
adel laura alvi putri maekel.
adik kesayangan abas. saudari satu satunya. gadis kecil yang manja kini baru menginjak remaja. dia baru masuk sma tahun ini.
gadis manja yang usil sama abangnya. pede overduse sangat menyenangkan karena sikap ramah nya. banyak di sukai cowok persis seperti kakak nya. Selama perjalanan della tidak berhenti mengoceh dan cerita ngobrol panjang lebar sampai kakak nya pusing mendengar nya.
"bang menurut abang ning zin bagaimana?" della penasaran.
"baik.... welcome sama abang" jawab abas semangat
"abang suka sama ning zin?" tanya della
"suka...." jawab abas dingin
"lalu cewek yang di jodohin papa gimana?" della kepo
"bagaimana ya.... memang cewek itu bisa di bandingkan sama ning zin? abang rasa tidak mungkin?" jawab abas asal.
"abang benar sih...memang cewek itu siapa?" tanya della kayak detektif
"abang nggak tau..." abas pura pura
"pasti juga cantik .... pilihan papa tidak sembarangan kan?" della meyahkinkan.
"cantik itu standar dek" jawab abas
"kalo di balik cadar nya ternyata ning zin jelek gimana?" selidik della
"ya nggak apa apa.... abang terima" abas optimis
"abang sudah bucin" canda della.
"apa itu bucin?" abas tak tau
"budak cinta... bang" della menerangkan
"oh....kirain abang makanan apa?" canda abas garing.
"ih.... abang nggak gaul banget sih" della manyun.
"ha...ha...ha... iya ya... abang di kantor melulu" abas tertawa garing.
"iya... keseringan sama bang raka tu jadi jones" ledek della
"apa lagi tu jones?" abad kepo
"jomblo ngenes" della sambil menyun.
"enak saja..." tolak abas.
"tapi bener nih serius. ... kalo yang di jodohin papa lebih cantik gimana. ?" della kembali ke pembahasan sebelumnya.
"ya ngak gimana gimana dek" abas nampak cuek dengan pertanyaan adik nya.
"abang nggak nyesel?" della terus mendesak sang kakak.
"buat apa nyesel kali mereka orang yang sama" jawab abas santai
"orang yang sama....?" della melotot.
"iya... ning zin itu gadis yang di pilih papa dan mama. .. dan mereka sengaja ngerjain abang biar mau segera nikah" jujur abas
"oh... gitu ya... dan abang mau gitu saja" della penasaran.
"ya...."abas senyum tenang.
"demi apa?" canda della.
"demi berbakti... tawadhuk dan cinta" jujur abas
"abang cinta sama ning zin.... bukanya cinta abang di luar negeri?" selidik della.
"abang dapat yang lebih pasti tidak perlu yang sulit di jangkau"abas optimistis
"benar kan bucin.... lihat mukanya saja belom sudah jatuh cinta. .. abang abang" abas tertawa mendengar ledekan itu
della senang sudah mengoda kakaknya. jarang bisa bercanda begini dengan nya makanya dia ngotot untuk di antar ke sekolah. mumpung sang abang libur .
tak terasa mobil abas sudah sampai di depan gerbang suasana ramai lalu lalang di depan. para santri para murit sibuk segera masuk.
"sudah dampai tuan putri" printah abas
"ngaak.... abang pake baju begini. .. tadi mau ganti abang larang malu kalo di lihat mereka" tolak abas terang terangan.
"ayolah bang... abang ganteng kok... biar cowok cowok itu tak ganggu della lagi plise"della mengatupkan tangan memohon.
"terus kamu bakal bilang ini pacar aku" kata abas ketus.
"nggak ah. ..." lanjut abas
"abang tega sama adek sendiri" della masang muka sedih.
"yang tega tu kamu abang sendiri di jadiin tameng" tegur abas
"bang... della mohon.... sekali ini saja...plise" della manja.
"tapi bilang nya abang bukan cowok kamu" abas nyerah sekarang.
"iya...." della senang bukan kepalang.
abas mengalah. dia setuju turun dari mobil. gayanya kelewatan keren kayak boy ban. saat turun suasana jadi rame semua perhatian melihat della yang turun dari mobil sport belum banyak yang tau kalo dela putri pengusaha kaya.
semua berfikr itu adalah. pacar nya. spa lagi. abas sangat menarik kelihatan lebih muda dari usianya. penampilan yang bak anak muda.
"della itu siapa?" tanya seorang cowok
"hemm...." abas berdehem
"dia abang ku...." jujur della
"kak fian..." panggil zoya tak kalah manja dari della.
"hei zoya.... bagai mana hadiah yang abang beli?" tanya abas
"bagus.... trimakasih kak." zoya senang
"kak fian... abang selalu marah aku sebut begitu. .. tapi begitu aku yang Panggil kau marah" della kesal.
" heh.... pencemburu" keluh abas.
"hei ning dia abang ku. kakak mu itu gus zaki" protes zoya.
"apa kalian akan terus merebutkan pria yang 3 hari lagi akan menikah" abas pede sekali.
"ha...ha...ha..."
"kami memang begitu kak" cansa zoya.
"jangan kawatir bang kami bercanda siapa yang mau sama pria dingin sepertimu" della meledek.
"mbakku tau...." zoya tak terima
"ah.... benar juga...." della pura pura
"kalian teruskan saja ributnya abang pulang dulu ya" pamit abas.
"yah kok pulang" della sedih
"nggak mau ketemu mbak zin kak?" pancing zoya.
"maunya begitu tapi tidak boleh" harap abas
"iya ..mbak di pinggit tidak boleh kemana mana.... mau nitip salam karena hpnya di sita kak zaki. takut kalo kak fian menelpon" cerita zoya.
"ya boleh... assalamualaikum"
"wa alaikum salam."
abas pergi dari sekolah della. dia sudah cukup menarik perhatian para teman. ada yang mengira kalo dia pacar della. hanya segelincir orang yang tau sebenarnya paling tidak saat ini tidak akan mendapat kn gangguan dari para cowok.
.
.
.
.
.
.