ALESHA

ALESHA
Prolog



Prolog


Palembang, 20 Mei 2014


Pukul 10.00 WIB


Ia berkeliling


mengitari taman sekolah yang dipenuhi dengan bunga-bunga di pot nya


masing-masing selangkah ia berjalan ada orang-orang yang menyetopkan nya sambil


tersenyum dan ia pun tersenyum memberi ruang ke mereka untuk menuliskan tanda


tangan di bajunya. Baju yang penuh warna warni cat memberi kesan bahagia


tersendiri bagi mereka. Dilihat nya semua teman-teman nya begitu bahagia


menyambut hari ini, iya hari ini adalah hari kelulusan sekolah. SMA Negeri 17


adalah tempat dimana ia menemukan teman-teman, sahabat bahkan guru-guru yang


begitu baik dan ada pula sih teman-teman yang tidak menyukainya karna ia


memiliki paras yang cantik. Namun tak masalah baginya karna disekelilingnya


begitu banyak orang yang menyayanginya. Sekarang ia berada di tengah-tengah lapangan


sekolah, ia memejamkan matanya diputar ulang kenangan nya mulai pertama ia


masuk sekolah sampai ia berada dititik sekarang. Matanya mulai berair, tanpa


sadar air mata nya membasahi pipi dan mengalir ke baju nya, begitu senang,


sedih bercampur jadi satu di pikirannya bagaimana tidak ia berhasil mendapat


juara pertama disekolahnya dengan nilai tertinggi di sekolahnya. Tak terasa air


mata nya berhenti ketika dikejutkan oleh seorang sahabatnya


“Alesha” teriak


Virginia sahabatnya. tersentak alesha yang sedari tadi memejamkan matanya lalu


sesegera mungkin menghapus air matanya.


“ada apa alesha?”


Virginia menatap alesha penuh Tanya.


“Oh gak nia” alesha


tersenyum menatap Virginia.


“selamat ya aleshaaaa,


kamu selain cantik, pinter, baikk kamu inspirasi aku banget ale” ucap Virginia


“kamu juga cantik,


pinter, baik nia, aku juga bangga bisa jadi sahabat kamu” jawab alesha yang


membalas balik pujian sahabatnya.


“eh ale kira-kira kamu


mau kemana nih setelah lulus sekolah ini, bekerja atau kuliah” Tanya Virginia


“ehm kayaknya bekerja


dulu deh, kamu tau sendiri kan ibuku bagaimana” jawab alesha yang sedikit lirih


Melihat alesha yang


tiba-tiba mukanya murung karena pertanyaan virginia lalu Virginia mengajak


alesha untuk pergi kesuatu tempat sekalian untuk merayakan kelulusan mereka


hari ini.


“ale.. gimana kalau


malem ini aku traktir kamu makan, ayolah kita keluar malam ini sekali saja


yaaaa, please?” Virginia memohon


“kamu tau sendiri kan


nia, ibuku seperti apa, bisa-bisa aku malam nya tak boleh masuk kerumah” jawab


alesha


“biar aku yang ngomong


sama ibumu, biar aku yang tanggung jawab jika ibumu tidak mengizinkan mu masuk


kerumah setelah kita pulang, kan jadi kamu bisa tidur dirumahku le hehe” jawab


Virginia sambil bercanda


“ehm ya udah deh, tapi


kamu bilang ya sama ibuku nia” ucap alesha


“siappppp alesha” jawab


virgina


Pukul 19.00 WIB


Setelah pulang dari


sekolah tadi siang sedari tadi alesha melakukan pekerjaan rumah sampai ia lupa hari


sudah memasuki magrib padahal ia beberes rumah agar ibunya mengizinkan nya


untuk pergi keluar bersama Virginia, lalu alesha pergi mandi menyiapkan baju


apa yang akan dipakai nya untuk pergi keluar bersama virgina,


Tok tok tok …


“ehh” ucap alesha


apakah itu virgina


Lalu alesha mengintip


melalui pintu kamarnya melihat siapa yang datang, karena ibunya berada di ruang


tengah lalu ibunya membukakan pintu itu, dilihatnya sudah duduk seorang remaja


wanita cantik dengan menggunakan dress cantik berwarna biru, sepatu heels warna


biru yah lumayan tinggi kisaran 7 cm. ia dengan rambut terurainya


memperlihatkan anggun nya wanita itu, hidung runcing nya dan bibir dioles


sedikit menggunakan liptint berwarna peach senada dengan sinar mukanya,


ditambahkan lentik bulu wanita itu sehingga memperlihatkan benar bahwa siapapun


melihat wanita sungguh pastilah jatuh hati kepadanya. Ia dia adalah Virginia


monalisa sahabatnya sendiri.


Deg..


“kok virgina


berpenampilan seperti itu” lirih alesha dalam hati, dilanjutkan dengan kaki


ibunya yang tiba-tiba muncul didepan kamar ale yang sedari tadi berdiri.


“ale.. itu temanmu


mengajakmu keluar, pergilah , dandanlah secantik mungkin” pinta ibunya


“ibu mengizinkan ale


keluar bu” jawab alesha yang masih bingung kenapa ibunya tiba-tiba mengizinkan


nya keluar padahal ibunya selalu marah ketika ada teman yang datang kerumah


untuk mengajak nya keluar


“iya, dandanlah


secantik mungkin ale, kalau tidak ibu tidak mengizinkanmu untuk keluar” ucap


ibunya


“baiklah bu” jawab


alesha yang masih penasaran apa yang di ucapkan Virginia sampai ibunya berkata


seperti itu.


Lalu alesha segera


masuk kekamar nya, dilipat nya lagi celana jeans dan baju kaos nya yang sedari


tadi ia siapkan untuk dipakai ketika Virginia datang, lalu alesha memilih lagi


gaun-gaun nya yang tidak terlalu bagus untuk dipakai, tapi karena ibunya


berkata seperti tadi membuat alesha takut jika ia membuat kesalahan.


Alesha mengambil satu


gaun yang dia pikir layak dipakai, eh salah layak disandingkan sebagai teman


Virginia yang begitu elegan malam ini. Alesha mengambil alat magic nya yaitu


make up nya mengoles dikit muka nya dengan warna senada, bibir tipis alesha di


oles dengan liptint nut agar terlihat natural ditambah bulu mata nya ia oles


mascara sedikit, tanpa ia sadari sebenarnya wajah alesha yang natural jauh


lebih cantik dibandingkan Virginia walau Virginia menggunakan make up sebagus


apapun. Alesha mengambil gaun nya berwarna hitam dengan corak putih ditengah


baju, lalu ia mengambil sepatu heels nya dengan warna senada baju nya.


“aleshaaaaa” teriak


ibunya


“iya bu alesha sudah


siap” jawab alesha sesegera mungkin alesha mengambil tas kecilnya di atas kasur


lalu ia keluar menemui Virginia dan ibunya.


“ayo nia kita pergi”


ucap alesha sambil pamit pergi ke ibunya.


“ayo, aku bawa mobil


le” ucap Virginia


Lalu alesha dan


Virginia masuk kedalam mobil sembari alesha masih memandangi ibunya yang masih


diluar pintu rumah lalu seketika bayangan ibunya menghilang karna jarak sudah


“ale.. kamu sungguh


cantik malam ini, kamu terlihat begitu natural dengan dandanan mu” ucap


Virginia


“makasih nia, oh ya nia


kita mau kemana?” Tanya alesha


“di sudirman ada kafe


baru buka dan kata temen-temenku sih banyak cowok-cowok ganteng dan tajir le,


mungkin saja aku dan kamu dapet satu le hehe” ucap virgina sambil tersenyum


“jadi itu yang kamu


bilang ke ibuku nia, sampai ia mengizinkan kita?” Tanya alesha


“maaf le, aku udah


bilang gitu ke ibumu, tapi le semoga saja kamu beneran dapet cowok ganteng dan


tajir disana, kan sayang loh kalau wanita secantik kamu dianggurin sebanyak


pria disana nantinya” ucap Virginia meyakinkan


Alesha hanya diam


seakan ia tidak menyetujui rencana sahabatnya ini, tapi ia harus tetap


mengikuti kemauan sahabatnya mala mini samapi dengan selesai dan ia berharap


tidak bertemu satu lelaki pun disana, entah kenapa seakan alesha belum ingin


untuk berteman sama lelaki karena mengingat ibunya yang ditinggalkan oleh sang


ayah saat ia masih SD, kenangan itu seakan belum bisa ia lupakan samapi saat


ini.


Tiba di kafe


Pukul 19.45 WIB


“Virginia” sapa lelaki


jauh diujung sana. Iya suara nya ada tapi orang nya entah yang mana karena kafe


baru saja di resmikan jam 19.00 tadi sehingga tempat dipenuhi oleh orang-orang.


“nia, ada yang manggil


kamu tadi” ucap alesha


“biarin aja le, mungkin


salah denger kamu” jawab Virginia


Alesha hanya mengangguk


saja, tiba-tiba di hadapan kami berdua muncul lelaki dengan memakai kemeja


kotak-kota bercelana jeans sobek-sobek, dengan rambut berantakan tapi muka nya


lumayan ganteng, ia menarik tangan Virginia, lalu Virginia pamit ke alesha


untuk berbicara berdua sama lelaki itu.


Iya.. mereka ngobrol


berdua diujung sana, alesha duduk ditengah kerumunan orang-orang, ada yang


tertawa terbahak-bahak sampai ingin menangis mungkin, ada yang makan minum, ada


yang bermain GAP, ada yang fokus ke laptop, tiba tiba terdengar suara


seseorang, iyaa dia tengah berdiri di sebuah panggung kecil tapi disana lengkap


ada alat musik, mungkin disini ngundang band atau ia mau menyanyi solo pikir


alesha. Lelaki itu kisaran umur 20 tahun terpaut 3 tahun dari alesha, ia


menggunakan baju kemeja hitam celana cinos abu-abu dan memakai sepatu pantofel,


rambutnya klimis mungkin menggunakan minyak rambut, ia terlihat elegan dan


siapa sangka ia memperkenalkan dirinya di atas panggung kecil itu, ia sesekali


melirik mata alesha, alesha yang enggan melihatnya malah menunduk saja sambil


memegangi cangkir minumannya. Lalu lelaki itu mengambil sebuah gitar memetik


gitar yang dirangkul ditangannya, suara nya merdu “pasti anak band” pikir


alesha dalam hati. Diatas panggung terdengar ia bernyanyi :


*separuh langkahku saat ini


berjalan tanpa terhenti


hidupku bagaikan keringnya dunia


tandus tak ada cinta


hatiku mencari cinta ini


sampai ku temukan yang sejati


walau sampai letih ku kan mencarinya


seorang yang ku cinta


reff:


kini ku menemukanmu di ujung waktu ku patah hati


lelah hati menunggu cinta yang selamatkan hidupku


kini ku tlah bersamamu berjanji tuk sehidup semati


sampai akhir sang waktu kita bersama tuk selamanya


(kini ku menemukanmu di ujung waktu ku patah hati


lelah hati menunggu cinta yang selamatkan hidupku)


“terimakasih” ucap


lelaki diatas panggung itu, sembari melirik senyum kepada alesha, lalu alesha


membalas senyumnya kemudian menunduk kembali, tanpa alesha sadari kenapa dari


tadi Virginia belum juga kembali, dilihatnya lagi kebelakang “Oh tidak Virginia


dan temannya tadi tidak berada disana” ucap alesha kepada dirinya sendiri,


alesha mengambil handphone butut nya di dalam tas padahal ia sungkan untuk


memegang handphone nya itu tapi ia paksakan di tengah desakan seperti ini, ia


sesegera mencari kontak Virginia temannya itu


Tutt tutt ….


Tutt tutt…


“Nomor yang anda tuju


sedang tidak aktif cobalah beberapa saat lagi” suara yang seharusnya tak mau ia


dengar saat ini


“Gimana ini” lirih


alesha, alesha kebingungan, ia berdiri di pinggir jalan berharap ada angkot,


sekarang pukul 21.00 wib angkot yang ditunggu tak kunjung datang, jalanan mulai


sepi walaupun diliriknya masih ada orang-orang yang keluar dari kafe yang


hendak pulang. Alesha mulai ingin menangis, ia membayangkan betapa jahatnya Virginia


diwaktu yang seperti ini padahal ia yang berjanji bertanggung jawab pada


ibunya. Dari arah kejauhan ada 4 pria umurnya kisaran 25 tahun dengan tampang


tidak mengenakan mendatangi alesha.


“hallo cantik” salah satu


dari mereka menyapa alesha, alesha diam ketakutan dan masih sama ia hanya


menunduk saja.


“lihat kami cantik,


maukah bermain bersama kami, kami pastikan kamu pasti puas” ucap pria lainnya,


dipandangi alesha wajahnya ada bintik-bintik hitam bekas jerawat dan pipi


kempotnya mungkin karena ia pemakai sabu pikir alesha, lalu satu diantara


mereka merangkul bahu alesha, membuat alesha berkeringat dingin dan jantung tak


beraturan sesekali dilihatnya wajah pria-pria itu tampak mengerikan seperti


ingin memakan alesha dalam waktu yang dekat ini.


“tolonggggggg” teriak


alesha


“ohh kamu ingin


main-main sama kami ya cantik” ucap pria itu sambil memegangi dagu alesha dan


mendekatkan ke wajahnya seperti ingin mencium alesha, alesha menangis


sejadi-jadinya, tangan alesha ditarik hingga kelorong yang sempit yang hanya


bisa dilalui oleh 2 orang untuk berjalan. Alesha meringis kesakitan bagaimana


tidak tangan nya begitu erat digenggam oleh pria-pria itu, tangisan nya pecah


ketika salah satu dari mereka merobek lengan baju alesha, Ia yang tak bisa


berbuat apa-apa makin menangis sejadi-jadinya, dikenangnya wajah Virginia sahabatnya


yang tega membiarkan nya seorang diri, “aku mohon jangan” teriak alesha, tetapi


pria-pria itu tetap tidak menghiraukan permohonan alesha, mereka malah semakin


memanas ketika setengah baju alesha terbuka, belum sempat mereka melakukan hal hina itu, seorang lelaki menendang mereka satu persatu hingga mereka


tersungkur, alesha yang badannya dirasa melemah, mata nya kabur untuk melihat,


dilihatnya terjadi pergulatan hebat antara lelaki itu dan orang-orang brengsek


tadi lalu alesha tak sadarkan diri…


*bersambung*


>>>next😊