
Abas menatap sang istri bingung yang duduk jongkok penuh ketakutan dan kegugupan. saat ini mereka sedang berjalan di jalan setapak kota riyat tempat dulu abas lahir. niatnya mengajak sang istri untuk nostalgia masa lalu mumpung rangkaian ibadah sudah usai dan mereka menambah hari sendiri untuk menikmati waktu berdua. sekalian bulan madu berdua saling mendekat kan diri malah hal yang aneh terjadi.
abas sedari tadi semangat menceritakan tentang masa kecil nya di kota ini karena tempat lahir nya. sedari tadi zin juga masih semangat mendengar cerita sang suami sambil berjalan saling bergandeng.
tapi kini zin tampak aneh. Dia duduk jongkok di bawah abas sambil memegang kepala dan menahan rasa sakit di dada. tubuhnya tiba tiba tremor kencang melihat itu abas segera membuat zin berdiri dan memeluk sang istri dengan kuat agar merasa tenang.
tapi sepertinya abas lupa kalau di tempat itu sang istri mengalami masa lalu yang sangat suram dan mencekam di tempat itu berhubungan dengan masa lalu nya. Sebuah kejadian yang membuat zin trauma selama ini hingga tidak bisa berdekatan dengan laki laki.
kini kejadian buruk itu muncul lagi. mengganggu pikiran zin hingga menimbulkan rasa sakit yang sangat di dirinya. padahal sedari tadi abas bercerita hal indah masa kecil nya di kota itu. mencoba untuk mengajak sang istri untuk nostalgia.
lama lama tubuh zin mulai melemah dalam dekapan abas. zin mencari kenyamanan dengan sembunyi di dada abas.
"jamilah... kamu kenapa?" abas panik melihat keganjilan pada sang istri yang hanya diam mamatung dengan menundukkan kepala di dekapan.
"mas kita pulang ke hotel" mohon zin dengan lirih merasa sakit di kepala dan ulu hatinya. air mata sudah memenuhi pelupuk matanya dia memohon dengan sangat pada sang suami.
"kamu sakit?" tanya abas semakin penasaran dan khawatir melihat sedari tadi sang istri seperti menahan rasa sakit yang sangat karena zin memegangi kepalanya yang berdenyut sakit.
" kita kerumah sakit ya!" minta zin lagi menatap sang suami dengan nanar dan air mata sudah memenuhi pelupuk matanya dan kini hampir mengalir membasahi pipi mulusnya.
"jangan mas.... adek cuma butuh istirahat.... zin mohon" zin memohon lagi dengan suara isakan isakan kecil.
"baiklah... ayo mas papah" abas memapah istrinya dan yang nampak sangat lemah sekali.
sesampainya di hotel mereka bergegas ke kamar. sampai kamar zin membaringkan diri membelakangi sang suami yang duduk di pinggir kasur.
tangisan zin semakin keras air mata mengalir membasahi cadar. abas pelan pelan melepas nya mengangkat tubuh sang istri di baring kan di pangkuan. sesekali di belai pucuk kepala zin di jatuh kecupan manis agar wanita itu sedikit merasa tenang.
''YA ALLAH. ...apa yang terjadi pada istri hamba apa dia mengingat masa lalu nya yang buruk?.... YA ALLAH hilang kan lah rasa sakit hawati yang dia derita. .. Kalau aku bisa biar aku saja yang sakit jangan dia" doa abas dalam hati dia merasa sakit melihat keadaan zin yang mengenaskan.
" mas fian... maaf kan adek sudah membuat mas khawatir" zin bangkit dari baring nya duduk menanduk di depan abas.
"Apa jamilah sudah tenang?" abas mengangkat dagu zin agar dia bisa menatap wajah sang istri yang kini tampak sembah bekas tangis.
"berkat mas...." zin berusaha senyum agar sang suami tenang dan tidak panik.
"lalu apa butuh kerumah sakit?" abas masih sangat khawatir melihat keadaan sang istri yang manis dan imut. kini sedang dalam keadaan yang mengenaskan sekali.
"baiklah. . .. sini mas peluk" abas meraih tubuh ramping sang istri dan di dekap nya hangat dan nyaman. agar wanita itu bisa menemukan sandaran dan ketenangan.
"syukron mas...." ucap zin senang dengan adanya perlakuan abas yang sangat manis. zin merasa sangat beruntung bisa menemukan imam seperti suaminya.
"sama sama dek... cup.... cup. ..." abas mengecup dahi zin 2 kali dengan lembut penuh cinta. zin, merasakan ada desiran di dalam dirinya karena perlakuan abas.
zin mencari tempat yang nyaman dari tubuh suaminya. dengan hangat dia merapat ke dada abas mencari kenyamanan. walau tiba tiba dadanya berdetak kencang tapi tidak terasa sakit sama sekali. tapi nyaman dan nikmat. sesuatu yang hanya dia rasakan bila bersama prianya. rasa yang sangat unik bila di Indonesia jabarkan.
"sudah tenang?" tanya abas menatap sendu sang istri yang sudah mulai tenang dan stabil.
"Makasih mas" zin menguntai senyum manis untuk menenangkan suaminya yang sedari tadi ikut panik dan khawatir.
"mau cerita.....! kenapa adek begini?" pinta abas menatap zin lembut penuh cinta. di belai lembut pucuk kepala zin dengan penuh perasaan.
"tapi mas fian tidak akan berubah kan pada ku?" zin sedikit merasa cemas. takut prianya berubah menjadi menjauh.
"tentu saja tidak. ... kamu adalah wanita yang sangat itimewa di hati ku jamilah" abas menyakin kan dengan sungguh sungguh.
"maaf. ... mas... adek jadi wanita yang lemah" zin memelas menarik nafas panjang mencoba berfikir dia akan cerita mulai dari mana.
"kamu wanita yang hebat zaujah... kamu sudah melalui banyak hal selama ini" abas meyakinkan.
"mas benar. ... sekarang adek akan cerita. ....." zin mulai berani.
"mas akan jadi pendengar yang baik..." abas sudah siap jadi pendengar yang baik.
zin menceritakan masa lalunya yang kelam. menjadi korban pelecehan dari teman kuliahnya sendiri. Mereka dendam karena cinta divtolak oleh zin. mungkin bagi zin yang dia lakukan demi menjaga diri dari pergaulan bebas. ajakan pacaran hanya sebagai pelampias nafsu. tapi beberapa dari mereka tidak terima hingga berniat jahat. walaupun saat itu zin sudah bisa bela diri tapi dia yang seorang wanita tetap kalah jumlah dan tenaga dari mereka yang berlima.
zin terdesak ke sebuah gang dab mereka sudah menganiaya wanita muslimah itu karena dendam dan kekecewaan. zin sudah kepayahan hijab sudah tidak di kepala lagi. Beberapa bagian bajunya sudah sobek berantakan tidak berbentuk dan sudah memaparkan sebagai tubuhnya. mau berteriak pun tidak mampu karena muluk zin di sumpal dan di jagal sungguh miris saat itu.
tapi Allah maha penyelamat dan sayang pada umatnya. zin masih bisa selamat karena ada seorang penolong yang datang di kirim Allah untuk menjadi penolong.
Sebuah pukulan dari kunci inggris besar mendarat di tubuh orang yang siap melecehkan. Mereka tidak sadar dengan kedatangan pemuda itu. Sebuah kain sarung dia lempar untuk menutupi tubuh zin yang hampir terekspos semua lalu meladeni dan menghajar para b4jinga4n suul adab itu dengan membabi buta.
.