
beberapa hari ini raka ikut pindah tempat kerja di rumah keluaga maikel. semua karena sang bos sedang di pingit. mau tidak peduli adat itu tapi mama maria sudah memberi ultimatum untuk sang putra.
semua pekerjaan di hendel dari rumah seperti kemauan mama. kini semua hampir usai dan klir.
semmua kerabat sudah datang demi menghadiri pernikahan sang pangeran es yang terkenal dingin dan kaku. saat semua kerabat tinggal di sini di rumah besar raka dan abas memilih di tinggal di papiliun. supaya tidak terganggu saat menyelesaikan pekerhaan.
"raka... mobil yang kuminta sudah siap?" tanta abas memastikan semua sudah beres.
"sudah siap bos" jawab raka semangat.
"bagus" puji abas datar.
"memang untuk siapa?" raka penasaran dan ingin tau.
"calon kakak ipar" jujur abas tanpa melirik raka.
"gus zaki maksutmu?" raka tanya dan terkaget.
"hemmmmm" dehem abas datar.
"wah... kamu dermawan sekali bos" puji raka. dia tau kalo sang bos terkenal pangeran dingin yang dermawan. sikap demawana tidak ketulungan.
"aku juga mau" canda raka.
"pakai saja mana yang kau suka!" abas memasang wajah datar tanoa expresi.
"benar..." raka senang sampai tidak percaya.
"hemmm" setuju abas.
"tapi dalam ranka apa kamu kasih mobil buat gus" raka mulai penasaran.
"hadiah pelangkah" jujur abas.
"pelangkah... maksudnya" raka bingung.
"ning kan adik. .. menikah dulu sebelom sang kakak... jadi adik memberi permintaan sang kakak" abas menjelaskan panjang lebar tentang pelangkah.
"bukan itu urusan ning dan kakaknya kenapa kamu yang repot ngurus begituan.... pakai kasih mobil lagi" raka seakan tidak percaya dengan uraian abas.
"iya itu urusan kakak beradik. .. tapi apa salah nya aku ikut partisipasi" abas membenarkan tapi dia ingin ikut terlibat untuk saat ini. apa lagi itu demi gus yang dulu jadi sahabat karib saat di pondok.
"kamu terlalu. ..tapi benar itu alasannya karena pelangkah? atau ada yang lain" raka curiga dan masih heran dengan permintaan gus
"alasan nya biar gus kasih ijin adik nya nikah lebih dulu" jujur abas. agar zaki tidak ngambek dan tiba tiba menggalkan pernikahan . kan tidak lucu sama sekali kalo tiba tiba gagal.
"tapi mobil itu mahal bas" raka masih tidak rela. yang pinya saja santai tapi taka malah rempong.
"di dunia ini tidak ada yang geratis mau menikah saja meski nyogok kakak nya." tambah raka.
abas tidak menggubris ucapan raka. dia asik sendiri dengan dunia nya yang memutar slide tentang pertemuan dengan seseorang.
&&&&&
keluarga besar maekel handoko sudah siap. sang kakek masih nampak bugar dengan tongkat di tangan. momen pernikahan abas yang cucu pertama sudah sangat di tunggu. beliau bahagia mumpung masih di kasih
umur panjang.
abas duduk semobil dengan om dewa adik sang ayah dan reinal putra omnya menegang kemudi setir. dan Malik putrs tante alia dufuk di depan mereka berdua seumuran.raka membawa mobil yang akan di hadiahkan pada gus zaki sang calon kakak ipar.
sasarahan sudah di kemas indah. Mereka segera meluncur ke lokasi pesantren untuk melakukan beberapa acara adat karena besok akan diadakan akat nikah. abas sudah mulai dak dik duk saat ini. rasa bahagia bangga dan gugup sudah menenuhi dirinya.
"bang... jadi calon abang ini masih punya kakak yang belom nikah?" tanya malik
"iya. .. sahabat abang... namanya zaki" jawan abas sambil melihat pemandangan kota dari luar jendela mobil. suasana gelap penuh lampu dan laluan lalang kendaraan masih padat meratap.
"seusia abang dong" renal memastikan.
"ya... begitu" jawab abas datar.
"om nggak nyangka... Saat papamu telpon dan bilang kamu mau nikah" ungkap om dewa setelah menikah. dia dan keluarga tinggal di italia mengurus perusahaan rintisan papa maekel.
"kenapa pa?" renal penasaran
"ya kaget karena beberapa bulan lalu abang mu masih menanyakan tentang stella" cerita om dewa. sekelebat kenangan masa lalau muncul lagi.
"dia hanya masa lalu om" jawab abas datar.
"kalo tau kamu nikah.... dan calon istrimu seorang wanita berhijab pasti akan timbul banyak masalah bang"
malik mengingatkan betapa temperamen. gadis itu apa lagi sikap posessivenya pada abas tidak ketulungan.
"abas menanyakan soal stela bukan karena ingin serius tapi hanya meyakinkankalo dia tidak muncul lagi... kalo berani dia akan menanggung akibat akibatnya" abas menerangkan. baginya syela bukan lah apa apa,
"kalo stela bukan penghalang. . lalu gadis timur tengah yang bertahun tahun kamu cari itu?" selidik reinal
abas senyum sungging tipis sangat minim sampai tidak di sadari semua yang di mobil itu.
om dewa hanya menikmati obrolan dengan putra dan keponakan nya. hilang sudah dewa yang lenjeh dan manja. kini dia sudah bermetafora menjadi sosok bisa di andalkan yang ramah baik dan di segani para koleganya bisnisnya.
sedang abas tumbuh seperti duplikat sang papa yang terkenal dingin dan datar. tapi abas masih memiliki sedikit kehangatan di tengah keluarga.
iring iringan mobil panjang itu menggular bak brikade di jalan raya. semua keluarga lengkap raka pun membawa serta keluarganya di momen bahagia sang bos kesayangan nya.
tak terasa iring iringan mobil sudah sampai di halaman pondok.. Mereka di sambut tabuhan marawis san sholawat yang mengalun indah.
.
.
..
.