
seorang pemuda sibuk dengan pekerjaannya. berlembar lembar arsip tertumpuk di meja kerjanya. sesekali pemuda itu memijit pelipis nya karena pening.
hampir setiap hari pemuda itu selalu berkutat dengan hanpone leptop dan komputer. otaknya seakan tidak merasa lelah sama sekali tapi hari ini tersa beda ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. seharian ini dia hampir tidak bisa konentrasi sama sekali. apa lagi penyebabanya kalo bukan permintaan sang ayah untuk segera menikah.
abas jadi binggung sediri dengan permintaan sang ayah yang tiba tiba.
"argaaaaaah...."triak abas
"cekleeek..." seorang wanita membuka pintu.
"ada apa pak....?" dia nampak kawatir.
" tidak apa apa kamu keluar saja!" pinta abas dengan menunduk menegang kepalanya.
" baik...pak permisi...." wanita itu haendak pergi.
"eh tunggu mia... tolong pangilkan raka kesini..." abas memangil sekretaris nya lagi.
"baik pak permisi....." mia segera. keluar dan mencari raka
gadis cantik nan seksi itu segera pergi dari ruangan bosnya . meningalkan abas seorang diri yang tampak frustrasi dan kesal.
" cekleeek...."
pintu terbuka seorang pemuda lainnya yang tak kalah tampan masuk kedalam. dia kaget melihat kondisi bos sekalian sahabatnya yang nampak memprihatinkan . dasi yang longar kancing kemeja yang terbuka beberapa rambut semi panjang yang acak acakan terlihat mengenaskan.
" abas... apa yang terjadi padamu?" raka kaget.
" aku lagi frustasi rak...." keluh abas deng apindah duduk ke sofa di samping pintu masuk.
"kenapa...ada apa?" raka menyelidik.
" aaaaah...." triak abas lagi.
"hei... ayo bicara ada apa?" bujuk raka duduk disaring abas.
"ayah minta aku segera menikah...." kata abas lirih
"whaaat....." raka kaget tersentak dari duduknya.
"ha...ha...ha....lalau kenapa ?apa masalahnya dengan menikah?" setelah sadar malah mentertwai sahabatnya itu.
"masalahnya dalam 2minggu papa minta aku menikah" cerita abas
"apa... 2 minngu" raka lagi lagi kaget.
" iya. .. kau kan tau akan tidak punya pacar" abas jujur.
"ha...ha...ha... iya kamu kan jomblo akut....ha...ha...ha..." raka meledek lagi.
"ya... ledek terus...." abas marah
" terus bagai mana bisa om make minta kamu buru buru kawin?" raka penasaran.
"la menurut kamu?" raka tanya penasaran.
"ya normal lah....." abas melotot.
"aku kira om make benar.... ha... ha.. ha..." lagi lagi tawa raka meledak.
" raka...raka...kamu memang senang menari di atas luka ku" keluh abas
" maaf... maaf....." raka mulai serius.
" lalu... harus bagaimana?" abas menuntuk saran.
"apanya?" raka binggung.
"menikah....?" raa menegaskan
"aku belom tau rak...." abas malas membahas.
"mau aku bantu cari?" tawar raka
"ah... gadis yang kau kenal tidak ada yang wajar raka...." abas berpaling
"maksutmu?" raka melotot.
"ta..... itu contohnya. . lidia suka pakai baju yang kurang bahan. .. lalu aril... muka ember semua?" ulas abas.
"ember..." raka binggung
" ya... oplas semua... tidak alami. lalu lagi si itu... naura matre minta ampon... lalu lagi si citra kalo ngomong. kasarnya minta ampon nggak lah kalo kenal dari kamu... bisa jadi bencana" lanjut abas menilai teman wanita raka yang menurutnya aneh.
"abas...abas... lalu mau kayak apa semua kau tolak?" raka tak mengerti
"yang penting bisa menentramkan kan jiwa.... " abas serius dia mulai tenang.
" kriteria apaan itu?" raka memicingkan mata.
" seorang gadis yang selalu menjaga pandanganya.... senyum ramah pada semua. tidak banyak menuntut baik budi dan yang paling penting solekha" crita abas.
raka tercengang denga kriteria yang di sebut abas. wanita tipe seperti itu sangat jarang mereka jumpai di keseharian mereka.yang di. sebut abas barusan lebih ketioe uhti uhti berkerudung panjang.
tapi bagaimana bisa seorang abas jm muda tampan yang terkenal dan populer di gandrungi banyak wanita bisa memiliki keinginana memiliki pasangan seperti itu.
raka hanya bisa diam menatap sahabatnya yang kini mulai tenang. menatap dengan senyumanan aneh pada abas.
.
.
.
.