ABAS Imamku

ABAS Imamku
belanja ala abas



setelah dari toko perhiasan abas mengajak ke toko make ap. Dia juga meminta zin memilih sendiri. tapi zin mulai jengah dengan kegiatan ini. abas meliahat itu tapi semua yang mereka butuhkan sudah terbeli.


"uhti bosan?" tanya abas kawatir. melihat peluh memenuhi dahi zin. abas makin kawatir apa lagi calon istrinya itu sedang puasa.


"sedikit.... maaf maklom jarang belanja. kalo tau belanja sangat melelahkan makanya saya ajak seseorang tadi" zin berusaha senyum normal.


"ya sudah ukhti duduk dulu" pinta abas sambil melepaskan jas nya menaruh di sandaran kursi samping zin


"akhi mau kemana?" zin penasaran melihat abas melipat lengan kemejanya.


"belanja... uhti tunggu nanti kalo ada pramuniaga bertanyak jawab saja." pinta abas sambil berlalu meninggalkan zin sendiri.


"baik lah akhi" jawab zin tak mengerti.


zin menurut hanya duduk sambil main kan hrnpone. kalo tidak tinggal 5 hari lagi pernikahan mereka abas akan mengajak zin besok lagi untuk belanja.


abas memilih secara acak dan di bantu beberapa pegawai toko yang dengan senang hati akan membantu nya dengan cepat . zin sampai geleng geleng karena apa yang di lakukan calon suaminya.


dan inilah bejanja cara bos abas. benerapa wanita mendatangi zin di tempat nya menanyakan ukuran baju sepatu dan sampai ke dalam dalam. zin sampai mendidik menolak untuk jawab sapai pegawai itu memohon dan zin memberi sarat jangan sampai calon suaminya lihat. abas setuju dia hanya menyarankan warna dan berapa.


raka beberpa kali membawa


ke mobil di bantu bebe rapa satpam. zin tak tau ternyata mol ini adalah salah satu dari anak perusahaan calonnya.


AL FIAN COTPORAIDE perusahaan yang di rintis abas sendiri bukan milik ayah ataupun tinggal an kakek nya.


ABAS ALFIAN MAIKEL PUTRA


siapa yang tak kenal dia. mungkin cuma zin yang tak tau akan hal itu.dari tadi zin hanya nelongo melihat raka mondar mandir dari toko satu ke toko lain dari lantai satu ke lantai lain tanpa bersama abas. bahkan pria itu belom menunjukkan batang hidung nya sama sekali.


"mas raka istirahat dulu"zin merubah pangilan karena pinta raka.


"iya mbak.... lelah sekali" raka juga mengganti pangilan ya pada zin.


"nih... minum mas!" zin menyodorkan botol minuman.


"Makasih. ..." raka meminun sambil duduk di sisi meja lain.


"akhi abas kemana?" zin menoleh kanan dan kiri.


"dia menguras semua isi dompet nya" canda raka.


"apa. ..sebenar nya apa saja yang dia beli" zin kaget dan mengerut kan dahi.


"semua kebutuhan mbak dari atas sampai bawah" jawab raka asal.


"buat apa sebanyak itu,?" zin jadi pening.


"saya juga tidak tau. baru kali ini saya lihat dia kalap saat belanja" kata raka sambil menunjukan beberapa nota belanja


"sebanyak dan sepanjang itu" zin mengidik mehihat kertas nota yang di tentenng raka.


"iya. .. ini masih ada yang dia bawa" lanjut raka.


"astaghfirullahaladzim ...." zin. nyebut.


"assalamualaikum akhi"


"waalaikumsalam ukhti ada apa?"


"ayo... kita pulang sudah 3 1/2jam saya nunggu akhi"


"iya... ini selesai. .. matikan hpnya"


"iya assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


dari kejauhan nampak abas menenteng beberapa gudi bak belanjaan entah apa saja yang di beli pria itu yang pasti dari semua belanjaan nya tidak ada yang murah.


zin hannya geleng kepala melihat tingkah kalapp calon suaminya. raka hanya bisa senyum apa lagi melihat kebahagiaan bos nya itu untuk menyenangkan calon istrinya.


"bagai mana bos sudah puas belanjanya?" goda raka.


"apa akhi merampok toko.. dari tadi mas raka jadi kelelahan" lanjut. zin.


"iya...." jawab abas datar.


"ini minum dulu. .. lalu kita solat asar sebelom pulang" zin menyodorkan botol minuman yana dia beli.


"heem terimakasih"ucap abas.


"apa dia selalu sedingin ini?" pikir zin kesal


"bos maaf akuntak bisa antar kalian ke pesantren aku meski balik ke kantor" ucap raka tiba yiba setelah menerima telepon.


"iya..." jawab abas datar.


"jam segini mas...?" zin mengerut kan dahi.


"iya. .. karena banyak pekerjaan saya yang. mesti sekesai sebelom kalian menikah" lanjut raka.


"ooah....." zin mencuit


"kamu bawa saja mobil di basmen!" printah abas.


"tisak usah mobilku di kantor biar lebih aku naik taxi saja" tolak raka.


"ya sudah hati hati!"pesan abas.


raka pergi setelah asaran bersama abas, dan zin di mushola mal. dia bergegas pergi membawa. laptop abas yang berisi data data dari laporan yang dia kerjakan.


mobil pus segera melaju. zin segera ingin sampai rumah untuk buka puasa. tapi kayaknya. tak nauapai tumah


.


.


..