ABAS Imamku

ABAS Imamku
Abas... Imamku



tes itu akhirnya selesai. akat segera di lakukan semua persiapan sidah selesai. mental dan fisik abas sudah siap


semua orang menunggu momen menegangkan ini. penyatuan dua manusia dalam sebuah ikatan yang suci yakni pernikahan. bacaan ayat suci.al quran di baca abas sebagai mahar yang di minta zin. pemuda itu melantunkan kori dengan indah. semua tercengang mendengar nya dari kalangan tamundan kolega juga tercengang bagai mana bisa pria yanh selalu sibuk dengan dunia kerja bisall


setrampil itu.


semburat senyum kebanggaan ada di wajah mama maria. dialah yang berperan besar dalam terbentuknya akhlak dan semua kelebihan yang ada dalam diri abas.....


tak terasa kita air mata wanita itu luluh. della yang melihat itu merasa ibba bercampur bangga dengan pencapaian sang abang kesayangan


sedang kam zin di kamar melihat semua prosesi akat di luar dari layar monitor yanh di siapkan di dalam kamarnya. dia tidak menyangka kalo abas bisa melakukan semua itu. kini.sia merasa sangat heran kata abi abas hanya nyantri 3 tahun tapi kemampuan pria itu seperti seumur hidup tinggal di pesantren. padahal setahu zin abas selama ini sibuk bisnis dan pekerjaan.


rasa haru penasaran san tak menyangka srmua kini memenuhi sanubari zin. dia cuma bisa menikmati suara abas saat ini yang melantunkan Surah AN NISA'


umi zha melihat kegelisahan di mata putrinya di rangkul. pundak sang putri guna menyalurkan spirit.


"kami tidak salah pilih kan nak?"


"umi......."


"anak itu sungguh mengesankan.... walo sikap dingin yang di wariskan sang ayah tak ketulungan tapi di balik semua itu ada kehangatan"


"jaddah benar. ... sebenar. zin sudah menerima tentang status akhi abas tapi kini zin yang merasa malu melihat semua ini"


" jangan menyesal dan jangan merendah nak"


"jaddun bisa menilai seseorang dari watak dan kebiasaan saat di pondok anak itu selalu ingin ngaji bersama santri senior... tidak mau ngaji kitap kecil langsung kitap besar dan tebal. tanpa sepengetahuan. orangtua dia juga kafid walo saat itu belom k


hatam. dan dia kuliah syariah di yaman 5tajun baru s2 dan s3 di jerman dan amerika sambil mengembangkan bisnis."


"tapi perjalanannya tidak mudah begitu saja banyak godaan. .. harta tahta dan wanita satu kesatuan yang tidak terpisahkan hal itu membuat tuan make dan nyo maria kalut mereka juga santri jaddah di pengajian mereka menceritakan tentang sang putra dan kami mengajukan perjodohan dengan mu"


"jadi kita yang mengajukan?"


"kalo untuk mendapat hasil baik kenapa tidak"


di luar para tamu sangat terkejut sang pengantin pria banyak mendapat kejutan apa lagi kolega. ini baru sedikit yang datang karena masih ada beberapa sesi perta lagi.


ahirnya acara inti yakni ijab qobul. bi faz tak kalah gugup menikahkan putri dan memberikan tanggung jawab selanjutnya pada pemuda pilihannya yang akan mengantikan mengemban tugas menjaga sang putri sungguh terasa sedih senang bimbang bercampur aduk. abas apalagi tambah semrawut mimik wajahnya.


tapi tekat untuk memiliki wanita pujaan sudah di depan mata kini saatnya untuk melantunkan qobul


"QOBILTU NIKAHAHA WATAZWIJAHA ALAL MAHRIN MADKUR...... KHALALAN"


"SHAAAAAH...."


"alhamdulillah. ... sekarang temui istrimu"


"ya.. abi...."


"istri bas.... aku akan ikut menemput kakak ipar"


"tidak. ... abas akan melihat wajah istrinya untuk pertama kali kamu bukan muhrim"


"yah....."


"tunggu saja di sini raka!"


"baik lah....."


" istriku.... aku datang"


dengan di temani abi zaki papa mama dan della mereka mendatangi zin di kamar ini untuk pertama abas akan melihat wajah bi balik cadar itu. abad sudah tidak sabar.


kini grogi ganti melanda zin. dia gelisah menunggu bagaimana penilaian sang suami terhadap nya. umi zha hanya bisa senyum melihat tingkah putrinya.


tok.... tok... tok....


"itu pasti suamimu"


"buka pintunya nak"


"iya.... umi"


zin membuka pintu de depan berdiri abas ,zaki ,abi ,papa .mama dan della. dia malah diam menunduk tak berani menata4 suaminya yang berdiri gagah di depan nya.


"angkat wajah mu nak.... biar suamimu bisa melihat mu"


"masih.... malu niye....?"


"angkat wajah mi zin...... lihat lah berapa tampan suamim"


"assalamualaikum ning khozin"


"waalaikum salam akhi abas....."


zin mengangkat wajahnya. berusaha mengukir senyum di bibirnya. batinnya bergejolak ini kali pertama wajahnya di lihat orang lain selain keluarganya.


abas terpaku melihat wajah cantik istrinya nampak lesung pipi di pipi kanan nya menambah kesan manis walo abas menilai make ap zin terlalu tabal hingga wajah aslinya banyak berubah tapa abas senang. tapi nampak cantik mempesona. sungguh sempurna ciptaan ALLOH.