ABAS Imamku

ABAS Imamku
aku sudah merindukan nya



suasana pondok sudah rame. tenda dekor sudah siap nampak indah terpasang di halaman pesaantren. semua santri sangat antusias menunggu acara sang kyai mantu pertama. keluarga menyambut hangat para tamu. malam midodareni kali ini bersamaan malam pengajian kirim doa.


malah ini abas tampi sangat berbeda dia mengenakan stelan baju koko walo bawahan dengan celana bahan yang nyaman. menampakkan pemandangan yang menyejukkan kalbbu.


raka sudah memarkirkan mobil lamborgini warna merah di depan rumah dhalem. semua nampak kagum dengan hal itu walo mereka kaget kenapa mobil itu di parkir di sana. zaki juga bingung kenapa mobil itu di parkir di sana saat raka di pinta mindahkan dia menolak.


"kenapa di parkir di sini raka ini akan menghalang jalan?"tanya zaki bingung nelihat mibil mewah di depan rumah.


"nanti aku pindahkan gus setelah serah terima sekesai" jawab raka


"serah terima?" zaki bingung belom mengerti.


"iya.... ini yang gus minta sebagai lelangkah atau apalah itu....?" raka menjelaskan tapi agak lupa.


" pelangkah maksut mu ... abas... dasar anak itu.... tidak berubah berubah" raja gemas mendengar pengakuan raka tentang mobil.


"memanag benar gus minta mobil mewah?" raka tanya penasaran.


" aku cuma bercanda.... aku kira dia akan menberi mobil biasa biar bisa ku gunakan untuk kepentingan pondok bukan seperti ini"zaki geleng geleng melihat semua iti.


"aku kira... gus matre..." tuduh raka


"enak saja" telah zaki.


"untuk mobil pondok nyusul" saut abas


dia baru datang di kawal reinal dan malik adik adiknya tanggapan. yang memisah dari rombongan orang tua.


"hei .. tidak... aku bisa beli sendiri. .. dan bawa balik mobilmu itu" tolak zaki mendengar ide abas untuk membawa mobil lain.


"hei bos...." sapa raka lenjeh.


"tidak bisa itu sudah jadi milik gus zaki aku sudah meng atas namakan gus dan plat itu juga" tolak abas mendengar zaki meminta membawa balik mibil nya.


zaki menoleh matanya melotot melihat no pol yang terpasang di bemper depan moobil bertulis Z 4 KI di bawah ujug plat tertulis gus zaki al azhar. seketika zaki menjadi don dengan yang di lakukan sang adik ipar


"tapi maaf itu tidak baru" abas tersipu malu.


"tidak baru apa nya.... walo sudah 3 tahun mobil ini cuma jadi penghuni garasi saja.... bagus bila bisa di pakai gus zaki" grutu raka kesal mendengar sang bos merendah.


"tapi bas ini... apa?" tanya zaki memastikan


" ini yang gus minta kan?" abas mengingat kan.


"waktu aku cuma bercanda" ekak zaki serius


"habis ancaman gus sangat menakutkan" abas mengidik saat ingat zaki tidak akan merestui.


"abas abas... kayak kamu. tak tau ak saja" zaki mengingatkan.


"gus juga seperti lupa seperti apa abas... dan aku pantang menerim kembali barang yang sudah kuberikan" ganti abas mengingat kan.


" alamat abi akan mengorok leherku ini. kalo tsu hal ini." zaki mengidik menginngat apa kimen abi nanti.


"tidak mungkin" abas menenangkan


"ya...ya sudah biar nanti di pakai zin saja" ide zaki dari pada adu argumen dengan sahabatnya itu


"tidak. .. " tolak keras abas.


"untuk ning sudah ada husus.... plus supir pribadi yang ganteng" sanggah raka


"supir husus," tanya zaki tidak percaya. raka mununjuk abas


"apa ini tidak terkesan aku menjual adik ku?"zaki memelas


"pastinya ning khozin sangat istimewa sehingga abang kami rela melakukan apa pun" ganti malik mendukung.


"terima saja gus.... bukan cuma kali ini kok.... abang tidak akan bangkrut kalo cuma kasih sebuah mobil" tambah reinal bijak.


"ya sudah.... kalian siapa?" zaki menyerah. dan kini pandangan nya beralih ke. 2 cowok kece reinal dan malik.


"saya reinal" zaki menetima uluran tanggan.


"saya malik...." lalu berpindah ke malik


''zaki Panggil saja mas zaki" pinta zaki tulus.


"mereka adik sepupu... anak om dewa dan anti aliya" terang abas


mereka para anak muda mulai mengakrabkan diri. reinal dan malik yang notabenya masih muda usianya sama dengan dela dan zoya sangat senang apa lagi sikap zaki yang hambel dan tetbuka.


mobil kini sudah sudah berpindah


ke garasi. zaki sudah menerima pemberian itu dengan legowo.


acara pengajian sudah di mulai. berlangsung pembacaan ayat ayat suci al Quran zin di daulat kori. suara indahnya memasuki relung hati. terutama abas sudah namapak kerinduan yang sangat mendalam terhadap kekasihnya seakan tidak sabar menunggu acara akat besok.


mereka ber 5 kini duduk di bagian pria duduk lelehan bersama para tamu laki laki.


"itu zin" kata zaki


"suara kakak ipar... luar biasa?" puji malik


" indah" ganti rainal


"aku sudah merindukan nya" desis abas pelan


zaki yang duduk di sampingnya me dengar denga baik. sintepuk bahu abas. dan senyum indah di balas senyum malu dari sang bos dingin


"abas... sabar" pesan zaki.


"tinggal besok bang" reinal mengingatkan.


"beberapa jam lagi" raka menekan kan


"sudah latin baca qobul balom?"selidik zaki.


"sudah" jujur abas.


"bahasa arab atau indonesia?" zaki kepo


"arab....." jawab abas pendek


"abas sudah hafal di luar kepala. ... sambil ngetik komputer saja bisa melantun dengan lancar" puji raka


"oh ya.... semoga besok jangan grogi" harao zaki.


sebenarnya abas menutupi rasa groginya sedari tadi...


rasa rindu yang berawal dari kekagumam dengan sang wanita idaman. semua rasa ini ALLAH ciptakan sudah lama.


dan kini hanya tinggal menunggu sebentar lagi.


.


....