ALESHA

ALESHA
ALESHA : 20



Keesokan harinya,


Alesha tengah duduk di bangku taman sekolah, dirinya masih mengingat bagaimana kemarin Alvin yang begitu tak tahu diri memintanya untuk menggugurkan bayi yang tengah Alesha kandung.


Alvin begitu kejam, bagaimana bisa Alesha menyukai lelaki seperti Alvin dulu. Alesha benar benar sangat kalut dengan sifat asli Alvin yang telah Alesha lihat.


Mau hidupnya hancur pun Alesha sadar bahwa ini memang kesalahannya dan apa yang harus ia tanggung. Walau semua orang akan pergi meninggalkannya, Alesha akan tetap mempertahankan buah hatinya ini.


Gean yang sedari tadi memperhatikan Alesha tersenyum manis, melihat cantik dan anggunnya bumil kecilnya itu. Andai saja anak yang Alesha kandung adalah anaknya, Gean pasti akan langsung menikahinya dan berjanji akan membuat hidup Alesha bahagia.


Kini pun walau bayi itu bukan lah hasil dari benihnya, Gean tak tahu mengapa tapi ada rasa ingin melindungi Alesha juga bayinya itu.


Gean tahu ini akan sulit baginya, jika dirinya ingin membawa Alesha ke dalam kehidupannya, mungkin Gean bisa melewatinya dengan menutup kuping dari para anggota keluarganya, terutama Neneknya.


Namun, Gean tak tahu dengan Alesha, Gean takut Alesha tak bisa bertahan dengan keluarganya yang begitu 'luar biasa' menurutnya.


Gean langsung menghampiri Alesha yang masih duduk di bangku taman. Alesha tak menyadari kehadiran Gean yang kini sudah berada di sampingnya, Gean pun langsung mendudukkan bokongnya di samping Alesha.


Alesha yang terkejut menatap Gean yang kini menghadiahi Alesha dengan cengiran khasnya.


"Gean!" ucap Alesha kesal.


"Kebiasaan banget sih!" kesalnya lagi.


Gean hanya terkekeh mendengar kekesalan Alesha akibat ulahnya.


"Makannya kalo sendirian jangan bengong, nanti kerasukan gimana? Bisa gawat kalo bumil kecil gue kerasukan nih." Ucap Gean.


Alesha membulatkan matanya disaat mendengar ucapan Gean yang memanggilnya bumil. Bagaimana jika ada orang lain yang dengar.


"Gean! Lo yah!" Alesha melotot tajam pada Gean yang di balas kekehan Gean.


"Apa bumil kecilku?" goda Gean, Alesha yang lagi lagi mendengar kata panggilan Gean padanya langsung saja membawa kedua tangannya menuju mulut Gean.


Gean yang mendapati tubuh Alesha yang mendekat dan sedikit lagi menempel dengan tubuhnya karena Alesha yang memajukan badannya berusaha menutup mulut Gean.


Gean dengan cepat membawa kedua lengannya untuk merengkuh tubuh Alesha, membawa Alesha ke dalam pelukannya. Dengan cepat Alesha membulatkan matanya, ia langsung mencoba melepaskan pelukan Gean yang terasa semakin erat.


"Gean! lepasin gue gak!" ucap Alesha ketika tubuhnya yang sudah menempel dan berada dalam pelukan Gean.


Gean tersenyum jahil sembari menggelengkan kepalanya.


"Salah siapa deket deket, jadi kan gue ga tahan pengen peluk bumil imut gue." Balas Gean.


Alesha masih mencoba melepaskan dirinya dari pelukan erat Gean, namun semuanya usahanya nihil, Gean pun hanya terkekeh geli melihat Alesha yang kesal ingin lepas dari rengkuhannya.


sikap manis Gean tentu saja membuat para siswi lain yang melihat hal itu begitu iri, ingin rasanya memiliki kekasih bak Gean. Walau Alesha dengan Gean tak memiliki hubungan se spesial itu, namun bagi siswa siswi lain mereka berdua ibaratkan sepasang kekasih yang sangat cocok dan terlihat juga membuat iri para kaum jomblo tentunya.


Disaat Gean masih nyaman memeluk Alesha yang sedari tadi masih berusaha melepaskan diri, Gean dan Alesha di kejutkan oleh seseorang yang tiba tiba datang kepada mereka.


"GEAN!" panggil seorang perempuan yang terlihat memakai seraga yang sama dengan Alesha.


Perempuan itu bukanlah siswi yang Alesha kenal, selama ia sekolah di sekolahnya ini Alesha merasa belum pernah melihatnya.


"Karin?" ucap Gean dengan santainya masih memeluk Alesha.


"Dih, nih cewe siapa sih?"


"Ko Gean kenal sih?"


"Dia siapanya Gean?"


"Apa jangan jangan cewe nya?"


Batin Alesha yang memiliki banyak pertayaan tentang perempuan itu juga Gean.


Tak berselang lama datanglah tiga lelaki yang kini berada di samping perempuan itu dan lagi lagi Alesha sama sekali tak mengenal siapa mereka.


"Wih, pantesan pindah, ada cewe baru." Ucap lelaki dengan perawakan yang cukup tinggi badan sedikit berisi, berkulit coklat, manis menurut Alesha dan lelaki itu kini berdiri di samping perempuan tadi layaknya sepasang kekasih.


Alesha yang terfokus dengan adanya orang orang asing tak sadar jika kini dirinya masih terperangkap dalam pelukan hangat Gean.


Gean terlihat tak begitu terkejut dengan kedatangan empat orang yang Alesha tak kenal. Gean kini menatap Alesha yang terlihat seperti kebingungan dengan keadaan yang tengah terjadi kini.


Gean tersenyum manis melihat Alesha yang terlihat kikuk dan bingung, sontak hal itu membuat ke empat orang yang kini berada di hadapan merek terkejut, meliht sesosok Gean yang menatap gadis di dalam pelukannya dengan tatapan hangat juga senyuman yang sudah lama tak mereka lihat.


"Gila sih, dia ninggalin kita kita ternyata ada cewe baru!" ucap lelaki yang satunya lagi yang sedikit putih di banding lelaki yang awal, di balas anggukan oleh lelaki ketiga yang sedikit lebih pendek di banding kedua lelaki yang lain.


Alesha pun tersadar bahwa dirinya masih dalam kurungan kedua tangan Gean, ia menolehkan wajahnya dan wajah Geam tengah menatapnya dengan sebuah senyuman menggoda yang Gean tujukan kepad Alesha.


Sungguh Gean sangatlah tampan, Alesh sampai terdiam beberapa detik karen terpan wajah Gean yang sangat sangat tampan.


"Gue ganteng?" tanya Gean yang sadar bahwa Alesha terpaku melihat wajah tampannya.


Alesha yang mendengar hal itu langsung menggelengkan kepalanya beberapa kali sebari mendorong Gean agar menjauh dan melepaskannya.


Akhirnya Gean pun melepaskan pelukannya tapi, dirinya langsung menarik lengan Alesh dan mengapitnya di sebelah lengan Gean yang panjang dan menghadap ke arah ke empat orang yang kini tengah menunggu penjelasan dari seorang Gean.


"Jadi?" tanya lelaki ketiga, berharap Gean akan menjelaskn sesuatu.


Gean pun menatap Alesh sekilas lalu kembali menatap ke empat orang itu dengan senyuman lebar.


"Dia cewe gue, gue harap lo bisa jagain dia." Ucap Gean yang membuat Alesha dengan spontan membulatkan matanya.


Bagaimana bisa Gean berkata seperti itu kepada orang yang asing menurut Alesha, tentu hal itu membuat Alesha sedikit tersipu malu, ia merona dan sedikit salah tingkah akibat penuturn Gean yang mengucapkan bahwa Alesha adalah gadisnya yang bisa di artikan bahwa Alesha adalah kekasihnya.


Alesha yang merona cepat cepat memalinglan wajahnya dan merutuki dirinya sendiri.


"Cewe?" tanya perempuan yang masih belum Alesha ketahui siapa dia dan apa hubungannya dengan Gean. Perempuan itu terlihat sedikit terkejut dan menatap Alesha seperti tak percaya.


Berbeda dengan ketiga lelaki yang kini merubah raut wajahnya yang awalnya bak preman preman sekolah, kini terlihat begitu ceria dengan senyuman senyuman lebar di bibir mereka.


"Siap Bos!" Balas ketiga lelaki itu serentak kembali membuat Alesha terkejut.


'SEBENARNYA MEREKA SIAPA?'


Batin Alesha yang terus bertanya tanya.