
seorang gadis bercadar sedang jalan
sendirian. dia nampak khawatir melihat ke kanan dan kiri. suasana sudah malam dan ia baru dari rumah temanya. karena menolak di antar terpaksa dia jalan kaki. tapi saat mau menelpon dan pesan ojol hapenya sudah mati batre. sudah lengkap kesialan gadis itu. kakinya mulai sakit lelah berjalan dan dari tadi nampakba dia hanya berputar putar saja.
ya dia khozin. dia baru 3 bulan kembali dari kuliahnya di madinah. tadi dia datang ketempat teman untuk janjian mencari pekerjaan. walo sang abi sudah menyiapkan pekerjaan zhin teta kekeh ingin mandiri.
dari arah belakang terdengar suara derum motor nampaknya lebih dari satu. dengan cepat grombolan itu sampai di sekitar gadis itu. dia pun mulai panik walo bisa bela diri pakaian yang ia kenakan tidak mendukung.
tiba tiba nereka sudah turun dan bergerombol mengitari zhin. gadis itu mulai panik di mendekap tasnya di dada. kemungkinan mereka adalah geng motor. kebanyakan mereka semua laki laki.
"hai... ukhti...." sapa salah satu mereka dengan seringai menakutkan.
"kalian mau apa?... kalo mau uang akan saya berikan semua" zhin mulai gugup.
"jangan takut.... kita semua baik kok" kata yang lain mulai mendekat.
"berhenti kalian!" triak zhin.
"uhti cantik... buka dong penutupnya biar kita bisa lihat...." kat yang lain sambil menarik hijap zhin. .
seorang dari mereka ingin menarik cadar khozin tapi dengan cepat di tangkis hingga tangan pemuda itu terlempar.
"janagn kurang ajar...." triak zhin sarkatis.
"wah.... marah...." ledek merkaa.
"lihat matanya. .. indah banget" kata yan di depan zhin. merka ada hampin 10 ornag
"matanya bagus... pasti wajahnya juga cantik. ... ayo uhti kita main main sebentar" jata yang lain.
zhin mulai mundur dan makin erat mendekap tubuhnya. melindungi diri agar tidak di sentuh barang sekukupun
"YA ALLAH lindungilah hambamu yang lemah ini dari segala mara bahaya...." doa zhin dengan lirih .
kondisi jalan yang sepi membuat peridtiwa itu tidak di ketahui. itu juga yang membuat khozin khawatir. mau minta tolong siapa kini dia hanya bisa berdoa dan berharap ada seseorang yang menolongnya.
"ayo cantik. ...." bujuk yang lain
"kita kesepian nih. ..." beo yanh lsin lagi.
"YA ALLAH kenapa aku meski megalami hal seperti ingin lagi. ... apa aku memang tidak pantas untuk di hargai." zhin bergumam lirih. seperti ingat masa kelam yang pernah ia alami.
"ayo sini jangan takut. ..." bujuk mereka. Dengan mulai menarik narik baju.
" lepaskan.... kalian tidak sopan" zhin masih berusaha bertahan.
" ha..ha..ha.. kalo kami sopan apa kamu akan menyerah dengan suka rela" mereka tertawa meledek.
adegan tarik tarikan terjadi. sampai tas khozin terlempar jauh. orang orang jahat itu makin mendekat mengunci pergerakan zhin sehingga tidak bisa kemana mana. zhin mulai membetontak melawan mengeluarkan jurus jurusnya. pukul atas tendang vawah sikut kanan. tebas kiri. tapi karena gamis dia kurang leluasa.
"wah melawan..." merka tak sabar
"ayo ringkus dia..." kata mereka tegas
"dia liar sekali...."
"pasti menyenangkan"
adegan fait terus berlanjut. ada beberapa penjahat yang terkapar di jalan. zhin sudah kehabisan tenaga aplagi perutnya yang lapar membuat dia semakin lemah.
"demi kehormatanku aku harus terus bertahan..." kata zhin dalam hati.
stttiiiiittt
suara rem mobil berdecit kencang. dengan cepat 2 orang pemuda turun dan ituk menyerang mereka. adu jotos adu tendang semakin seru. apalagi para preman itu kalah postur. sebagian mereka luka memar dan berdarah di oelipis sudaut bibir dan hidung mereka. kerana sudah kalah mereka pergi tungang langgang.
"anda tidak apa apa ukhti..?."tanya abas ternyata dia yanf datang tak sengaja lewat besama raka.
"hooo...hooo... trima kasih.. atas.. bantuan .. kalian..." zhin berusaha mengatur nafasnya.
"ukhti sendirian...,?"tanya abas.
"iy....a..." jawab zhin.
" ini minum. ..." raka menyodorkan botol minun abas dari mobil.
"terimakasih" zhin menerima lalu meminum dengan menyinkap cadar nya sedikit.
"tempat ini rawan... uhti mau kemana?" slidik abas.
" saya mau pulang... tapi kehabisan bus... jadi jalan kaki" jawab zhin dengan. tenang.
"ini sudah malam... kalo tidak keberatan boleh kami antar?"tawar abas.
"abas... kita sudah terlambat. ayahmu sudah menelpon" kata raka tak sabaran
"tunggu sebentar raka... bagai mana uhti?" abad ingin jawaban.
"tidak usah merepotkan" tolak zhin.
"tidak... uhti tinggal di mana?" tanya raka.
"di situ tangerang Selatan. ..." jawab zhin.
"oh ..kebetulan kami juga mau ketempat dekat situ...mari" jawab abas.
"trimakasih....jadi merepotkan" zhin tidak enak.
"tidak... sesama muslim..kita mesti saling membantu" kata abad menyentuh
" masih ada pria seperti mereka"batin zhin
zhin memungut tasnya .lalau masuk kedalam mobil abas yang di setir raka.. abas mamaksa raka tadi untuk mengaantar.
.
.
.
.