mendengar ucapan Gean malah membuatnya terbatuk kecil, ia terkejut dengan ucapan Gean yang berani berkata untuk menghalalkannya.
Bukannya senang, Alesha malah menjadi sedikit sedih dengan ucapan Gean. Bagaimana dirinya bisa berharap di halal kan Gean jika keadaannya kini tengah mengandung anak Alvin.
Apakah Alesha terlalu serakah jika mengharapkan Gean benar benar akan menikahinya kelak. Ketika tahu kenyataannya Alesha tengah mengandung anak orang lain dan tak pantas untuk Gean yang sangat baik padanya.
Alesha tertunduk, dirinya menahan air mata yang akan keluar dari pelupuk matanya. Sedangkan Gean masih tak sadar dengan perubahan raut wajah Alesha yang kini tengah menahan tangis.
Gean sibuk menyuapkan sepotong buah ke dalam mulutnya, Alesha pun dengan cepat mengusap air matanya. Ia menatap Gean yang tengah melihat ke luar kelas sembari mengunyah buahnya.
Alesha tersenyum kecil, dirinya terlalu berharap dan serakah untuk bisa berharap jika kelak Gean akan tetap bersamanya. Mau bagaimana pun Gean adalah lelaki yang baik dan tak pantas untuk dirinya yang sudah sangat kotor ini.
Lebih baik Alesha dengan perlahan melepaskan perasaannya ini, dirinya tak mau terus menerus bergantung kepada lelaki sebaik Gean.
Gean pantas mendapatkan gadis yang lebih baik dari dirinya. Tapi, apakah boleh Alesha menahan semua itu untuk sementara waktu. Bolehkan Alesha untuk bergantung sedikit lebih lama kepadanya, karena kini Alesha tak tahu harus kepada siapa dirinya bergantung jika bukan kepada Gean.
Yang kini Alesha miliki hanyalah Gean, dirinya belum siap memberitahu kedua orang tuanya akan keadaanya yang kini mengandung di luar pernikahan, entah apa yang akan kedua orang tuanya lakukan jika Alesha memberitahunya.
Alesha takut, jadi apakah boleh jika dirinya bergantung sedikit lebih lama kepada Gean. Egois memang tapi, bagaimana lagi.
Alesha juga tak ingin kehilangan lelaki sebaik Gean yang mau merawatnya dengan keadaannya kini.
Akankah Alesha terus bersama dengan Gean, ataukah perpisahan akan segera terjadi diantara keduanya, hanya mereka yang dapat memutuskan semua itu, terus bersama atau berpisah untuk selamanya.
@@@
Hai, gimana ceritanya?
Maaf yah kalo ceritaku masih banyak kesalahan kata, aku masih belajar dan berharap banyak masukan dari kalian.
Terima kasih sudah mau meluangkan waktu untuk membaca novelku.
Semoga kalian terhibur dengan tulisanku ini yah, terima kasih banyak.
:D
Ad.yul